Deniz Undav Menggila, Jerman Tekuk Pantai Gading dan Lolos 32 Besar

Tim nasional Jerman harus bekerja keras sebelum menundukkan Pantai Gading dengan skor 2 berbanding 1 dalam pertandingan kedua Grup E Piala Dunia 2026 di Toronto Stadium, Kanada, Sabtu 20 Juni 2026 waktu setempat atau Minggu dini hari WIB.

Pasukan Julian Nagelsmann sempat tertinggal setelah Franck Kessie membawa Pantai Gading unggul pada menit ke 30. Jerman baru menemukan jawaban pada babak kedua melalui masuknya Deniz Undav. Penyerang VfB Stuttgart tersebut mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke 68, lalu memastikan kemenangan Jerman lewat gol dramatis pada menit ke 94.

Kemenangan ini membuat Jerman mengumpulkan enam poin dari dua pertandingan. Die Mannschaft sekaligus memastikan tiket menuju babak 32 besar setelah sebelumnya menghancurkan Curacao dengan skor 7 berbanding 1 pada pertandingan pertama.

Hasil di Toronto juga membawa kelegaan besar bagi Jerman. Untuk pertama kalinya sejak menjadi juara Piala Dunia 2014, mereka kembali memastikan kelolosan dari fase grup. Jerman sebelumnya tersingkir pada putaran awal dalam edisi 2018 dan 2022.

Jerman Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi

Jerman memasuki pertandingan menghadapi Pantai Gading dengan modal kemenangan besar atas Curacao. Tujuh gol yang tercipta dalam pertandingan pertama menunjukkan kualitas serangan yang dimiliki skuad Nagelsmann.

Namun, Pantai Gading menghadirkan tantangan yang jauh berbeda. Tim berjuluk Les Elephants tersebut memiliki kekuatan fisik, kecepatan, serta organisasi pertahanan yang rapi. Mereka juga datang dengan kepercayaan diri setelah mengalahkan Ekuador dengan skor tipis 1 berbanding 0.

Nagelsmann tetap menggunakan formasi 4 2 3 1. Manuel Neuer kembali dipercaya menjaga gawang, sedangkan Joshua Kimmich, Jonathan Tah, Nico Schlotterbeck, dan Nathaniel Brown mengisi lini belakang.

Felix Nmecha dan Aleksandar Pavlovic ditempatkan sebagai pengatur permainan di lini tengah. Leroy Sane, Jamal Musiala, dan Florian Wirtz bertugas menopang Kai Havertz yang berdiri sebagai penyerang utama.

Pantai Gading memainkan formasi 4 4 2. Emerse Fae mengandalkan Franck Kessie dan Ibrahim Sangare sebagai penguasa lini tengah. Amad Diallo dan Yan Diomande ditempatkan di sisi lapangan untuk mengganggu pertahanan Jerman melalui kecepatan mereka.

Penguasaan Bola Jerman Belum Menghasilkan Gol

Sejak pertandingan dimulai, Jerman langsung mengambil kendali permainan. Kimmich dan Nmecha kerap menjadi titik awal serangan dengan mengalirkan bola menuju Musiala, Wirtz, dan Sane.

Pantai Gading memilih bertahan dengan garis yang cukup rapat. Dua pemain sayapnya turut turun membantu pertahanan sehingga Jerman kesulitan menemukan ruang di sekitar kotak penalti.

Peluang pertama Jerman hadir ketika pertandingan baru berjalan beberapa detik. Bola panjang mengarah kepada Havertz di dalam kotak penalti, tetapi penyelesaian pemain tersebut masih melambung.

Pada menit ke 11, Kimmich mengirimkan umpan silang dari sisi kanan. Havertz mampu menyambut bola dengan sundulan menuju sudut bawah gawang. Kiper Pantai Gading, Yahia Fofana, membaca arah bola dan melakukan penyelamatan.

Musiala memperoleh kesempatan pada menit ke 19 setelah menemukan ruang di depan kotak penalti. Tendangannya belum mengarah tepat ke sasaran. Tak lama kemudian, percobaan Nmecha mengenai pemain Pantai Gading dan melambung di atas gawang.

Dua Gol Jerman Dianulir

Jerman sempat merasa telah membuka keunggulan pada menit ke 23. Bola masuk ke gawang Pantai Gading setelah terjadi kemelut dalam situasi bola udara.

Wasit tidak mengesahkan gol tersebut karena Pavlovic dinilai melakukan pelanggaran terhadap Fofana. Kiper Pantai Gading mendapatkan kontak badan ketika mencoba mengamankan bola.

Keputusan itu tidak menghentikan tekanan Jerman. Musiala mulai lebih sering membawa bola melewati pemain lawan, sementara Wirtz berusaha mencari celah di antara bek dan gelandang Pantai Gading.

Jerman kembali mencetak gol pada menit ke 40. Wirtz mengirimkan bola kepada Havertz yang menyelesaikannya dari jarak dekat. Gol tersebut kembali dianulir karena Musiala terlebih dahulu dianggap melakukan pelanggaran dalam proses serangan.

Dua gol yang tidak disahkan membuat Jerman harus menutup babak pertama dalam keadaan tertinggal.

Franck Kessie Menghukum Kelengahan Pertahanan Jerman

Pantai Gading tidak memiliki penguasaan bola sebanyak Jerman, tetapi mereka terlihat berbahaya setiap kali memperoleh kesempatan menyerang. Kecepatan Diomande di sisi kiri menjadi masalah serius bagi Kimmich dan barisan belakang Die Mannschaft.

Gol pembuka Pantai Gading lahir pada menit ke 30. Diomande melakukan akselerasi dari sisi kiri sebelum mengirimkan umpan tarik ke tengah kotak penalti.

Percobaan pertama Amad Diallo masih mampu diblok oleh pemain belakang Jerman. Bola muntah jatuh di area yang dikuasai Franck Kessie. Kapten Pantai Gading tersebut menyambar bola tanpa memberikan kesempatan kepada Neuer untuk bereaksi.

Keunggulan itu membuat Pantai Gading semakin percaya diri. Kessie dan Sangare bekerja keras memutus aliran bola Jerman, sedangkan Diomande terus mencoba mengeksploitasi ruang di belakang Kimmich.

Jerman terlihat menguasai pertandingan, tetapi pergerakan mereka terlalu mudah dibaca. Havertz dijaga ketat oleh pasangan bek tengah Odilon Kossounou dan Emmanuel Agbadou. Wirtz serta Sane juga kesulitan memenangkan duel langsung.

Pergantian Pemain Mengubah Arah Pertandingan

Nagelsmann tidak langsung mengubah susunan pemain saat memasuki babak kedua. Namun, permainan Jerman belum menunjukkan perkembangan berarti dalam beberapa menit pertama.

Pantai Gading bahkan hampir menggandakan keunggulan pada menit ke 53. Amad Diallo mengirimkan bola menuju Christ Inao Oulai. Tendangan Oulai melebar tipis dari gawang Neuer.

Situasi tersebut membuat Nagelsmann mengambil tindakan pada menit ke 60. Ia memasukkan Deniz Undav, Nadiem Amiri, dan Jamie Leweling untuk menggantikan Pavlovic, Sane, serta Musiala.

Pergantian tiga pemain secara bersamaan membuat pola serangan Jerman berubah. Undav memberikan kehadiran yang lebih kuat di sekitar kotak penalti. Amiri aktif membuka ruang di sisi kanan, sedangkan Leweling menawarkan kecepatan dan pergerakan tanpa bola.

Jerman mulai mengalirkan bola dengan tempo lebih cepat. Para pemain Pantai Gading yang sebelumnya nyaman menjaga area pertahanan harus bergerak lebih jauh untuk menutup datangnya pemain pengganti.

Undav Hanya Membutuhkan Delapan Menit

Delapan menit setelah masuk ke lapangan, Undav langsung mencetak gol penyama kedudukan. Amiri memperoleh bola di sisi kanan, lalu melepaskan umpan silang terukur menuju kotak penalti.

Undav bergerak dari belakang pemain bertahan Pantai Gading dan berdiri tanpa penjagaan ketat. Ia menyambar bola melalui tendangan voli jarak dekat yang tidak mampu dihentikan Fofana.

Gol tersebut menjadi gambaran keberhasilan keputusan Nagelsmann. Dua pemain yang baru dimasukkan bekerja sama untuk mengubah skor menjadi 1 berbanding 1.

Setelah menyamakan kedudukan, Jerman semakin berani menekan. Pantai Gading berusaha menjaga keseimbangan dengan memasukkan Evann Guessand, Seko Fofana, dan Simon Adingra.

Emerse Fae juga mengganti Diomande dengan Nicolas Pepe menjelang akhir pertandingan. Perubahan itu dilakukan untuk mempertahankan ancaman serangan balik ketika Jerman mulai menumpuk pemain di wilayah pertahanan Pantai Gading.

Statistik Pertandingan Jerman Melawan Pantai Gading

Angka pertandingan memperlihatkan bahwa Jerman lebih dominan dalam penguasaan bola, jumlah tembakan, serta jumlah peluang yang mengarah ke gawang. Pantai Gading tetap mampu memberikan perlawanan dengan serangan langsung yang beberapa kali membahayakan Neuer.

Jerman melepaskan 16 tembakan dengan tujuh di antaranya mengarah ke gawang. Fofana harus melakukan lima penyelamatan untuk menjaga Pantai Gading tetap berada dalam pertandingan.

Sebaliknya, Pantai Gading hanya memiliki dua tembakan tepat sasaran. Salah satunya menghasilkan gol Kessie, sedangkan satu percobaan lainnya mampu dihentikan Neuer.

Akurasi operan Jerman yang mencapai 89 persen memperlihatkan kemampuan mereka menjaga bola. Meski demikian, tingginya jumlah operan tidak selalu memudahkan mereka menembus pertahanan lawan. Jerman baru terlihat lebih tajam setelah Undav, Amiri, dan Leweling dimainkan.

Pantai Gading Membuang Kesempatan Emas

Ketika pertandingan memasuki sepuluh menit terakhir, kedua tim terlihat belum puas dengan hasil imbang. Jerman terus menyerang, sedangkan Pantai Gading mencoba memanfaatkan ruang melalui Pepe dan Adingra.

Undav melepaskan tendangan dari luar kotak penalti pada menit ke 86. Bola mengarah tepat kepada Fofana sehingga dapat diamankan tanpa kesulitan besar.

Beberapa menit kemudian, Nathaniel Brown melepaskan tendangan voli ke sudut gawang. Fofana terbang dan menepis bola dengan satu tangan. Penyelamatan tersebut sempat terlihat akan mengamankan satu poin untuk Pantai Gading.

Les Elephants memperoleh kesempatan terbaik untuk kembali memimpin menjelang menit ke 90. Pepe membawa bola dengan cepat dari sisi kanan dan melewati beberapa pemain Jerman.

Ia kemudian mengirimkan umpan kepada Adingra yang berdiri bebas di sisi kiri kotak penalti. Sentuhan pertama Adingra kurang sempurna sehingga pemain belakang Jerman berhasil merebut bola sebelum tembakan dilepaskan.

Kegagalan memanfaatkan kesempatan itu menjadi titik yang sangat merugikan Pantai Gading. Beberapa menit kemudian, mereka justru kebobolan gol kedua.

Umpan Nmecha dan Penyelesaian Undav Menentukan Kemenangan

Wasit memberikan tambahan waktu enam menit. Jerman tetap menjaga intensitas serangan karena kemenangan akan memastikan tempat mereka di babak 32 besar.

Gol penentu akhirnya hadir pada menit ke 94. Felix Nmecha memperoleh bola di wilayah tengah dan melihat pergerakan Undav di antara pemain bertahan Pantai Gading.

Nmecha mengirimkan umpan terobosan yang menembus garis pertahanan lawan. Undav menerima bola dengan posisi membelakangi gawang, melakukan sentuhan, berbalik, kemudian melepaskan tendangan kaki kiri menuju sudut bawah.

Fofana tidak mampu menjangkau bola tersebut. Para pemain Jerman berlari merayakan gol bersama Undav, sementara sejumlah pemain Pantai Gading terjatuh karena kecewa.

Gol tersebut menunjukkan kecerdikan Undav dalam mencari posisi. Ia tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga membaca saat yang tepat untuk bergerak dari penjagaan bek lawan.

Nmecha juga memainkan peran besar. Selain menyumbangkan assist kemenangan, gelandang tersebut aktif membantu pertahanan serta menjadi penghubung antara lini belakang dan lini serang.

Undav Menjadi Pilihan Serius untuk Laga Berikutnya

Undav memulai pertandingan dari bangku cadangan, tetapi mengakhirinya sebagai pemain paling menentukan. Dua gol yang ia cetak kembali membuka persaingan di posisi penyerang Jerman.

Kai Havertz tetap memiliki kemampuan menghubungkan permainan dan membuka ruang. Namun, penampilannya menghadapi Pantai Gading memperlihatkan bahwa Jerman membutuhkan penyerang dengan naluri kuat di dalam kotak penalti.

Undav memberikan karakter tersebut. Ia lebih sering berdiri dekat dengan bek tengah, bergerak menuju ruang sempit, dan siap menyelesaikan umpan pertama yang datang.

Catatan sembilan gol dalam 11 penampilan internasional memperkuat posisi Undav dalam skuad. Nagelsmann kini harus mempertimbangkan apakah tetap menggunakannya sebagai senjata dari bangku cadangan atau memasangnya sejak awal.

Ketahanan Jerman Teruji di Toronto

Kemenangan atas Curacao memperlihatkan kemampuan Jerman mencetak banyak gol. Pertandingan melawan Pantai Gading memperlihatkan sisi yang berbeda dari skuad Nagelsmann.

Jerman dipaksa menghadapi tim yang disiplin, kuat dalam duel, dan berani melakukan serangan balik. Mereka juga harus tetap tenang setelah dua gol dianulir dan tertinggal pada babak pertama.

Respons pada babak kedua menjadi bagian terpenting dari penampilan Die Mannschaft. Nagelsmann membaca masalah yang terjadi, melakukan tiga pergantian sekaligus, dan mendapatkan hasil dari pemain yang dimasukkan.

Meski menang, Jerman masih memiliki beberapa pekerjaan yang perlu dibenahi. Kimmich beberapa kali tertinggal ketika menghadapi kecepatan Diomande. Sane dan Wirtz belum memberikan ancaman sesuai harapan, sedangkan Havertz sulit melepaskan diri dari penjagaan.

Cedera yang dialami Schlotterbeck juga menjadi perhatian. Bek Borussia Dortmund tersebut sudah terlihat mengalami masalah sejak awal laga sebelum akhirnya digantikan Antonio Rudiger saat pergantian babak.

Pantai Gading Masih Memegang Peluang Lolos

Kekalahan di Toronto tidak langsung menutup peluang Pantai Gading untuk melaju. Les Elephants masih mengoleksi tiga poin dari dua pertandingan setelah sebelumnya menundukkan Ekuador.

Mereka akan menghadapi Curacao pada pertandingan terakhir Grup E. Kemenangan akan menempatkan Pantai Gading dalam posisi kuat untuk memperoleh tiket menuju babak 32 besar.

Emerse Fae dapat mengambil banyak hal positif dari permainan timnya melawan Jerman. Pantai Gading mampu menjaga salah satu tim unggulan tetap kesulitan selama lebih dari satu jam.

Kessie menunjukkan kepemimpinan di lini tengah, sedangkan Diomande menjadi salah satu pemain paling berbahaya di lapangan. Fofana juga tampil baik dengan menghasilkan lima penyelamatan.

Namun, konsentrasi pada menit akhir perlu diperbaiki. Pantai Gading kehilangan penjagaan terhadap Undav pada gol pertama dan gagal mengantisipasi umpan terobosan Nmecha ketika pertandingan hampir selesai.

Jerman Menatap Pertandingan Terakhir Grup E

Jerman selanjutnya akan menghadapi Ekuador pada pertandingan terakhir fase grup, Kamis 25 Juni 2026 waktu setempat. Laga tersebut memberi kesempatan kepada Nagelsmann untuk mengatur tenaga pemain sekaligus mencoba susunan berbeda.

Dengan enam poin dari dua pertandingan, Jerman telah memastikan tempat di babak 32 besar. Mereka dapat bermain tanpa tekanan sebesar pertandingan menghadapi Pantai Gading, meski posisi terbaik di klasemen tetap menjadi sasaran.

Undav berpeluang mendapatkan menit bermain lebih banyak setelah penampilannya di Toronto. Amiri dan Leweling juga layak dipertimbangkan karena mampu meningkatkan kecepatan serangan pada babak kedua.

Nagelsmann perlu memperhatikan keadaan Schlotterbeck dan menjaga kebugaran pemain utama. Turnamen dengan format lebih panjang menuntut pengelolaan skuad yang cermat, terutama ketika Jerman mulai memasuki pertandingan sistem gugur.

Pantai Gading akan berhadapan dengan Curacao pada hari yang sama. Pertandingan tersebut akan menentukan apakah Kessie dan rekan rekannya dapat menyusul Jerman menuju babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Leave a Reply