Hansi Flick Tahan Brian Fariñas, Barcelona Siapkan Jalan ke Tim Utama

Barcelona mulai mengambil keputusan penting terhadap sejumlah pemain muda menjelang bergulirnya musim 2026/2027. Salah satu nama yang mendapatkan perhatian besar adalah Brian Fariñas, gelandang berusia 20 tahun yang sebelumnya berada di jalur untuk meninggalkan klub menuju Girona.

Transfer tersebut sempat bergerak cukup jauh. Barcelona dan Girona bahkan telah membahas formula yang memungkinkan Fariñas melanjutkan perkembangan di Montilivi. Namun, Hansi Flick meminta manajemen menghentikan proses tersebut karena ingin melihat kemampuan sang pemain secara langsung selama pramusim.

Keputusan Flick semakin kuat setelah Frenkie de Jong mengalami cedera lutut. Absennya gelandang tim nasional Belanda itu membuat Barcelona membutuhkan lebih banyak pilihan di lini tengah, terlebih beberapa pemain utama baru kembali terlambat setelah menjalani Piala Dunia 2026.

Fariñas kemudian tidak hanya mengikuti latihan di Ciutat Esportiva Joan Gamper. Ia juga dibawa dalam pemusatan latihan tim utama di Inggris dan terus mendapat kesempatan selama agenda pramusim. Pada turnamen segitiga di Udine pada 8 Agustus 2026, Fariñas bahkan masuk dalam susunan utama Barcelona ketika menghadapi Nottingham Forest.

Hansi Flick Menghentikan Kepindahan Brian Fariñas ke Girona

Rencana awal Barcelona sebenarnya cukup jelas. Fariñas membutuhkan level pertandingan yang lebih tinggi setelah menjadi salah satu pemain penting Barça Atlètic pada musim sebelumnya.

Girona kemudian muncul sebagai tujuan yang menarik. Klub tersebut melihat Fariñas sebagai gelandang muda yang dapat ditambahkan ke dalam skuad dan diberikan kesempatan bermain pada level senior.

Pembicaraan antarklub bahkan sudah menghasilkan sebuah rancangan transaksi. Girona disebut bersedia membayar sekitar 1,5 juta euro untuk mendapatkan 50 persen hak pemain, sementara Barcelona mempertahankan bagian lainnya. Formula tersebut memungkinkan Blaugrana tetap mendapatkan keuntungan apabila harga Fariñas meningkat beberapa tahun kemudian.

Namun, Flick turun tangan sebelum proses benar benar selesai.

Pelatih asal Jerman tersebut meminta Fariñas tetap berada di Barcelona karena ingin melihat sendiri bagaimana sang gelandang menghadapi intensitas latihan tim utama.

Cedera Frenkie de Jong Mengubah Perhitungan Flick

Cedera Frenkie de Jong menjadi salah satu alasan terbesar keputusan tersebut.

De Jong mengalami masalah serius pada ligamen medial lutut kanannya setelah memperkuat Belanda di Piala Dunia. Ketidakpastian mengenai waktu pemulihan membuat Flick harus mempersiapkan lebih banyak gelandang untuk menghadapi awal musim.

Barcelona sebenarnya mempunyai banyak pemain tengah. Pedri, Gavi, Marc Bernal dan Marc Casadó berada dalam kelompok senior. Tommy Marqués, Guille Fernández, Orian Goren serta Fariñas juga berusaha mendapatkan tempat.

Namun, jumlah pemain tidak selalu menentukan kelengkapan pilihan.

Flick membutuhkan gelandang yang bisa menjalankan lebih dari satu pekerjaan. Fariñas mempunyai kemampuan tersebut karena dapat ditempatkan sebagai nomor enam, nomor delapan maupun nomor sepuluh.

Kemampuannya memainkan beberapa peran membuat sang pemain menjadi solusi yang menarik ketika jumlah pemain senior belum lengkap.

Brian Fariñas Bukan Nama Baru di La Masia

Fariñas bukan pemain yang tiba tiba muncul selama pramusim.

Ia sudah berada dalam sistem Barcelona sejak 2018 setelah meninggalkan akademi Villarreal. Pemain kelahiran Benicarló pada 9 Februari 2006 tersebut masuk ketika masih berada dalam kelompok usia U13 dan kemudian melewati berbagai jenjang pembinaan klub.

Perjalanan itu membentuk Fariñas menjadi gelandang yang sangat memahami cara bermain Barcelona.

Ia terbiasa menerima bola di ruang sempit, mencari pemain bebas melalui operan pendek, bergerak tanpa bola, serta menjaga posisi ketika tim kehilangan penguasaan.

Barcelona sendiri menggambarkannya sebagai gelandang serba bisa.

Karakter tersebut kemudian membuatnya mendapatkan tanggung jawab lebih besar ketika mencapai Barça Atlètic.

Sudah Jadi Pemimpin Sejak Level Akademi

Fariñas bukan hanya mendapatkan menit bermain. Ia juga dipercaya sebagai salah satu kapten Barça Atlètic.

Kepercayaan tersebut menunjukkan posisinya di dalam kelompok pemain muda.

Pada musim 2024/2025, sebelum mendapatkan peran besar di tim kedua, Fariñas menjadi anggota penting Juvenil A Barcelona yang menjuarai tiga kompetisi sekaligus, yakni liga, Copa del Rey Juvenil dan UEFA Youth League.

Pengalaman tersebut menjadi bekal ketika ia naik menuju sepak bola senior.

Perbedaan fisik antara pertandingan junior dengan Barça Atlètic tidak membuat Fariñas kehilangan tempat. Ia justru berkembang menjadi salah satu pemain yang paling sering digunakan Juliano Belletti.

Lima Gol dan Tujuh Assist Membuat Flick Penasaran

Musim terakhir Fariñas bersama Barça Atlètic menjelaskan mengapa Flick tidak ingin mengambil keputusan terlalu cepat.

Gelandang tersebut tampil dalam 33 dari 34 pertandingan liga. Satu satunya pertandingan yang ia lewatkan terjadi karena akumulasi kartu.

Dalam periode tersebut, Fariñas mencetak lima gol dan menghasilkan tujuh assist. Angka itu menunjukkan bahwa kontribusinya tidak berhenti pada penguasaan bola di tengah lapangan.

Ia mampu bergerak menuju area depan dan menciptakan peluang.

Kemampuan menembak dari luar kotak penalti menjadi bagian lain yang membuat permainannya menarik. Fariñas juga cukup nyaman menggunakan kedua kaki ketika berada dalam situasi penyelesaian.

Juliano Belletti Sangat Mempercayainya

Juliano Belletti menjadi salah satu orang yang paling memahami perkembangan Fariñas.

Pelatih Barça Atlètic tersebut pernah menangani Fariñas sejak level Juvenil A dan kemudian kembali bekerja dengannya di tim kedua.

Belletti memberikan penilaian tinggi terhadap kemampuan anak asuhnya itu. Menurut sang pelatih, Fariñas dapat memainkan posisi nomor enam, delapan dan sepuluh serta mempunyai karakter yang dapat memengaruhi energi pemain lain di lapangan.

Belletti juga menyoroti kerja Fariñas tanpa bola.

Bagian tersebut sangat penting bagi Flick.

Barcelona era Flick tidak hanya meminta gelandang menguasai bola. Mereka harus mampu melakukan tekanan segera setelah kehilangan penguasaan dan memahami kapan harus bergerak menutup jalur operan lawan.

Fariñas Bisa Digunakan sebagai Nomor Enam

Posisi gelandang bertahan menjadi salah satu area yang dapat memberikan peluang kepada Fariñas.

Flick mempunyai Marc Bernal dan Marc Casadó untuk memainkan peran tersebut. Namun, kondisi skuad sepanjang satu musim membuat pelatih membutuhkan pilihan tambahan.

Fariñas pernah bermain cukup sering sebagai gelandang tengah paling dalam.

Ia mempunyai kemampuan menerima bola dari bek, memutar arah permainan, kemudian membawa tim melewati tekanan pertama.

Tubuhnya memang tidak sebesar gelandang bertahan tradisional. Namun, pemahamannya terhadap posisi membuat ia dapat menutup ruang sebelum lawan mendapatkan kesempatan menyerang.

Beberapa posisi yang dapat dimainkan Fariñas antara lain:

  • Gelandang bertahan sebagai nomor enam
  • Gelandang tengah sebagai nomor delapan
  • Gelandang serang sebagai nomor sepuluh
  • Salah satu dari dua gelandang dalam formasi 4 2 3 1
  • Gelandang kiri atau kanan dalam susunan tiga pemain tengah

Kemampuan tersebut membuat Flick tidak harus menetapkan satu posisi permanen sejak awal.

Marc Bernal Tetap Berada di Depan dalam Persaingan

Fariñas tetap harus menghadapi persaingan yang sangat berat.

Marc Bernal merupakan salah satu gelandang muda yang sangat disukai Flick. Setelah melewati masalah cedera, pemain tersebut kembali mendapatkan kesempatan besar selama pramusim.

Pedri hampir pasti mempunyai tempat apabila berada dalam kondisi sehat. Gavi juga menawarkan agresivitas dan kemampuan melakukan tekanan.

Marc Casadó masih menjadi bagian skuad, sementara Tommy Marqués merupakan pemain akademi lain yang dinilai mampu menjalankan peran sebagai pivot.

Artinya, mempertahankan Fariñas bukan jaminan bahwa ia langsung menjadi starter.

Yang berubah adalah kesempatan.

Beberapa pekan sebelumnya ia hampir pindah ke Girona. Sekarang ia berada langsung dalam pengawasan Flick dan mempunyai peluang mendapatkan menit bersama tim utama.

Fariñas Ikut Dibawa ke Pemusatan Latihan Inggris

Keputusan memasukkan Fariñas ke dalam rombongan pramusim memberikan tanda bahwa Flick benar benar ingin melakukan penilaian secara langsung.

Barcelona membawa 31 pemain untuk menjalani pemusatan latihan di Inggris pada akhir Juli. Fariñas masuk dalam kelompok gelandang bersama Fermín López, Marc Casadó, Marc Bernal, Tommy Marqués, Guille Fernández, Ibrahim Diarra, Orian Goren dan Frenkie de Jong yang masih menjalani pemulihan.

Kesempatan tersebut memberi Fariñas sesuatu yang tidak bisa didapatkan hanya dengan bermain bersama tim kedua.

Ia berlatih dengan intensitas tim utama dan menerima instruksi langsung dari Flick.

Setiap sesi juga menjadi kesempatan membandingkan kualitasnya dengan pemain senior.

Flick Bisa Menilai Respons Fariñas terhadap Tekanan Tinggi

Ada perbedaan besar antara tampil bagus di Barça Atlètic dan mendapatkan tempat bersama tim utama Barcelona.

Kecepatan mengambil keputusan meningkat.

Pemain hanya memiliki sedikit waktu ketika menerima bola. Kesalahan di lini tengah dapat langsung menghasilkan peluang bagi lawan.

Flick perlu melihat bagaimana Fariñas merespons keadaan tersebut.

Kemampuan teknisnya sudah dikenal karena sang pemain berada di akademi selama bertahun tahun. Pertanyaan berikutnya berkaitan dengan kecepatan berpikir, konsistensi dan kemampuan menjalankan instruksi melawan pemain senior.

Pramusim memberikan kesempatan terbaik untuk melakukan penilaian tanpa tekanan pertandingan resmi.

Kesempatan Melawan Nottingham Forest Jadi Ujian Baru

Kepercayaan Flick kepada Fariñas terlihat lagi pada turnamen segitiga di Udine, Italia, pada 8 Agustus 2026.

Barcelona menghadapi Nottingham Forest dan Udinese dalam format pertandingan 45 menit.

Ketika menghadapi Nottingham Forest, Fariñas dipasang sejak awal di lini tengah bersama Marc Bernal. Barcelona memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 1 0 melalui penalti Raphinha pada menit akhir.

Penempatan Fariñas sebagai starter cukup menarik karena Flick memiliki banyak pemain akademi dalam rombongan.

Sang pelatih membutuhkan kesempatan sebanyak mungkin untuk menentukan pemain mana yang dapat tetap berada di sekitar tim utama setelah para pemain internasional kembali.

Persaingan Akan Berubah Setelah Pemain Piala Dunia Kembali

Periode terpenting bagi Fariñas justru dimulai setelah pramusim memasuki tahap akhir.

Banyak pemain utama Barcelona mendapatkan waktu libur tambahan setelah Piala Dunia 2026.

Ketika mereka kembali, jumlah pemain dalam latihan akan meningkat dan Flick harus mulai memangkas kelompoknya.

Barcelona dijadwalkan membuka LaLiga menghadapi Elche pada 23 Agustus 2026. Flick sudah mengakui persiapan musim ini tidak biasa karena sejumlah pemain hanya memiliki waktu sekitar sepuluh hari untuk kembali berlatih sebelum pertandingan kompetitif dimulai.

Keadaan tersebut dapat memberikan keuntungan sementara kepada Fariñas.

Ia sudah berlatih sejak pertengahan Juli dan memahami tuntutan fisik staf pelatih.

Rencana Barcelona Bukan Langsung Menjadikannya Starter

Barcelona tidak perlu memberikan beban terlalu besar kepada Fariñas.

Rencana awal klub setelah menghentikan kepindahan ke Girona adalah membagi waktu sang pemain antara Barça Atlètic dan tim utama.

Formula tersebut memungkinkan Fariñas tetap memperoleh pertandingan reguler ketika tidak masuk daftar pilihan Flick.

Barcelona ingin menghindari keadaan pemain muda hanya duduk di bangku cadangan setiap pekan.

Jika tidak mendapatkan menit di LaLiga, ia dapat turun bersama Barça Atlètic untuk mempertahankan kebugaran dan perkembangan kompetitif.

Pendekatan serupa juga direncanakan untuk Tommy Marqués.

Kontrak sampai 2028 Membuat Barcelona Masih Memegang Kendali

Fariñas masih terikat kontrak dengan Barcelona sampai 2028.

Klub tidak berada dalam tekanan untuk menjualnya pada musim panas ini.

Hal tersebut memungkinkan Deco dan Flick mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan olahraga tanpa harus menerima tawaran karena kontrak pemain segera selesai.

Apabila Fariñas mendapatkan tempat di skuad utama, Barcelona dapat mempertahankannya.

Jika kesempatan bermain ternyata terlalu sedikit setelah seluruh pemain kembali, opsi Girona masih dapat dibicarakan lagi selama bursa transfer masih tersedia.

Sampai sekarang, keputusan akhirnya belum sepenuhnya dikunci. Mundo Deportivo pada 8 Agustus masih memasukkan Fariñas sebagai salah satu pemain yang kelanjutannya harus diputuskan Flick setelah rangkaian pertandingan pramusim.

Girona Belum Sepenuhnya Keluar dari Perburuan

Keputusan Flick menahan transfer tidak berarti Girona kehilangan ketertarikan.

Klub tersebut sebelumnya sudah berada sangat dekat dengan kesepakatan dan terus memperhatikan perkembangan sang gelandang.

Bagi Girona, Fariñas menawarkan profil yang menarik karena sudah mengenal sepak bola Catalan, mendapat pendidikan Barcelona, dan memiliki kemampuan memainkan beberapa posisi tengah.

Bagi Fariñas sendiri, bermain reguler bersama klub senior tetap menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan.

Laporan dari Spanyol menyebut pemain tersebut merasa tahapnya bersama tim kedua mulai mendekati batas dan ingin mendapatkan tantangan lebih tinggi. Kesempatan bersama tim utama Barcelona menjadi prioritas apabila Flick benar benar memberikan ruang.

Keputusan Flick Akan Menentukan Arah Transfer

Semua bergantung pada penilaian pelatih.

Jika Flick melihat Fariñas dapat memainkan 15 hingga 25 pertandingan sepanjang musim melalui kombinasi LaLiga, Copa del Rey dan kompetisi lainnya, mempertahankannya akan masuk akal.

Jika ia hanya menjadi pilihan keenam atau ketujuh di lini tengah, kepindahan menuju Girona dapat kembali menjadi pilihan menarik.

Barcelona harus mempertimbangkan kebutuhan menit bermain pemain berusia 20 tahun.

Fariñas membutuhkan pertandingan untuk melanjutkan perkembangan yang sudah terlihat melalui lima gol dan tujuh assist bersama Barça Atlètic.

Cedera De Jong Membuka Pintu yang Tidak Diperkirakan

Situasi Fariñas memperlihatkan betapa cepat posisi seorang pemain dapat berubah selama bursa transfer.

Pada awal Juli, jalannya mengarah menuju Girona.

Beberapa pekan kemudian, cedera Frenkie de Jong membuat Flick meminta transfer dihentikan. Fariñas kemudian masuk latihan tim utama, mengikuti pemusatan latihan di Inggris, dan mendapatkan kesempatan dalam pertandingan pramusim.

Barcelona juga tidak memprioritaskan pembelian gelandang baru hanya karena De Jong absen. Flick mempunyai cukup banyak pemain muda untuk diuji terlebih dahulu, termasuk Bernal, Casadó, Tommy Marqués, Guille Fernández dan Fariñas.

Kebijakan tersebut memberikan keuntungan besar kepada pemain akademi.

Mereka tidak hanya menjadi pelengkap sesi latihan, tetapi benar benar bersaing untuk mendapatkan posisi.

Serba Bisa Jadi Senjata Utama Brian Fariñas

Jika ingin bertahan di skuad Flick, keunggulan terbesar Fariñas adalah kemampuannya menyesuaikan diri dengan beberapa tugas.

Ia tidak harus mengalahkan Pedri untuk mendapatkan menit.

Fariñas dapat menjadi pelapis Marc Bernal dalam satu pertandingan, bermain lebih maju pada laga lainnya, atau digunakan sebagai gelandang nomor delapan ketika Flick melakukan rotasi.

Kemampuan bekerja tanpa bola juga meningkatkan peluangnya.

Flick menyukai pemain yang segera memberikan reaksi ketika penguasaan hilang. Fariñas sudah terbiasa dengan tuntutan tersebut sejak bekerja bersama Belletti.

Produksi lima gol dan tujuh assist menunjukkan ia juga memiliki kemampuan memberikan kontribusi di area depan.

Kini keputusan berada di tangan Hansi Flick. Girona masih mengamati situasinya, Barcelona belum menjamin tempat permanen di tim utama, tetapi rencana melepas Fariñas yang sebelumnya hampir selesai sudah dihentikan.

Dari pemain yang bersiap meninggalkan La Masia, Brian Fariñas kini justru mendapatkan kesempatan meyakinkan Flick bahwa nomor enam, delapan maupun sepuluh tidak harus selalu diisi melalui pemain baru. Beberapa pekan terakhir pramusim akan menentukan apakah namanya tetap berada dalam kelompok senior ketika Barcelona memulai LaLiga melawan Elche pada 23 Agustus 2026.

Leave a Reply