Atletico Madrid Mengamuk di Sevilla, Tiga Gol Tercipta Hanya dalam 33 Menit
Atletico Madrid memperlihatkan ketajaman luar biasa ketika bertandang ke markas Sevilla dalam lanjutan La Liga musim 2026 2027. Bermain di Estadio Ramón Sánchez Pizjuán, Los Colchoneros langsung menyerang sejak menit pertama dan membuat Los Nervionenses kesulitan mengembangkan permainan. Hanya dalam waktu 33 menit, tim besutan Diego Simeone sudah tiga kali menjebol gawang tuan rumah.

Álex Baena menjadi pemain yang paling mencuri perhatian. Gelandang serang asal Spanyol tersebut membuka pesta gol Atletico ketika pertandingan baru berlangsung empat menit, kemudian kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke 33. Di antara dua gol Baena, Ademola Lookman ikut menghukum pertahanan Sevilla melalui gol pada menit ke 26.
Sevilla akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan melalui Miguel Sierra pada babak kedua. Namun, tiga gol cepat Atletico pada paruh pertama sudah memberikan jarak terlalu besar untuk dikejar. Pertandingan akhirnya berakhir dengan kemenangan 3 1 untuk Los Colchoneros.
Atletico Langsung Menekan Sejak Pertandingan Dimulai
Diego Simeone tidak membawa timnya ke Sevilla hanya untuk bertahan dan menunggu kesalahan lawan. Atletico justru memperlihatkan keberanian untuk mengambil kendali permainan sejak awal. Barisan tengah bergerak agresif, sementara pemain di sisi sayap berkali kali masuk ke area pertahanan tuan rumah.
Tekanan tersebut langsung menghasilkan gol ketika pertandingan baru berjalan sekitar empat menit. Lee Kang In menjadi salah satu aktor penting dalam serangan cepat Atletico.
Pemain asal Korea Selatan tersebut bergerak dari sisi kanan sebelum mengirimkan bola yang membelah pertahanan Sevilla. Álex Baena melihat ruang yang tersedia dan bergerak menuju posisi ideal untuk menerima umpan.
Baena tidak membutuhkan banyak waktu. Setelah mendapatkan bola, ia menyelesaikan peluang dengan tembakan rendah yang gagal dihentikan Odisseas Vlachodimos.
Gol itu membuat Atletico unggul 1 0 sekaligus mengubah arah pertandingan sejak menit awal. Sevilla yang sebelumnya berharap dapat memanfaatkan dukungan publik Ramón Sánchez Pizjuán justru harus bermain dalam posisi mengejar.
Keunggulan cepat membuat Atletico semakin percaya diri. Mereka tidak buru buru menurunkan intensitas. Pemain tengah tetap berani menguasai bola di wilayah Sevilla, sedangkan pergerakan tanpa bola membuat pertahanan tuan rumah harus terus mengubah posisi.
Baena Menjawab Kepercayaan Simeone
Keputusan Simeone memberikan peran besar kepada Baena menghasilkan kontribusi yang sangat besar. Sang pemain tidak hanya berada di sekitar kotak penalti, tetapi aktif mencari ruang di antara lini tengah dan pertahanan Sevilla.
Gerakannya beberapa kali membuat pemain belakang tuan rumah ragu menentukan penjagaan. Ketika seorang bek maju mendekati Baena, ruang lain terbuka bagi pemain Atletico. Ketika Sevilla memilih menjaga bentuk pertahanan, Baena justru mempunyai kesempatan menerima bola tanpa tekanan kuat.
Simeone selepas pertandingan juga memberikan penilaian positif terhadap performa Baena. Pelatih asal Argentina itu melihat kualitas sang pemain semakin terlihat dan ingin level permainan tersebut terus dipertahankan.
Sevilla Kesulitan Keluar dari Tekanan
Setelah kebobolan cepat, Sevilla berusaha meningkatkan penguasaan bola. Masalahnya, Atletico menempatkan pemain dengan sangat rapat ketika kehilangan bola. Jalur umpan menuju area berbahaya sulit ditemukan oleh tuan rumah.
Los Nervionenses beberapa kali mencoba mengalirkan bola melalui sisi lapangan. Namun, Atletico mampu melakukan pergeseran posisi dengan cepat. Pemain Sevilla sering dipaksa memainkan bola kembali ke belakang karena tidak menemukan pilihan umpan yang aman di depan.
Situasi tersebut membuat serangan Sevilla kehilangan kecepatan. Ketika tuan rumah masih mencoba menyusun serangan, Atletico sudah mempunyai cukup banyak pemain untuk membentuk pertahanan.
Sebaliknya, ketika Atletico memperoleh bola, perpindahan dari bertahan menuju menyerang berlangsung lebih cepat. Baena, Lee Kang In, Ademola Lookman dan Pablo Barrios mempunyai kemampuan membawa bola sekaligus mencari rekan di ruang kosong.
Beberapa hal yang membuat Sevilla kesulitan pada babak pertama antara lain:
- Jarak antarpemain Atletico sangat terjaga ketika menguasai bola.
- Lee Kang In dan Baena aktif mencari ruang di belakang lini tengah Sevilla.
- Barrios mampu mengalirkan bola dengan cepat dari area tengah.
- Lookman mempunyai kecepatan untuk menyerang ruang di sekitar pertahanan tuan rumah.
- Atletico tidak bergantung pada satu penyerang tengah untuk menciptakan peluang.
Kombinasi tersebut membuat Sevilla seperti selalu terlambat satu langkah ketika mencoba menghentikan serangan lawan.
Lookman Menggandakan Keunggulan Atletico pada Menit ke 26
Sevilla sempat berharap dapat mempertahankan skor 0 1 sambil mencari kesempatan menyamakan kedudukan. Harapan tersebut kembali mendapat pukulan pada menit ke 26.
Atletico membangun serangan dengan sabar sebelum Pablo Barrios menemukan kesempatan mengirimkan bola menuju Ademola Lookman. Pemain depan tersebut mendapatkan ruang di sisi kiri dan bergerak mencari sudut tembak.
Lookman kemudian melepaskan penyelesaian yang membuat Vlachodimos kembali harus mengambil bola dari dalam gawangnya. Skor berubah menjadi 0 2.
Gol tersebut bukan tercipta melalui serangan yang terburu buru. Atletico mampu memainkan rangkaian operan panjang sebelum akhirnya membuka pertahanan Sevilla. Salah satu laporan pertandingan mencatat rangkaian serangan menuju gol Lookman melibatkan 22 operan selama sekitar 74 detik.
Barrios Mengatur Tempo dari Lapangan Tengah
Peran Pablo Barrios layak mendapatkan perhatian tersendiri. Ia menjadi salah satu pemain yang membantu Atletico mengontrol pertandingan melalui distribusi bola dari lapangan tengah.
Barrios tidak sekadar mencari umpan aman. Ketika tersedia ruang, ia berani mengalirkan bola ke depan untuk mempercepat serangan.
Kontribusinya terlihat pada proses gol Lookman. Barrios melihat posisi rekannya dan memberikan bola pada waktu yang tepat. Keputusan sederhana tersebut menghasilkan peluang berbahaya karena pertahanan Sevilla tidak mempunyai cukup waktu untuk kembali membentuk penjagaan.
Penampilannya juga sangat aktif sepanjang pertandingan. Barrios tercatat menyelesaikan 71 operan, melakukan enam pemulihan bola dan dua kali melewati pemain lawan melalui giringan. Angka tersebut memperlihatkan betapa besarnya keterlibatan gelandang muda itu dalam permainan Atletico.
Baena Cetak Gol Kedua, Sevilla Tertinggal Tiga Gol
Situasi semakin buruk bagi Sevilla tujuh menit setelah gol Lookman. Ketika pertandingan memasuki menit ke 33, Baena kembali muncul sebagai penghukum pertahanan tuan rumah.
Marcos Llorente mengalirkan bola kepada Baena yang berada di sekitar tepi kotak penalti. Ruang yang diperoleh gelandang Atletico tersebut terlalu besar.
Pemain Sevilla tidak segera memberikan tekanan. Baena mempunyai waktu untuk menentukan arah tembakan sebelum melepaskan bola menuju gawang Vlachodimos.
Kiper Sevilla kembali tidak mampu menghentikannya.
Gol kedua Baena sekaligus membawa Atletico unggul 3 0 ketika pertandingan baru berlangsung sekitar sepertiga waktu normal.
Ramón Sánchez Pizjuán yang biasanya menghadirkan tekanan besar untuk tim tamu berubah menjadi tempat Atletico menunjukkan ketenangan. Para pemain Simeone tidak kehilangan kendali setelah unggul tiga gol.
Sebaliknya, Sevilla harus bekerja keras hanya untuk memastikan skor tidak bertambah sebelum turun minum.
Atletico Tetap Berbahaya Tanpa Penyerang Nomor Sembilan
Salah satu bagian paling menarik dari kemenangan Atletico adalah kemampuan mereka menciptakan tiga gol meski tidak memainkan penyerang tengah tradisional sebagai pusat serangan.
Julián Álvarez tidak berada di bangku cadangan, sedangkan Alexander Sørloth juga tidak menjadi bagian utama dalam skema pertandingan tersebut. Simeone kemudian mengandalkan pemain yang lebih fleksibel di wilayah depan.
Lookman dapat bergerak melebar atau masuk menuju tengah. Baena mempunyai kebebasan mencari ruang. Lee Kang In berfungsi sebagai kreator, sementara Barrios membantu menggerakkan bola dari lini kedua.
Skema seperti ini membuat pemain bertahan Sevilla kehilangan titik penjagaan yang jelas.
Biasanya, bek tengah dapat fokus mengikuti pergerakan seorang penyerang utama. Menghadapi Atletico, mereka justru harus menentukan apakah akan mengikuti Lookman, keluar menghadapi Baena, atau mempertahankan posisi untuk mengantisipasi pemain lain yang datang dari belakang.
Atletico pun mampu menciptakan ancaman dari berbagai arah.
Penguasaan Bola Atletico Membuat Sevilla Sulit Mengembangkan Permainan
Atletico tidak hanya unggul melalui efektivitas penyelesaian. Mereka juga lebih dominan dalam penggunaan bola.
Catatan pertandingan menunjukkan Atletico menguasai sekitar 58 persen penguasaan bola, sementara Sevilla berada di angka 42 persen. Los Colchoneros juga mencatatkan sekitar 530 operan sepanjang pertandingan, jauh lebih banyak dibandingkan Sevilla yang berada di kisaran 359 operan.
Menariknya, Sevilla sebenarnya mampu menghasilkan jumlah percobaan lebih banyak secara keseluruhan. Tuan rumah tercatat melepaskan 21 tembakan, sedangkan Atletico memiliki 12 percobaan.
Perbedaannya berada pada kualitas penyelesaian.
Atletico menghasilkan lima tembakan tepat sasaran dan tiga di antaranya berubah menjadi gol. Sevilla juga mempunyai lima tembakan tepat sasaran, tetapi hanya satu yang berhasil melewati penjagaan kiper Atletico.
Efisiensi seperti itu menjadi pembeda utama pertandingan.
Hjulmand Memberikan Keseimbangan
Selain pemain yang terlibat langsung dalam gol, Morten Hjulmand menjalankan pekerjaan penting di lapangan tengah. Ia bertugas memberikan perlindungan ketika pemain lain bergerak menyerang.
Keberadaan Hjulmand memungkinkan Barrios mempunyai kebebasan lebih besar untuk membantu distribusi bola. Ketika Atletico kehilangan penguasaan, Hjulmand berada di area yang dapat digunakan untuk menghentikan serangan Sevilla sebelum berkembang.
Simeone menilai gelandang tersebut masih menjalani proses penyesuaian terhadap ritme sepak bola Spanyol. Meski demikian, kemampuan operan dan permainan udaranya telah memberikan pilihan tambahan bagi Atletico.
Sevilla Berubah Setelah Turun Minum
Tertinggal tiga gol membuat Sevilla tidak mempunyai banyak pilihan selain meningkatkan keberanian menyerang pada babak kedua.
Pendekatan tuan rumah terlihat lebih agresif. Mereka mulai berani memasukkan lebih banyak pemain ke area Atletico dan mencoba memperbanyak pengiriman bola menuju kotak penalti.
Atletico pada saat bersamaan tidak lagi menyerang dengan intensitas setinggi babak pertama. Simeone meminta timnya lebih berhati hati dalam menjaga keunggulan.
Perubahan pola pertandingan tersebut memberikan Sevilla kesempatan menghasilkan lebih banyak percobaan.
Tekanan mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke 67.
Gabriel Suazo mengirimkan bola silang menuju kotak penalti Atletico. Barisan pertahanan tim tamu gagal membersihkannya dengan sempurna.
Miguel Sierra berada pada posisi yang tepat untuk memanfaatkan bola tersebut. Ia menyelesaikannya melalui tendangan voli kaki kiri yang berhasil menjebol gawang Atletico.
Skor berubah menjadi 1 3.
Miguel Sierra Memberikan Energi Baru
Gol Sierra memberikan dorongan besar kepada Sevilla. Tuan rumah mendadak terlihat lebih percaya diri setelah berhasil menemukan jalan menuju gawang Atletico.

Sierra menjadi salah satu pemain Sevilla yang tampil paling menonjol dalam pertandingan tersebut. Selain mencetak gol, keberaniannya mencari posisi di sekitar kotak penalti membuat pertahanan Atletico bekerja lebih keras dibandingkan babak pertama.
Sevilla kemudian mencoba terus menekan.
Beberapa serangan dibangun melalui sisi lapangan sebelum bola dikirimkan ke area penalti. Atletico sesekali mengalami kesulitan membersihkan bola pertama sehingga tuan rumah mendapat peluang melakukan serangan lanjutan.
Namun, jarak dua gol tetap menjadi hambatan besar.
Simeone Memilih Mengamankan Keunggulan
Ketika Sevilla mulai meningkatkan tekanan, Simeone melakukan penyesuaian untuk mempertahankan keseimbangan tim. Atletico tidak lagi membutuhkan permainan terbuka seperti pada awal pertandingan.
Prioritas mereka berubah menjadi menjaga struktur pertahanan dan mengurangi ruang yang dapat digunakan pemain Sevilla.
José María Giménez termasuk pemain yang masuk untuk memberikan tenaga tambahan di lini belakang. Koke juga mendapatkan kesempatan bermain pada babak kedua untuk membantu Atletico mengontrol tempo melalui pengalaman serta ketenangannya menguasai bola.
Sevilla tetap berusaha menyerang sampai menit akhir, tetapi Atletico tidak memberikan ruang yang cukup untuk mencetak gol kedua.
Oblak dan barisan pertahanan Los Colchoneros mampu mengatasi sejumlah ancaman yang datang.
Atletico akhirnya mempertahankan skor 3 1 sampai wasit meniup peluit panjang.
Tujuh Poin dari Tiga Laga Jadi Modal Penting Atletico
Kemenangan di Sevilla menjaga catatan Atletico Madrid tanpa kekalahan setelah tiga pertandingan awal La Liga musim 2026 2027.
Los Colchoneros mengumpulkan tujuh poin dari tiga laga. Mereka juga telah menghasilkan tujuh gol dalam periode tersebut, memperlihatkan kemampuan ofensif yang cukup tajam meskipun susunan lini depan belum selalu lengkap.
Kemenangan tandang seperti ini sangat bernilai karena Ramón Sánchez Pizjuán bukan tempat yang mudah bagi tim tamu. Atletico bukan sekadar membawa pulang tiga poin, tetapi mampu menentukan pertandingan hanya dalam waktu 33 menit.
Baena menjadi pusat perhatian dengan dua golnya. Lookman memberikan ancaman melalui kecepatan dan penyelesaian, sedangkan Lee Kang In serta Barrios menjadi penghubung serangan yang membuat permainan Atletico lebih cair.
Tiga pertandingan awal juga menunjukkan bahwa sumber gol Atletico tidak harus berasal dari seorang penyerang tengah.
Baena bahkan telah mencatatkan tiga gol dan satu assist dari tiga pertandingan pertama musim ini. Produktivitas tersebut menempatkannya sebagai salah satu pemain yang memiliki peran besar dalam serangan Atletico pada awal kompetisi.
Sevilla Harus Segera Membenahi Pertahanan
Bagi Sevilla, pertandingan ini memberikan sejumlah persoalan yang harus segera diperbaiki. Kebobolan tiga gol dalam 33 menit memperlihatkan bahwa organisasi pertahanan mereka terlalu mudah ditembus ketika menghadapi lawan dengan pergerakan cepat.
Gol pertama muncul ketika Baena memperoleh ruang setelah menerima umpan Lee Kang In. Gol Lookman terjadi ketika Atletico berhasil mengembangkan kombinasi panjang tanpa gangguan berarti. Gol ketiga kembali memperlihatkan Baena mendapatkan cukup waktu di sekitar kotak penalti untuk melepaskan tembakan.
Tiga situasi tersebut mempunyai satu kesamaan. Sevilla terlambat memberikan tekanan kepada pemain Atletico yang menerima bola di area berbahaya.
Hal yang perlu mendapat perhatian Los Nervionenses setelah pertandingan tersebut meliputi:
- Kecepatan pemain dalam menutup ruang di sekitar kotak penalti.
- Koordinasi antara gelandang bertahan dengan bek tengah.
- Respons ketika lawan melakukan perpindahan serangan.
- Penjagaan terhadap pemain yang datang dari lini kedua.
- Kemampuan mempertahankan konsentrasi pada menit awal.
Sevilla memang menunjukkan permainan yang jauh lebih agresif setelah turun minum. Miguel Sierra berhasil memberikan gol yang menghidupkan kembali dukungan publik tuan rumah. Namun, ketika lawan sudah memperoleh keunggulan tiga gol sejak menit ke 33, ruang untuk melakukan perubahan menjadi sangat sempit.
Atletico berhasil memanfaatkan hampir setiap kelengahan besar Sevilla pada paruh pertama. Baena menghukum mereka dua kali, Lookman menambah satu gol, sementara Barrios dan Lee Kang In memastikan bola terus bergerak menuju area berbahaya. Dalam satu malam di Ramón Sánchez Pizjuán, Los Nervionenses dibuat bekerja keras menghadapi Atletico yang tampil tajam sejak sentuhan pertama.