Manchester United Kejar Giorgio Scalvini, Joshua Zirkzee Kian Dekat ke Juventus
Manchester United mulai meningkatkan aktivitas menjelang bergulirnya musim 2026/2027. Pergerakan klub tidak hanya berkaitan dengan pencarian pemain baru, tetapi juga penyusunan ulang skuad yang dinilai terlalu padat pada beberapa posisi.

Nama bek Atalanta dan tim nasional Italia, Giorgio Scalvini, kembali masuk dalam daftar pemain yang dipertimbangkan oleh manajemen Manchester United. Bek berusia 22 tahun tersebut dinilai memiliki karakter permainan yang cocok untuk memperkuat lini pertahanan Setan Merah.
Pada saat yang sama, Joshua Zirkzee semakin sering dikaitkan dengan pintu keluar Old Trafford. Juventus menjadikan penyerang asal Belanda tersebut sebagai salah satu sasaran utama untuk memperkuat barisan depan mereka.
Juventus dikabarkan sedang mempelajari kemungkinan peminjaman Zirkzee selama musim 2026/2027. Namun, hingga 5 Agustus 2026, belum ada pembicaraan resmi antarklub mengenai rancangan transfer tersebut.
Manchester United Kembali Melirik Giorgio Scalvini
Ketertarikan Manchester United terhadap Giorgio Scalvini bukan kabar yang muncul secara tiba tiba. Pemain kelahiran Chiari tersebut sudah lama dipandang sebagai salah satu bek muda terbaik yang dihasilkan akademi Atalanta.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa Manchester United masih menempatkan Scalvini dalam daftar pemain yang dipantau untuk memperkuat pertahanan. Klub asal Manchester itu harus bergerak hati hati karena pemain yang sama juga menarik perhatian beberapa tim Premier League.
Chelsea, Tottenham Hotspur, dan Newcastle United dilaporkan telah menghubungi perwakilan Scalvini untuk mencari informasi mengenai peluang transfer. Atalanta dikabarkan meminta sedikitnya 42 juta pound untuk bek andalannya tersebut.
Harga itu terbilang besar, tetapi masih masuk dalam kisaran yang dapat dipertimbangkan Manchester United. Terlebih, Scalvini belum mencapai usia puncak dan masih memiliki ruang besar untuk berkembang bersama klub barunya.
Atalanta dikenal sebagai klub yang mampu menjual pemain dengan harga tinggi. Mereka juga tidak mudah menerima tawaran pertama, terutama ketika pemain yang diperebutkan memiliki kontrak panjang dan status penting di dalam tim.
Siapa Giorgio Scalvini yang Masuk Radar Setan Merah?
Giorgio Scalvini lahir pada 11 Desember 2003. Ia bergabung dengan akademi Atalanta pada 2015 dan menjalani seluruh tahapan pembinaan sebelum menembus skuad utama.
Hingga Desember 2025, Scalvini telah mencatatkan 112 penampilan bersama Atalanta di berbagai kompetisi. Ia juga menghasilkan enam gol dan lima assist, sebuah catatan yang cukup baik bagi pemain bertahan.
Posturnya yang mencapai sekitar 194 sentimeter menjadikan Scalvini kuat dalam duel udara. Meski memiliki tubuh tinggi, pergerakannya tidak terlihat lamban. Ia tetap mampu mengikuti penyerang cepat sekaligus menjaga jarak dengan rekan setimnya.
Scalvini juga bukan bek yang hanya mengandalkan kekuatan tubuh. Kemampuan membawa dan mengalirkan bola menjadi bagian penting dari permainannya. Ia terbiasa bermain dalam tim yang meminta bek ikut membangun serangan dari wilayah sendiri.
Berkembang Melalui Sistem Pembinaan Atalanta
Atalanta memberikan kesempatan besar kepada pemain muda yang dianggap siap menghadapi tekanan Serie A. Scalvini menjadi salah satu contoh keberhasilan sistem pembinaan klub asal Bergamo tersebut.
Ia sudah mendapat kesempatan bermain di Serie A ketika masih berusia 17 tahun. Kepercayaan tersebut membuat Scalvini cepat mengenal kecepatan pertandingan, tekanan dari penyerang berpengalaman, dan tuntutan menjaga konsentrasi selama 90 menit.
Pada awal karier seniornya, Scalvini tidak selalu ditempatkan sebagai bek tengah. Ia beberapa kali dimainkan sebagai gelandang bertahan karena memiliki ketenangan ketika menguasai bola.
Pengalaman itu membantu Scalvini memahami cara menutup jalur umpan dari wilayah tengah. Ia tidak hanya menunggu lawan mendekati kotak penalti, tetapi berani melangkah untuk memotong serangan lebih awal.
Federasi Sepak Bola Italia pernah menjelaskan bahwa Scalvini nyaman bermain di pertahanan maupun lini tengah. Kemampuan teknis dan posturnya membuat sang pemain sempat dibandingkan dengan Alessandro Bastoni.
Alasan Manchester United Membutuhkan Bek Baru
Manchester United sebenarnya memiliki cukup banyak pemain untuk mengisi posisi bek tengah. Daftar tim utama mereka mencakup Matthijs de Ligt, Lisandro Martinez, Harry Maguire, Leny Yoro, dan Ayden Heaven. Luke Shaw serta Noussair Mazraoui juga dapat dimainkan di area pertahanan.
Jumlah tersebut tidak otomatis membuat kebutuhan terhadap bek baru menghilang. Manajemen harus mempertimbangkan kondisi kebugaran, usia, karakter permainan, dan kecocokan setiap pemain dengan susunan yang diterapkan Michael Carrick.
Harry Maguire tidak lagi berada pada usia muda. Lisandro Martinez memiliki riwayat cedera yang perlu dikelola secara hati hati. De Ligt juga beberapa kali mengalami gangguan kebugaran, sedangkan Yoro dan Heaven masih berada dalam proses pengembangan.
Scalvini menawarkan perpaduan antara pengalaman senior dan usia yang masih sangat muda. Ia sudah terbiasa menghadapi klub besar di Italia, tetapi tetap dapat dibentuk sesuai kebutuhan Manchester United.
Beberapa alasan yang membuat Scalvini menarik bagi Setan Merah meliputi:
- Mampu bermain sebagai bek tengah kanan maupun kiri
- Memiliki postur ideal untuk menghadapi duel udara
- Nyaman menguasai bola di bawah tekanan
- Berani mengirim umpan vertikal menuju lini tengah
- Terbiasa bermain dalam formasi tiga atau empat bek
- Memiliki pengalaman bersama tim nasional Italia
Karakter tersebut memberi Carrick lebih banyak pilihan ketika menentukan susunan pertahanan. Scalvini bisa ditempatkan sebagai bek dalam formasi 4 2 3 1 atau menjadi bagian dari tiga pemain belakang saat Manchester United membutuhkan perlindungan tambahan.
Persaingan di Premier League Tidak Bisa Diabaikan
Manchester United bukan satu satunya klub Inggris yang tertarik kepada Scalvini. Newcastle telah lama memantau pemain tersebut dan disebut siap menguji keteguhan Atalanta melalui tawaran sekitar 34 juta pound.
Chelsea juga mencari pemain bertahan yang dapat menguasai bola dengan baik. Tottenham dapat ikut bergerak apabila mereka kehilangan salah satu bek utama pada bursa transfer.
Persaingan ini berpotensi menaikkan harga Scalvini. Atalanta berada dalam posisi yang cukup kuat karena mereka dapat menunggu klub peminat mengajukan penawaran terbaik.
Pihak Manchester United perlu menentukan seberapa besar prioritas untuk posisi bek tengah. Apabila anggaran utama masih diarahkan kepada gelandang atau penyerang, proses perekrutan Scalvini dapat berjalan lebih lambat.
Riwayat Cedera Scalvini Menjadi Bahan Pertimbangan
Kualitas Scalvini memang tidak banyak diragukan, tetapi kondisi fisiknya tetap harus diperiksa secara mendalam. Ia pernah mengalami cedera ligamen lutut pada pertandingan terakhir musim 2023/2024.
Cedera tersebut membuatnya kehilangan kesempatan membela Italia di Kejuaraan Eropa 2024. Setelah kembali bermain, Scalvini kembali menghadapi masalah pada bahu yang membatasi jumlah penampilannya.
Catatan cedera semacam ini tidak selalu menggagalkan transfer. Tim medis Manchester United akan memeriksa kekuatan lutut, stabilitas bahu, keseimbangan otot, serta risiko kambuh sebelum klub berani mengeluarkan dana besar.
Scalvini berhasil kembali memperoleh tempat bersama Atalanta. Ia dilaporkan mencatatkan 30 penampilan di seluruh kompetisi pada musim 2025/2026 dengan sumbangan tiga gol dan satu assist.
Jumlah penampilan tersebut memberi sinyal bahwa kondisi sang pemain sudah jauh lebih baik. Meski demikian, perpindahan menuju Premier League membawa tuntutan fisik berbeda dibandingkan Serie A.
Jadwal pertandingan di Inggris sangat padat. Intensitas duel juga tinggi, sehingga Manchester United harus memastikan Scalvini mampu menjalani beberapa pertandingan dalam waktu berdekatan.
Joshua Zirkzee Semakin Dekat dengan Pintu Keluar
Saat Manchester United mempertimbangkan penambahan pemain di pertahanan, perubahan besar juga dapat terjadi pada lini depan. Joshua Zirkzee semakin kuat dikaitkan dengan Juventus.
Klub asal Turin tersebut menempatkan Zirkzee sebagai salah satu pilihan utama untuk menambah variasi serangan. Juventus tertarik kepada kemampuannya turun ke wilayah tengah, menghubungkan permainan, dan membuka ruang bagi penyerang lain.
Zirkzee disebut telah memberikan tanggapan awal yang positif terhadap peluang kembali ke Italia. Manchester United juga dikabarkan bersedia melepasnya dengan nilai sekitar 35 juta hingga 40 juta euro.
Skema peminjaman dengan pilihan atau kewajiban pembelian turut dipertimbangkan apabila Juventus tidak mampu menyelesaikan transfer permanen secara langsung.
Namun, kabar terbaru menunjukkan bahwa pembicaraan resmi antara Juventus dan Manchester United belum dimulai. Situasi tersebut membuat transfer belum dapat dianggap selesai meski ketertarikan kedua pihak terlihat semakin jelas.
Persaingan di Lini Depan Semakin Berat
Zirkzee menghadapi persaingan yang semakin ketat di Manchester United. Benjamin Sesko diproyeksikan sebagai penyerang utama, sedangkan Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo dapat beroperasi di area depan.

Amad Diallo, Marcus Rashford, Mason Mount, dan beberapa pemain muda juga menawarkan variasi bagi Carrick. Apabila Manchester United kembali mendatangkan striker, peluang bermain Zirkzee bisa semakin berkurang.
Zirkzee tetap tercatat dalam daftar skuad utama Manchester United. Ia juga terlibat dalam pertandingan pramusim melawan Wrexham, Rosenborg, dan Atletico Madrid.
Penyerang berusia 25 tahun tersebut bahkan mencetak gol individu ketika menghadapi Rosenborg. Meski demikian, ia tidak menjadi starter melawan Atletico dan baru dimainkan dari bangku cadangan pada babak kedua.
Keputusan Carrick dalam pertandingan pramusim tidak selalu menjadi petunjuk akhir. Akan tetapi, susunan tersebut memperlihatkan bahwa Zirkzee harus bersaing keras untuk memperoleh menit bermain sejak awal.
Perjalanan Zirkzee di Old Trafford Tidak Berjalan Mulus
Manchester United merekrut Zirkzee dari Bologna pada musim panas 2024 dengan biaya sekitar 36,5 juta pound. Ia langsung mencetak gol kemenangan saat menjalani debut melawan Fulham.
Gol tersebut sempat menciptakan keyakinan bahwa Manchester United telah menemukan penyerang dengan karakter berbeda. Zirkzee mampu bermain membelakangi gawang sekaligus turun untuk menerima bola di antara lini.
Perkembangannya kemudian tidak berlangsung sesuai harapan. Ia kesulitan menjaga ketajaman dan tidak selalu cocok ketika ditempatkan sebagai penyerang tunggal.
Dalam 75 penampilan bersama Manchester United di berbagai kompetisi, Zirkzee tercatat menghasilkan sembilan gol dan empat assist. Pada musim 2025/2026, ia hanya mencetak dua gol dan satu assist dari 26 pertandingan.
Angka tersebut belum sebanding dengan ekspektasi terhadap penyerang Manchester United. Klub membutuhkan pemain depan yang mampu menghasilkan gol secara teratur, terutama ketika menghadapi lawan yang bertahan dengan garis rendah.
Zirkzee sebenarnya memiliki kualitas teknik yang baik. Sentuhan pertamanya lembut untuk pemain bertubuh tinggi, sementara kemampuannya melakukan kombinasi pendek dapat membantu rekan setim memasuki kotak penalti.
Masalahnya, Manchester United sering membutuhkan penyerang yang lebih agresif menyerang ruang di belakang bek. Zirkzee cenderung mendekati bola dan meninggalkan area penalti, sehingga tim kehilangan pemain ketika umpan silang dikirimkan.
Serie A Menawarkan Lingkungan yang Lebih Sesuai
Reputasi Zirkzee di Italia masih terjaga berkat penampilannya bersama Bologna. Sebelum pindah ke Manchester United, ia mencatatkan 14 gol dan sembilan assist dari 58 pertandingan untuk klub tersebut.
Di Bologna, Zirkzee tidak hanya bertugas sebagai penyelesai serangan. Ia diberi kebebasan bergerak menuju sisi lapangan, membantu sirkulasi bola, dan menarik bek keluar dari posisinya.
Pola permainan Serie A memberi penyerang seperti Zirkzee lebih banyak kesempatan menerima bola di ruang sempit. Pertandingan di Italia sering melibatkan persaingan posisi dan pergerakan yang dirancang untuk membuka jalur umpan.
Juventus dapat memanfaatkan Zirkzee sebagai penyerang pendamping atau pemain yang bergerak di belakang ujung tombak utama. Ia tidak harus selalu berdiri sebagai target terakhir setiap serangan.
Kedekatan Zirkzee dengan sepak bola Italia juga mengurangi masa adaptasi. Ia telah mengenal karakter liga, bahasa sepak bola, tuntutan taktik, dan gaya bertahan klub Serie A.
Penjualan Zirkzee Bisa Membantu Pembelian Scalvini
Manchester United harus menjaga keseimbangan keuangan selama bursa transfer. Penjualan pemain menjadi salah satu cara untuk menciptakan ruang bagi perekrutan baru.
Melepas Zirkzee dapat mengurangi beban gaji sekaligus menghasilkan dana transfer. Uang tersebut kemudian dapat diarahkan untuk mengejar Scalvini atau pemain lain yang dianggap lebih mendesak.
Masalahnya, Juventus lebih tertarik kepada skema peminjaman. Rancangan semacam itu tidak langsung memberi Manchester United pemasukan besar kecuali terdapat kewajiban pembelian dengan syarat yang mudah tercapai.
Manchester United tentu tidak ingin melepas Zirkzee dengan kesepakatan yang terlalu menguntungkan Juventus. Mereka perlu menjaga nilai pemain yang baru direkrut dua tahun sebelumnya dengan harga tinggi.
Beberapa bentuk kesepakatan yang mungkin dibahas mencakup:
- Transfer permanen senilai 35 juta hingga 40 juta euro
- Peminjaman dengan kewajiban pembelian
- Peminjaman berbayar dengan pilihan pembelian
- Pembayaran permanen melalui beberapa tahap
- Tambahan bonus berdasarkan penampilan dan prestasi Juventus
Pilihan terbaik bagi Manchester United adalah transfer permanen atau peminjaman dengan kewajiban pembelian. Sementara itu, Juventus dapat mendorong pilihan pembelian agar memiliki perlindungan jika Zirkzee gagal memenuhi harapan.
Carrick Harus Menentukan Bentuk Skuad Sejak Awal
Michael Carrick menghadapi pekerjaan besar dalam menyusun skuad Manchester United. Ia perlu menentukan pemain yang benar benar sesuai dengan gaya bermainnya sebelum kompetisi resmi dimulai.
Carrick menginginkan tim yang dapat menguasai bola dengan tenang, tetapi tetap cepat ketika menemukan ruang. Bek tengah harus mampu mengirim umpan akurat, sedangkan pemain depan dituntut bergerak aktif untuk membuka pertahanan lawan.
Scalvini memenuhi banyak syarat yang dibutuhkan untuk membangun serangan dari belakang. Ia dapat membawa bola melewati tekanan pertama dan memiliki jangkauan umpan yang cukup baik.
Zirkzee juga memiliki kemampuan mengolah bola, tetapi kontribusi golnya belum memberikan kepuasan. Kehadiran Sesko membuat Carrick memiliki penyerang yang lebih langsung dalam menyerang area penalti.
Keputusan atas dua pemain tersebut akan menunjukkan arah pembangunan skuad Manchester United. Scalvini mewakili investasi pada bek muda dengan pengalaman tinggi, sedangkan pelepasan Zirkzee menjadi upaya merapikan persaingan di lini depan.
Negosiasi Scalvini dan Zirkzee Memiliki Tantangan Berbeda
Pengejaran Scalvini akan sangat bergantung pada sikap Atalanta. Klub Italia tersebut tidak sedang berada dalam tekanan besar untuk menjual pemainnya dengan harga murah.
Manchester United harus menyiapkan penawaran yang mendekati permintaan 42 juta pound. Mereka juga perlu meyakinkan Scalvini bahwa Old Trafford menyediakan jalur bermain yang jelas di tengah banyaknya bek tengah dalam skuad.
Proses Zirkzee berjalan dari arah sebaliknya. Manchester United berstatus sebagai penjual, sedangkan Juventus berusaha menemukan struktur pembayaran yang sesuai kemampuan mereka.
Ketertarikan Zirkzee untuk kembali ke Serie A dapat mempercepat pembahasan persyaratan pribadi. Kendala utama tetap berada pada kesepakatan antarklub.
Juventus harus meningkatkan langkah mereka dari sekadar penjajakan menjadi tawaran resmi. Manchester United juga perlu menentukan apakah mereka bersedia menerima peminjaman atau hanya membuka pintu bagi penjualan permanen.
Selama belum ada dokumen yang disepakati, Zirkzee tetap menjadi bagian dari skuad Carrick. Ia masih memiliki kesempatan membuktikan diri melalui latihan dan pertandingan pramusim, sedangkan Manchester United terus menilai kemungkinan membawa Scalvini dari Bergamo ke Old Trafford.