Sassuolo Bikin Como Tersentak di Pekan Ke 33, Tuan Rumah Menang 2-1
Sassuolo memberi kejutan besar pada pekan ke 33 Serie A 2025 2026 setelah menundukkan Como dengan skor 2-1 di Mapei Stadium, Jumat 17 April 2026. Hasil ini terasa penting bukan hanya karena datang saat Como sedang mengejar posisi papan atas, tetapi juga karena Sassuolo mampu meraih kemenangan dengan cara yang sangat efisien. Dua gol cepat dari Cristian Volpato dan M’Bala Nzola menjadi pembeda, sementara Como hanya sempat membalas lewat Nico Paz. Kemenangan itu membuat Sassuolo naik ke posisi kesembilan dengan 45 poin, sedangkan Como tertahan di peringkat kelima dengan 58 poin.
Sejak sebelum laga dimulai, Como sebenarnya datang dengan modal yang cukup meyakinkan. Mereka disebut masih memburu poin untuk menjaga laju menuju zona atas, bahkan berusaha kembali menekan persaingan posisi empat besar. Como datang ke laga ini dengan catatan tandang yang kuat sepanjang 2026, yakni belum kalah dalam sembilan laga resmi tandang, dengan enam kemenangan dan tiga hasil imbang. Namun semua modal itu runtuh ketika Sassuolo tampil lebih tajam pada momen paling krusial.
Yang membuat hasil ini terasa lebih mengejutkan adalah cara Sassuolo memukul lawan. Secara penguasaan bola, mereka kalah jauh. Como menguasai 69,9 persen bola, sedangkan Sassuolo hanya 30,1 persen. Namun pertandingan tidak ditentukan oleh lamanya memegang bola, melainkan oleh siapa yang paling tenang saat peluang datang. Di sinilah Sassuolo tampil jauh lebih klinis. Dengan 11 percobaan dan empat tembakan tepat sasaran, mereka mampu mengubah tekanan menjadi kemenangan. Como memang lebih dominan dalam sirkulasi dan juga unggul sepak pojok, tetapi efektivitas akhir lebih berpihak pada kubu tuan rumah.
Statistik pertandingan Sassuolo vs Como
Sebelum masuk ke uraian laga yang lebih detail, angka angka dasar pertandingan ini sudah cukup menjelaskan arah duel. Como lebih aktif menekan dan menguasai ritme, tetapi Sassuolo memanfaatkan momen dengan jauh lebih bersih.
| Kategori | Sassuolo | Como |
|---|---|---|
| Skor akhir | 2 | 1 |
| Penguasaan bola | 30,1% | 69,9% |
| Tembakan tepat sasaran | 4 | 3 |
| Total tembakan | 11 | 12 |
| Kartu kuning | 3 | 3 |
| Sepak pojok | 5 | 8 |
| Penyelamatan | 2 | 2 |
Data di atas menunjukkan satu hal yang sangat jelas. Como menang dalam kontrol permainan, tetapi Sassuolo menang dalam hasil. Dominasi bola dan jumlah tendangan sudut tidak cukup untuk mengubah arah pertandingan karena Sassuolo lebih disiplin dalam menutup ruang dan lebih cepat saat menyerang balik.
Babak pertama yang langsung meledak di ujung laga

Laga ini sebenarnya tidak menunggu lama untuk memperlihatkan intensitas. Sassuolo hampir unggul hanya beberapa detik setelah kick off lewat upaya Kristian Thorstvedt yang dibelokkan menjadi sepak pojok. Sejak awal, duel berjalan terbuka dengan aliran serangan yang silih berganti. Nzola, Laurienté, dan Nico Paz sama sama sempat menebar ancaman, membuat pertandingan terasa hidup bahkan sebelum gol pertama tercipta.
Meski terbuka, gol baru benar benar datang menjelang turun minum. Di menit ke 42, Cristian Volpato memecah kebuntuan lewat penyelesaian yang berupa lob indah untuk menaklukkan Jean Butez. Gol itu bukan hanya membuka skor, tetapi juga mengubah psikologi pertandingan. Sassuolo yang sebelumnya bertahan rapi mendadak mendapat ruang lebih besar untuk bermain dengan kepercayaan diri.
Belum sempat Como sepenuhnya menata ulang bentuk permainan, Sassuolo menghantam lagi. Hanya dua menit setelah gol pertama, M’Bala Nzola berlari menuju area berbahaya dan menuntaskan peluang dengan kaki kiri yang presisi. Dalam rentang waktu yang sangat singkat, pertandingan yang semula seimbang berubah menjadi keunggulan dua gol untuk tim tuan rumah. Ini menjadi bukti bahwa Sassuolo sangat siap menghukum setiap kelengahan lawan.
Namun Como tidak benar benar hilang dari pertandingan. Tepat pada masa tambahan waktu babak pertama, Nico Paz memperkecil ketertinggalan lewat sundulan yang mengejutkan Stefano Turati. Gol pada menit 45+2 itu membuat babak pertama ditutup dengan tensi yang tetap tinggi. Bagi Como, gol tersebut menjadi penyelamat situasi karena mereka masuk ruang ganti dengan harapan yang masih terbuka. Bagi Sassuolo, gol itu menjadi peringatan bahwa pertandingan belum aman.
Volpato dan Nzola menjawab kepercayaan

Kedua nama ini layak menempati sorotan utama. Gol Sassuolo lahir dari lini kedua, yaitu pemain yang pada laga ini mendapat kesempatan sejak awal di tengah beberapa perubahan. Volpato memberi warna dengan gerakan agresif dan keberanian menyerang ruang, sedangkan Nzola memberi sentuhan akhir yang tegas. Ketika dua pemain pelapis atau opsi rotasi bisa tampil seefektif ini, sebuah tim biasanya sedang berada dalam kondisi mental yang sehat.
Volpato terutama terlihat sangat hidup. Setelah mencetak gol pembuka, ia masih tetap berbahaya di awal babak kedua. Artinya, pengaruhnya bukan sekadar satu momen, melainkan hadir sepanjang fase penting pertandingan. Bagi Sassuolo, laga ini memperlihatkan bahwa mereka tidak harus selalu bergantung pada satu dua nama yang sama untuk menghasilkan ancaman.
Nico Paz tetap jadi sumber napas Como
Di sisi lain, Como lagi lagi menemukan jalan lewat Nico Paz. Sebelum pertandingan ini, ia baru saja mencetak gol ke gawang Inter dan telah mengoleksi 11 gol liga musim ini. Saat Como kesulitan memecah blok Sassuolo, gelandang serang muda itu kembali muncul sebagai penyelamat dengan gol sundulannya. Ia juga tetap aktif pada babak kedua dan sempat merepotkan pertahanan lawan.
Keberadaan Nico Paz membuat Como tidak pernah benar benar mati, bahkan saat mereka tertinggal dua gol. Ia memberi isyarat bahwa serangan Como tetap punya kualitas, tetapi kualitas itu tidak cukup besar untuk membalikkan keadaan ketika dua momen buruk di penghujung babak pertama sudah lebih dulu menghukum mereka.
Babak kedua yang dikuasai Como tapi tidak menghasilkan gol penyama
Masuk ke babak kedua, Cesc Fabregas bergerak cepat. Ia mengubah wajah timnya saat jeda dengan memasukkan Vojvoda, Perrone, dan Douvikas untuk menggantikan Smolcic, Caqueret, dan Baturina. Pergantian ini menunjukkan Como tidak ingin menunggu terlalu lama. Mereka tahu satu gol tambahan dari Sassuolo bisa membuat laga selesai. Karena itu, babak kedua dimainkan dengan pendekatan yang lebih mendesak dari kubu tamu.
Namun menariknya, setelah perubahan itu, Sassuolo justru tetap mampu menciptakan ancaman lebih dulu. Volpato kembali aktif, dan pada fase awal paruh kedua tuan rumah masih bisa menggigit lewat transisi cepat. Baru setelah tempo sedikit menurun, Como mulai lebih nyaman menguasai wilayah serang dan mendorong Sassuolo semakin rendah ke area pertahanan sendiri.
Dua peluang Como yang paling menonjol pada babak kedua datang dari Lucas Da Cunha dan Nico Paz. Pada momen inilah Stefano Turati mengambil peran penting. Kiper Sassuolo itu tampil sigap, termasuk ketika menggagalkan upaya lob Nico Paz di dekat garis. Dalam pertandingan seperti ini, penjaga gawang sering kali menjadi pembeda diam diam, dan Turati melakukannya pada waktu yang tepat.
Como sebenarnya menutup laga dengan tekanan yang cukup konsisten. Delapan sepak pojok dan dominasi penguasaan bola menunjukkan mereka lebih sering berada di area lawan. Akan tetapi, tekanan itu tidak selalu berubah menjadi peluang bersih. Sassuolo menahan mereka dengan blok yang disiplin, lalu tetap menyimpan satu peluang akhir lewat Pinamonti yang sayangnya tidak mengenai sasaran dari jarak dekat. Detail kecil seperti ini menggambarkan bahwa Sassuolo tidak hanya bertahan, tetapi juga tetap siap menusuk sampai menit akhir.
Mengapa Sassuolo bisa menang meski kalah dominan
Pertama, mereka jauh lebih efisien. Saat Como sibuk mengontrol bola, Sassuolo memilih menunggu momen yang tepat untuk menembus garis belakang lawan. Dua gol pada menit 42 dan 44 adalah contoh paling jelas bagaimana satu tim bisa menguasai pertandingan tanpa harus menguasai bola. Dalam sepak bola modern, efisiensi sering lebih menentukan daripada volume serangan.
Kedua, mereka sangat berbahaya dalam transisi. Dua gol tuan rumah lahir dari serangan balik cepat yang memukul ambisi Como. Kalimat itu terasa tepat karena Sassuolo memang tampak lebih siap memanfaatkan ruang kosong saat lawan berada dalam posisi naik menyerang. Begitu Como kehilangan keseimbangan, Sassuolo langsung menyerang titik yang lemah.
Ketiga, mereka punya respons pertahanan yang cukup dewasa pada babak kedua. Saat Como mulai membangun tekanan, Sassuolo tidak panik. Mereka tetap kompak, menjaga jarak antarlini, dan mengandalkan Turati ketika ancaman betul betul mengarah ke gawang. Pertandingan seperti ini sering dimenangkan oleh tim yang mampu bertahan tanpa kehilangan kepala, dan Sassuolo memperlihatkan kualitas itu.
Pukulan telak bagi Como dalam perburuan papan atas
Kekalahan ini terasa mahal bagi Como. Sebelum laga dimulai, mereka punya kesempatan untuk bereaksi usai kalah dari Inter dan bahkan sempat disebut berpeluang merebut kembali posisi empat besar sambil menunggu hasil pesaing langsung. Setelah kalah 2 1, peluang itu tertahan. Como tetap di urutan kelima dengan 58 poin dari 33 laga.
Ada catatan lain yang juga menarik. Sebelum laga ini, Como baru menyamai rekor poin terbaik klub dalam satu musim Serie A versi sistem tiga poin. Karena itu, pertandingan melawan Sassuolo semestinya menjadi kesempatan ideal untuk terus menulis sejarah. Yang terjadi justru sebaliknya. Mereka tampil dominan, tetapi kehilangan hasil. Dalam musim yang panjang, laga seperti ini bisa sangat membekas karena datang saat target besar sedang terlihat dekat.
Kemenangan Sassuolo ini membuat mimpi Liga Champions Como terganggu. Ungkapan itu memang terdengar keras, tetapi cukup masuk akal bila melihat konteks klasemen dan kondisi persaingan yang makin rapat memasuki pekan pekan terakhir. Kekalahan dari tim papan tengah pada tahap seperti ini selalu terasa dua kali lebih menyakitkan.
Sassuolo menemukan tenaga baru untuk menutup musim
Bagi Sassuolo, hasil ini memberi warna berbeda pada akhir musim mereka. Kemenangan ini membuat mereka mendekati Bologna, sementara mereka juga naik ke posisi kesembilan dengan 45 poin. Kenaikan itu mungkin belum mengubah peta besar Serie A, tetapi cukup untuk memberi pesan bahwa tim ini masih punya tenaga saing dan belum selesai untuk musim ini.
Menariknya, kemenangan ini juga datang ketika beberapa nama yang biasanya tidak selalu berada di sorotan justru menjadi penentu. Itu penting bagi tim yang sedang berusaha menjaga stabilitas. Ketika pemain seperti Volpato dan Nzola bisa muncul sebagai pembeda, pelatih Fabio Grosso mendapatkan alasan kuat untuk percaya bahwa skuadnya masih punya kedalaman dan variasi.
Bila melihat jalannya laga, kemenangan ini juga memberi identitas yang jelas. Sassuolo tidak perlu tampil cantik untuk mengalahkan lawan yang sedang lebih ramai dibicarakan. Mereka cukup rapi, cukup sabar, dan sangat tajam saat peluang muncul. Dalam atmosfer pekan ke 33 yang penuh tekanan, kualitas seperti itu justru terlihat sangat berharga.
Rangkuman jalannya pertandingan
Pertandingan dibuka dengan ritme cepat dan peluang awal dari Sassuolo, lalu berjalan terbuka tanpa banyak jeda. Kebuntuan pecah pada menit 42 saat Volpato mencetak gol pembuka. Dua menit berselang, Nzola menggandakan keunggulan dan membuat Mapei Stadium bergemuruh. Como menolak menyerah dan memperkecil skor lewat sundulan Nico Paz pada menit 45+2. Setelah jeda, Fabregas melakukan tiga pergantian sekaligus untuk mengubah arah laga, Como mendominasi penguasaan bola dan menekan lebih dalam, tetapi Turati serta pertahanan Sassuolo mampu menjaga keunggulan hingga peluit akhir. Statistik resmi mencatat Como unggul dalam penguasaan bola dan sepak pojok, namun Sassuolo menutup malam dengan kemenangan 2 1 yang jauh lebih berarti daripada sekadar angka.