Capocannoniere Serie A Makin Panas, Ini Daftar Top Skor Liga Italia hingga Giornata 29

Persaingan top skor Liga Italia musim 2025/2026 memasuki titik yang benar benar menarik setelah giornata ke 29 selesai dimainkan. Nama Lautaro Martinez masih berdiri paling depan, tetapi jarak gol di bawahnya tidak lagi terasa aman. Di belakang penyerang Inter itu, beberapa nama terus menempel dengan ritme yang berbeda. Ada yang stabil sejak awal musim, ada pula yang justru meledak saat kompetisi masuk fase paling menentukan.

Serie A musim ini juga menghadirkan warna yang berbeda dalam perebutan gelar Capocannoniere. Tidak hanya diisi striker dari tim papan atas, daftar atas juga ditempati pemain dari klub yang sedang naik daun seperti Como, hingga sosok penting dari tim yang tengah memburu empat besar. Karena itu, daftar top skor giornata ke 29 bukan hanya angka, melainkan gambaran tentang siapa yang paling menentukan arah pertandingan untuk timnya.

Daftar top skor Liga Italia hingga giornata 29

Sampai giornata ke 29, Lautaro Martinez memimpin dengan 14 gol. Di bawahnya ada Anastasios Douvikas dan Rasmus Hojlund yang sama sama mengoleksi 10 gol. Nico Paz, Rafael Leao, Kenan Yildiz, dan Keinan Davis lalu menguntit dengan 9 gol. Persaingan masih terbuka lebar karena selisih dari posisi pertama ke kelompok pengejar utama belum terlalu jauh.

Tabel top skor Serie A 2025/2026 sampai pekan ke 29

PeringkatPemainKlubGol
1Lautaro MartinezInter Milan14
2Anastasios DouvikasComo10
3Rasmus HojlundNapoli10
4Nico PazComo9
5Rafael LeaoAC Milan9
6Kenan YildizJuventus9
7Keinan DavisUdinese9
8Christian PulisicAC Milan8
9Moise KeanFiorentina8
10Hakan CalhanogluInter Milan8
11Gianluca ScamaccaAtalanta8
12Mateo PellegrinoParma8
13Nikola KrstovicAtalanta8

Data top skor di atas menunjukkan bahwa persaingan belum mengerucut hanya ke satu atau dua nama. Inter memang punya pemimpin daftar gol, tetapi Como, Napoli, Milan, Juventus, Udinese, hingga Atalanta masih memiliki wakil yang bisa mengubah peta kapan saja dalam beberapa laga berikutnya.

Lautaro Martinez masih di depan, tapi belum benar benar aman

Lautaro Martinez kembali menjadi wajah utama lini depan Inter. Koleksi 14 gol miliknya menempatkan kapten Nerazzurri itu sebagai pemimpin tunggal daftar top skor hingga giornata 29. Dalam musim yang sangat padat, Lautaro tidak selalu tampil meledak di setiap pekan, tetapi konsistensinya jadi pembeda. Ia tetap mampu menjaga produktivitas saat Inter terus memimpin klasemen liga.

Menariknya, posisi teratas Lautaro belum bisa disebut nyaman. Selisih empat gol dari pemain pemain di bawahnya terlihat cukup, tetapi Serie A masih menyisakan banyak laga. Dalam kompetisi yang ritmenya sering berubah cepat, dua atau tiga pekan tajam sudah cukup untuk membuat jarak itu menipis. Apalagi tim tim besar akan masuk periode pertandingan yang semakin berat, sehingga setiap gol punya nilai yang jauh lebih besar.

Lautaro juga tidak berdiri sendirian sebagai simbol ketajaman Inter. Hakan Calhanoglu ikut masuk daftar atas dengan delapan gol, sementara Francesco Pio Esposito juga menambah warna serangan Inter setelah ikut mencetak gol pada laga melawan Atalanta di giornata 29. Itu membuat Inter tampak tidak tergantung pada satu nama saja, tetapi tetap saja, Lautaro adalah titik paling tajam dari seluruh serangan mereka.

Dalam perebutan top skor, Lautaro terlihat bukan cuma tajam, tetapi juga tahu kapan harus hadir di saat tekanan pertandingan sedang paling tinggi.

Douvikas dan Hojlund jadi ancaman paling dekat

Di bawah Lautaro, dua nama yang paling dekat adalah Anastasios Douvikas dan Rasmus Hojlund. Keduanya sama sama sudah mencapai 10 gol hingga giornata 29. Meski berasal dari konteks tim yang berbeda, dua penyerang ini sama sama memberi warna kuat dalam perburuan Capocannoniere.

Douvikas membuat Como makin sulit dianggap kejutan biasa

Como bukan lagi cerita kecil musim ini. Klub promosi tersebut justru ikut meramaikan papan atas, dan salah satu alasan utamanya adalah kontribusi pemain ofensif mereka. Douvikas hadir sebagai ujung tombak yang efisien. Ia tidak selalu menjadi pusat sorotan, tetapi angka 10 gol membuktikan perannya sangat nyata. Nico Paz yang juga sudah mengoleksi 9 gol memperlihatkan bahwa Como punya serangan yang berbahaya dari lebih dari satu jalur.

Kehadiran dua pemain Como di daftar teratas juga menjadi penanda bahwa tim ini bukan sekadar lewat sesaat. Saat banyak klub besar kadang tersendat, Como justru mampu menjaga produksi gol dari pemain depan mereka. Itu sebabnya nama Douvikas layak dibaca bukan sebagai kejutan semata, melainkan pesaing sungguhan untuk daftar top skor hingga akhir musim.

Hojlund memberi napas besar untuk Napoli

Rasmus Hojlund juga sampai di angka 10 gol setelah Napoli membalikkan keadaan dan menang 2 1 atas Lecce pada giornata 29. Dalam laporan resmi pertandingan, Hojlund kembali mencetak gol kandang di liga dan menyentuh dua digit musim ini. Gol itu datang di saat Napoli sedang menjaga tekanan dalam perburuan papan atas, sehingga nilainya terasa sangat besar.

Napoli musim ini memang menarik karena distribusi pencetak gol mereka sangat luas. Setelah gol Matteo Politano di laga yang sama, Napoli sudah memiliki 19 pencetak gol berbeda, jumlah yang menunjukkan betapa beragamnya sumber serangan mereka. Tetapi di tengah keragaman itu, Hojlund tetap menjadi nama yang paling menonjol di daftar top skor klub dalam persaingan liga.

Kelompok 9 gol membuat persaingan makin ramai

Salah satu hal paling menarik dari daftar top skor Serie A hingga giornata 29 adalah banyaknya pemain yang masih sangat dekat dari posisi teratas. Di angka 9 gol ada Nico Paz, Rafael Leao, Kenan Yildiz, dan Keinan Davis. Ini kelompok yang sangat berbahaya karena satu pekan tajam saja sudah bisa mengubah susunan papan atas.

Nico Paz terus tumbuh jadi bintang muda paling menyala

Nico Paz tampil sebagai salah satu pemain muda paling menonjol musim ini. Dengan 9 gol, ia tidak hanya membantu Como bertahan di jalur kompetitif, tetapi juga mengangkat identitas tim sebagai salah satu kekuatan yang paling enak ditonton. Saat seorang gelandang serang atau penyerang kreatif bisa ikut menempel daftar top skor, itu berarti ia bukan hanya berbakat, tetapi juga sangat berpengaruh dalam fase akhir serangan.

Kombinasi Nico Paz dan Douvikas membuat Como punya duet yang sulit ditebak. Lawan tidak bisa hanya mematikan satu orang. Ketika fokus tertuju ke Douvikas, Nico Paz bisa muncul dari lini kedua. Ketika ruang Nico Paz ditutup, Douvikas masih punya naluri penyelesaian yang tajam. Struktur ini membuat Como punya dua ancaman nyata sekaligus dalam perburuan gol.

Rafael Leao tetap jadi tumpuan Milan

Rafael Leao ada di angka 9 gol dan tetap menjadi salah satu figur penting bagi Milan. Walau Rossoneri sempat terpukul setelah kalah pada giornata 29, nama Leao tetap berdiri sebagai pemain yang bisa mengubah jalannya laga lewat satu akselerasi atau satu tembakan. Milan memang memiliki Christian Pulisic yang juga masuk daftar dengan 8 gol, tetapi Leao masih terasa sebagai wajah utama ancaman serangan mereka.

Bagi Milan, produktivitas Leao akan sangat menentukan bukan hanya untuk memburu posisi terbaik di klasemen, tetapi juga menjaga harapan pemain mereka dalam persaingan individu. Jika Milan bisa menemukan lagi ketajaman di laga laga berikutnya, Leao sangat mungkin naik ke posisi lebih tinggi. Selisihnya dengan Lautaro memang lima gol, tetapi itu bukan jarak yang mustahil dikejar.

Kenan Yildiz membawa sentuhan baru untuk Juventus

Kenan Yildiz yang sudah mencetak 9 gol menjadi wajah segar dalam daftar top skor. Juventus musim ini tidak selalu mulus, tetapi munculnya Yildiz sebagai salah satu pencetak gol paling produktif memberi warna positif. Ia bukan tipe striker klasik yang hanya menunggu umpan di kotak penalti. Ia hidup lewat pergerakan, teknik, dan keberanian menyerang ruang.

Dalam tim yang kadang masih mencari bentuk serangan paling stabil, kehadiran Yildiz membuat Juventus punya sumber gol yang lebih cair. Itu penting karena dalam perburuan top empat, laga laga ketat sering ditentukan oleh momen individual. Yildiz sejauh ini mampu menyediakan momen itu cukup sering untuk membuatnya layak masuk percakapan Capocannoniere.

Keinan Davis diam diam tetap konsisten

Nama Keinan Davis mungkin tidak selalu muncul paling depan dalam sorotan media, tetapi 9 gol hingga giornata 29 adalah catatan yang sangat layak dihormati. Bermain untuk Udinese, Davis membuktikan bahwa produktivitas tidak selalu datang dari tim elit. Ia mampu menjaga sentuhan gol bahkan saat timnya tidak selalu mendominasi pertandingan.

Dalam liga sekeras Serie A, striker seperti Davis sangat berharga. Ia mungkin tidak mendapatkan banyak peluang dalam satu laga, tetapi justru itulah nilai lebihnya. Ketika kesempatan datang, ia cukup sering mengubahnya menjadi gol. Itulah alasan mengapa ia masih bertahan di papan atas daftar pencetak gol sampai memasuki pekan ke 29.

Deretan 8 gol belum boleh diabaikan

Di bawah kelompok 9 gol, ada rombongan pemain dengan 8 gol yang siap naik kapan saja. Christian Pulisic, Moise Kean, Hakan Calhanoglu, Gianluca Scamacca, Mateo Pellegrino, dan Nikola Krstovic termasuk dalam jajaran ini. Mereka mungkin satu langkah di belakang, tetapi tetap sangat relevan dalam lomba yang belum memasuki garis akhir.

Nikola Krstovic misalnya, baru saja menyamakan kedudukan untuk Atalanta saat menghadapi Inter pada giornata 29. Catatan golnya sejak awal tahun 2026 memperlihatkan bahwa ia datang ke fase akhir musim dengan momentum yang sangat bagus. Ia kini juga sejajar dengan Scamacca sebagai salah satu pencetak gol terbanyak Atalanta di liga musim ini.

Mateo Pellegrino juga menarik dicermati. Pada giornata 29 ia kembali mencetak gol untuk Parma. Yang membuatnya spesial, ia dikenal sangat berbahaya dalam situasi bola atas. Itu menunjukkan bahwa ancaman gol bisa datang lewat spesialisasi tertentu, bukan hanya volume peluang atau dominasi permainan.

Christian Pulisic dan Hakan Calhanoglu pun punya posisi yang unik. Pulisic memberi tambahan dimensi serangan untuk Milan, sedangkan Calhanoglu menghadirkan gol dari lini tengah untuk Inter. Dalam perebutan top skor, pemain seperti mereka kadang berbahaya justru karena datang dari area yang tidak selalu jadi fokus utama penjagaan lawan.

Giornata 29 ikut mengubah irama perebutan top skor

Pekan ke 29 tidak selalu menghadirkan hujan gol dari semua nama besar, tetapi jornada ini tetap penting karena beberapa pemain kunci menambah catatan mereka. Hojlund menembus dua digit untuk Napoli, Krstovic menjaga lajunya untuk Atalanta, Francesco Pio Esposito menambah warna untuk Inter, dan Pellegrino kembali menunjukkan naluri golnya untuk Parma.

Yang menarik, giornata 29 juga memperlihatkan bahwa persaingan top skor Serie A tidak hanya bergantung pada klub papan teratas. Gol gol penting lahir di laga Inter lawan Atalanta, Napoli lawan Lecce, Torino lawan Parma, hingga pertandingan yang melibatkan tim tim papan tengah. Artinya, daftar pencetak gol musim ini dibentuk oleh pertandingan besar maupun laga yang datang dari jalur berbeda.

Situasi seperti ini membuat perburuan Capocannoniere terasa lebih hidup. Ketika pemain dari berbagai klub bisa terus masuk daftar, setiap pekan jadi punya kemungkinan baru. Tidak ada jaminan pemimpin hari ini akan tetap nyaman dua atau tiga pekan lagi. Itulah yang membuat daftar top skor Serie A hingga giornata 29 terasa sangat menarik dibaca.

Bukan cuma soal jumlah gol, tapi juga beban untuk tim

Melihat daftar top skor tidak cukup hanya dengan menghitung angka. Perlu juga dibaca bagaimana gol gol itu memengaruhi posisi tim di klasemen. Lautaro membawa Inter tetap di puncak, Hojlund membantu Napoli terus menekan papan atas, Douvikas dan Nico Paz membuat Como menjelma jadi penantang serius, sementara Leao menjaga Milan tetap punya ancaman besar di jalur perebutan tiket Eropa.

Fakta bahwa pemain pemain dari tim papan atas hadir kuat dalam daftar pencetak gol menunjukkan satu hal penting. Produktivitas individu masih sangat berkaitan dengan posisi tim di papan atas. Striker tajam tetap menjadi mata uang utama dalam kompetisi sepanjang Serie A.

Di sisi lain, hadirnya pemain seperti Keinan Davis, Mateo Pellegrino, dan Nikola Krstovic juga memperlihatkan bahwa pencetak gol berkualitas tidak hanya milik klub elite. Mereka menjadi bukti bahwa dalam liga seketat Italia, satu striker yang konsisten dapat menjaga tim tetap hidup bahkan ketika permainan tim tidak selalu dominan.

Siapa paling berpeluang menutup musim sebagai top skor

Jika melihat posisi hingga giornata 29, Lautaro masih pantas disebut favorit utama. Ia punya keunggulan empat gol dan bermain untuk tim yang tetap stabil dalam persaingan gelar. Dengan kualitas servis dari lini tengah Inter, peluangnya untuk terus menambah angka masih sangat besar.

Namun pengejar terdekat juga tidak bisa dipandang enteng. Hojlund punya konteks yang kuat karena Napoli sedang sangat membutuhkan gol di fase krusial. Douvikas juga berbahaya karena Como sedang bermain dengan kepercayaan diri tinggi. Sementara itu, pemain seperti Leao, Yildiz, dan Nico Paz berpotensi meledak dalam satu rangkaian pekan yang panas.

Perburuan top skor Serie A hingga giornata ke 29 akhirnya terasa seperti cermin dari musim itu sendiri. Ada kekuatan besar yang tetap kukuh di depan, ada pendatang yang mendobrak kebiasaan, ada pemain muda yang ikut merebut panggung, dan ada striker striker yang diam diam menjaga asa klubnya lewat satu gol demi satu gol. Di titik inilah daftar top skor tidak lagi sekadar statistik, melainkan cerita yang berjalan seiring ketegangan perebutan gelar dan tiket Eropa.

Leave a Reply