Mac Allister Dinilai Diperlakukan Tak Adil, Legenda Liverpool Minta Lini Tengah Diubah

Alexis Mac Allister memasuki musim baru bersama Liverpool dengan situasi yang cukup menarik. Gelandang tim nasional Argentina tersebut tetap dipandang sebagai salah satu pemain terbaik The Reds, tetapi performanya sepanjang musim 2025/2026 sempat mendapatkan kritik keras setelah Liverpool mengalami penurunan hasil dibandingkan musim sebelumnya.

Mac Allister dikabarkan merasa dirinya terlalu sering dijadikan sasaran ketika permainan Liverpool tidak berjalan sesuai harapan. Kritik tersebut muncul ketika kondisi fisiknya juga terlihat mengalami penurunan setelah menjalani jadwal pertandingan yang sangat padat selama beberapa musim.

Mantan gelandang Liverpool, Dietmar Hamann, melihat persoalan tersebut dari sudut berbeda. Pemenang Liga Champions 2005 itu menilai Mac Allister tetap memiliki kualitas besar dan tidak seharusnya menanggung seluruh kesalahan atas masalah Liverpool.

Hamann pernah mengusulkan perubahan di lini tengah dengan memainkan Dominik Szoboszlai lebih dalam bersama Ryan Gravenberch. Susunan tersebut dapat memberikan ruang kepada Florian Wirtz untuk beroperasi lebih bebas sebagai gelandang serang sekaligus memberikan waktu kepada Mac Allister untuk keluar dari tekanan.

Alexis Mac Allister Merasa Terlalu Banyak Mendapat Kritik

Musim 2025/2026 tidak berjalan sesuai harapan Liverpool. Setelah menjadi juara Premier League pada musim sebelumnya, The Reds mengalami penurunan performa dan harus berjuang sampai akhir kompetisi untuk mengamankan posisi di zona Liga Champions.

Ketika hasil buruk mulai datang, sejumlah pemain menjadi sasaran kritik. Salah satu nama yang paling sering dibicarakan adalah Alexis Mac Allister.

Laporan pada akhir Mei menyebut pemain Argentina tersebut merasa dirinya mendapatkan perlakuan yang tidak sepenuhnya adil. Mac Allister menilai kritik terhadap performanya terlalu besar ketika masalah sebenarnya dialami Liverpool sebagai sebuah tim.

Ia memang tidak mencapai standar luar biasa yang diperlihatkan ketika Liverpool menjadi juara. Namun, kondisi tersebut tidak terjadi tanpa alasan.

Mac Allister sudah menjalani beban pertandingan sangat tinggi sejak bergabung dari Brighton pada 2023. Ia digunakan secara rutin di klub sekaligus menjadi pemain penting bersama tim nasional Argentina.

Angka Fisik Mac Allister Memang Mengalami Penurunan

Kritik terhadap Mac Allister tidak sepenuhnya muncul tanpa dasar. Data performa menunjukkan beberapa indikator fisiknya turun sepanjang musim lalu.

Kecepatan tertingginya berada di angka sekitar 31,38 kilometer per jam. Rata rata kecepatannya berada pada 6,62 kilometer per jam, sementara jumlah tekanan yang dilakukan mencapai sekitar 38,1 per 90 menit.

Catatan tersebut menjadi angka terendah Mac Allister selama tiga musim pertamanya bersama Liverpool.

Penurunan tersebut terlihat ketika Liverpool kehilangan bola.

Mac Allister beberapa kali terlambat mengejar pemain lawan, sementara jarak antara lini tengah dan pertahanan menjadi terlalu lebar.

Masalahnya, menjadikan Mac Allister sebagai satu satunya penyebab jelas terlalu sederhana.

Sistem Liverpool juga meminta gelandang menutup wilayah sangat luas. Ketika tekanan dari pemain depan gagal, pemain tengah harus menghadapi lawan yang berlari menuju pertahanan dengan ruang terbuka.

Jadwal Padat Ikut Menguras Tenaga Mac Allister

Salah satu hal yang sering terabaikan ketika membahas performa Mac Allister adalah jumlah pertandingan yang sudah dimainkannya.

Pemain Argentina tersebut rata rata menjalani sekitar 50 pertandingan per musim dalam tiga musim beruntun bersama Liverpool.

Jumlah itu belum memperhitungkan seluruh perjalanan internasional bersama Argentina.

Mac Allister tidak hanya bermain dalam laga persahabatan. Ia tampil di Copa America, kualifikasi Piala Dunia, pertandingan klub Eropa, Premier League, Piala FA dan Piala Liga.

Tubuh pemain akhirnya harus bekerja hampir tanpa jeda panjang.

Liverpool sendiri tidak mempunyai rotasi lini tengah yang terlalu luas pada musim lalu. Mac Allister, Ryan Gravenberch dan Dominik Szoboszlai menjadi kelompok yang paling sering mendapatkan kepercayaan.

Curtis Jones mendapatkan kesempatan dalam jumlah lebih terbatas, sementara Wataru Endo dan sejumlah pemain muda jarang digunakan sebagai starter.

Arne Slot Terlalu Bergantung pada Pemain yang Sama

Salah satu kritik terhadap periode terakhir Arne Slot adalah penggunaan sejumlah pemain secara berlebihan.

Ketika Liverpool mengalami cedera, pelatih asal Belanda tersebut semakin sulit melakukan rotasi.

Akibatnya, pemain yang tersedia terus dimainkan meskipun tingkat kebugaran mereka mulai menurun.

Mac Allister termasuk pemain yang merasakan situasi tersebut.

Sebagai gelandang, beban fisiknya juga sangat tinggi. Ia harus membantu pembangunan serangan, melakukan tekanan, turun melindungi pertahanan, lalu bergerak kembali ke depan ketika Liverpool merebut bola.

Ketika tubuh kehilangan sedikit kecepatan, setiap tugas menjadi lebih sulit.

Hal tersebut menjelaskan mengapa performa Mac Allister pada musim lalu terlihat berbeda dibandingkan ketika Liverpool menjadi juara.

Dietmar Hamann Tetap Membela Kualitas Mac Allister

Dietmar Hamann mempunyai pandangan menarik mengenai Mac Allister.

Mantan pemain Liverpool tersebut memahami tuntutan seorang gelandang di Anfield karena pernah memainkan posisi serupa selama bertahun tahun.

Hamann tidak menyangkal bahwa performa Mac Allister sempat menurun. Namun, gelandang Argentina tersebut tetap dianggap mempunyai kemampuan teknik dan kecerdasan yang sangat tinggi.

Mac Allister mampu mengontrol pertandingan melalui operan pendek, menerima bola dalam tekanan, sekaligus menemukan pemain yang berada di antara garis lawan.

Kemampuan tersebut sulit digantikan hanya dengan gelandang yang mempunyai kekuatan fisik lebih besar.

Karena itu, solusi yang diusulkan bukan membuang Mac Allister dari skuad.

Hamann justru melihat kesempatan untuk memberikan waktu kepada pemain Argentina tersebut agar terbebas sementara dari tekanan besar.

Szoboszlai Bisa Diturunkan Lebih Dalam

Perubahan yang pernah diusulkan Hamann adalah memasangkan Dominik Szoboszlai dengan Ryan Gravenberch.

Kombinasi tersebut memberikan karakter berbeda.

Gravenberch mampu membawa bola melewati tekanan dan menggunakan tubuhnya untuk melindungi penguasaan. Szoboszlai menawarkan energi, kecepatan dan kemampuan mengejar pemain lawan.

Kedua pemain dapat bekerja sebagai fondasi di belakang Florian Wirtz.

Hamann menilai struktur tersebut dapat memberikan Wirtz platform yang lebih stabil untuk menciptakan peluang di area depan.

Dalam susunan seperti itu, Liverpool secara teori dapat menggunakan:

  • Ryan Gravenberch sebagai gelandang terdalam
  • Dominik Szoboszlai sebagai gelandang box to box
  • Florian Wirtz sebagai pemain nomor sepuluh
  • Alexis Mac Allister mendapatkan rotasi tanpa harus selalu menjadi starter
  • Curtis Jones menjadi alternatif untuk beberapa posisi tengah

Pilihan tersebut juga memberi Andoni Iraola variasi ketika menghadapi lawan dengan karakter berbeda.

Florian Wirtz Butuh Fondasi Kuat di Belakangnya

Kedatangan Florian Wirtz sebelumnya mengubah susunan lini tengah Liverpool.

Pemain Jerman tersebut mempunyai kemampuan luar biasa ketika menerima bola di sekitar kotak penalti. Ia dapat memberikan umpan terakhir, melakukan kombinasi pendek atau membawa bola menuju ruang di belakang gelandang lawan.

Masalah muncul apabila Wirtz harus terlalu sering turun jauh.

Ketika Liverpool tidak memiliki stabilitas di belakangnya, Wirtz harus meninggalkan area yang sebenarnya paling berbahaya untuk membantu pembangunan serangan.

Hamann melihat penggunaan Gravenberch dan Szoboszlai di belakang Wirtz sebagai salah satu solusi.

Szoboszlai mempunyai kapasitas fisik untuk menutupi wilayah luas. Gravenberch dapat menjaga penguasaan dan menjadi titik pertama ketika Liverpool keluar dari tekanan.

Wirtz kemudian mendapatkan kebebasan lebih besar.

Mac Allister Tidak Harus Selalu Bermain Bersama Wirtz

Salah satu kesalahan yang dapat terjadi adalah menganggap seluruh pemain terbaik harus dimainkan secara bersamaan.

Mac Allister dan Wirtz sama sama sangat nyaman ketika mendapatkan banyak sentuhan bola.

Keduanya juga sering mencari ruang yang hampir sama di area tengah.

Dalam pertandingan tertentu, kombinasi mereka bisa sangat efektif.

Namun, menghadapi tim dengan gelandang kuat dan cepat, Liverpool mungkin membutuhkan tambahan tenaga dari Szoboszlai.

Iraola dapat memilih susunan berdasarkan kebutuhan pertandingan dan bukan hanya reputasi pemain.

Mac Allister tetap dapat menjadi pemain utama tanpa harus memainkan seluruh laga.

Szoboszlai Terlalu Berharga untuk Terus Dipindahkan

Dominik Szoboszlai menjalani musim yang cukup unik.

Gelandang tim nasional Hungaria beberapa kali harus mengisi posisi lain karena Liverpool mengalami masalah cedera.

Ia bahkan sempat dimainkan sebagai bek kanan meskipun posisi terbaiknya berada di lini tengah.

Kemampuan tersebut menunjukkan fleksibilitas tinggi, tetapi penggunaan berulang di posisi belakang dapat menghilangkan kekuatan utamanya.

Szoboszlai mempunyai daya jelajah sangat tinggi. Ia dapat membantu tekanan di area depan kemudian kembali menuju wilayah pertahanan dalam waktu cepat.

Tenaganya sangat dibutuhkan di lini tengah.

Liverpool membutuhkan pemain yang dapat menutup wilayah ketika Wirtz atau pemain depan gagal melakukan tekanan pertama.

Kombinasi Szoboszlai dan Gravenberch Menawarkan Tenaga Besar

Jika Iraola menggunakan dua gelandang lebih dalam, kombinasi Szoboszlai dan Gravenberch sangat menarik secara fisik.

Keduanya mempunyai tubuh tinggi, langkah panjang dan kemampuan membawa bola.

Gravenberch lebih tenang dalam mengontrol tempo.

Szoboszlai lebih agresif ketika mengejar lawan dan melakukan lari tanpa bola.

Perbedaan karakter tersebut dapat memberikan keseimbangan.

Ketika Gravenberch tetap berada di tengah, Szoboszlai dapat bergerak lebih tinggi untuk membantu Wirtz melakukan tekanan.

Ketika Szoboszlai maju, Gravenberch menjaga area di depan bek tengah.

Liverpool kemudian mempunyai struktur yang lebih aman ketika kehilangan bola.

Mac Allister Tetap Punya Kualitas yang Sulit Digantikan

Usulan perubahan lini tengah bukan berarti Mac Allister sudah kehilangan tempat.

Andoni Iraola bahkan secara terbuka menegaskan ingin mempertahankan pemain Argentina tersebut di Liverpool.

Pelatih baru The Reds menyebut Mac Allister sebagai salah satu pemain terbaik klub dalam beberapa tahun terakhir. Iraola juga menilai penampilannya bersama Argentina di Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa kualitasnya tetap berada pada level tinggi.

Hal tersebut menjadi petunjuk penting.

Liverpool tidak sedang mencoba memaksa Mac Allister pergi.

Rumor ketertarikan Real Madrid memang terus muncul, tetapi belum ada tanda pemain meminta meninggalkan Anfield.

Piala Dunia Menjadi Bukti Mac Allister Belum Habis

Performa Mac Allister bersama Argentina memberikan gambaran berbeda dibandingkan beberapa bulan terakhir musim klub.

Ia kembali terlihat nyaman dalam struktur yang lebih sesuai.

Mac Allister mampu mengatur bola, menemukan ruang dan membantu Argentina mencapai final Piala Dunia 2026.

Iraola bahkan secara khusus menyoroti performa tersebut ketika ditanya mengenai kemungkinan kepergiannya.

Pelatih asal Spanyol itu menyatakan ingin mempertahankan pemain terbaik Liverpool daripada kehilangan mereka.

Ini menunjukkan persoalan Mac Allister lebih berkaitan dengan penggunaan dan kondisi fisik daripada hilangnya kualitas.

Kontrak Mac Allister Mulai Menjadi Perhatian Liverpool

Ada satu persoalan lain yang tidak boleh diabaikan.

Kontrak Alexis Mac Allister bersama Liverpool berlaku sampai 2028.

Artinya, ia sudah memasuki dua tahun terakhir kontraknya.

Liverpool telah memperpanjang kontrak Ryan Gravenberch dan Dominik Szoboszlai, sementara belum ada pembicaraan lanjutan yang menghasilkan perpanjangan untuk Mac Allister. Situasi tersebut menjadi salah satu alasan rumor transfer terus berkembang.

Namun, laporan terbaru menyebut Liverpool hanya akan mempertimbangkan kepergiannya apabila mendapatkan penawaran sangat besar dan sang pemain sendiri meminta pindah.

Sampai sekarang belum ada tanda Mac Allister mendorong transfer.

Liverpool Tidak Mau Mengulangi Situasi Kontrak Lama

Klub harus berhati hati dalam menangani situasi tersebut.

Liverpool sudah mengalami beberapa kasus pemain penting memasuki tahap akhir kontrak sebelum akhirnya pergi dengan pemasukan minim.

Mac Allister memiliki nilai pasar tinggi dan masih berada pada usia produktif.

Membiarkan kontraknya terus berkurang tanpa keputusan dapat melemahkan posisi Liverpool.

Di sisi lain, memperpanjang kontrak setelah musim yang kurang maksimal juga membutuhkan perhitungan.

Musim pertama Iraola dapat menjadi periode penting untuk melihat apakah Mac Allister kembali mendapatkan performa terbaiknya dalam struktur baru.

Iraola Punya Kesempatan Merancang Lini Tengah dari Awal

Pergantian pelatih memberikan kesempatan kepada Liverpool mengubah cara menggunakan pemain tengah.

Andoni Iraola tidak mempunyai kewajiban mempertahankan susunan yang digunakan Arne Slot.

Ia dapat memulai dari karakter masing masing pemain.

Gravenberch merupakan pembawa bola yang kuat. Szoboszlai memiliki energi luar biasa. Mac Allister menawarkan kontrol dan kecerdasan posisi. Wirtz memberikan kreativitas di area depan.

Curtis Jones kemudian menjadi alternatif yang dapat memainkan beberapa tugas.

Komposisi tersebut sebenarnya sangat kaya.

Persoalannya adalah menemukan susunan yang tidak membuat salah satu pemain menjalankan terlalu banyak pekerjaan.

Mac Allister Bisa Kembali ke Peran yang Lebih Sesuai

Salah satu pilihan bagi Iraola adalah mengurangi wilayah yang harus ditutup Mac Allister.

Liverpool tidak harus meminta pemain Argentina tersebut berlari dari kotak penalti sendiri sampai area lawan setiap beberapa detik.

Ia bisa ditempatkan lebih dekat dengan Gravenberch sehingga tugasnya lebih berhubungan dengan sirkulasi bola.

Dalam susunan lain, Mac Allister dapat dimainkan lebih tinggi apabila Wirtz beristirahat.

Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu kekuatan terbesarnya sejak masih memperkuat Brighton.

Mac Allister pernah bermain sebagai nomor enam, nomor delapan dan pemain yang bergerak di belakang penyerang.

Istirahat Sesekali Bisa Membantu Mac Allister Kembali Tajam

Usulan Hamann untuk mengeluarkan Mac Allister sementara dari tekanan tidak harus diterjemahkan sebagai hukuman.

Liverpool justru dapat menggunakannya sebagai bagian dari pengelolaan fisik.

Tiga musim dengan rata rata sekitar 50 pertandingan merupakan beban besar.

Sekarang Liverpool memiliki lebih banyak pilihan sehingga ketergantungan terhadap satu gelandang dapat dikurangi.

Iraola bisa merancang rotasi seperti:

  • Gravenberch dan Szoboszlai menghadapi tim dengan lini tengah sangat atletis
  • Gravenberch dan Mac Allister ketika Liverpool membutuhkan kontrol bola
  • Mac Allister dan Szoboszlai untuk pertandingan tertentu
  • Wirtz tetap menjadi kreator di belakang penyerang
  • Jones masuk ketika salah satu pemain membutuhkan istirahat

Susunan tersebut membuat tidak ada gelandang yang harus memainkan hampir setiap pertandingan.

Kritik Musim Lalu Bisa Menjadi Titik Balik bagi Mac Allister

Alexis Mac Allister telah memainkan lebih dari 150 pertandingan untuk Liverpool dalam tiga musim pertamanya.

Ia juga menjadi bagian penting tim yang memenangkan Premier League dan menghasilkan beberapa gol penting dalam perjalanan klub.

Liverpool bahkan memasukkannya dalam daftar pemain terbaik sepanjang sejarah klub pada peringkat ke 100 dalam pemilihan terbaru.

Karena itu, satu musim dengan penurunan performa tidak cukup untuk menghapus kontribusinya.

Perubahan pelatih memberikan kesempatan baru.

Iraola sudah memberikan dukungan secara terbuka, sedangkan Hamann melihat persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui perubahan komposisi, bukan dengan langsung menyingkirkan pemain Argentina itu dari rencana klub.

Mac Allister dijadwalkan kembali mengikuti persiapan Liverpool setelah memperoleh libur tambahan seusai Piala Dunia. The Reds ingin melihat bagaimana kondisi fisiknya setelah periode istirahat sebelum menentukan susunan utama untuk pertandingan pembuka Premier League.

Persaingan dengan Szoboszlai, Gravenberch dan Wirtz akan menjadi salah satu bagian paling menarik dari Liverpool era Iraola. Mac Allister tidak lagi harus memikul seluruh pekerjaan lini tengah seperti musim sebelumnya, sementara kesempatan bermain Szoboszlai kembali di posisi alaminya dapat memberikan keseimbangan yang selama ini dicari The Reds.

Leave a Reply