Trubin Cetak Gol Menit 98, Real Madrid Tumbang di Lisboa dan Turun ke Posisi 9

Real Madrid pulang dari Estadio da Luz dengan kepala panas dan tangan kosong. Mereka kalah 2 berbanding 4 dari Benfica dalam laga penutup fase liga Liga Champions, hasil yang langsung menyeret Los Blancos turun peringkat dan keluar dari delapan besar. Yang membuatnya terasa semakin menohok, gol terakhir Benfica datang pada menit 98 dan pencetaknya adalah kiper, Anatoliy Trubin, yang maju saat bola mati dan menyundul bola masuk.

Di atas kertas, Real Madrid mendominasi bola. Namun malam di Lisboa bukan soal siapa paling lama memegang bola, melainkan siapa yang paling dingin saat momen meledak. Benfica lebih tajam, lebih siap memukul balik, dan lebih berani mengambil risiko di detik terakhir. Real Madrid bahkan mengakhiri laga dengan sembilan pemain setelah dua kartu merah di penghujung pertandingan, membuat upaya mengejar skor jadi seperti berlari sambil memanggul beban.

Babak pertama: unggul dulu, lalu Real Madrid kehilangan pegangan

Real Madrid sempat membuat laga terlihat sesuai rencana ketika Kylian Mbappe membuka skor pada menit 30. Keunggulan itu seharusnya cukup untuk menenangkan tempo, tetapi Benfica merespons cepat dan memaksa pertandingan berubah menjadi duel yang lebih liar. Andreas Schjelderup menyamakan skor pada menit 36, lalu Vangelis Pavlidis membawa Benfica berbalik unggul lewat penalti pada masa tambahan babak pertama.

Momen penalti itu terasa seperti titik balik. Benfica mendapatkan keyakinan, stadion mendidih, sementara Real Madrid justru terlihat terburu buru dalam mengelola transisi. Reuters menulis Real Madrid “kolaps” setelah sempat memimpin, dan pelatih Real, Alvaro Arbeloa, terang terangan mengkritik timnya karena kehilangan kontrol.

Tabel jalannya gol

Pertandingan: Benfica vs Real Madrid, 28 Januari 2026.

MenitTimPencetak golCatatan
30Real MadridKylian MbappeSkor jadi 0 berbanding 1
36BenficaAndreas SchjelderupSkor jadi 1 berbanding 1
45+4BenficaVangelis PavlidisPenalti, skor jadi 2 berbanding 1
54BenficaAndreas SchjelderupSkor jadi 3 berbanding 1
62Real MadridKylian MbappeSkor jadi 3 berbanding 2
90+8BenficaAnatoliy TrubinSundulan kiper, skor jadi 4 berbanding 2

Babak kedua: Mbappe mendekatkan, Benfica menutup dengan cara tak masuk akal

Real Madrid mencoba menekan sejak awal babak kedua, tetapi Benfica justru menambah gol lebih dulu. Schjelderup mencetak gol keduanya pada menit 54 untuk memperlebar jarak. Real Madrid baru bisa merapat lewat gol kedua Mbappe pada menit 62, dan setelah itu pertandingan berubah menjadi adu saraf.

Di fase ini, Real Madrid terlihat seperti tim yang ingin menyerang dengan semua cara, tetapi setiap kali kehilangan bola mereka rapuh terhadap serangan balik. Benfica tidak selalu menekan tinggi, namun mereka paham kapan harus memaksa Real melakukan kesalahan kecil. Pada akhirnya, laga benar benar pecah di menit menit terakhir ketika emosi mengambil alih.

“Kalau sebuah tim membiarkan pertandingan yang sudah panas menjadi makin panas, biasanya ada harga yang harus dibayar.”

Dua kartu merah, Real Madrid habis akal

Pada penghujung laga, Real Madrid kehilangan dua pemain sekaligus. Reuters melaporkan Raul Asencio dan Rodrygo mendapat kartu merah sehingga Real Madrid finis dengan sembilan pemain. Dalam kondisi seperti itu, mengejar skor nyaris mustahil, dan setiap bola mati menjadi ancaman besar karena Benfica punya keunggulan jumlah pemain saat bertahan maupun menyerang.

Benfica memanfaatkan detik detik terakhir dengan memompa bola ke area yang paling berbahaya. Dan mereka mendapat momen yang akan dibicarakan lama.

Menit 98: Trubin mencetak gol, Da Luz meledak

Pada menit 90+8, Benfica mendapat situasi bola mati. Trubin maju, dan dari situasi itulah ia menyundul bola masuk untuk memastikan skor menjadi 4 berbanding 2. ESPN mencatat gol itu sebagai sundulan dari tengah kotak penalti, dibantu umpan silang Fredrik Aursnes setelah situasi set piece.

Reuters menggambarkan selebrasi Benfica sebagai momen “historic”, dan Jose Mourinho menyebut gol kiper itu sebagai sesuatu yang sulit dipercaya, apalagi terjadi melawan klub yang pernah ia latih.

Statistik pertandingan: Real Madrid unggul bola, Benfica unggul ancaman

Real Madrid boleh dominan penguasaan bola, tetapi Benfica lebih banyak menembak tepat sasaran dan lebih sering menguji kiper lawan. Ini selaras dengan cerita laga: Real Madrid menguasai bola di banyak fase, Benfica menguasai momen yang menentukan hasil.

Tabel statistik utama pertandingan

KategoriBenficaReal Madrid
Penguasaan bola32.7%67.3%
Tembakan tepat sasaran126
Total tembakan2216
Kartu kuning23
Sepak pojok65
Penyelamatan kiper47

Angka angka ini menegaskan satu hal: Real Madrid tidak kalah karena tidak bisa memegang bola, mereka kalah karena Benfica lebih berbahaya ketika kesempatan datang. Dalam laga level Liga Champions, selisih efektivitas sekecil itu bisa berubah menjadi selisih dua gol di papan skor.

Real Madrid turun peringkat: dari ambisi delapan besar ke jalur playoff

Hasil di Lisboa membuat Real Madrid gagal mengunci posisi delapan besar fase liga. Reuters menyebut Real Madrid mengumpulkan 15 poin dari delapan pertandingan dan harus puas masuk jalur playoff, bukan lolos langsung.

Di papan klasemen akhir fase liga, Real Madrid finis di posisi 9. Manchester City berada tepat di atas garis delapan besar dengan 16 poin, sementara Inter berada di sekitar Real Madrid pada rentang poin yang sama, membuat selisih satu hasil saja terasa sangat mahal.

Tabel situasi batas delapan besar

PosisiTimPoinStatus fase liga
8Manchester City16Lolos langsung ke 16 besar
9Real Madrid15Masuk playoff
10Inter15Masuk playoff

Bagi Real Madrid, turun ke posisi 9 bukan sekadar angka. Ini berarti kalender yang lebih padat, dua leg tambahan, dan tekanan yang langsung naik karena satu malam buruk lagi bisa memutus perjalanan di Eropa lebih cepat dari yang dibayangkan.

Benfica selamat di detik terakhir, Mourinho menang dengan cara khas

Di kubu Benfica, kemenangan ini bernilai dua lapis. Pertama, mereka mengalahkan Real Madrid dengan skor besar. Kedua, mereka memastikan diri masuk babak playoff berkat selisih gol, yang sempat berubah ubah di malam terakhir. Reuters menulis Benfica lolos karena unggul selisih gol dari Marseille, dan gol Trubin pada menit 98 menjadi penentu di hitungan akhir.

Guardian juga menyoroti drama malam terakhir fase liga, menempatkan gol Trubin sebagai salah satu adegan paling gila dalam rangkaian laga serentak. Untuk Mourinho, ini semacam malam yang cocok dengan karakternya. Kemenangan dramatis, melawan klub lama, ditutup gol kiper, dan lahir di menit 98. Jika ada cara paling ekstrem untuk menandai sebuah tiket lolos, Benfica memilih cara itu.

Catatan yang membuat Real Madrid harus bercermin: dua gol Mbappe tidak cukup

Mbappe mencetak dua gol, tetapi Real Madrid kebobolan empat dan kehilangan dua pemain karena kartu merah. Itu kombinasi yang jarang membawa tim besar pulang dengan wajah baik. Reuters bahkan mencatat Mbappe sudah mengoleksi 36 gol musim ini, namun tetap saja angka itu tidak menutupi lubang yang muncul di momen momen krusial.

Malam ini memperlihatkan Real Madrid bisa memproduksi peluang, tetapi mereka tidak cukup rapi menjaga pertandingan tetap stabil. Saat Benfica mencium darah, Real Madrid tidak berhasil menurunkan suhu. Dan ketika suhu naik, kesalahan kecil berubah menjadi kesalahan mahal.

Setelah kekalahan ini, Real Madrid masuk jalur yang lebih tajam

Dengan finis di posisi 9, Real Madrid masuk babak playoff dan harus melalui dua leg untuk merebut tiket ke 16 besar. Itu artinya tidak ada ruang untuk mengulang malam seperti di Lisboa. Reuters menegaskan kekalahan ini “menyangkal” Real Madrid dari tempat otomatis dan memaksa mereka menempuh rute yang lebih berat.

Yang paling mengganggu bagi Real Madrid bukan hanya kekalahan, melainkan cara kalahnya. Kebobolan dari set piece di menit 98 oleh seorang kiper adalah jenis cerita yang menempel di kepala ruang ganti. Dan jika mereka tidak cepat mengubahnya menjadi pelajaran, jalur playoff bisa berubah menjadi lorong sempit yang tidak memaafkan.

Leave a Reply