Manchester City Siap Bakar Rp4,8 Triliun demi Enzo Fernandez dan Iliman Ndiaye

Manchester City bersiap melakukan gebrakan besar menjelang penutupan bursa transfer musim panas 2026. Setelah melakukan perubahan besar pada skuad bersama Enzo Maresca, juara Inggris tersebut masih mengincar setidaknya dua pemain dengan nilai sangat tinggi, yakni Enzo Fernandez dari Chelsea dan Iliman Ndiaye milik Everton.

Jika valuasi kedua pemain digabungkan, Manchester City berpotensi membutuhkan dana sekitar £200 juta. Enzo Fernandez dihargai Chelsea setidaknya £120 juta, sedangkan Everton menempatkan valuasi Iliman Ndiaye di kisaran £80 juta. Nilai gabungan tersebut dapat berada di sekitar Rp4,8 triliun dengan perhitungan kurs tertentu. Namun, angka tersebut bukan berarti City sudah mengirim dua proposal resmi senilai £200 juta sekaligus. Sampai perkembangan terbaru, City masih menyiapkan langkah untuk Fernandez dan menjajaki peluang mendapatkan Ndiaye.

Pergerakan besar itu berkaitan dengan perubahan komposisi skuad Manchester City. Rodri sudah pindah ke Barcelona, Tijjani Reijnders menuju Al Qadsiah, Bernardo Silva dilepas, sementara Nico Gonzalez juga berada di jalur keluar. Di lini depan, Savio telah pindah ke Tottenham Hotspur dan Omar Marmoush menyusul ke klub London tersebut dengan status pinjaman.

Manchester City Belum Selesai Belanja Pemain

Aktivitas Manchester City sepanjang musim panas 2026 menunjukkan bahwa klub sedang menjalani pembangunan ulang skuad dalam skala besar. Pergantian pelatih dari Pep Guardiola kepada Enzo Maresca juga diikuti perubahan pada sejumlah posisi penting.

Beberapa pemain senior yang selama bertahun tahun menjadi bagian dari kekuatan City tidak lagi berada dalam skuad. Rodri, Bernardo Silva, John Stones dan Nathan Ake termasuk nama yang meninggalkan lubang dari sisi pengalaman serta kepemimpinan.

Maresca secara terbuka mengakui dirinya masih membutuhkan pemain yang dapat menjadi pemimpin di lapangan. Pelatih asal Italia tersebut ingin menambahkan satu atau dua pemain dengan kemampuan mengambil tanggung jawab besar dalam pertandingan.

Kebutuhan itu membuat nama Enzo Fernandez berada sangat tinggi dalam daftar transfer.

Enzo Fernandez Menjadi Permintaan Besar Enzo Maresca

Ketertarikan Maresca terhadap Fernandez bukan sesuatu yang mengejutkan. Keduanya pernah bekerja bersama di Chelsea sehingga sang pelatih memahami karakter permainan serta kemampuan gelandang Argentina tersebut.

Fernandez bukan hanya pemain yang mampu mengendalikan distribusi bola dari lini tengah. Ia juga pernah mengenakan ban kapten Chelsea sehingga memenuhi kriteria kepemimpinan yang sedang dicari Manchester City.

Sky Sports melaporkan Manchester City masih mempertimbangkan mengirim tawaran untuk Fernandez sebelum bursa transfer ditutup. Chelsea sebelumnya memberikan tenggat pada 14 Agustus kepada City apabila ingin mendapatkan pemain berusia 25 tahun tersebut, tetapi tidak ada tawaran yang masuk sebelum batas itu berakhir.

Kegagalan memenuhi tenggat tersebut ternyata tidak menghentikan ketertarikan City.

Manajemen klub masih mempertimbangkan langkah baru karena Fernandez tetap menjadi salah satu pemain yang sangat disukai Maresca.

Chelsea Pasang Harga Enzo Fernandez Sangat Tinggi

Manchester City harus menyiapkan dana luar biasa apabila benar benar ingin membawa Fernandez dari Stamford Bridge. Chelsea berada dalam posisi kuat karena kontrak pemain Argentina tersebut masih sangat panjang.

Fernandez masih memiliki sekitar enam tahun dalam kontraknya. Kondisi itu membuat Chelsea tidak mempunyai keharusan menjualnya dengan harga rendah.

Klub London tersebut sebelumnya memasang valuasi sekitar £120 juta. Angka itu bahkan berpotensi bertambah karena jendela transfer semakin mendekati hari terakhir.

Chelsea membeli Fernandez dari Benfica pada Januari 2023 dengan biaya sekitar £107 juta. Ketika itu transfer sang gelandang menjadi salah satu transaksi terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris.

Chelsea Tidak Mau Membantu Rival dengan Harga Murah

Hubungan antara Manchester City dan Chelsea juga menjadi bagian yang membuat transaksi Fernandez sulit diselesaikan.

Chelsea tentu memahami bahwa mereka berpotensi memperkuat salah satu rival langsung apabila menjual gelandang utama kepada City. Karena itu, klub tidak ingin menerima penawaran yang berada di bawah penilaian mereka.

Sumber Chelsea pada 27 Agustus menegaskan belum ada komunikasi resmi dari City mengenai proposal terbaru. Chelsea juga menegaskan Fernandez hanya akan dijual berdasarkan ketentuan yang mereka anggap sesuai.

Beberapa hal yang memperkuat posisi Chelsea dalam negosiasi antara lain:

  1. Kontrak Fernandez masih tersisa sekitar enam tahun.
  2. Pemain berusia 25 tahun tersebut merupakan salah satu gelandang utama klub.
  3. Chelsea tidak mempunyai tekanan finansial untuk menjual dengan cepat.
  4. Manchester City merupakan pesaing langsung di Premier League.
  5. Waktu mencari pengganti semakin sedikit menjelang penutupan bursa.

Kondisi tersebut dapat memaksa City membayar lebih dari angka £120 juta jika pendekatan baru benar benar dilakukan.

Fernandez Mulai Memberi Sinyal Ingin Pergi

Di tengah ketegasan Chelsea, posisi pemain justru memberikan sedikit ruang kepada Manchester City. Fernandez disebut semakin terbuka terhadap kemungkinan meninggalkan Stamford Bridge.

Gelandang tim nasional Argentina tersebut sebelumnya sempat menimbulkan pertanyaan mengenai kelanjutan kariernya ketika menjalani tugas internasional. Real Madrid sempat dikaitkan dengannya, meskipun klub Spanyol itu kemudian tidak melanjutkan ketertarikan.

Situasi kembali memanas menjelang akhir Agustus ketika Fernandez tidak masuk skuad Chelsea pada pertandingan Carabao Cup menghadapi Luton Town. The Guardian melaporkan pemain tersebut ingin meninggalkan Chelsea, meski klub menegaskan penjualan hanya dilakukan apabila syarat mereka terpenuhi.

Reuni dengan Maresca Bisa Menjadi Faktor Penting

Manchester City memiliki satu keuntungan besar dalam perburuan Fernandez, yaitu keberadaan Maresca.

Pelatih City mengetahui cara memaksimalkan gelandang Argentina tersebut setelah pernah bekerja bersamanya di Chelsea. Fernandez juga sudah memahami metode latihan serta tuntutan permainan Maresca.

Apabila transfer terjadi, waktu penyesuaiannya secara taktik kemungkinan lebih pendek dibandingkan pemain yang belum pernah bekerja dengan sang pelatih.

Fernandez dapat ditempatkan sebagai gelandang pengatur tempo, bermain lebih maju, atau menjadi salah satu pemain yang membantu pembangunan serangan dari area tengah.

City sedang membutuhkan pemain dengan karakter tersebut setelah kehilangan beberapa gelandang berpengalaman.

Rodri Pergi, Lini Tengah City Berubah Total

Kepergian Rodri menuju Barcelona menjadi salah satu perubahan terbesar dalam skuad Manchester City. Pemain Spanyol tersebut selama bertahun tahun menjadi pusat pengendalian permainan tim.

City menerima sekitar £65,4 juta dari penjualan Rodri. Tijjani Reijnders juga pindah ke Al Qadsiah dengan nilai sekitar £51 juta, sementara Nico Gonzalez disebut berada dalam proses menuju Newcastle United dengan harga sekitar £50 juta.

Pemasukan dari sejumlah penjualan memberikan City ruang lebih besar untuk bergerak di pasar transfer.

Klub bahkan sudah melakukan investasi besar dengan mendapatkan Elliot Anderson dari Nottingham Forest sekitar £116 juta dan Ayyoub Bouaddi dari Lille sekitar £86 juta.

Mengapa Masih Mengejar Fernandez?

Sekilas, pembelian Anderson dan Bouaddi seharusnya membuat lini tengah City cukup penuh. Namun, Maresca tampaknya mencari profil berbeda.

Bouaddi baru berusia 18 tahun dan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan Premier League. Maresca sendiri meminta agar ekspektasi terhadap pemain Maroko tersebut tidak terlalu tinggi pada awal kedatangannya.

Fernandez menawarkan sesuatu yang lebih siap digunakan.

Ia sudah mengenal Premier League, terbiasa menghadapi tekanan pertandingan besar, bermain pada level internasional bersama Argentina dan mempunyai pengalaman sebagai pemimpin.

Karena itu, pembelian Fernandez tidak hanya berkaitan dengan jumlah pemain yang tersedia.

Iliman Ndiaye Jadi Target Besar Berikutnya

Manchester City tidak hanya sibuk memperbaiki lini tengah. Bagian penyerangan juga membutuhkan pemain baru setelah terjadi beberapa transfer dalam waktu berdekatan.

Savio sudah bergabung dengan Tottenham Hotspur dalam transaksi senilai sekitar £75 juta. Omar Marmoush juga meninggalkan Etihad Stadium menuju Tottenham dengan status pinjaman untuk satu musim.

Kepergian keduanya mengurangi pilihan Maresca di area sayap dan posisi penyerang yang bergerak dari sisi lapangan.

City kemudian mengidentifikasi Iliman Ndiaye sebagai salah satu target utama. Everton disebut menilai pemain tim nasional Senegal tersebut sekitar £80 juta.

Everton Tidak Punya Alasan Menjual Murah

Mendapatkan Ndiaye juga tidak akan menjadi pekerjaan sederhana.

Pemain berusia 26 tahun tersebut masih terikat kontrak sampai 2029. Everton mempunyai kendali penuh terhadap proses negosiasi dan dapat menolak tawaran apabila nilainya tidak sesuai.

Ndiaye bergabung dengan Everton dari Marseille pada Juli 2024 dan berkembang menjadi salah satu pemain penting dalam skuad.

Kemampuannya bermain di sejumlah posisi menjadi nilai tambah. Ndiaye dapat beroperasi dari sisi kiri, kanan, sebagai gelandang menyerang maupun sedikit lebih dekat kepada penyerang utama.

Pengalamannya bersama Senegal juga cukup besar dengan 44 penampilan internasional menurut laporan terbaru.

Ndiaye Bisa Berikan Sesuatu yang Berbeda untuk City

Iliman Ndiaye bukan tipe winger yang hanya mengandalkan kecepatan. Ia memiliki kemampuan membawa bola melalui ruang sempit dan cukup nyaman bergerak menuju area tengah.

Karakter tersebut menarik bagi tim yang sering menghadapi pertahanan rendah.

Manchester City membutuhkan pemain yang dapat menciptakan keunggulan melalui duel individual ketika ruang di sekitar kotak penalti sangat terbatas.

Ndiaye mampu menerima bola dengan posisi membelakangi lawan sebelum memutar badan dan melanjutkan serangan.

Maresca Kehilangan Savio dan Marmoush

Kebutuhan terhadap Ndiaye semakin terasa setelah Savio dan Marmoush keluar.

Savio memberikan kecepatan dari sisi lapangan, sedangkan Marmoush dapat dimainkan dalam beberapa posisi di lini depan.

Maresca kini memiliki jumlah pilihan yang lebih sedikit. Jeremy Doku juga sedang mengalami cedera sehingga Phil Foden sempat dimainkan melebar dalam kemenangan 2 1 atas Bournemouth.

Beberapa alasan City mempertimbangkan Ndiaye antara lain:

  1. Bisa bermain di beberapa posisi menyerang.
  2. Sudah mempunyai pengalaman Premier League.
  3. Kuat ketika membawa bola dalam duel satu lawan satu.
  4. Mampu bergerak dari sisi lapangan menuju tengah.
  5. Masih berusia 26 tahun dan berada pada periode terbaik kariernya.
  6. Tidak memerlukan penyesuaian panjang terhadap sepak bola Inggris.

Karakter tersebut membuat Ndiaye menjadi target menarik walaupun Everton memasang harga sangat mahal.

Jack Grealish Bisa Masuk dalam Pembicaraan dengan Everton

Hubungan transfer Manchester City dan Everton mempunyai satu sisi menarik lainnya. Everton disebut tertarik membawa Jack Grealish kembali setelah sebelumnya memiliki pengalaman bersama pemain Inggris tersebut.

Grealish memasuki tahun terakhir kontraknya bersama City dan kemungkinan meninggalkan Etihad sebelum jendela transfer ditutup.

Maresca juga memberikan sinyal bahwa situasi Grealish dapat berubah dalam beberapa hari terakhir bursa.

Kondisi tersebut memunculkan kemungkinan kedua klub membicarakan beberapa transaksi secara bersamaan, walaupun belum ada laporan kuat bahwa Grealish secara resmi akan digunakan sebagai bagian pembayaran untuk Ndiaye.

Everton Tetap Memegang Kendali atas Ndiaye

Ketertarikan Everton kepada Grealish tidak otomatis membuat mereka bersedia menjual Ndiaye.

Everton masih membutuhkan pemain Senegal tersebut sebagai bagian dari lini serang. Menjualnya pada hari terakhir bursa juga akan memberikan pekerjaan tambahan karena klub harus segera mendapatkan pengganti.

Karena itu, angka £80 juta dapat digunakan sebagai batas tinggi yang membuat klub peminat berpikir ulang.

City mempunyai kemampuan membayar, tetapi manajemen tetap harus menentukan apakah Ndiaye layak mendapatkan investasi sebesar itu.

Rp4,8 Triliun Jadi Gambaran Betapa Agresifnya City

Jika angka permintaan Chelsea dan Everton dijumlahkan, Manchester City dapat membutuhkan sekitar £200 juta hanya untuk mendapatkan Enzo Fernandez dan Iliman Ndiaye.

Fernandez berada di kisaran £120 juta, sedangkan Ndiaye sekitar £80 juta. Dengan gambaran nilai tukar sekitar Rp24 ribu untuk satu pound, paket tersebut berada di sekitar Rp4,8 triliun.

Namun angka itu masih berupa gabungan valuasi kedua pemain, bukan pengumuman anggaran resmi Manchester City.

City masih harus membuka negosiasi formal yang dapat menghasilkan nilai berbeda.

Belanja City Bisa Membengkak Luar Biasa

Hal yang membuat rencana tersebut semakin mencolok adalah Manchester City sudah mengeluarkan uang dalam jumlah sangat besar pada musim panas ini.

Elliot Anderson dan Bouaddi saja membutuhkan dana lebih dari £200 juta. City juga telah mencapai kesepakatan sekitar £34 juta untuk winger Palmeiras, Allan Elias.

Jika Fernandez dan Ndiaye ikut masuk, total investasi klub selama satu jendela transfer akan melonjak sangat tinggi.

Di sisi lain, City juga mendapatkan pemasukan besar dari penjualan pemain. Savio, Rodri, Reijnders serta potensi kepergian Nico Gonzalez menghasilkan dana ratusan juta pound.

Perubahan tersebut menunjukkan City tidak sekadar menambahkan pemain baru. Mereka sedang mengganti sebagian besar fondasi skuad yang dibangun pada periode sebelumnya.

Maresca Ingin Pemimpin Baru di Dalam Skuad

Di balik nilai transfer yang luar biasa, Maresca memiliki kebutuhan yang lebih spesifik daripada sekadar menambah nama besar.

Pelatih asal Italia itu mengatakan City membutuhkan satu atau dua kapten tambahan. Ruben Dias dan Erling Haaland sudah menjadi figur utama, tetapi keluarnya sejumlah pemain senior membuat ruang kepemimpinan semakin besar.

Fernandez memenuhi kebutuhan tersebut lebih jelas dibandingkan Ndiaye.

Ia sudah menjadi kapten Chelsea dan terbiasa memimpin dari lini tengah. Jika bergabung, pemain Argentina tersebut berpotensi langsung mengambil posisi penting dalam struktur kepemimpinan skuad.

Hari Terakhir Bursa Akan Menentukan Langkah City

Manchester City sekarang hanya mempunyai waktu beberapa hari untuk menentukan seberapa jauh mereka ingin mengejar dua pemain tersebut.

Untuk Fernandez, hambatan utama berada pada Chelsea. Klub London itu tidak ingin memberikan potongan harga dan bahkan dapat menaikkan valuasi melewati £120 juta karena waktu mencari pengganti semakin sempit. Chelsea juga sedang melihat beberapa gelandang apabila Fernandez akhirnya dilepas.

Untuk Ndiaye, tantangannya berasal dari posisi kuat Everton. Kontrak panjang membuat The Toffees dapat meminta sekitar £80 juta tanpa tekanan untuk menjual.

City harus memilih apakah bersedia memenuhi dua valuasi tersebut atau mencoba menemukan struktur transaksi yang lebih rendah.

Maresca sendiri tidak banyak memberikan komentar ketika ditanya mengenai Fernandez pada 27 Agustus. Ia memilih fokus kepada pertandingan melawan Crystal Palace sembari mengakui pembicaraan mengenai sejumlah pemain masih berjalan.

Beberapa hari terakhir bursa akhirnya menjadi periode penting bagi City. Fernandez menawarkan kemampuan mengatur permainan sekaligus kepemimpinan di lini tengah, sedangkan Ndiaye dapat mengisi ruang serangan yang ditinggalkan Savio dan Marmoush.

Chelsea dan Everton sama sama tidak berada dalam posisi terpaksa menjual. Jika Manchester City benar benar menginginkan keduanya berada di Etihad Stadium musim ini, klub harus membuktikan keseriusan tersebut dengan proposal yang mendekati angka fantastis yang saat ini diminta oleh dua rival mereka di Premier League.

Leave a Reply