Spurs Tertahan Leeds, Tottenham Masih Panas di Bibir Zona Merah
Tottenham Hotspur kembali gagal membuat pendukungnya bernapas lega. Bermain di Tottenham Hotspur Stadium pada 11 Mei 2026, Spurs hanya mampu bermain imbang 1 1 melawan Leeds United dalam laga Premier League yang punya tekanan besar bagi tuan rumah. Mathys Tel sempat membawa Tottenham unggul pada menit ke 50, tetapi Dominic Calvert Lewin menyamakan skor lewat penalti menit ke 74. Hasil ini membuat Spurs tetap berada di peringkat 17 dengan 38 poin, hanya dua angka di atas West Ham United yang ada di zona degradasi.
Tottenham Buang Peluang Berharga di Kandang Sendiri

Pertandingan ini seharusnya menjadi malam yang bisa mengubah suasana di kubu Tottenham. Sebelum laga dimulai, Spurs punya kesempatan memperlebar jarak dari West Ham menjadi empat poin. Namun, peluang itu hilang setelah Leeds memaksa skor tetap imbang hingga peluit panjang.
Sejak menit awal, Tottenham terlihat bermain dengan beban besar. Mereka memang lebih banyak menguasai bola, tetapi alur serangan tidak selalu rapi. Beberapa kali Spurs bisa masuk ke area berbahaya, namun penyelesaian akhir masih kurang tajam. Leeds datang dengan sikap berani, tidak hanya menunggu di belakang, tetapi juga mencoba mencuri momen melalui serangan cepat.
Leeds bahkan sempat memberi ancaman serius lewat Joe Rodon dan Dominic Calvert Lewin. Tottenham beruntung masih memiliki Antonin Kinsky yang tampil sigap di bawah mistar. Kiper muda itu menjadi salah satu alasan Spurs tidak pulang dengan hasil lebih buruk.
Gol Mathys Tel Sempat Bikin Stadion Bergemuruh
Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, Tottenham akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke 50. Mathys Tel menerima bola, mengontrolnya dengan baik, lalu melepaskan tembakan melengkung yang tidak mampu dijangkau Karl Darlow. Gol itu membuat Tottenham Hotspur Stadium meledak karena harapan bertahan di Premier League terasa lebih dekat.
Gol tersebut juga menjadi bukti kualitas Tel sebagai pemain muda yang punya keberanian mengambil keputusan di area krusial. Dalam situasi penuh tekanan, ia tidak panik saat menerima bola. Sentuhan pertamanya memberi ruang, lalu tembakannya mengarah ke sudut atas gawang.
Namun, keunggulan itu tidak cukup untuk membuat Tottenham bermain lebih tenang. Spurs justru seperti kehilangan kendali setelah memimpin. Leeds mulai berani menekan lebih tinggi, sementara lini tengah Tottenham kesulitan menjaga tempo. Beberapa keputusan terburu buru membuat bola mudah kembali ke penguasaan tim tamu.
Kesalahan Tel Berujung Penalti Leeds
Malam Mathys Tel berubah cepat dari pujian menjadi sorotan. Pada menit ke 74, ia mencoba melakukan sapuan akrobatik di area penalti Tottenham. Gerakan itu justru mengenai Ethan Ampadu. Wasit Jarred Gillett kemudian meninjau tayangan VAR dan menunjuk titik putih untuk Leeds.
Dominic Calvert Lewin maju sebagai eksekutor. Dengan tenang, ia menaklukkan Kinsky dan membuat skor menjadi 1 1. Gol itu membuat suasana stadion berubah tegang. Tottenham yang sebelumnya tampak menuju kemenangan harus kembali bertarung mati matian untuk menghindari kekalahan.
Keputusan penalti tersebut menjadi momen yang sangat mahal bagi Spurs. Dalam pertandingan yang membutuhkan ketenangan, satu aksi berisiko di kotak penalti membuat seluruh kerja keras Tottenham hilang. Tel tentu tidak bisa sepenuhnya disalahkan, karena Spurs juga gagal membunuh pertandingan saat unggul.
Statistik Pertandingan Tottenham Vs Leeds

Tottenham unggul dalam penguasaan bola dan jumlah percobaan tembakan. Spurs mencatat 57 persen penguasaan bola, 16 percobaan tembakan, dan 14 sepak pojok. Namun, Leeds justru mencatat lebih banyak tembakan tepat sasaran, yaitu 4 berbanding 3. Data ini menunjukkan Tottenham banyak menyerang, tetapi tidak cukup tajam di depan gawang.
| Statistik | Tottenham | Leeds United |
|---|---|---|
| Penguasaan bola | 57% | 43% |
| Tembakan tepat sasaran | 3 | 4 |
| Percobaan tembakan | 16 | 11 |
| Kartu kuning | 3 | 1 |
| Sepak pojok | 14 | 2 |
| Penyelamatan kiper | 3 | 1 |
| Gol | 1 | 1 |
Dari tabel tersebut terlihat jelas bahwa Tottenham lebih aktif menekan. Jumlah 14 sepak pojok menjadi bukti bahwa Spurs sering memaksa Leeds bertahan di wilayah sendiri. Namun, dominasi seperti itu tidak banyak berarti jika peluang terakhir tidak diselesaikan dengan tenang.
Leeds bermain lebih efisien. Mereka tidak terlalu sering mendapatkan bola, tetapi setiap serangan punya arah jelas. Tembakan tepat sasaran Leeds bahkan lebih banyak daripada Tottenham. Itu menjadi catatan serius bagi lini belakang Spurs yang masih mudah terbuka ketika lawan melakukan transisi.
Kinsky Menyelamatkan Spurs dari Kekalahan
Antonin Kinsky layak mendapat perhatian besar dalam laga ini. Saat Tottenham mulai kehilangan kendali pada masa tambahan waktu, Leeds hampir mencetak gol kemenangan melalui Sean Longstaff. Bola mengarah berbahaya dan tampak siap masuk ke gawang, tetapi Kinsky melakukan penyelamatan gemilang dengan mendorong bola ke mistar.
Penyelamatan itu bukan sekadar aksi refleks biasa. Dalam situasi ketika Tottenham sedang tertekan dan stadion mulai cemas, Kinsky tetap mampu menjaga fokus. Tanpa aksi tersebut, Spurs bisa saja keluar dari pertandingan dengan kekalahan yang jauh lebih menyakitkan.
Kinsky juga beberapa kali membantu Spurs keluar dari tekanan pada babak pertama. Ketika Leeds mengirim bola ke area berbahaya, ia tidak ragu keluar dari garis gawang. Penampilan seperti ini menjadi modal penting bagi Tottenham, terutama ketika dua laga tersisa akan menentukan nasib klub di Premier League.
De Zerbi Masih Punya Banyak Pekerjaan
Roberto De Zerbi belum menemukan jawaban penuh atas rapuhnya Tottenham di kandang. Spurs hanya meraih dua kemenangan dari 17 laga kandang liga musim ini. Tottenham juga hanya sekali menang dalam 10 laga terakhir di Tottenham Hotspur Stadium.
Masalah Tottenham bukan hanya teknis. Ada tekanan mental yang terlihat jelas setiap kali mereka berada dalam posisi wajib menang. Ketika unggul atas Leeds, Spurs tidak mampu menjaga ketenangan. Mereka tidak mengatur pertandingan dengan cukup dewasa, malah membiarkan Leeds kembali percaya diri.
De Zerbi menilai Tottenham membuat terlalu banyak kesalahan dan mengakui tekanan besar di fase akhir musim ikut terasa di lapangan. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa masalah Spurs bukan sekadar soal taktik, tetapi juga keberanian pemain mengambil keputusan pada momen panas.
Spurs Masih Berdiri di Tepi Jurang
Dengan hasil imbang ini, Tottenham tetap berada di posisi 17. Mereka memiliki 38 poin dari 36 pertandingan, sedangkan West Ham United berada di posisi 18 dengan 36 poin. Artinya, selisih dua poin masih sangat tipis, apalagi kedua tim sama sama menyisakan dua pertandingan.
Jadwal Tottenham juga tidak ringan. Spurs akan bertandang ke markas Chelsea pada 19 Mei 2026, lalu menutup musim dengan laga kandang melawan Everton. Di sisi lain, West Ham masih punya kesempatan mengejar jika mampu memanfaatkan pertandingan tersisa.
Situasi ini membuat setiap kesalahan kecil bisa bernilai sangat mahal. Tottenham tidak lagi berada dalam posisi nyaman. Mereka masih memegang kendali atas nasib sendiri, tetapi kendali itu rapuh jika performa kandang tidak segera membaik.
Leeds Tampil Tenang dan Pulang dengan Poin Penting
Leeds United datang ke London tanpa rasa takut. Mereka tahu Tottenham sedang berada dalam tekanan besar, lalu memanfaatkan kegugupan tuan rumah. Meski kalah dalam penguasaan bola, Leeds tidak terlihat panik ketika harus bertahan lama.
Daniel Farke membuat timnya disiplin menjaga area tengah. Leeds menutup ruang tembak Tottenham dengan cukup rapat, terutama setelah Spurs unggul. Mereka juga berani melepas serangan ketika Tottenham kehilangan bola di area berisiko.
Gol Calvert Lewin menjadi hadiah dari keberanian Leeds terus menekan. Penalti itu memang lahir dari kesalahan Tel, tetapi Leeds layak mendapat apresiasi karena mampu memaksa Tottenham bertahan dalam situasi tidak nyaman.
Lini Serang Tottenham Masih Kurang Kejam
Tottenham mencatat 16 percobaan tembakan, tetapi hanya 3 yang mengarah tepat ke gawang. Angka tersebut memberi gambaran bahwa Spurs belum cukup klinis. Richarlison, Randal Kolo Muani, dan para pemain pendukung serangan belum mampu mengubah tekanan menjadi gol tambahan.
Dalam pertandingan seperti ini, gol kedua seharusnya menjadi target utama setelah unggul. Tottenham justru gagal memperbesar skor. Ketika Leeds menyamakan kedudukan, Spurs harus memulai lagi dari awal dengan waktu yang semakin sempit.
Masuknya James Maddison memberi warna baru pada akhir pertandingan. Ia sempat terlibat dalam insiden yang membuat Tottenham meminta penalti pada masa tambahan waktu, tetapi wasit tidak memberi hadiah untuk tuan rumah. Spurs harus menerima bahwa keputusan tidak berpihak kepada mereka.
Pertahanan Spurs Masih Mudah Membuka Ruang
Selain penyelesaian akhir, pertahanan Tottenham juga belum memberi rasa aman. Leeds memang hanya memiliki 43 persen penguasaan bola, tetapi mereka mencatat 11 percobaan tembakan dan 4 tembakan tepat sasaran. Untuk tim yang sedang berjuang menjauh dari zona degradasi, angka itu terlalu berbahaya.
Kevin Danso dan Micky van de Ven beberapa kali harus bekerja keras menutup ruang. Destiny Udogie juga sempat berada dalam situasi sulit ketika menghadapi pergerakan Calvert Lewin. Tottenham beruntung beberapa momen Leeds tidak berakhir menjadi gol.
Masalah terbesar Spurs ada pada cara mereka bereaksi setelah kehilangan bola. Ketika serangan gagal, jarak antarlini sering melebar. Leeds memanfaatkan celah itu untuk langsung mengirim bola ke depan. Jika pola ini kembali terlihat saat melawan Chelsea, Tottenham bisa menghadapi tekanan yang jauh lebih berat.
Dua Laga Terakhir Jadi Ujian Berat Tottenham
Tottenham kini tidak punya banyak ruang untuk berbuat salah. Melawan Chelsea di Stamford Bridge akan menjadi ujian besar, bukan hanya karena rivalitas, tetapi juga karena Spurs belum stabil saat bertemu tim yang agresif menekan. Setelah itu, Everton datang pada laga terakhir yang bisa saja menjadi pertandingan paling menegangkan bagi pendukung Spurs musim ini.
De Zerbi harus segera menentukan susunan pemain yang paling siap secara mental. Tottenham butuh pemain yang mampu menjaga bola, berani mengambil tanggung jawab, dan tidak mudah terbawa suasana saat pertandingan memasuki menit akhir.
Hasil melawan Leeds memberi pelajaran keras. Tottenham bisa menciptakan peluang, bisa unggul lebih dulu, dan bisa menekan lawan sepanjang laga. Namun, semua itu belum cukup selama mereka belum mampu mengunci pertandingan dengan ketenangan dan ketajaman.