Barcelona Ketar Ketir Kasus Bardghji Terulang, 6 Pemain Latihan Terpisah
Barcelona mengambil langkah tidak biasa menjelang bergulirnya musim 2026/2027. Enam pemain yang sedang dipersiapkan untuk meninggalkan klub kini menjalani latihan terpisah dari kelompok utama Hansi Flick. Keputusan tersebut muncul setelah Roony Bardghji mengalami cedera ligamen lutut ketika proses kepindahannya sedang disiapkan.

Enam pemain tersebut adalah Marc Casadó, Jofre Torrents, Héctor Fort, Tommy Marqués, Guille Fernández, dan Toni Fernández. Mereka tidak sedang mendapatkan hukuman dari staf pelatih. Barcelona memilih mengurangi keterlibatan mereka dalam sesi utama karena proses transfer masing masing pemain sedang bergerak dan klub tidak ingin kembali kehilangan kesempatan melepas pemain akibat cedera serius.
Kasus Bardghji menjadi peringatan besar. Winger berusia 20 tahun tersebut mengalami robekan anterior cruciate ligament atau ACL di lutut kanan dalam latihan. Cedera tersebut terjadi ketika Barcelona sedang berusaha mencarikan klub baru untuknya pada bursa transfer musim panas 2026. Rencana kepindahannya akhirnya terhenti dan sang pemain harus menjalani operasi serta pemulihan panjang.
Situasi itu membuat Barcelona tidak ingin mengambil risiko serupa terhadap pemain lain yang sudah berada dekat dengan pintu keluar.
Cedera Roony Bardghji Mengubah Sikap Barcelona
Roony Bardghji sebenarnya sudah tidak masuk dalam rencana utama Barcelona untuk musim 2026/2027. Persaingan di sektor sayap semakin berat setelah klub melakukan perubahan besar pada lini serang.
Barcelona memiliki Lamine Yamal sebagai pemain utama di sisi kanan. Selain itu, klub juga menambah sejumlah pilihan menyerang sehingga peluang Bardghji mendapatkan menit bermain reguler semakin terbatas.
Pemain asal Swedia tersebut kemudian disiapkan untuk meninggalkan klub. Sejumlah laporan menyebut ada minat dari Premier League dan proses kepindahan mulai diarahkan menuju tahap yang lebih serius. Barcelona bahkan tidak membawanya dalam agenda pertandingan pramusim di Udine sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi pemain sebelum transaksi diselesaikan.
Ironisnya, cedera justru terjadi ketika Bardghji tetap menjalani latihan di Barcelona.
Pemeriksaan kemudian memberikan hasil yang sangat buruk. ACL lutut kanannya mengalami robekan dan sang pemain harus naik meja operasi. Barcelona mengonfirmasi cedera tersebut pada 11 Agustus 2026.
Bukan Cedera ACL Pertama Bardghji
Kekhawatiran menjadi semakin besar karena ini bukan pertama kalinya Bardghji mengalami masalah serius di bagian lutut yang sama.
Ketika masih memperkuat Copenhagen, ia pernah mengalami cedera ACL pada lutut kanan yang membuatnya absen dalam waktu sangat panjang. Proses pemulihan ketika itu berlangsung sekitar sepuluh bulan sebelum dirinya bisa kembali bermain secara kompetitif.
Barcelona merekrut Bardghji pada musim panas 2025 dengan harapan mendapatkan salah satu winger muda paling menarik di Skandinavia. Sang pemain dikenal mempunyai kaki kiri kuat dan kemampuan bergerak dari sisi kanan menuju area tengah.
Cedera terbaru mengubah seluruh perencanaan.
Barcelona tidak bisa lagi mengirimnya ke klub lain dalam kondisi medis seperti sekarang. Klub peminat tentu tidak akan menyelesaikan transfer pemain yang membutuhkan operasi lutut serta pemulihan berbulan bulan.
Barcelona Tak Mau Kehilangan Uang dari Pemain yang Akan Pergi
Kasus Bardghji memberikan pelajaran langsung kepada manajemen Barcelona.
Pemain yang sudah hampir meninggalkan klub tetap mempunyai risiko cedera selama mengikuti sesi latihan penuh. Satu benturan, perubahan arah yang salah, atau pendaratan tidak sempurna dapat menggagalkan transaksi yang sudah disiapkan selama berminggu minggu.
Barcelona kemudian memilih pendekatan lebih hati hati terhadap enam pemain lain.
Marc Casadó, Jofre Torrents, Héctor Fort, Tommy Marqués, Guille Fernández, dan Toni Fernández kini dilaporkan menjalani pekerjaan terpisah dari skuad utama selama klub menyelesaikan urusan transfer mereka.
Langkah tersebut tidak berarti mereka berhenti berlatih.
Para pemain tetap membutuhkan program fisik agar kondisi tubuh terjaga. Namun, klub dapat mengurangi keterlibatan dalam latihan yang melibatkan duel intensif, pertandingan internal, atau situasi yang mempunyai kemungkinan kontak tinggi.
Beberapa nama yang kini berada dalam kelompok tersebut adalah:
- Marc Casadó yang sedang mempertimbangkan kepindahan
- Jofre Torrents yang semakin dekat menuju Ajax
- Héctor Fort yang diminati klub Premier League
- Tommy Marqués yang berpeluang menjalani peminjaman
- Guille Fernández yang juga dipersiapkan mencari menit reguler
- Toni Fernández yang dapat meninggalkan klub sementara
Barcelona berharap seluruh proses berjalan tanpa gangguan medis seperti yang dialami Bardghji.
Marc Casadó Jadi Nama Terbesar dalam Daftar
Dari enam pemain tersebut, Marc Casadó menjadi nama dengan pengalaman tim utama paling besar.
Casadó sudah menjadi bagian dari skuad senior Barcelona dan bahkan masih tercantum dalam daftar resmi tim utama. Gelandang kelahiran 2003 tersebut berkembang melalui La Masia dan dikenal sebagai pemain tengah yang bekerja keras, disiplin, serta mampu memberikan keseimbangan di depan pertahanan.
Namun, persaingan lini tengah Barcelona semakin padat.
Pedri, Gavi, Frenkie de Jong, Marc Bernal, Fermín López, dan Dani Olmo memberikan Hansi Flick banyak pilihan. Posisi Casadó kemudian semakin sulit, terutama setelah beberapa pemain yang sebelumnya mengalami cedera kembali tersedia.
Barcelona sudah membuka kemungkinan penjualan sang pemain sejak beberapa bulan lalu.
Klub Saudi Mulai Mendekati Casadó
Arab Saudi menjadi salah satu tujuan yang paling sering dikaitkan dengan Casadó. Sejumlah klub di sana tertarik memberikan kesempatan bermain reguler sekaligus paket finansial yang sulit ditandingi banyak klub Eropa.
Barcelona sebelumnya memasang valuasi sekitar 30 juta sampai 40 juta euro terhadap sang gelandang. Klub menilai usia, pengalaman tim utama, dan latar belakang La Masia membuat Casadó tetap mempunyai nilai tinggi di pasar transfer.
Casadó sendiri tidak berada dalam situasi kontrak yang mendesak. Barcelona mengikatnya sampai Juni 2028.
Karena itu, klub tidak harus menerima tawaran rendah.
Jika negosiasi benar benar menghasilkan penjualan puluhan juta euro, Barcelona tentu tidak ingin transaksi tersebut gagal hanya karena sang gelandang mengalami cedera pada sesi latihan menjelang keberangkatan.
Jofre Torrents Semakin Dekat ke Ajax
Nama berikutnya adalah Jofre Torrents.
Bek kiri berusia 19 tahun tersebut merupakan salah satu pemain muda yang berkembang cepat dalam struktur La Masia. Ia bergabung dengan Barcelona sejak 2017 setelah datang dari Reus Deportiu dan secara bertahap melewati berbagai kelompok usia.
Jofre sudah merasakan pertandingan tim utama.
Debut kompetitifnya datang ketika Barcelona menghadapi Mallorca pada pertandingan pembuka LaLiga musim 2025/2026. Ia masuk dari bangku cadangan dan menjadi salah satu pemain akademi yang memperoleh kesempatan dari Flick.
Namun, persaingan di sisi kiri membuat Barcelona melihat kepindahan sebagai pilihan menarik.
Ajax kemudian datang.
Ajax Bisa Menjadi Tempat Ideal bagi Jofre
Pembicaraan Barcelona dengan Ajax telah berlangsung selama beberapa hari dan transfer Jofre dilaporkan semakin dekat menuju penyelesaian. Klub Amsterdam memang memiliki reputasi memberikan kesempatan besar kepada pemain muda dengan kemampuan teknik tinggi.
Bagi Jofre, kesempatan mendapatkan pertandingan reguler akan sangat penting.
Barcelona mempunyai Alejandro Balde dan beberapa opsi lain pada posisi bek kiri. Menunggu kesempatan sebagai pelapis dapat membuat jumlah menitnya terbatas.
Ajax memberikan jalur berbeda.
Ia bisa mendapatkan pengalaman senior dalam jumlah lebih besar, menghadapi kompetisi domestik Belanda, serta berkembang dalam klub yang memiliki gaya penguasaan bola cukup sesuai dengan pendidikan yang diterimanya di La Masia.
Inilah alasan Barcelona tidak ingin cedera mengganggu proses transfer yang sudah bergerak jauh.
Héctor Fort Kembali Dilirik Premier League
Situasi Héctor Fort sedikit berbeda.
Bek berusia 20 tahun tersebut sudah cukup lama berada di sekitar skuad senior Barcelona. Ia menjalani debut tim utama pada Desember 2023 ketika menghadapi Royal Antwerp di Liga Champions. Fort bahkan langsung dimainkan sebagai starter pada pertandingan tersebut.
Fort dapat bermain sebagai bek kanan maupun bek kiri.
Kemampuan tersebut membuatnya menarik bagi banyak klub karena seorang pemain dapat memberikan perlindungan untuk dua sisi pertahanan.
Musim lalu, Barcelona meminjamkannya ke Elche sampai Juni 2026. Setelah masa peminjaman selesai, sang pemain kembali ke Catalonia dan mengikuti persiapan musim bersama Flick.
Namun, posisi Fort kembali sulit setelah Barcelona memiliki beberapa pilihan lain.
Fulham dan Everton Memantau Situasinya
Klub Premier League mulai memperhatikan Fort.
Fulham termasuk tim yang dilaporkan serius mempertimbangkan perekrutan sang bek. Nilai sekitar 10 juta euro disebut sebagai angka yang dapat membuat Barcelona membuka pintu penjualan permanen. Everton juga dikaitkan dengan pemain yang sama.
Barcelona dapat mempertimbangkan klausul tertentu untuk menjaga hubungan dengan pemain.
Skema penjualan disertai hak pembelian kembali menjadi salah satu kemungkinan yang sering digunakan klub ketika melepas pemain akademi yang masih berusia muda.
Dengan cara tersebut, Fort mendapatkan kesempatan bermain reguler sementara Barcelona tetap mempunyai jalur untuk membawanya kembali apabila perkembangan sang pemain meningkat pesat.
Fort memiliki tinggi sekitar 185 sentimeter dan dikenal mempunyai kecepatan cukup baik untuk membantu serangan dari sisi lapangan. Profil resminya di Barcelona juga menyoroti kemampuan bertahan serta keberaniannya bergerak menuju area lawan.
Tommy Marqués Butuh Pertandingan Senior
Tommy Marqués menjadi pemain lain yang kini berada dalam kelompok latihan terpisah.
Gelandang kelahiran Barcelona tersebut sudah merasakan debut resmi bersama tim utama pada Februari 2026 ketika Barcelona menghadapi Mallorca. Ia masuk menggantikan Fermín López dan bermain bersama Marc Casadó serta Marc Bernal di lini tengah.
Tommy merupakan pemain yang nyaman beroperasi sebagai gelandang posisi.
Ia mempunyai kemampuan mengatur bola dan menjaga keseimbangan di tengah. Kekuatan fisiknya juga memungkinkan sang pemain menghadapi duel udara maupun pertarungan satu lawan satu.
Masalahnya kembali pada jumlah pemain.
Barcelona mempunyai terlalu banyak gelandang untuk memberikan menit reguler kepada seluruh pemain muda.
Peminjaman kemudian menjadi pilihan yang cukup masuk akal.
Flick Sudah Melihat Kualitas Tommy dari Dekat
Tommy sebenarnya sudah cukup lama terlibat dalam agenda tim utama.
Ia mengikuti latihan bersama skuad senior dan dibawa dalam beberapa perjalanan pertandingan. Pada musim 2025/2026, debutnya menjadi bagian dari gelombang pemain akademi yang memperoleh kesempatan di bawah Flick.
Barcelona tidak perlu menjualnya secara permanen jika masih percaya terhadap perkembangannya.
Peminjaman dapat memberikan kesempatan bermain 25 sampai 35 pertandingan dalam satu musim, sesuatu yang sulit didapat jika dirinya hanya menjadi pilihan tambahan di belakang gelandang senior Blaugrana.
Guille Fernández Berada pada Persimpangan Penting
Guille Fernández juga termasuk pemain yang sudah cukup lama mengikuti aktivitas tim utama.
Ia sering terlibat dalam sesi latihan bersama Flick sepanjang dua musim terakhir dan kembali dibawa dalam agenda pramusim 2026/2027. Barcelona bahkan memasukkan Guille dalam rombongan ke Birmingham bersama sejumlah pemain muda lainnya.
Guille dikenal sebagai gelandang dengan kemampuan teknik tinggi.
Ia dapat bergerak dari lini kedua dan membantu menghubungkan permainan menuju area serangan.
Namun, masuknya pemain senior setelah libur Piala Dunia membuat ruang di skuad semakin sempit.
Barcelona harus menentukan apakah lebih baik mempertahankan Guille di Barça Atlètic atau memberinya pengalaman melalui klub lain.
Peminjaman memungkinkan pemain mendapatkan tekanan kompetisi yang berbeda tanpa harus memutus hubungan permanen dengan Blaugrana.
Toni Fernández Juga Disiapkan Mencari Menit Lebih Banyak
Toni Fernández menjadi pemain paling muda dalam kelompok enam nama tersebut.
Ia lahir pada 15 Juli 2008 dan dapat dimainkan sebagai winger maupun penyerang tengah. Barcelona menggambarkannya sebagai pemain cepat, bergerak aktif, dan mempunyai kemampuan teknik yang baik.
Toni bahkan sudah mencatat debut tim utama ketika masih berusia 16 tahun.
Kesempatan tersebut datang dalam pertandingan Copa del Rey melawan Barbastro pada Januari 2025. Ia menjadi salah satu pemain muda yang memperoleh kepercayaan pada periode awal Flick di Barcelona.
Persaingan lini depan sekarang jauh lebih berat.
Lamine Yamal sudah menjadi figur utama. Barcelona juga mempunyai Raphinha, Ferran Torres, Anthony Gordon, Karim Adeyemi, dan beberapa penyerang lainnya dalam daftar skuad terkini.
Peluang Toni mendapatkan pertandingan reguler tentu sangat terbatas apabila seluruh pemain berada dalam kondisi fit.
Peminjaman Bisa Mempercepat Perkembangan Toni
Barcelona harus berhati hati menentukan klub untuk Toni.
Usianya masih sangat muda sehingga tujuan utama bukan sekadar mendapatkan klub yang bersedia mengambil pemain.
Ia membutuhkan tim yang benar benar memberikan menit dan lingkungan yang memungkinkan dirinya terus mengembangkan kualitas teknik.
Toni dapat bermain di sisi lapangan atau lebih dekat dengan penyerang.
Fleksibilitas tersebut membuat cukup banyak klub dapat tertarik.
Namun, sampai transaksi selesai, Barcelona kini memilih mengurangi risiko dengan membatasi keterlibatannya dalam latihan utama.
Keputusan Latihan Terpisah Bukan Hukuman dari Hansi Flick
Satu hal penting perlu ditegaskan mengenai enam pemain tersebut.
Keputusan latihan terpisah bukan tanda Flick sedang menghukum pemain yang ingin meninggalkan Barcelona.

Sebaliknya, langkah ini lebih berkaitan dengan perlindungan fisik dan kepentingan transfer.
Seluruh enam pemain sebelumnya ikut dalam persiapan Barcelona. Toni Fernández, Guille Fernández, Jofre Torrents, Tommy Marqués, dan sejumlah pemain akademi lain sudah mengikuti latihan bersama tim utama sejak awal pramusim pada Juli.
Fort dan Casadó juga berada bersama kelompok senior.
Perubahan baru dilakukan setelah kasus Bardghji menunjukkan bahwa satu cedera dapat mengubah seluruh rencana hanya dalam beberapa detik.
Barcelona sekarang memilih lebih berhati hati.
Kasus Bardghji Menjadi Peringatan Mahal bagi Deco
Direktur olahraga Deco mempunyai pekerjaan besar dalam beberapa pekan terakhir bursa transfer.
Barcelona tidak hanya mencari pemain baru. Klub juga harus merapikan skuad agar jumlah pemain sesuai kebutuhan Hansi Flick serta menciptakan ruang finansial untuk proses registrasi.
Penjualan dan peminjaman pemain muda menjadi bagian penting dari pekerjaan tersebut.
Marc Casadó dapat menghasilkan pemasukan besar jika transfer permanen terjadi.
Jofre Torrents semakin dekat dengan Ajax.
Héctor Fort mempunyai peminat dari Inggris.
Sementara Tommy Marqués, Guille Fernández, dan Toni Fernández membutuhkan jalur yang dapat memberikan pertandingan lebih rutin.
Kegagalan melepas Bardghji membuat Barcelona semakin sadar betapa rapuhnya proses tersebut.
Kesepakatan dapat bergerak selama berminggu minggu, tetapi satu cedera serius mampu menghentikannya secara mendadak.
Enam Pemain Menunggu Kepastian dari Ruang Negosiasi
Beberapa hari berikutnya akan menjadi periode penting bagi enam pemain yang kini bekerja terpisah.
Barcelona tentu ingin menyelesaikan sebanyak mungkin transaksi sebelum kompetisi resmi berjalan dan sebelum jendela transfer memasuki tahap akhir.
Jofre menjadi salah satu pemain yang paling dekat dengan pintu keluar karena pembicaraan bersama Ajax sudah bergerak cukup jauh.
Fort masih menunggu apakah ketertarikan Fulham atau Everton berkembang menjadi proposal yang diterima Barcelona.
Casadó mempunyai nilai transfer paling tinggi sehingga negosiasinya berpotensi membutuhkan waktu lebih panjang.
Tommy, Guille, dan Toni juga harus mendapatkan klub yang menjanjikan jumlah pertandingan sesuai kebutuhan perkembangan mereka.
Sampai seluruh urusan tersebut selesai, Barcelona tampaknya tidak ingin mengambil risiko tambahan.
Cedera Bardghji sudah cukup memberikan satu masalah besar pada musim panas ini. Enam pemain lain kini ditempatkan dalam program berbeda agar proses kepindahan mereka dapat berlangsung dalam kondisi fisik seaman mungkin, sementara Deco terus bekerja mencari kesepakatan yang sesuai bagi klub dan masing masing pemain.