Done Deal Santiago Gimenez Tinggalkan AC Milan, FC Porto Jadi Pelabuhan Baru

Santiago Gimenez akhirnya bersiap meninggalkan AC Milan. Setelah pembicaraan berlangsung cukup panjang sepanjang bursa transfer musim panas 2026, Rossoneri mencapai kesepakatan dengan FC Porto untuk kepindahan penyerang tim nasional Meksiko tersebut ke Portugal.

Porto mendapatkan Gimenez menggunakan formula pinjaman tanpa biaya dengan opsi pembelian senilai 18 juta euro. Kesepakatan juga menyediakan bonus sekitar 2 juta euro sehingga paket keseluruhan berpotensi menyentuh 20 juta euro. Bagian menariknya, opsi pembelian tersebut dapat berubah menjadi kewajiban apabila beberapa persyaratan yang telah disepakati terpenuhi.

Gimenez sendiri memberikan lampu hijau untuk pindah ke Estadio do Dragao. Striker berusia 25 tahun itu melihat Porto sebagai tempat yang tepat untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak sekaligus kembali menunjukkan kemampuan mencetak gol yang pernah membuat namanya bersinar bersama Feyenoord.

Keputusan ini mengakhiri periode yang kurang sesuai harapan di Milan. Ketika didatangkan dari Feyenoord pada Februari 2025, Gimenez datang membawa reputasi sebagai salah satu penyerang paling produktif di Belanda. Namun perjalanan bersama Rossoneri tidak pernah benar benar berjalan seperti yang dibayangkan.

Milan dan Porto Akhirnya Sepakat Setelah Negosiasi Panjang

Pembicaraan mengenai Santiago Gimenez sebenarnya sudah berlangsung sejak awal Agustus 2026. Porto melihat striker Meksiko tersebut sebagai kandidat kuat untuk memperkuat sektor nomor sembilan, sementara Milan mulai membuka kesempatan bagi pemainnya untuk mencari klub baru.

Negosiasi sempat berjalan sulit karena kedua klub mempunyai pandangan berbeda mengenai formula transfer.

Milan pada awalnya ingin mendapatkan jaminan penjualan permanen. Porto justru menginginkan fleksibilitas lebih besar dan memilih mengajukan proposal pinjaman dengan pilihan membeli.

Proposal pertama dari klub Portugal sempat dianggap terlalu rendah oleh Milan. Rossoneri tidak langsung memberikan persetujuan dan meminta Porto memperbaiki struktur tawarannya.

Pembicaraan kemudian kembali dibuka menjelang berakhirnya jendela transfer.

Formula 18 Juta Euro Akhirnya Membuka Jalan

Setelah beberapa kali komunikasi, kedua klub menemukan formula yang dianggap cukup memuaskan.

Porto akan meminjam Gimenez tanpa mengeluarkan biaya pinjaman. Klub Portugal kemudian memperoleh opsi membeli sang striker senilai 18 juta euro.

Ada pula bonus sekitar 2 juta euro yang membuat total transaksi dapat mencapai 20 juta euro.

Kesepakatan tersebut mencakup beberapa poin utama:

  1. Gimenez bergabung dengan Porto sebagai pemain pinjaman
  2. Tidak ada biaya khusus untuk periode peminjaman
  3. Opsi pembelian berada di angka 18 juta euro
  4. Bonus tambahan dapat mencapai sekitar 2 juta euro
  5. Opsi dapat berubah menjadi kewajiban jika persyaratan tertentu terpenuhi

Bagi Porto, struktur ini memberikan kesempatan untuk melihat performa Gimenez selama satu musim sebelum mengeluarkan investasi lebih besar.

Milan juga memperoleh kemungkinan mendapatkan pemasukan permanen apabila striker tersebut memenuhi target yang telah ditentukan.

Gimenez Memang Ingin Meninggalkan AC Milan

Keinginan Gimenez ikut membantu mempercepat proses kesepakatan. Sang striker disebut tertarik menerima kesempatan bermain bersama Porto sejak pembicaraan mulai berkembang.

Situasi di Milan membuat pilihannya cukup mudah dipahami.

Dalam persiapan musim 2026 2027, posisi Gimenez di skuad Rossoneri semakin sulit. Ia tidak menjadi bagian utama rencana pelatih dan sempat menjalani latihan secara terpisah bersama beberapa pemain lain yang juga tersedia di bursa transfer.

Bagi seorang penyerang yang sedang memasuki usia 25 tahun, mendapatkan menit bermain menjadi hal penting.

Porto kemudian muncul dengan tawaran yang menarik.

Porto Menawarkan Tempat untuk Memulai Kembali

Bermain di Portugal memberikan kesempatan kepada Gimenez untuk menemukan kembali permainan terbaiknya.

Ia sudah pernah menunjukkan bahwa dirinya mampu menjadi pencetak gol produktif ketika bermain di liga yang memberikan ruang lebih besar kepada penyerang untuk bergerak.

Porto juga merupakan klub yang terbiasa tampil dalam tekanan tinggi.

Target mereka bukan sekadar bersaing di kompetisi domestik. Klub berjuluk Dragoes tersebut juga memiliki agenda besar di Liga Champions.

Bagi Gimenez, kesempatan bermain di kompetisi Eropa menjadi salah satu daya tarik utama.

Ia tidak harus meninggalkan level sepak bola elite hanya untuk mencari kesempatan bermain reguler.

Perjalanan Gimenez di Milan Tidak Berjalan Sesuai Harapan

AC Milan mendatangkan Santiago Gimenez dari Feyenoord pada Februari 2025. Rossoneri ketika itu mengeluarkan sekitar 32 juta euro ditambah bonus untuk membawa sang striker ke San Siro.

Nilai transfer tersebut menunjukkan besarnya keyakinan Milan.

Gimenez menandatangani kontrak sampai Juni 2029 dan langsung mendapatkan nomor punggung tujuh.

Ekspektasi terhadapnya sangat tinggi.

Milan membutuhkan penyerang yang mampu menjadi sumber gol utama setelah melakukan sejumlah perubahan di sektor depan.

Gimenez dipandang sebagai jawaban karena catatan golnya bersama Feyenoord begitu mengesankan.

Awal yang Menjanjikan Tidak Bertahan Lama

Pada beberapa pertandingan pertamanya bersama Milan, Gimenez sempat memberikan harapan.

Ia mencetak lima gol dalam 14 pertandingan Serie A pada setengah musim pertamanya.

Angka tersebut sebenarnya tidak buruk bagi pemain yang baru datang ke Italia pada pertengahan musim.

Masalah mulai terlihat pada musim berikutnya.

Sepanjang Serie A 2025 2026, produktivitas Gimenez menurun tajam. Ia tidak berhasil mencetak gol liga meskipun mendapatkan kesempatan bermain dalam sejumlah pertandingan.

Kesulitan tersebut membuat posisinya semakin melemah.

Dalam seluruh kompetisi musim tersebut, Gimenez hanya mencetak satu gol untuk Milan.

Untuk penyerang yang sebelumnya terkenal sangat produktif di Belanda, catatan tersebut jelas berada jauh di bawah harapan.

Feyenoord Pernah Menjadi Tempat Gimenez Menaklukkan Eropa

Untuk memahami mengapa Porto masih tertarik kepada Gimenez, perjalanan sang pemain bersama Feyenoord perlu diperhatikan.

Ia bergabung dengan Feyenoord dari Cruz Azul pada musim panas 2022.

Ketika datang ke Rotterdam, Gimenez belum menjadi nama besar di sepak bola Eropa.

Perlahan ia berkembang menjadi salah satu striker paling berbahaya di Eredivisie.

Selama membela Feyenoord, Gimenez mencetak 65 gol dari 105 pertandingan di seluruh kompetisi.

Ketajaman di Belanda Membuat Milan Rela Mengeluarkan Dana Besar

Performa terbaik Gimenez terlihat ketika berada di sekitar kotak penalti.

Ia mempunyai insting untuk menemukan ruang sebelum bola masuk ke area berbahaya.

Gimenez juga tidak terlalu bergantung pada satu jenis penyelesaian.

Beberapa kemampuan yang membuatnya terkenal bersama Feyenoord meliputi:

  1. Pergerakan cepat di antara bek tengah
  2. Penyelesaian menggunakan kaki kiri
  3. Kemampuan menyerang bola di area penalti
  4. Insting terhadap bola pantul
  5. Pergerakan tanpa bola yang agresif
  6. Kemampuan menekan bek lawan

Pada musim 2023 2024, produktivitasnya menjadi salah satu yang terbaik di kompetisi Belanda.

Ia kemudian melanjutkan performa tersebut pada paruh pertama musim 2024 2025 sebelum pindah ke Milan.

Saat Rossoneri membelinya, Gimenez telah mencetak 16 gol dalam 19 pertandingan di seluruh kompetisi pada musim tersebut.

Itulah alasan Milan bersedia mengeluarkan lebih dari 30 juta euro.

Mengapa Gimenez Kesulitan di Serie A?

Perbedaan karakter pertandingan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Gimenez setelah meninggalkan Eredivisie.

Di Belanda, Feyenoord sering mengendalikan pertandingan dan menciptakan banyak peluang dari area lebar.

Gimenez dapat fokus mencari posisi terbaik di dalam kotak penalti.

Serie A memberikan tantangan berbeda.

Banyak tim menggunakan garis pertahanan lebih rapat dan memberikan ruang yang jauh lebih sempit kepada penyerang tengah.

Gimenez kemudian harus lebih sering terlibat dalam duel fisik serta menerima bola dengan posisi membelakangi gawang.

Pergantian Pelatih Juga Tidak Membantunya

Periode Gimenez di Milan berlangsung ketika klub mengalami beberapa perubahan.

Instruksi kepada lini depan ikut berubah seiring pergantian pelatih dan susunan pemain.

Situasi tersebut membuat Gimenez kesulitan mendapatkan kesinambungan permainan.

Seorang striker biasanya membutuhkan hubungan kuat dengan winger serta gelandang serang.

Ia perlu memahami kapan umpan akan dikirim, dari area mana peluang biasanya dibuat, dan bagaimana rekan setim bergerak ketika dirinya meninggalkan kotak penalti.

Gimenez tidak pernah benar benar mendapatkan periode panjang untuk membentuk pola tersebut.

Ketika jumlah gol menurun, tekanan kepada dirinya semakin besar.

Porto Membutuhkan Penyerang Baru di Saat yang Tepat

Ketertarikan Porto bukan semata karena Gimenez tersedia di bursa transfer.

Klub Portugal memang membutuhkan tambahan pemain untuk posisi penyerang tengah.

Samu mengalami cedera lutut serius pada Februari 2026 sehingga pilihan di sektor nomor sembilan menjadi lebih terbatas.

Porto memang masih mempunyai beberapa penyerang, termasuk André Silva dan Deniz Gul.

Namun jadwal kompetisi yang panjang membuat Francesco Farioli membutuhkan opsi tambahan.

Gimenez kemudian muncul sebagai pilihan yang memiliki pengalaman internasional sekaligus pengalaman bermain di Liga Champions.

Francesco Farioli Bisa Menghidupkan Ketajaman Gimenez

Farioli dikenal menyukai permainan yang dibangun secara terstruktur dari belakang.

Timnya berusaha membawa bola menuju area serang melalui kombinasi antarlini sebelum mencari ruang di sekitar kotak penalti.

Model permainan seperti itu dapat memberikan keuntungan kepada Gimenez.

Striker Meksiko tersebut tidak harus selalu turun jauh untuk mengambil bola.

Ia dapat fokus kepada pekerjaan yang membuat namanya terkenal, yaitu berada di posisi yang tepat ketika bola memasuki kotak penalti.

Jika Porto mampu memberikan suplai konsisten, Gimenez mempunyai peluang besar meningkatkan jumlah golnya.

Nomor Sembilan Porto Bisa Menjadi Tantangan Besar

Bergabung dengan FC Porto berarti Gimenez datang ke klub dengan tuntutan kemenangan yang sangat tinggi.

Setiap penyerang Porto akan dinilai dari jumlah gol.

Suporter tidak hanya menginginkan kerja keras atau pergerakan tanpa bola. Mereka mengharapkan striker yang mampu menentukan pertandingan.

Gimenez sudah pernah menghadapi tekanan serupa bersama Feyenoord dan Milan.

Pengalaman tersebut dapat membantunya.

Liga Portugal Bisa Lebih Sesuai dengan Karakter Gimenez

Secara teknis, Liga Portugal memiliki beberapa karakter yang dapat menguntungkan Gimenez.

Porto sering bermain sebagai tim dominan ketika menghadapi klub yang berada di bawah mereka.

Artinya, penyerang akan mendapatkan banyak waktu berada di sekitar kotak penalti lawan.

Itu merupakan area favorit Gimenez.

Ia lebih berbahaya ketika tidak perlu membawa bola terlalu jauh.

Satu sentuhan untuk mengontrol dan satu sentuhan berikutnya untuk menembak merupakan situasi yang sering menghasilkan gol ketika dirinya bermain di Feyenoord.

Porto akan mencoba menciptakan situasi seperti itu sebanyak mungkin.

Transfer 20 Juta Euro Bisa Menjadi Kesempatan Menarik bagi Porto

Dari sisi keuangan, Porto mendapatkan kesepakatan yang cukup menguntungkan.

Milan membayar sekitar 32 juta euro ketika mendapatkan Gimenez dari Feyenoord pada 2025.

Sekarang Porto berpotensi mendapatkannya secara permanen dengan nilai 18 juta euro ditambah bonus.

Selisih tersebut cukup besar.

Namun harga yang lebih rendah juga mencerminkan perjalanan Gimenez di Italia yang kurang konsisten.

Porto Tidak Harus Mengambil Risiko Besar Sejak Awal

Keuntungan terbesar Porto berada pada struktur transfer.

Mereka tidak perlu langsung membayar 18 juta euro.

Gimenez datang sebagai pemain pinjaman terlebih dahulu.

Jika performanya kembali tajam, biaya pembelian tersebut dapat terlihat murah untuk striker internasional Meksiko berusia 25 tahun.

Jika hasilnya tidak sesuai harapan dan persyaratan kewajiban tidak tercapai, situasi finansial Porto menjadi lebih terlindungi.

Struktur seperti ini memberikan keseimbangan antara kebutuhan olahraga dengan pengelolaan anggaran.

Milan Rela Mengambil Kerugian untuk Membuka Ruang di Skuad

Bagi Milan, melepas Gimenez dengan potensi nilai 20 juta euro berarti klub harus menerima kemungkinan kerugian dibandingkan investasi awal.

Rossoneri mengeluarkan sekitar 32 juta euro ketika membawanya dari Feyenoord.

Jika Porto membeli Gimenez seharga 18 juta euro ditambah bonus, nominal tersebut tetap berada di bawah harga kedatangannya.

Namun Milan mempunyai alasan lain.

Melepas pemain yang tidak masuk rencana utama memberikan ruang pada beban gaji sekaligus membuka tempat bagi penyerang baru.

Revolusi Lini Serang Milan Terus Berjalan

Milan mengalami perubahan besar di sektor depan menjelang musim 2026 2027.

Manajemen ingin membangun lini serang dengan karakter yang lebih sesuai dengan rencana pelatih.

Gimenez akhirnya menjadi salah satu pemain yang harus meninggalkan klub.

Situasinya bukan satu satunya yang berubah.

Sejumlah pemain depan Milan juga menjadi bagian pembicaraan transfer pada musim panas 2026.

Klub kemudian mempunyai kesempatan menyusun ulang komposisi serangan dengan pemain baru yang dianggap lebih sesuai.

Gimenez Masih Memiliki Usia untuk Kembali Menjadi Striker Tajam

Santiago Gimenez baru berusia 25 tahun.

Usia tersebut menjadi alasan Porto tetap yakin bahwa performanya di Milan tidak menggambarkan seluruh kualitas yang dimiliki sang striker.

Ia pernah mencetak puluhan gol di Eredivisie.

Ia pernah menjadi pemain penting Feyenoord di Liga Champions.

Ia juga memiliki pengalaman membela tim nasional Meksiko dalam pertandingan besar.

Kemampuan tersebut tidak hilang hanya karena menjalani periode sulit di Serie A.

Tantangan Pertamanya Adalah Merebut Tempat Utama

Kedatangan ke Porto tidak otomatis membuat Gimenez mendapatkan posisi sebagai penyerang utama.

Ia tetap harus bersaing.

Farioli mempunyai pilihan lain dan akan menentukan starter berdasarkan performa latihan serta kebutuhan pertandingan.

Gimenez perlu menunjukkan bahwa dirinya sudah siap sejak pekan pertama.

Kemampuan mencetak gol akan menjadi ukuran utama.

Semakin cepat ia mencetak gol pertamanya, semakin cepat pula kepercayaan dirinya dapat tumbuh.

Porto juga membutuhkan striker yang mampu segera memberikan kontribusi karena klub menghadapi jadwal domestik serta Liga Champions.

Liga Champions Bisa Menjadi Panggung Penting bagi Santiago Gimenez

Salah satu alasan Porto bergerak cepat adalah kebutuhan mendaftarkan skuad untuk kompetisi Eropa.

Kehadiran Gimenez memberikan Farioli tambahan pilihan penting ketika menghadapi klub besar.

Pengalaman striker Meksiko tersebut di Liga Champions tidak sedikit.

Ia pernah mencetak gol bersama Feyenoord di kompetisi tersebut dan sudah menghadapi sejumlah pertahanan terbaik Eropa.

Porto berharap pengalaman itu dapat kembali terlihat ketika Gimenez mengenakan seragam biru putih.

Estadio do Dragao juga terkenal mempunyai atmosfer yang kuat pada malam pertandingan Eropa.

Jika Gimenez mampu menemukan kembali ketajamannya, kombinasi antara tekanan suporter Porto, kesempatan bermain lebih besar, dan sistem Farioli dapat mengembalikan versi penyerang yang pernah membuat Feyenoord mendapatkan lebih dari 30 juta euro dari penjualannya ke Milan.

Leave a Reply