Xavi Espart Bikin Flick Terpikat, Bek Serbabisa Baru Barcelona dari La Masia

Barcelona seperti tidak pernah kehabisan pemain muda untuk dinaikkan ke tim utama. Setelah nama seperti Lamine Yamal, Pau Cubarsí dan Marc Bernal mendapatkan tempat di level tertinggi, kini perhatian mulai mengarah kepada Xavi Espart. Pemain berusia 19 tahun tersebut perlahan mendapatkan kepercayaan besar dari Hansi Flick pada awal musim 2026/27.

Nama Espart mulai semakin sering muncul setelah Hansi Flick menurunkannya sebagai starter dalam dua pertandingan awal Barcelona di LaLiga. Menariknya, pemain jebolan La Masia tersebut ditempatkan sebagai bek kiri, posisi yang bukan menjadi wilayah utama sepanjang perjalanan karier mudanya.

Espart sebelumnya lebih dikenal sebagai pemain yang mampu mengisi sektor gelandang serta bek kanan. Kemampuannya menguasai beberapa posisi membuat Flick memiliki pilihan tambahan ketika menyusun komposisi Barcelona.

Kepercayaan itu bukan muncul secara tiba tiba. Espart telah berada di lingkungan Barcelona selama lebih dari satu dekade. Ia bergabung dengan akademi klub pada 2015 setelah sebelumnya bermain bersama UE Vilassar de Mar. Perlahan tetapi konsisten, Espart naik melewati berbagai kelompok usia sampai akhirnya menyentuh tim utama.

Siapa Xavi Espart yang Sekarang Mulai Sering Dimainkan Barcelona?

Xavi Espart lahir di Barcelona pada 21 Mei 2007. Dengan tinggi sekitar 175 sentimeter, ia bukan tipe pemain bertahan yang mengandalkan kekuatan tubuh sebagai senjata utama. Karakter permainannya lebih menonjol lewat kemampuan menguasai bola, mobilitas, pemilihan posisi dan ketenangan ketika ikut membangun serangan.

Barcelona sendiri menggambarkan Espart sebagai gelandang serbabisa yang juga dapat bermain sebagai fullback. Ia bisa ditempatkan di tengah, bergerak lebih lebar, menjadi bek kanan, bahkan kini mulai terbiasa dimainkan sebagai bek kiri.

Perjalanan tersebut membuat Espart memiliki karakter berbeda dibandingkan fullback tradisional. Ketika mendapatkan bola, ia terlihat cukup nyaman masuk menuju area tengah daripada sekadar berlari mengikuti garis lapangan.

Kemampuan tersebut sangat berguna untuk Barcelona yang selalu membutuhkan pemain belakang dengan kualitas distribusi bola tinggi.

Awalnya Justru Lebih Dekat dengan Posisi Gelandang

Salah satu hal menarik mengenai Espart adalah posisi dasarnya sebenarnya bukan bek kiri. Bahkan selama proses perkembangannya di akademi, ia lebih dekat dengan peran gelandang.

Espart dapat ditempatkan sebagai gelandang bertahan maupun gelandang tengah. Pengalamannya bermain di sektor tersebut membentuk kemampuan teknis yang kemudian menjadi salah satu keunggulannya saat dipasang sebagai pemain belakang.

Saat menerima bola dari bek tengah, Espart tidak mudah panik ketika ditekan. Ia terbiasa memeriksa ruang sebelum menerima operan dan mempunyai kemampuan untuk memberikan umpan ke area yang lebih progresif.

Ketika memasuki kelompok usia lebih tinggi, Barcelona mulai lebih sering memanfaatkan fleksibilitas tersebut. Espart kemudian berkembang menjadi bek kanan yang aktif membantu permainan menyerang.

Barcelona menilai dirinya memiliki kemampuan kombinasi dan kapasitas untuk menjangkau area permainan yang luas. Dari sana, identitas Espart sebagai pemain serbabisa semakin terbentuk.

Lebih dari Satu Dekade Dibentuk Sistem La Masia

Perjalanan Espart menuju skuad senior dimulai sejak 2015. Saat itu usianya masih sangat muda ketika meninggalkan UE Vilassar de Mar untuk bergabung dengan Barcelona.

Ia kemudian menyelesaikan tahapan sepak bola usia dini bersama Blaugrana sebelum naik menuju kelompok anak anak, kadet hingga juvenil.

Tidak semua pemain akademi dapat bertahan selama periode sepanjang itu. Persaingan internal La Masia sangat ketat karena setiap kelompok usia memiliki banyak pemain dengan kualitas tinggi.

Espart mampu terus mendapatkan tempat karena fleksibilitasnya. Ketika pelatih membutuhkan gelandang, ia dapat mengisi sektor tengah. Ketika tim membutuhkan pemain melebar, Espart juga dapat ditempatkan pada sisi lapangan.

Kualitas tersebut kemudian semakin terlihat ketika ia memasuki level Juvenil A.

Musim 2024/25 Jadi Salah Satu Titik Penting

Espart mulai mendekati sepak bola senior pada musim 2024/25. Meski masih berstatus pemain kelompok junior, ia mendapatkan kesempatan memperkuat Barça Atlètic.

Debutnya bersama tim cadangan terjadi pada 31 Agustus 2024 dalam pertandingan tandang melawan Andorra.

Sepanjang musim tersebut, Espart tampil enam kali bersama Barça Atlètic. Satu pertandingan dijalaninya sebagai starter.

Jumlah tersebut memang belum terlalu besar, tetapi kesempatan bermain bersama pemain yang lebih tua memberikan pengalaman penting untuk meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan.

Pada periode yang sama, Espart juga menjadi bagian penting Juvenil A Barcelona yang menjalani musim luar biasa.

Barcelona ketika itu berhasil mendapatkan tiga gelar dari kompetisi liga, Copa del Rey dan UEFA Youth League. Espart memainkan 15 pertandingan liga, tiga pertandingan Copa del Rey serta sepuluh laga UEFA Youth League.

Status Kapten Membuktikan Posisi Espart di Kelompok Muda

Perkembangan berikutnya semakin cepat pada musim 2025/26. Meski masih memenuhi syarat bermain pada level junior, Espart menjadi salah satu kapten Barça Atlètic.

Keputusan memberikan tanggung jawab tersebut memperlihatkan bagaimana staf kepelatihan melihatnya bukan hanya sebagai pemain dengan kemampuan teknis.

Espart juga dianggap mempunyai kedewasaan dan pemahaman permainan yang cukup baik.

Sepanjang musim, ia memainkan 14 pertandingan bersama tim yang saat itu ditangani Juliano Belletti. Penampilannya ternyata ikut mendapatkan perhatian dari staf tim utama.

Hansi Flick mulai memanggil Espart mengikuti kegiatan skuad senior.

Debut Tim Utama Datang di Liga Champions

Kesempatan yang dinantikan akhirnya tiba di salah satu kompetisi terbesar Eropa. Espart mendapatkan debut tim utama Barcelona ketika menghadapi Newcastle United pada babak 16 besar Liga Champions.

Bagi seorang pemain muda, langsung mendapatkan kesempatan di Liga Champions tentu menjadi ujian besar.

Espart ternyata mampu melewati fase tersebut dengan cukup baik. Sampai musim 2025/26 selesai, ia mengumpulkan enam penampilan bersama tim utama Barcelona.

Catatannya terdiri dari:

  1. Empat pertandingan di LaLiga
  2. Dua pertandingan di Liga Champions
  3. Enam penampilan keseluruhan bersama skuad utama

Jumlah tersebut menjadi fondasi penting sebelum Espart benar benar mendapatkan kesempatan lebih besar pada musim berikutnya.

Gelar Euro U19 Membawa Espart Kembali dengan Kepercayaan Diri Tinggi

Musim panas 2026 juga berjalan istimewa bagi Espart. Ia menjadi bagian dari tim nasional Spanyol yang memenangkan Kejuaraan Eropa U19.

Menariknya, bersama tim nasional kelompok umur, Espart mendapatkan kesempatan bermain di sektor tengah. Hal tersebut kembali memperlihatkan bahwa statusnya sebagai pemain serbabisa bukan sekadar label.

Setelah turnamen tersebut selesai, perhatian Espart langsung beralih kepada Barcelona.

Ia mengikuti persiapan pramusim skuad utama dan mendapatkan kesempatan dari Flick selama pemusatan latihan di Inggris.

Ketika Barcelona menghadapi Birmingham City dalam pertandingan persahabatan, Espart bahkan dipercaya tampil sebagai starter.

Dalam kesempatan tersebut, pemain muda tersebut mengakui bahwa dirinya datang dengan kondisi bagus setelah menjalani Euro U19. Ia juga melihat keberhasilan pemain akademi lain sebagai tambahan keyakinan bahwa jalur menuju tim utama Barcelona tetap terbuka bagi pemain muda.

Hansi Flick Mulai Melihat Espart Sebagai Pilihan Serius

Pramusim menjadi periode ketika posisi Espart mulai berubah. Dari pemain akademi yang sekadar mendapatkan kesempatan latihan bersama skuad utama, ia perlahan menjadi pilihan yang benar benar diperhitungkan Flick.

Pelatih asal Jerman tersebut memang dikenal cukup terbuka terhadap pemain muda yang mampu memenuhi tuntutan permainannya.

Usia bukan menjadi persoalan utama. Selama pemain mempunyai kualitas teknis, disiplin posisi, kemampuan menekan lawan dan keberanian memainkan bola, kesempatan dapat diberikan.

Espart memenuhi banyak kriteria tersebut.

Bek Kiri Jadi Kejutan Terbesar

Hal paling menarik adalah Flick justru menemukan kegunaan baru Espart di sisi kiri pertahanan.

Bek kiri bukan posisi yang paling sering dimainkan Espart selama berada di akademi. Ia jauh lebih familiar dengan gelandang dan bek kanan.

Namun pada pertandingan pembuka LaLiga 2026/27 melawan Elche, Flick memasang Espart sebagai bek kiri sejak menit pertama.

Keputusan itu menghasilkan respons positif.

Espart bermain penuh selama 90 menit ketika Barcelona menghancurkan Elche dengan skor 5 gol tanpa balas. Penampilannya membuat pemain muda tersebut kembali dipertahankan sebagai starter ketika Barcelona menghadapi Athletic Club beberapa hari kemudian.

Dua Pertandingan Penuh Jadi Bukti Kepercayaan Flick

Melawan Athletic Club, Espart kembali mengisi posisi bek kiri. Kali ini tantangannya berbeda karena Barcelona menghadapi tim yang mempunyai pemain sayap agresif dan kemampuan serangan balik berbahaya.

Espart kembali menyelesaikan pertandingan selama 90 menit.

Barcelona menang 2 gol tanpa balas melalui gol Raphinha dan Fermín López. Hasil tersebut membuat Blaugrana mengoleksi enam poin dari dua pertandingan awal.

Bagi Espart, pertandingan itu bahkan terasa lebih spesial karena ia sudah resmi menjadi anggota skuad utama.

Barcelona memberikan nomor punggung 12 kepadanya, nomor yang sebelumnya tidak digunakan sejak musim 2021/22 setelah terakhir dikenakan Martin Braithwaite.

Flick Terang Terangan Memuji Espart

Selepas kemenangan atas Athletic Club, Flick tidak menyembunyikan kepuasannya terhadap performa pemain muda tersebut.

Pelatih Barcelona menilai Espart menjalani pertandingan yang sangat bagus baik ketika menguasai bola maupun saat tim kehilangan penguasaan. Flick juga menyoroti konsentrasi serta pemahaman taktis pemain berusia 19 tahun itu.

Menurut Flick, Espart masih mempunyai ruang besar untuk berkembang dan staf Barcelona terus bekerja bersamanya dalam sesi latihan.

Pujian tersebut penting karena menunjukkan bahwa Espart bukan dimainkan hanya karena kebutuhan sesaat.

Flick mulai melihat kualitas tertentu yang dapat membuat pemain tersebut bertahan dalam rotasi tim utama.

Apa yang Membuat Xavi Espart Cocok dengan Barcelona?

Tidak sulit melihat alasan Barcelona menyukai pemain dengan karakter seperti Espart.

Klub Catalan mempunyai tradisi panjang menggunakan pemain yang dapat menguasai beberapa fungsi sekaligus. Pemain belakang tidak cukup hanya mampu menghentikan serangan lawan.

Mereka harus nyaman menerima bola, memahami posisi rekan, berani memberikan umpan vertikal dan dapat bergerak menuju sektor tengah ketika dibutuhkan.

Espart mempunyai dasar sebagai gelandang sehingga banyak tuntutan tersebut terasa cukup alami baginya.

Beberapa kualitas yang membuat Espart menarik antara lain:

  1. Nyaman memainkan bola menggunakan tekanan sebagai pemicu untuk mencari ruang kosong
  2. Dapat bermain sebagai bek kanan maupun bek kiri
  3. Memiliki pengalaman sebagai gelandang bertahan dan gelandang tengah
  4. Mempunyai mobilitas tinggi untuk membantu sisi lapangan
  5. Cukup tenang ketika menerima bola di area pertahanan
  6. Memahami pola kombinasi pendek yang menjadi ciri permainan Barcelona
  7. Mampu menyesuaikan posisi ketika tim mengubah bentuk permainan

Karakter seperti ini memberikan Flick lebih banyak pilihan tanpa harus selalu melakukan pergantian pemain.

Bek dengan Jiwa Gelandang yang Menawarkan Banyak Solusi

Melihat Espart hanya sebagai bek kiri terasa terlalu sederhana. Peran tersebut sekarang memang menjadi posisi yang diberikan Flick kepadanya, tetapi karakter sebenarnya lebih luas.

Saat Barcelona menguasai bola, Espart dapat bergerak masuk ke area tengah sehingga jumlah pemain di lini tengah bertambah.

Gerakan tersebut dapat membuka ruang bagi pemain sayap untuk tetap berada dekat garis lapangan.

Sebaliknya, ketika Barcelona membutuhkan lebar serangan, Espart mempunyai tenaga untuk bergerak naik dari belakang.

Kemampuan berpindah fungsi inilah yang membuat pemain seperti Espart berharga bagi pelatih.

Persaingan dengan Pemain Senior Tetap Menjadi Ujian

Meski telah mencatat dua penampilan penuh pada awal LaLiga, Espart tetap berada dalam skuad yang memiliki banyak pemain bertahan berkualitas.

Barcelona masih mempunyai Alejandro Balde sebagai bek kiri utama, sementara Gerard Martín juga dapat dimainkan pada posisi tersebut.

Di sisi kanan terdapat Jules Koundé, Héctor Fort serta pemain lain yang mampu bergeser sesuai kebutuhan.

Espart tidak harus langsung menjadi pilihan pertama secara permanen untuk dianggap berhasil.

Kemampuannya mengisi tiga sampai empat peran berbeda dapat membuat menit bermain tetap tersedia sepanjang musim yang padat.

Terlebih Barcelona harus menghadapi LaLiga, Copa del Rey dan Liga Champions. Rotasi hampir pasti menjadi bagian penting dari pekerjaan Flick.

Nomor 12 Menjadi Tanda Espart Sudah Naik Kelas

Keputusan Barcelona memberikan nomor 12 merupakan perubahan besar dibandingkan status Espart beberapa pekan sebelumnya.

Ketika menghadapi Elche, ia masih menggunakan nomor 36. Setelah performa bagus pada pramusim dan laga pembuka liga, Barcelona kemudian resmi memasukkannya ke skuad utama.

Nomor 12 memiliki perjalanan cukup panjang di Barcelona.

Selain Braithwaite, nomor tersebut pernah digunakan sejumlah pemain jebolan La Masia seperti Riqui Puig, Rafinha Alcântara dan Jonathan dos Santos.

Sergi Barjuan serta Giovanni van Bronckhorst juga pernah mengenakan nomor tersebut ketika bermain sebagai bek kiri Barcelona.

Sekarang nomor itu berada di punggung pemain berusia 19 tahun yang bahkan baru mulai mempelajari posisi bek kiri pada level tertinggi.

Generasi 2007 Barcelona Semakin Sulit Diabaikan

Kemunculan Espart sekaligus menambah panjang daftar pemain kelahiran 2007 yang berhasil menembus skuad Barcelona.

Lamine Yamal sudah menjadi salah satu pemain utama klub. Pau Cubarsí mendapatkan tempat penting di jantung pertahanan. Marc Bernal juga terus berkembang di sektor tengah.

Sekarang giliran Espart mendapatkan sorotan.

Perjalanan mereka memperlihatkan bahwa jalur dari La Masia menuju tim utama kembali menghasilkan pemain dalam jumlah yang cukup besar.

Perbedaan Espart dibandingkan beberapa rekannya terletak pada kemampuan mengisi banyak posisi.

Ia mungkin tidak mempunyai satu posisi yang langsung melekat kuat pada namanya, tetapi justru di situlah nilai tambah yang dimiliki pemain asal Barcelona tersebut.

Flick sekarang dapat menggunakannya sebagai bek kiri, bek kanan atau gelandang ketika situasi membutuhkan perubahan.

Dengan dua pertandingan LaLiga penuh, status skuad utama dan nomor punggung 12 sudah berada di tangannya. Tantangan berikutnya bagi Xavi Espart adalah mempertahankan tingkat permainan tersebut ketika Barcelona menghadapi lawan yang menawarkan tekanan lebih tinggi dan kebutuhan taktis yang berbeda.

Leave a Reply