Barcelona Mulai Gerah pada Frenkie de Jong, Pilihan Tanpa Operasi Jadi Sorotan
Barcelona kembali menghadapi persoalan pelik dengan Frenkie de Jong menjelang dimulainya musim 2026/2027. Kali ini bukan soal kontrak atau isu transfer, melainkan cedera lutut yang dibawa gelandang tim nasional Belanda tersebut sepulang dari Piala Dunia 2026.

Pemeriksaan yang dilakukan Barcelona menemukan cedera lebih serius dibandingkan diagnosis awal yang diterima De Jong selama membela Belanda. Pemain berusia 29 tahun itu mengalami robekan pada medial collateral ligament atau MCL di lutut kanannya dan harus menjalani pemulihan dalam waktu yang tidak sebentar.
Situasi semakin rumit karena Barcelona cenderung melihat operasi sebagai pilihan yang memberikan kepastian lebih besar terhadap pemulihan ligamen. De Jong memilih mencoba pengobatan konservatif lebih dahulu dan menyampaikan bahwa pada tahap sekarang dirinya belum membutuhkan operasi. Klub dan pemain kemudian memberikan waktu sekitar tiga pekan untuk melihat perkembangan sebelum mengambil keputusan berikutnya.
Di balik persoalan medis tersebut terdapat ketegangan yang sudah muncul sebelumnya. Barcelona dilaporkan sangat kecewa terhadap tim nasional Belanda karena merasa tidak mendapat informasi lengkap mengenai tingkat cedera De Jong selama Piala Dunia. Klub juga tidak senang karena gelandang mereka tetap bermain meskipun lututnya sudah bermasalah.
Cedera De Jong Ternyata Lebih Berat dari Dugaan Awal
Frenkie de Jong membawa masalah lutut ketika kembali dari Piala Dunia 2026. Situasinya pada awalnya tidak dianggap terlalu mengkhawatirkan karena sang pemain mendapatkan informasi bahwa cedera yang dialaminya tergolong ringan.
De Jong menjelaskan bahwa dokter tim nasional Belanda mengatakan cedera tersebut tidak akan bertambah parah apabila dirinya tetap bermain. Risiko utama yang disebut kepadanya adalah rasa sakit ketika berada di lapangan.
Atas dasar informasi itu, De Jong tetap memperkuat Oranje.
Masalah baru terlihat ketika Barcelona meminta sang pemain menjalani pemeriksaan lanjutan. Hasil tes menunjukkan cedera yang dialaminya jauh lebih serius daripada perkiraan sebelumnya. De Jong akhirnya diketahui mengalami kerusakan pada ligamen medial di lutut kanan.
Barcelona tentu tidak menerima temuan tersebut dengan tenang. Klub mengandalkan De Jong sebagai salah satu pemain utama Hansi Flick dan sudah merancang persiapan musim dengan sang gelandang berada di pusat permainan.
Lutut De Jong Sempat Dinilai Tidak Stabil
Sebelum diagnosis lengkap keluar, pemeriksaan awal Barcelona dikabarkan menemukan ketidakstabilan yang cukup besar pada lutut De Jong.
Klub bahkan sempat mengkhawatirkan kemungkinan sang pemain membutuhkan operasi dan harus menepi selama empat hingga enam bulan.
Ketika itu, pemeriksaan MRI tidak bisa langsung dilakukan secara optimal karena terdapat pendarahan internal yang membuat tim medis membutuhkan waktu tambahan untuk mengetahui kondisi ligamen dengan lebih jelas.
Setelah pemeriksaan lanjutan dilakukan, Barcelona mengonfirmasi adanya robekan MCL.
Cedera jenis tersebut memiliki tingkat keparahan berbeda. Dalam beberapa kasus, pengobatan tanpa operasi dapat berhasil. Namun, stabilitas lutut harus kembali sepenuhnya sebelum pemain mendapatkan izin turun ke lapangan.
Dokter Antoni Tramullas menjelaskan bahwa ligamen tersebut mempunyai fungsi penting dalam menjaga stabilitas lutut dan proses pemulihan atlet profesional dapat berlangsung lebih dari 12 minggu tergantung tingkat cedera.
Barcelona Disebut Lebih Memilih Jalur Operasi
Perbedaan pandangan mengenai metode pemulihan mulai menjadi perhatian besar.
De Jong ingin memberikan kesempatan kepada terapi konservatif. Barcelona disebut lebih nyaman apabila persoalan ligamen diselesaikan melalui operasi karena klub menilai prosedur tersebut memberikan kepastian lebih besar terhadap pemulihan penuh.
Situasinya tidak berarti pemain menentang seluruh rekomendasi medis klub.
Barcelona dan De Jong pada akhirnya sepakat menjalani periode evaluasi sekitar tiga pekan. Dalam periode tersebut, perkembangan lutut akan terus dipantau sebelum keputusan operasi ditentukan.
Jika kondisi membaik dan lutut kembali stabil, operasi dapat dihindari.
Sebaliknya, jika pengobatan konservatif tidak memberikan hasil yang diharapkan, tindakan bedah masih berada di atas meja.
De Jong Yakin Belum Perlu Naik Meja Operasi
Frenkie de Jong akhirnya memberikan penjelasan langsung setelah banyak kabar bermunculan mengenai kondisi fisiknya.
Ia menyatakan bahwa pemeriksaan di Barcelona memang menemukan cedera lebih berat dibandingkan penilaian awal selama Piala Dunia. Namun, menurut informasi medis yang diterimanya saat memberikan pernyataan, operasi belum diperlukan.
De Jong juga membantah anggapan bahwa dirinya tidak menjaga tubuh atau tidak memiliki komitmen kepada Barcelona.
Ia menegaskan selalu berusaha memberikan kemampuan terbaik bagi klub dan tim nasional. Keputusannya tetap bermain bersama Belanda dibuat berdasarkan informasi bahwa cedera tersebut tidak akan bertambah buruk meskipun dirinya turun ke lapangan.
Penjelasan ini penting karena sorotan terhadap De Jong sempat mengarah pada pertanyaan mengenai keputusan profesionalnya.
Barcelona Lebih Marah kepada Tim Nasional Belanda
Persoalan cedera De Jong sebenarnya memiliki lapisan lain yang lebih besar.
Barcelona dilaporkan sangat kecewa kepada tim nasional Belanda dan Ronald Koeman karena klub merasa tidak mendapatkan gambaran lengkap mengenai cedera pemain mereka.
Barça mengetahui De Jong sempat mendapatkan perawatan agar dapat bermain pada Piala Dunia. Namun, klub dikabarkan tidak menyadari bahwa tingkat persoalan lututnya cukup berat hingga akhirnya ditemukan dalam pemeriksaan setelah turnamen.
Kemarahan tersebut dapat dipahami karena De Jong merupakan aset penting Barcelona.
Klub membayar gaji pemain, menanggung proses rehabilitasi, serta harus mengatur ulang skuad apabila pemain mengalami cedera jangka panjang ketika membela negaranya.
Barcelona Juga Tidak Senang De Jong Memaksakan Diri
Walaupun kemarahan terbesar diarahkan kepada pihak Belanda, De Jong juga mendapatkan kritik internal.
Barcelona dikabarkan menilai sang gelandang seharusnya tidak memaksakan diri ketika lututnya sudah bermasalah.
Dalam pandangan klub, rasa sakit dan kebutuhan mendapatkan perawatan seharusnya menjadi tanda bahwa situasi perlu diperiksa lebih jauh.
Namun, posisi De Jong juga tidak bisa dilepaskan dari informasi yang diberikan kepadanya.
Sang pemain mengatakan dirinya sudah bertanya kepada dokter dan mendapat penjelasan bahwa bermain tidak akan memperburuk cedera.
Inilah yang membuat persoalan tersebut tidak sesederhana pemain mengabaikan kesehatan.
De Jong merasa telah mengikuti informasi medis yang tersedia saat itu, sementara Barcelona menilai penanganan selama Piala Dunia seharusnya jauh lebih hati hati.
Operasi Bisa Membuat De Jong Absen Lebih Lama
Keputusan mengenai operasi sangat penting karena berhubungan langsung dengan waktu pemulihan.
Jika De Jong akhirnya menjalani tindakan bedah, laporan di Spanyol menyebut periode absennya dapat mencapai sekitar enam bulan.
Artinya, sebagian besar paruh pertama musim 2026/2027 bisa hilang.
Barcelona jelas ingin menghindari situasi pemain kembali terlalu cepat kemudian mengalami masalah yang sama.
Beberapa hal yang harus menjadi perhatian tim medis antara lain:
- Stabilitas lutut ketika melakukan perubahan arah
- Kemampuan menahan beban saat berlari cepat
- Respons ligamen terhadap latihan intensitas tinggi
- Kekuatan otot sekitar lutut
- Risiko cedera kembali
- Kemampuan melakukan kontak fisik
- Kondisi pemain setelah meningkatkan beban latihan
Barcelona tidak membutuhkan De Jong sekadar bisa berlari.
Klub membutuhkan pemain yang mampu menghadapi tekanan pertandingan LaLiga dan Liga Champions tanpa rasa takut setiap kali melakukan duel.
Riwayat Cedera Membuat Barça Semakin Berhati Hati
Kekhawatiran Barcelona juga muncul karena De Jong mempunyai riwayat cedera yang cukup panjang dalam beberapa musim terakhir.
Masalah terbesar sebelumnya terjadi pada pergelangan kaki kanan.
Cedera tersebut membuat De Jong harus melewatkan banyak pertandingan sepanjang 2024. Ia bahkan tidak dapat memperkuat Belanda pada Euro 2024 karena proses pemulihan berjalan lebih lama daripada harapan awal.
De Jong pernah mengakui bahwa kondisi pergelangan kakinya begitu sulit hingga sempat membuatnya bertanya apakah bagian tubuh tersebut akan kembali pulih sepenuhnya.
Pada musim 2025/2026, masalah fisik kembali muncul.
Barcelona mengonfirmasi De Jong mengalami cedera hamstring kanan pada Februari 2026 yang membuatnya menepi sekitar lima sampai enam pekan. Ia baru kembali bermain pada April.
Barcelona Tidak Mau Mengulang Kasus Cedera Berkepanjangan
Klub memiliki pengalaman buruk dalam menangani pemain yang mengalami persoalan lutut berulang.
Karena alasan itulah tim medis ingin mendapatkan kepastian mengenai stabilitas sendi sebelum De Jong kembali bermain.
Pengobatan konservatif bukan sesuatu yang tidak lazim untuk MCL. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada jenis dan tingkat robekan.
Barcelona bersedia memberikan waktu untuk melihat respons tubuh De Jong.
Jika perkembangannya sesuai target, jalur tanpa operasi dapat dipertahankan.
Jika tidak, klub dapat kembali mendorong tindakan bedah untuk menghindari masalah berkepanjangan.
Absennya De Jong Mengubah Persiapan Hansi Flick
Hansi Flick sekarang harus menyiapkan Barcelona tanpa salah satu pengatur permainan utamanya.
De Jong memiliki karakter yang tidak sepenuhnya sama dengan gelandang lain di skuad Blaugrana.
Ia mampu menerima bola dari bek tengah, berputar ketika mendapat tekanan, lalu membawa bola melewati garis pertama lawan.
Kemampuan membawa bola tersebut membantu Barcelona ketika lawan melakukan pressing tinggi.
De Jong juga nyaman bermain sebagai salah satu dari dua gelandang lebih dalam maupun sebagai pemain yang bergerak lebih bebas.
Barcelona sendiri telah mengikatnya dengan kontrak hingga 2029 pada Oktober 2025. Klub ketika itu menegaskan De Jong tetap dipandang sebagai bagian penting dalam tim Flick.
Cedera panjang tentu mengubah perhitungan.
Marc Bernal Mendapat Kesempatan Lebih Besar
Salah satu pemain yang dapat memperoleh menit lebih banyak adalah Marc Bernal.
Gelandang muda tersebut kembali menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan Flick untuk mengisi area tengah.
Barcelona juga mempunyai Marc Casadó, Gavi, Pedri, Dani Olmo serta Eric Garcia yang dapat membantu mengisi beberapa kebutuhan di lini tengah.
Cedera De Jong bahkan ikut memengaruhi keputusan Barcelona mempertahankan pemain muda tertentu selama pramusim. Brian Fariñas termasuk pemain yang diminta tetap berada dekat tim utama agar Flick dapat menilai kemampuannya secara langsung.
Pilihan Barcelona di area tersebut dapat meliputi:
- Pedri sebagai pengatur permainan
- Gavi dengan energi dan agresivitas tinggi
- Marc Bernal sebagai gelandang lebih dalam
- Marc Casadó sebagai pilihan nomor enam
- Eric Garcia untuk peran gelandang bertahan
- Dani Olmo ketika membutuhkan kreativitas tambahan
Tetap saja, tidak ada pemain yang benar benar identik dengan De Jong.
Cedera De Jong Ikut Membuka Pembicaraan soal Rodri
Ketidakpastian waktu pemulihan De Jong membuat Barcelona kembali dikaitkan dengan tambahan gelandang.
Nama Rodri muncul sebagai salah satu pemain yang sedang diperhatikan.
Barcelona disebut mengikuti perkembangan gelandang Manchester City tersebut dan sudah mencari informasi mengenai kondisi transfernya. Cedera De Jong menjadi salah satu alasan kebutuhan gelandang kembali dibicarakan lebih serius.
Namun, mendatangkan Rodri bukan pekerjaan sederhana.
Biaya transfer, gaji, serta persaingan dengan klub lain membuat operasi tersebut sangat rumit.
Barcelona juga tidak otomatis mendapatkan ruang registrasi hanya karena De Jong cedera.
Hal tersebut berbeda apabila sang pemain memenuhi syarat tertentu sebagai cedera jangka panjang yang memungkinkan klub menggunakan sebagian ruang gaji sesuai aturan kompetisi.
Klub Tidak Bisa Sembarangan Menggunakan Slot De Jong
Salah satu persoalan Barcelona adalah status medis De Jong.
Selama belum ada kejelasan penuh mengenai periode pemulihan dan langkah perawatan, klub tidak bisa begitu saja memperlakukan sang pemain seperti akan absen sepanjang musim.
Pilihan tanpa operasi membuat waktu pemulihan lebih sulit dipastikan.
Jika terapi berjalan sangat baik, De Jong dapat kembali lebih cepat daripada skenario operasi.
Jika terapi gagal dan operasi akhirnya dilakukan setelah beberapa pekan, waktu kembali justru akan mundur.
Inilah salah satu alasan Barcelona membutuhkan keputusan medis yang jelas.
Hubungan De Jong dan Barcelona Belum Bisa Disebut Retak
Walaupun muncul rasa tidak puas, hubungan Frenkie de Jong dengan Barcelona tidak bisa langsung disebut mengalami keretakan besar.
Baru pada Oktober 2025 kedua pihak menandatangani kontrak baru hingga Juni 2029.
De Jong ketika itu menyatakan dirinya ingin terus berada bersama Barcelona dan merasa nyaman bekerja dengan Hansi Flick. Klub juga menyebut pemain Belanda tersebut sebagai bagian penting dari proyek olahraga mereka.
Statusnya di ruang ganti juga tinggi.
Pada April 2026, De Jong mencatat penampilan ke 293 untuk Barcelona dan menjadi pemain Belanda dengan jumlah pertandingan terbanyak dalam sejarah klub, melewati Phillip Cocu.
Jadi, persoalan saat ini lebih berkaitan dengan pengelolaan cedera dan keputusan yang terjadi selama Piala Dunia.
Pernyataan De Jong Menjadi Upaya Meredakan Spekulasi
De Jong sendiri tampak menyadari bahwa perdebatan mengenai cedera mulai berkembang terlalu jauh.

Itulah sebabnya ia memberikan penjelasan secara terbuka.
Ia menegaskan komitmennya kepada Barcelona tidak berubah dan mengatakan dirinya menjaga tubuh serta pekerjaannya dengan sangat serius.
Pernyataan tersebut dapat dilihat sebagai usaha memisahkan persoalan medis dari pertanyaan mengenai loyalitas.
Barcelona dan De Jong sekarang mempunyai kepentingan yang sama.
Klub membutuhkan gelandang utamanya kembali dalam kondisi benar benar pulih, sedangkan De Jong tentu tidak ingin mengulangi pengalaman panjang ketika cedera pergelangan kaki membuatnya kehilangan banyak pertandingan.
Tiga Pekan Evaluasi Menjadi Periode yang Sangat Penting
Barcelona dan De Jong kini memasuki bagian paling menentukan dalam proses pemulihan.
Menurut laporan yang beredar setelah diagnosis, kedua pihak memberikan sekitar tiga pekan untuk menilai efektivitas pengobatan konservatif.
Periode tersebut bukan sekadar menunggu rasa sakit menghilang.
Tim medis perlu memastikan lutut kembali stabil dan mampu menghadapi peningkatan beban secara bertahap.
De Jong yakin tubuhnya dapat pulih tanpa operasi.
Barcelona masih berhati hati dan ingin mendapatkan jaminan bahwa keputusan tersebut tidak menciptakan persoalan baru beberapa bulan kemudian.
Jika hasil pemeriksaan berikutnya menunjukkan perkembangan positif, pemain Belanda itu dapat melanjutkan rehabilitasi tanpa tindakan bedah.
Jika lutut tetap tidak stabil, operasi akan kembali menjadi pilihan yang sulit dihindari.
Barcelona membuka musim LaLiga dengan pertandingan tandang melawan Elche pada 23 Agustus 2026 dan De Jong dipastikan belum tersedia untuk laga tersebut.
Hansi Flick pun harus menjalani awal musim tanpa salah satu pemain yang selama ini menjadi penghubung utama antara lini belakang dan serangan. Sementara De Jong berusaha membuktikan pilihan terapi konservatif dapat bekerja, Barcelona akan terus mengawasi setiap perkembangan lututnya sebelum menentukan apakah jalur tanpa operasi masih layak dipertahankan.