Top Skor Liga Inggris Pekan Ke-30: Haaland Masih Terdepan, Persaingan Kian Panas
Persaingan perebutan gelar top skor Liga Inggris 2025/2026 memasuki fase yang makin menarik setelah rangkaian laga pekan ke-30 tuntas digelar. Nama Erling Haaland masih berdiri di posisi paling atas, tetapi jarak dengan para pengejar sudah tidak bisa disebut aman sepenuhnya. Di bawahnya, Igor Thiago terus menempel rapat, sementara Antoine Semenyo, Joao Pedro, Viktor Gyokeres, dan Hugo Ekitike ikut menjaga tensi perlombaan tetap tinggi. Data resmi per pertengahan Maret menunjukkan Haaland memimpin daftar pencetak gol dengan 22 gol, disusul Igor Thiago dengan 19 gol. Di belakang mereka, Semenyo sudah mencapai 15 gol dan Joao Pedro mengoleksi 14 gol.
Yang membuat daftar ini terasa hidup bukan hanya selisih angkanya, tetapi juga cara masing masing nama sampai di titik ini. Ada striker yang stabil sejak awal musim, ada yang melejit dalam beberapa pekan terakhir, ada pula gelandang dan penyerang sayap yang diam diam merapat ke papan atas. Pekan ke-30 juga memberi warna tambahan karena sejumlah hasil pertandingan ikut memengaruhi ritme para kandidat, baik lewat gol langsung maupun lewat momentum tim masing masing. Manchester United menutup pekan ke-30 dengan 54 poin usai menang 3-1 atas Aston Villa, sementara Liverpool tertahan 1-1 oleh Tottenham dan Arsenal terus menjaga posisi puncak setelah menang 2-0 atas Everton.
Daftar top skor Liga Inggris setelah pekan ke-30
Sebelum membahas lebih jauh, inilah gambaran paling penting yang dicari banyak pembaca, yakni susunan pencetak gol terbanyak sampai pekan ke-30. Angka ini memperlihatkan bahwa lomba Golden Boot musim ini belum selesai, bahkan justru makin sengit ketika liga memasuki tikungan terakhir.
Tabel top skor sementara
| Peringkat | Pemain | Klub | Main | Gol |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Erling Haaland | Manchester City | 29 | 22 |
| 2 | Igor Thiago | Brentford | 30 | 19 |
| 3 | Antoine Semenyo | Manchester City | 29 | 15 |
| 4 | Joao Pedro | Chelsea | 30 | 14 |
| 5 | Viktor Gyokeres | Arsenal | 29 | 11 |
| 5 | Hugo Ekitike | Liverpool | 27 | 11 |
| 7 | Danny Welbeck | Brighton | 29 | 10 |
| 7 | Dominic Calvert Lewin | Leeds United | 27 | 10 |
| 9 | Harry Wilson | Fulham | 28 | 9 |
| 9 | Bryan Mbeumo | Manchester United | 26 | 9 |
| 9 | Benjamin Sesko | Manchester United | 26 | 9 |
| 9 | Junior Kroupi | Bournemouth | 26 | 9 |
| 9 | Richarlison | Tottenham Hotspur | 25 | 9 |
| 9 | Bruno Guimaraes | Newcastle United | 23 | 9 |
| 9 | Cole Palmer | Chelsea | 20 | 9 |
Data ini merujuk pada statistik musim 2025/2026 yang menempatkan Haaland di urutan pertama dan Igor Thiago sebagai penantang terdekat.
Haaland masih di depan, tetapi belum bisa santai
Status Erling Haaland sebagai pemuncak daftar top skor memang belum berubah. Torehan 22 gol dari 29 pertandingan menunjukkan efisiensi yang tetap menakutkan, dan itulah alasan utama mengapa namanya lagi lagi menjadi favorit kuat dalam perebutan Golden Boot. Haaland sedang memburu gelar Golden Boot ketiganya dalam empat musim, sebuah catatan yang menegaskan betapa dominannya penyerang Manchester City itu di Inggris.
Ancaman dari belakang mulai nyata
Walau masih nomor satu, Haaland tidak sedang berlari sendirian. Igor Thiago dari Brentford sudah sampai 19 gol dari 30 laga. Selisih tiga gol pada fase seperti ini bisa terasa tipis, apalagi ketika satu penyerang sedang panas dan timnya memberinya suplai yang cukup.
Di titik ini, tekanan untuk Haaland bukan hanya datang dari jumlah gol penantang, tetapi juga dari konteks kompetisi. Manchester City sedang memburu Arsenal di papan atas klasemen, sehingga setiap laga akan memiliki tensi ganda. Seorang penyerang dalam situasi seperti ini sering dituntut bukan cuma mencetak gol, tetapi juga mencetak gol yang menentukan. Itu sebabnya keunggulan Haaland terasa besar di atas kertas, tetapi tetap rapuh bila dua atau tiga pekan berikutnya berjalan tidak ideal. Arsenal memimpin klasemen dengan 21 kemenangan dan 66 poin, sedangkan Manchester City berada di posisi kedua dengan 59 poin.
Igor Thiago dan kejutan besar dari Brentford

Tidak banyak yang memprediksi pada awal musim bahwa Igor Thiago akan mengganggu dominasi nama nama besar dalam daftar top skor. Namun sampai pekan ke-30, ia justru menjadi figur paling mengancam untuk Haaland. Dengan 19 gol, ia bukan sekadar penggembira. Ia sudah naik ke level ancaman nyata.
Produktivitas yang mengubah wajah Brentford
Brentford mungkin bukan tim dengan sorotan sebesar Manchester City, Arsenal, atau Liverpool, tetapi keberadaan Igor Thiago membuat mereka punya identitas menyerang yang sangat jelas. Ia sudah memainkan 30 pertandingan liga dan mencetak 19 gol, sebuah rasio yang sangat kuat untuk pemain dari tim papan tengah atas.
Yang menarik, Brentford juga masih punya pemain lain yang ikut menyumbang angka. Ini menandakan bahwa Igor Thiago tidak bekerja sendirian. Ia berada dalam sistem yang membantunya terus dekat dengan kotak penalti lawan. Ketika dukungan seperti itu konsisten, perburuan Golden Boot bisa benar benar berubah sampai pekan terakhir.
Semenyo, Joao Pedro, Gyokeres, dan Ekitike menjaga lomba tetap hidup
Di bawah dua nama teratas, ada lapisan pesaing yang mungkin tidak terlalu dekat dengan Haaland saat ini, tetapi tetap bisa membuat peringkat berubah. Antoine Semenyo sudah mengoleksi 15 gol, Joao Pedro 14 gol, lalu Viktor Gyokeres dan Hugo Ekitike sama sama berada di angka 11.
Semenyo diam diam sangat tajam

Semenyo menjadi salah satu nama yang paling menarik di daftar ini. Torehan 15 gol dari 29 pertandingan cukup untuk menempatkannya di posisi tiga besar. Ia mungkin belum sepopuler Haaland, tetapi selisihnya tidak sejauh itu jika dilihat dari ledakan performa yang mungkin terjadi dalam lima sampai enam laga. Ia bukan hanya mencetak gol, melainkan ikut memberi assist, yang menunjukkan kontribusinya lebih luas dari sekadar penyelesai akhir.
Joao Pedro memberi warna untuk Chelsea
Chelsea musim ini tidak selalu stabil, tetapi Joao Pedro tetap berhasil menjaga namanya di papan atas daftar top skor. Dengan 14 gol dari 30 pertandingan, ia menjadi harapan utama The Blues di lini depan. Lajunya juga sedang menanjak dalam beberapa pertandingan terakhir, membuat namanya layak diperhitungkan sampai akhir musim.
Gyokeres dan Ekitike menunggu momen lonjakan
Viktor Gyokeres dan Hugo Ekitike sama sama punya 11 gol, tetapi konteks mereka berbeda. Gyokeres datang dari Arsenal yang sedang memimpin klasemen, sedangkan Ekitike bermain di Liverpool yang sedang berusaha menjaga posisi di zona Eropa. Gyokeres juga baru menambah sorotan setelah mencetak gol dalam kemenangan Arsenal atas Everton pada pekan ke-30, laga yang ikut memperlebar jarak The Gunners di puncak.
Pekan ke-30 dan pengaruhnya terhadap daftar pencetak gol
Daftar top skor tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu dipengaruhi oleh hasil pertandingan, ritme tim, dan siapa yang sedang tampil dalam laga besar. Pekan ke-30 memberi banyak cerita yang ikut membentuk peta persaingan.
Manchester United punya banyak nama dalam papan atas
Manchester United mungkin tidak memiliki pemain yang duduk di empat besar daftar top skor, tetapi mereka punya kedalaman ancaman yang menarik. Bryan Mbeumo dan Benjamin Sesko sama sama sudah mencetak 9 gol, Bruno Fernandes 8 gol, Matheus Cunha 7 gol, dan Casemiro 7 gol. Kemenangan 3-1 atas Aston Villa pada pekan ke-30 bahkan lahir lewat gol Casemiro, Cunha, dan Sesko. Itu menunjukkan United tidak terlalu bergantung pada satu pencetak gol saja.
Dalam perspektif top skor, situasi seperti ini punya dua sisi. Positifnya, lawan sulit fokus mengunci satu nama. Negatifnya, peluang gol tersebar ke banyak pemain sehingga tidak ada satu sosok yang benar benar melonjak ke level 15 atau 20 gol. Karena itu, pemain United tetap berbahaya secara kolektif, tetapi lebih sulit menembus puncak daftar top skor musim ini.
Richarlison dan Kroupi mencuri perhatian
Pekan ke-30 juga membuka ruang bagi nama nama yang sebelumnya tak terlalu dibahas. Richarlison menyelamatkan Tottenham lewat gol telat saat menahan Liverpool 1-1 di Anfield, membuat total golnya bertahan kompetitif di papan menengah atas. Junior Kroupi pun ikut jadi sorotan setelah mencetak penalti penyeimbang untuk Bournemouth dalam laga 2-2 melawan Manchester United. Kedua hasil itu menunjukkan bahwa perebutan top skor tidak hanya milik tim papan teratas.
Statistik pekan ke-30 yang ikut membentuk perlombaan
Selain daftar top skor individu, pekan ke-30 juga penting dilihat dari hasil besar yang memengaruhi peluang para pemain menambah gol. Arsenal masih memimpin dengan rekor 21 kemenangan, 3 hasil imbang, dan 6 kekalahan. Manchester City membuntuti dengan 18 kemenangan, 5 imbang, dan 7 kalah. Manchester United berada di posisi ketiga, disusul Aston Villa dan Liverpool.
Tabel statistik hasil penting pekan ke-30
| Pertandingan penting | Skor | Catatan utama |
|---|---|---|
| Arsenal vs Everton | 2-0 | Gyokeres mencetak gol, Max Dowman pecahkan rekor pencetak gol termuda Premier League |
| Manchester United vs Aston Villa | 3-1 | Gol United dicetak Casemiro, Matheus Cunha, dan Benjamin Sesko |
| Liverpool vs Tottenham | 1-1 | Richarlison mencetak gol penyeimbang menit akhir |
| Brentford vs Wolves | 2-2 | Brentford sempat unggul dua gol, laga ikut menjaga sorotan pada Igor Thiago |
| Bournemouth vs Manchester United | 2-2 | Bruno Fernandes mencetak gol, Junior Kroupi menyamakan skor lewat penalti |
Arsenal menegaskan status mereka sebagai pemuncak klasemen lewat kemenangan 2-0 atas Everton, dengan Gyokeres ikut menambah koleksi golnya. Manchester United menguatkan posisi empat besar setelah menaklukkan Aston Villa 3-1. Liverpool justru kehilangan poin ketika Richarlison menyamakan skor untuk Tottenham pada menit ke-90. Sementara itu, Brentford tetap menjaga ketajaman lini depan mereka dalam laga imbang melawan Wolves, dan Bournemouth menutup rangkaian dengan hasil 2-2 kontra United berkat penalti Junior Kroupi.
Bukan cuma soal jumlah gol, tetapi juga soal momentum
Ketika musim mendekati garis akhir, top skor biasanya tidak semata ditentukan oleh siapa yang paling hebat sejak Agustus, tetapi oleh siapa yang paling panas pada Maret dan April. Itulah mengapa daftar setelah pekan ke-30 terasa sangat penting. Haaland masih unggul, tetapi tekanan ada di mana mana. Igor Thiago sedang menempel. Joao Pedro sedang produktif dalam beberapa laga terakhir. Gyokeres baru saja mencetak gol penting untuk pemuncak klasemen. Richarlison dan Junior Kroupi juga memberi sinyal bahwa nama nama di luar radar besar masih bisa masuk percakapan.
Kalau melihat komposisi saat ini, Haaland memang masih berada di jalur terdepan. Namun daftar top skor Liga Inggris pekan ke-30 justru memperlihatkan satu hal yang paling disukai penonton sepak bola: perlombaan ini belum selesai. Selisih di papan atas belum cukup untuk membuat siapa pun merasa aman, dan setiap akhir pekan sekarang bisa mengubah urutan, memperlebar jarak, atau malah memunculkan penantang baru dari arah yang tidak banyak diduga.