Trossard Ditampar Kapten Alanyaspor, Wasit dan VAR Bikin Besiktas Murka

Leandro Trossard baru memulai petualangan bersama Besiktas setelah meninggalkan Arsenal, tetapi pemain asal Belgia tersebut sudah berhadapan dengan salah satu kejadian paling kontroversial di Liga Turki. Trossard menjadi sasaran tamparan kapten Alanyaspor, Fidan Aliti, ketika Besiktas bertandang ke markas lawannya pada pekan kedua Turkish Super Lig 2026/27.

Kejadian itu semakin menjadi perbincangan karena wasit Adnan Deniz Kayatepe tidak memberikan kartu kepada Aliti. Petugas VAR Bülent Birincioğlu juga tidak menghasilkan keputusan yang mengubah keadaan. Bagi Trossard dan Besiktas, tindakan tersebut seharusnya berakhir dengan kartu merah.

Pertandingan sendiri tidak berjalan sesuai harapan tim tamu. Besiktas pulang dengan kekalahan 0 1 setelah Nuno Lima mencetak gol lewat sundulan pada babak kedua. Sebelum gol tersebut tercipta, tim tamu sebenarnya sempat menjebol gawang Alanyaspor melalui Oh Hyeon gyu, tetapi gol itu dianulir wasit.

Insiden yang melibatkan Trossard kemudian membuat pembicaraan selepas pertandingan bukan hanya berkisar tentang tiga poin. Kepemimpinan wasit dan cara VAR menangani beberapa kejadian menjadi sasaran kritik keras dari Besiktas.

Trossard Kena Tampar Saat Besiktas Hadapi Alanyaspor

Pertandingan Alanyaspor kontra Besiktas berlangsung di GAIN Park Stadium pada Minggu, 23 Agustus 2026 waktu Turki. Trossard dipercaya tampil sejak menit pertama sebagai salah satu pemain yang diharapkan memberikan kreativitas di lini depan tim tamu.

Pada sebuah situasi ketika permainan berlangsung ketat, Trossard terlibat kontak dengan Fidan Aliti. Kapten Alanyaspor itu kemudian terlihat mengayunkan tangannya ke arah wajah pemain Belgia tersebut.

Kontak tangan tersebut membuat Trossard terjatuh.

Pemain Besiktas segera menunjukkan ketidakpuasan terhadap kejadian itu. Trossard sendiri merasa tindakan Aliti bukan kontak biasa yang muncul akibat perebutan bola.

Persoalannya, pertandingan dilanjutkan tanpa hukuman disiplin kepada sang kapten Alanyaspor.

Fidan Aliti Tidak Mendapat Kartu

Fidan Aliti menjadi pemain yang berada di pusat kontroversi. Bek yang juga dipercaya mengenakan ban kapten Alanyaspor itu lolos tanpa kartu setelah kontak dengan wajah Trossard.

Bagi Besiktas, keputusan tersebut sulit diterima.

Dalam sepak bola, tindakan sengaja menggunakan tangan untuk menyerang wajah lawan dapat masuk kategori kekerasan dan berpotensi menghasilkan kartu merah apabila dinilai sebagai violent conduct oleh perangkat pertandingan.

Karena itu, kubu Besiktas berharap VAR melakukan intervensi.

Namun pertandingan terus berjalan dan Aliti tetap berada di lapangan.

Trossard kemudian menyampaikan ketidakpuasannya selepas pertandingan. Pemain Belgia tersebut merasa VAR seharusnya membantu mengubah keputusan awal wasit.

Menurutnya, tindakan yang diterimanya cukup jelas untuk menghasilkan kartu merah.

VAR Ikut Jadi Sasaran Kritik Trossard

Keberadaan VAR seharusnya membantu wasit ketika muncul kejadian penting yang mungkin tidak terlihat secara sempurna dari posisi perangkat pertandingan di lapangan. Itulah alasan Trossard semakin heran ketika insiden tersebut tidak menghasilkan hukuman.

Wasit utama Adnan Deniz Kayatepe mungkin mempunyai sudut pandang yang terbatas ketika kontak terjadi. Akan tetapi, rekaman dari beberapa kamera memberikan kesempatan kepada petugas VAR untuk menilai kejadian dengan lebih lengkap.

Bülent Birincioğlu bertugas sebagai petugas VAR dalam pertandingan tersebut.

Tidak muncul perubahan keputusan yang menghasilkan kartu merah untuk Aliti.

Trossard kemudian menegaskan bahwa keputusan itu seharusnya berubah setelah dilakukan pemeriksaan.

Trossard Yakin Itu Kartu Merah

Selepas laga, kekecewaan Trossard tidak disembunyikan. Mantan pemain Arsenal tersebut merasa tindakan yang dilakukan lawannya terlalu jelas untuk diabaikan.

Ia menilai rekaman VAR seharusnya cukup untuk membantu perangkat pertandingan mengambil keputusan berbeda.

Trossard menyebut tindakan Aliti sebagai sebuah tamparan dan menilai hukuman yang tepat adalah kartu merah.

Reaksi tersebut cukup mudah dipahami mengingat pemain Besiktas itu menjadi pihak yang menerima kontak langsung di wajah.

Bukan hanya soal pelanggaran atau tidak. Persoalan utamanya adalah apakah tindakan tersebut masuk kategori kekerasan yang tidak mempunyai hubungan langsung dengan usaha memainkan bola.

Apabila jawabannya iya, kartu merah menjadi hukuman yang sangat mungkin diberikan.

Besiktas Langsung Mengeluarkan Pernyataan Keras

Kemarahan ternyata tidak berhenti pada Trossard. Besiktas melalui saluran resmi klub mengeluarkan pernyataan yang sangat keras terhadap kepemimpinan perangkat pertandingan.

Klub asal Istanbul tersebut menyoroti Adnan Deniz Kayatepe dan Bülent Birincioğlu secara langsung.

Besiktas menyatakan pemain lawan menampar Trossard di depan publik, tetapi wasit utama tidak melihat kejadian tersebut dan VAR tidak melakukan intervensi yang diharapkan klub.

Pernyataan itu memperlihatkan betapa serius Besiktas memandang kejadian dalam pertandingan melawan Alanyaspor.

Klub bahkan menegaskan bahwa mereka tidak meminta keuntungan atau perlakuan istimewa. Mereka menginginkan kepemimpinan pertandingan yang adil dan setara.

Bukan Cuma Insiden Trossard yang Diprotes

Tamparan terhadap Trossard bukan satu satunya keputusan yang dipersoalkan Besiktas.

Klub juga mempermasalahkan beberapa kejadian lain sepanjang pertandingan.

Ada tiga keputusan utama yang masuk dalam keluhan Besiktas:

  1. Fidan Aliti tidak mendapatkan kartu setelah mengenai wajah Trossard.
  2. Gol Oh Hyeon gyu pada babak pertama dianulir karena dianggap melakukan pelanggaran terhadap pemain Alanyaspor.
  3. Besiktas merasa Dusan Vlahovic dijatuhkan secara ilegal ketika mencoba memasuki kotak penalti.

Besiktas menilai rangkaian keputusan tersebut merugikan mereka dalam pertandingan yang akhirnya hanya dipisahkan oleh satu gol.

Protes klub kemudian semakin keras karena hasil pertandingan membuat Besiktas kehilangan poin untuk pertama kalinya di liga pada musim baru.

Gol Oh Hyeon Gyu Sempat Membuat Besiktas Merayakan Keunggulan

Jauh sebelum Nuno Lima menjadi pembeda, Besiktas sebenarnya sempat merasa sudah membuka keunggulan.

Pada menit ke 19, Trossard mengirim bola menuju area berbahaya. Oh Hyeon gyu berhasil menyambutnya dengan sundulan dan memasukkan bola ke gawang Alanyaspor.

Para pemain Besiktas sempat merayakan gol.

Namun wasit Adnan Deniz Kayatepe kemudian membatalkannya.

Oh dianggap menarik kaus pemain lawan sebelum memenangkan duel dan menyundul bola ke gawang.

Keputusan tersebut kembali menjadi salah satu bagian yang dipersoalkan Besiktas selepas pertandingan. Klub merasa duel yang terjadi tidak cukup untuk membatalkan gol.

Anadolu Agency mencatat wasit memang menilai Oh melakukan tarikan terhadap pemain Alanyaspor sebelum menyundul umpan Trossard.

Trossard Tetap Jadi Sumber Serangan Besiktas

Meski pertandingan akhirnya berakhir dengan hasil buruk, kontribusi Trossard dalam membangun serangan cukup terlihat.

Selain mengirim umpan yang berujung gol Oh sebelum dianulir, Trossard juga membantu menciptakan kesempatan lain.

Pada menit ke 23, ia mengirim bola kepada Ridvan Yilmaz ketika Besiktas melakukan serangan balik. Ridvan mendapatkan ruang untuk melepaskan tembakan, tetapi usahanya melebar.

Besiktas terus memberikan tekanan.

Vaclav Cerny kemudian memberikan umpan terobosan kepada Oh pada menit ke 34. Kiper Paulo Victor bergerak cepat meninggalkan garis gawang dan berhasil memotong kesempatan tersebut.

Alanyaspor harus bekerja keras menjaga gawangnya tetap bersih.

Paulo Victor Jadi Tembok yang Sulit Ditembus Besiktas

Selain keputusan wasit yang menyita perhatian, performa Paulo Victor tidak boleh dilewatkan ketika membahas kekalahan Besiktas.

Kiper Alanyaspor tersebut melakukan sejumlah penyelamatan penting.

Cerny menguji Paulo Victor menjelang berakhirnya babak pertama, tetapi penjaga gawang itu mampu menghalau tembakan menjadi sepak pojok.

Memasuki babak kedua, Besiktas kembali mencoba meningkatkan tekanan.

Orkun Kökçü melepaskan percobaan dari luar kotak penalti pada menit ke 47. Lagi lagi Paulo Victor berhasil mengamankan gawang.

Dusan Vlahovic kemudian dimasukkan untuk menambah kekuatan lini depan.

Vlahovic Juga Tidak Mampu Menaklukkan Paulo Victor

Vlahovic masuk pada menit ke 57 dan hanya membutuhkan beberapa menit untuk mendapatkan kesempatan.

Penyerang tersebut mencoba menguji Paulo Victor pada menit ke 63. Kiper tuan rumah sekali lagi mampu membuat penyelamatan.

Vlahovic mendapatkan kesempatan bagus lainnya pada menit ke 80. Tembakannya dari dalam kotak penalti kembali dihentikan Paulo Victor.

Penyelamatan tersebut terasa semakin penting karena Alanyaspor sudah memimpin.

Besiktas terus mencari jalan untuk menyamakan kedudukan, tetapi pertahanan tuan rumah mampu bertahan hingga pertandingan selesai.

Nuno Lima Menghukum Besiktas pada Menit Ke 73

Setelah beberapa kesempatan Besiktas gagal menghasilkan gol, Alanyaspor akhirnya mendapatkan momentum pada menit ke 73.

Gol datang melalui situasi sepak pojok.

Florent Hadergjonaj mengirim umpan menuju kotak penalti dan Nuno Lima berhasil menyambut bola menggunakan kepalanya.

Sundulannya diarahkan ke sudut kiri atas gawang dan gagal dihentikan penjaga gawang Besiktas.

Skor berubah menjadi 1 0.

Gol tersebut menjadi satu satunya yang disahkan sepanjang pertandingan.

Alanyaspor mampu mempertahankan keunggulan sampai peluit panjang berbunyi sekaligus memperoleh kemenangan pertama mereka di Turkish Super Lig musim 2026/27.

Kekalahan Pertama Besiktas di Liga

Hasil tersebut membuat Besiktas tertahan dengan tiga poin setelah menjalani dua pertandingan liga.

Mereka sebelumnya mampu mendapatkan kemenangan pada pertandingan pertama.

Alanyaspor, sebaliknya, meningkatkan koleksinya menjadi empat poin berkat kemenangan tersebut.

Secara statistik hasil pertandingan hanya tercatat sebagai kekalahan 0 1 bagi Besiktas. Namun banyaknya keputusan yang dipersoalkan membuat laga ini segera berkembang menjadi salah satu pertandingan yang paling banyak dibicarakan pada awal musim Liga Turki.

Sorotan paling besar tetap mengarah pada insiden Trossard dan Aliti.

Trossard Baru Sebulan Tinggalkan Arsenal

Insiden tersebut datang ketika Trossard masih berada pada tahap awal kariernya bersama Besiktas.

Pemain Belgia itu resmi meninggalkan Arsenal pada Juli 2026.

Besiktas mencapai kesepakatan untuk membayar Arsenal sebesar 18 juta euro. Pembayaran dilakukan dalam enam cicilan selama tiga tahun.

Trossard mendapatkan kontrak selama tiga musim dengan opsi tambahan satu tahun.

Besiktas juga mengumumkan pemain tersebut menerima gaji terjamin sebesar 6,5 juta euro untuk setiap musim sesuai perjanjian yang diumumkan kepada publik.

Kepindahan tersebut mengakhiri perjalanan Trossard bersama Arsenal yang dimulai pada Januari 2023 setelah ia didatangkan dari Brighton & Hove Albion.

Trossard Meninggalkan Arsenal dengan Catatan 174 Penampilan

Selama memperkuat Arsenal, Trossard mencatat 174 pertandingan di seluruh kompetisi dan menghasilkan 36 gol.

Kemampuannya mengisi beberapa posisi membuat Trossard menjadi salah satu pemain penting dalam skuad Mikel Arteta.

Ia dapat dimainkan sebagai penyerang sayap kiri, penyerang tengah, pemain di belakang striker maupun masuk dari bangku cadangan untuk mengubah pola serangan.

Musim terakhirnya bersama Arsenal juga menghasilkan enam gol dan enam assist di Premier League.

Setelah beberapa musim bermain di Inggris, Trossard akhirnya mengambil jalur berbeda dengan menerima tawaran Besiktas.

Liga Turki memberikan lingkungan kompetisi yang berbeda, tetapi pengalaman panjangnya di Premier League membuat Besiktas berharap Trossard dapat segera menjadi salah satu figur penting di lini serang.

Tamparan Aliti Membuka Lagi Perdebatan Soal Penggunaan VAR

Kejadian di GAIN Park kembali memperlihatkan bahwa teknologi tidak otomatis menghapus perselisihan mengenai keputusan wasit.

VAR mempunyai akses terhadap rekaman pertandingan, tetapi keputusan akhir tetap bergantung pada penilaian perangkat pertandingan.

Dalam kasus Trossard, kontroversi muncul karena kontak tangan Aliti terlihat jelas dalam rekaman yang beredar.

Besiktas menilai petugas VAR seharusnya melakukan intervensi.

Trossard mempunyai pandangan serupa.

Namun perangkat pertandingan memutuskan tidak memberikan hukuman berupa kartu merah.

Situasi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai standar yang digunakan dalam menilai tindakan pemain di luar perebutan bola.

Ada Empat Hal yang Membuat Insiden Ini Terus Dibahas

Sorotan terhadap kejadian tersebut tidak hanya muncul karena Trossard merupakan mantan pemain Arsenal. Cara insiden berlangsung dan keputusan sesudahnya membuat peristiwa tersebut mendapatkan perhatian lebih luas.

Beberapa hal yang membuatnya terus dibicarakan adalah:

  1. Kontak terjadi pada bagian wajah Trossard.
  2. Aliti merupakan kapten Alanyaspor sehingga tindakannya mendapat perhatian lebih besar.
  3. Tidak ada kartu yang diberikan oleh wasit.
  4. VAR tidak menghasilkan keputusan yang mengeluarkan Aliti dari pertandingan.

Reaksi resmi Besiktas membuat persoalan tersebut semakin besar.

Klub tidak hanya membela pemainnya, tetapi juga mempertanyakan kualitas kepemimpinan perangkat pertandingan secara terbuka.

Trossard Kini Harus Mengalihkan Fokus Kembali ke Lapangan

Bagi Leandro Trossard, pertandingan melawan Alanyaspor akhirnya menjadi pengalaman yang jauh berbeda dibandingkan beberapa laga awalnya bersama Besiktas.

Ia sebenarnya menunjukkan beberapa kontribusi penting dalam serangan. Umpannya sempat menghasilkan sundulan Oh Hyeon gyu ke gawang, sedangkan kombinasinya dengan Ridvan Yilmaz juga membuka kesempatan bagi tim.

Tetapi catatan tersebut tenggelam oleh kejadian dengan Fidan Aliti.

Besiktas sekarang membutuhkan Trossard untuk tetap menjadi salah satu pusat kreativitas mereka setelah klub mengeluarkan biaya besar untuk membawanya dari Arsenal.

Dengan kemampuan bermain di beberapa posisi lini depan, pengalaman bertahun tahun di Premier League serta ketenangannya ketika menguasai bola, pemain Belgia itu mempunyai peran besar dalam usaha Besiktas bersaing di level domestik dan Eropa.

Pertandingan di markas Alanyaspor mungkin menghasilkan kekalahan dan rasa kesal terhadap perangkat pertandingan, tetapi jadwal berikutnya segera menuntut perhatian. Untuk Trossard, tantangannya sekarang adalah mengubah rasa frustrasi tersebut menjadi performa yang dapat membantu Besiktas kembali meraih kemenangan.

Leave a Reply