Arteta Perlu Pilih Havertz, Bukan Gyokeres, Ini Alasannya
Arsenal kembali berada dalam perdebatan besar soal siapa yang paling layak menjadi pilihan utama Mikel Arteta di lini depan. Viktor Gyokeres memang membawa angka gol lebih besar, tetapi Kai Havertz menawarkan sesuatu yang lebih lengkap untuk cara bermain Arsenal saat laga berjalan ketat.
Havertz Lebih Cocok dengan Cara Main Arsenal
Kai Havertz bukan penyerang murni yang hanya menunggu bola di kotak penalti. Ia bergerak lebih cair, turun ke tengah, membuka ruang untuk Bukayo Saka, Gabriel Martinelli, Martin Odegaard, dan Declan Rice.

Dalam sistem Arteta, penyerang tengah tidak hanya diminta mencetak gol. Ia harus bisa menekan bek lawan, menjaga aliran bola, memantulkan umpan, dan memberi ruang untuk pemain lain masuk dari lini kedua. Pada bagian ini, Havertz terasa lebih menyatu dengan pola Arsenal.
Gyokeres Unggul Gol, Havertz Unggul Fungsi
Gyokeres punya catatan gol lebih tinggi di Premier League musim 2025 2026, dengan 12 gol, 0 assist, 1.996 menit bermain, dan rating rata rata 6,79. Havertz mencatat 1 gol, 1 assist, 408 menit, dan rating 6,67 di Premier League musim yang sama.
| Pemain | Menit Premier League 2025 2026 | Gol | Assist | Rating |
|---|---|---|---|---|
| Viktor Gyokeres | 1.996 | 12 | 0 | 6,79 |
| Kai Havertz | 408 | 1 | 1 | 6,67 |
Angka Gyokeres memang lebih mencolok. Namun, Arsenal tidak selalu butuh penyerang yang hanya menjadi titik akhir serangan. Dalam banyak laga besar, Arteta membutuhkan pemain depan yang bisa membuat Saka dan Odegaard lebih bebas bergerak.
Havertz Lebih Teruji dalam Laga Besar
Havertz punya kebiasaan muncul di pertandingan besar. Arsenal bahkan mencatat bahwa dalam 100 penampilan pertamanya bersama klub, Havertz mencetak 32 gol dan 13 assist.
Catatan itu menunjukkan Havertz bukan pemain yang sekadar hidup dari satu dua laga bagus. Ia sudah melewati tekanan besar, kritik panjang, dan tetap menjadi bagian penting dalam skuad Arteta.
Gol ke Gawang Manchester City Jadi Bukti
Dalam laga Manchester City melawan Arsenal pada 19 April 2026, Havertz mencetak gol penyama kedudukan setelah memanfaatkan kesalahan sapuan Gianluigi Donnarumma. Arsenal akhirnya kalah 2 1, tetapi gol itu memperlihatkan Havertz tetap punya naluri di laga besar.
| Pertandingan | Skor | Kontribusi Havertz | Catatan |
|---|---|---|---|
| Manchester City vs Arsenal | 2 1 | 1 gol | Mencetak gol penyama kedudukan |
| Arsenal 100 laga pertama Havertz | Berbagai laga | 32 gol, 13 assist | Kontribusi langsung 45 gol |
| Premier League 2025 2026 | 408 menit | 1 gol, 1 assist | Peran terbatas karena menit bermain |
Gyokeres Masih Perlu Menyesuaikan Diri
Gyokeres tetap penyerang berbahaya. Ia kuat, agresif, dan punya naluri mencetak gol. Namun, Premier League tidak hanya menilai striker dari jumlah gol. Ia harus mampu menyatu dengan tempo permainan Arsenal.
Beberapa kritik terbaru menyoroti bahwa Gyokeres masih dipertanyakan untuk laga besar, terutama soal permainan membelakangi gawang dan efektivitas saat ruang serang makin sempit.
Masalah Saat Lawan Bertahan Rendah
Arsenal sering menghadapi lawan yang menumpuk banyak pemain di depan kotak penalti. Dalam situasi seperti itu, striker harus bisa bergerak keluar dari area penalti, menarik bek, lalu membuka celah.
Havertz lebih nyaman melakukan pekerjaan itu. Ia tidak selalu terlihat sebagai pencetak gol utama, tetapi pergerakannya sering membuat Arsenal punya jalur umpan tambahan.
Alasan Arteta Harus Memilih Havertz
Arteta dikenal menyukai pemain yang disiplin secara posisi. Havertz memenuhi kebutuhan itu karena ia bisa bermain sebagai penyerang tengah, gelandang serang, dan gelandang kiri dalam situasi tertentu.
Fleksibilitas ini penting ketika Arsenal harus mengubah bentuk permainan tanpa mengganti pemain terlalu cepat. Havertz bisa membantu pressing, turun membantu penguasaan bola, lalu masuk ke kotak penalti saat serangan matang.
Havertz Membantu Odegaard dan Saka
Saat Havertz turun ke tengah, bek tengah lawan sering bingung harus ikut naik atau tetap menjaga area. Jika bek ikut naik, Saka punya ruang lebih besar. Jika bek bertahan, Havertz bisa menerima bola dan menghubungkannya ke Odegaard.
Ini yang membuat Havertz berguna meski jumlah golnya tidak selalu tinggi. Ia membuat pemain lain terlihat lebih hidup.
Pressing Havertz Lebih Rapi
Arsenal di bawah Arteta sangat bergantung pada tekanan awal. Penyerang tengah menjadi pemicu pressing pertama. Havertz punya kecerdasan membaca arah umpan lawan.
Ia tahu kapan harus menutup jalur ke gelandang bertahan, kapan harus menekan bek tengah, dan kapan harus mundur agar bentuk tim tetap rapat. Gyokeres punya tenaga besar, tetapi pressing Arsenal menuntut timing yang sangat presisi.
Gyokeres Tetap Penting, Tapi Tidak Selalu Harus Starter
Memilih Havertz bukan berarti menyingkirkan Gyokeres. Justru Gyokeres bisa menjadi senjata berbeda saat Arsenal butuh gol cepat, tekanan fisik, atau serangan langsung.
Gyokeres lebih cocok dipakai ketika Arsenal menghadapi lawan yang mulai lelah. Dengan tubuh kuat dan kecepatan menyerang ruang, ia dapat menjadi ancaman pada 25 sampai 30 menit terakhir.
Kombinasi Bisa Jadi Pilihan
Arteta juga bisa memainkan Havertz dan Gyokeres bersamaan dalam kondisi tertentu. Havertz dapat bergerak sebagai gelandang serang tambahan, sementara Gyokeres menjadi penyerang utama.
Namun, untuk laga besar yang menuntut kontrol bola sejak awal, Havertz lebih aman sebagai pilihan pertama. Ia memberi Arsenal keseimbangan antara pressing, penguasaan bola, dan pergerakan antarlini.
Statistik Tidak Selalu Menjawab Semua
Dalam sepak bola modern, angka gol memang penting. Tetapi bagi Arsenal, struktur permainan sama pentingnya. Striker yang mencetak gol banyak belum tentu paling cocok dengan kebutuhan tim.
Havertz tidak hanya dinilai dari gol. Ia dinilai dari ruang yang ia buka, duel yang ia menangkan, tekanan yang ia mulai, dan koneksi yang ia bangun dengan lini tengah.
| Aspek Permainan | Kai Havertz | Viktor Gyokeres |
|---|---|---|
| Pergerakan antarlini | Lebih cair | Lebih langsung ke kotak penalti |
| Pressing | Lebih terstruktur | Lebih mengandalkan fisik |
| Kombinasi dengan gelandang | Kuat | Masih perlu adaptasi |
| Ancaman gol | Tidak setajam Gyokeres | Lebih tinggi |
| Cocok untuk laga besar | Lebih stabil | Masih diperdebatkan |
| Peran sebagai starter Arsenal | Lebih seimbang | Lebih cocok saat butuh gol |
Arteta Butuh Keseimbangan, Bukan Hanya Gol
Arsenal bukan tim yang bermain dengan satu pola sederhana. Mereka membangun serangan dari belakang, mengunci lawan di area sendiri, lalu mencari celah lewat kombinasi cepat.
Dalam gaya seperti itu, Havertz memberi lebih banyak pilihan. Ia bisa menjadi tembok pantul, pemain pembuka ruang, dan penyambung antar lini. Gyokeres tetap berbahaya, tetapi perannya lebih spesifik.
Havertz Membuat Arsenal Lebih Sulit Dibaca
Saat Havertz bermain sebagai nomor sembilan, Arsenal tidak selalu punya titik serang yang mudah ditebak. Ia bisa berada di kotak penalti, lalu beberapa detik kemudian turun ke tengah.

Gerakan seperti ini membuat bek lawan harus mengambil keputusan cepat. Jika salah langkah, Arsenal bisa membuka ruang untuk Saka, Martinelli, atau Rice yang datang dari lini kedua.
Pilihan yang Paling Masuk Akal untuk Arteta
Arteta harus memilih pemain yang paling sesuai dengan kebutuhan laga. Jika Arsenal menghadapi tim kuat, Havertz layak mendapat tempat utama karena ia memberi keseimbangan lebih baik.
Gyokeres tetap punya tempat penting, terutama ketika Arsenal mengejar gol atau menghadapi lawan yang memberi ruang besar di belakang garis pertahanan. Namun, untuk menjaga bentuk permainan sejak menit awal, Havertz masih menjadi pilihan yang lebih masuk akal.
Havertz Layak Jadi Starter di Laga Besar
Perdebatan Havertz dan Gyokeres tidak bisa diselesaikan hanya lewat jumlah gol. Gyokeres memang punya angka lebih tajam, tetapi Havertz punya fungsi yang lebih dekat dengan kebutuhan Arteta.
Arsenal butuh penyerang yang bisa membuat seluruh tim bergerak lebih enak. Pada titik itu, Havertz memberi jawaban yang lebih lengkap.