Villa Park Membara: Aston Villa Tersingkir, Newcastle Bangkit Menang 3-1 di FA Cup

Villa Park sempat merasa menggenggam malam yang besar ketika Aston Villa unggul lebih dulu. Namun, FA Cup memang punya cara sendiri untuk membalikkan cerita. Newcastle United datang ke Birmingham, menahan panas atmosfer, lalu pulang membawa tiket lolos ke putaran kelima setelah menang 3-1 dalam laga putaran keempat pada Sabtu 14 Februari 2026.

Pertandingan ini bukan sekadar soal skor. Ada gol pembuka yang memicu perdebatan, ada kartu merah yang mengubah peta permainan tepat sebelum jeda, lalu ada satu nama yang mengunci panggung: Sandro Tonali. Ia mencetak dua gol yang memutar arah laga, sebelum Nick Woltemade menutup malam dengan gol ketiga Newcastle.

Skor Akhir dan Statistik Utama Pertandingan

Sebelum membedah alur cerita, angka angka dasarnya memperlihatkan bagaimana Newcastle akhirnya lebih dominan setelah situasi berubah. Aston Villa mencetak gol lebih dulu lewat Tammy Abraham pada menit 14, tetapi kemudian kehilangan kiper Marco Bizot yang mendapat kartu merah pada menit 45+1. Newcastle membalas melalui Tonali pada menit 63 dan 76, lalu Woltemade pada menit 88.

Berikut statistik pertandingan dalam format markdown.

StatistikAston VillaNewcastle
Penguasaan bola42.8%57.2%
Tembakan tepat sasaran23
Total percobaan tembakan812
Kartu kuning23
Sepak pojok66
Penyelamatan kiper01

Statistik ini juga mencatat laga berlangsung di Villa Park dengan kehadiran 42,101 penonton, dipimpin wasit Chris Kavanagh.

Babak Pertama: Villa Unggul, Newcastle Menahan Emosi

Aston Villa membuka laga dengan energi yang khas ketika bermain di kandang. Tekanan awal mereka terasa rapi, dengan upaya memaksa Newcastle bertahan lebih dalam dan memotong jalur umpan pertama. Momen yang kemudian menjadi pembicaraan datang pada menit 14 saat Tammy Abraham mencetak gol pembuka. Gol itu berdiri dan membuat stadion meledak, meski keputusan tersebut memancing kontroversi karena situasi offside yang ramai diperdebatkan.

Newcastle, di sisi lain, memilih tidak larut dalam frustrasi. Mereka tetap mencari celah lewat pergerakan Jacob Murphy di sayap dan upaya menghidupkan kombinasi di area half space. Ada ketegangan yang terus naik karena beberapa insiden yang dianggap merugikan tim tamu, dan ketiadaan VAR pada fase ini membuat protes di lapangan terasa lebih keras.

Menjelang turun minum, momen paling menentukan babak pertama akhirnya muncul. Marco Bizot keluar jauh dari area dan melakukan pelanggaran keras terhadap Jacob Murphy, sebuah keputusan impulsif yang langsung dibayar mahal. Wasit mengeluarkan kartu merah, dan Villa harus menjalani sisa pertandingan dengan 10 pemain. Pada titik ini, skor memang masih 1 0, tetapi arah angin sudah berubah.

Gol Tammy Abraham Menit 14 yang Memantik Perdebatan

Gol Abraham bukan hanya soal penyelesaian akhir. Itu adalah pemicu atmosfer, sekaligus titik awal tekanan psikologis bagi Newcastle: mereka tertinggal, di kandang lawan, dalam laga piala yang ritmenya sering tidak stabil.

Gol tersebut tetap disahkan walau VAR tidak digunakan pada putaran ini, dan itulah yang membuat Newcastle merasa dirugikan sejak awal.

Kartu Merah Bizot Menit 45+1, Titik Balik yang Tidak Terhindarkan

Keputusan Bizot maju jauh lalu menjatuhkan Murphy tidak memberi ruang bagi interpretasi lunak. Pada momen itu, garis pertahanan Villa terbuka lebar, dan kiper memilih mematikan serangan dengan risiko maksimal. Hasilnya, Villa harus merombak struktur, menurunkan blok pertahanan lebih dalam, dan kehilangan opsi distribusi dari belakang karena pergantian peran penjaga gawang menjadi lebih pasif.

Babak Kedua: Newcastle Mengambil Alih, Tonali Menjadi Pemantik

Dengan keunggulan jumlah pemain, Newcastle memulai babak kedua dengan kontrol yang lebih sabar. Mereka tidak langsung membabi buta. Bola diputar, posisi bek sayap naik, dan gelandang berani menempati ruang tembak di depan kotak penalti. Villa memilih bertahan rapat, berusaha memancing Newcastle frustrasi, lalu mencuri momen lewat transisi singkat.

Namun, justru dari satu rangkaian kejadian kontroversial, Newcastle menemukan pintu masuk. Ada insiden handball yang menurut banyak pihak seharusnya berujung penalti, tetapi wasit memberikan tendangan bebas. Dari situ, Newcastle menyamakan kedudukan. Tonali melepaskan tembakan yang berbelok arah dan masuk, membuat skor berubah menjadi 1 1 pada menit 63.

Setelah gol itu, Newcastle terlihat semakin yakin. Mereka menambah tempo, memaksa Villa terus menutup ruang tembak, dan akhirnya menemukan gol kedua Tonali pada menit 76. Gol itu terasa seperti pukulan yang meruntuhkan sisa ketahanan Villa, karena sejak saat itu Villa harus menyerang dengan tenaga yang sudah menipis.

Gol Penyeimbang Tonali Menit 63, Lahir dari Situasi yang Panas

Yang menarik dari gol pertama Tonali adalah konteksnya. Newcastle merasa seharusnya mendapat penalti, tetapi kemudian harus menerima tendangan bebas. Emosi semacam ini sering menjatuhkan fokus sebuah tim, namun Newcastle justru menyalurkannya menjadi aksi yang tepat: eksekusi cepat, tembakan, defleksi, gol.

Gol Kedua Tonali Menit 76, Pukulan yang Meruntuhkan Ketahanan Villa

Setelah 1 1, Villa sebenarnya sempat memperlihatkan keteguhan bertahan. Mereka menutup tengah, memaksa bola Newcastle berputar ke sisi, dan mencoba membuat duel udara menjadi senjata. Tetapi laga piala dengan 10 pemain jarang memberi ampun ketika energi terkuras. Tonali memanfaatkan ruang tembak dengan cerdas, melepaskan tembakan yang membawa Newcastle berbalik memimpin.

Gol Ketiga Woltemade Menit 88: Ketika Risiko Villa Dibayar Mahal

Pada menit menit akhir, Villa tidak punya pilihan selain mengambil risiko. Tertinggal satu gol dengan 10 pemain membuat mereka harus tetap mencoba membangun serangan, termasuk upaya memainkan bola dari belakang. Di sinilah Newcastle menunggu momen. Kesalahan kecil dalam fase build up dibaca, tekanan diberikan, dan bola jatuh ke area yang tepat untuk diselesaikan Nick Woltemade pada menit 88.

Gol ini mematikan sisa harapan Villa Park. Bukan karena Villa menyerah, melainkan karena Newcastle terlalu rapi dalam membaca situasi, sementara Villa sudah kehabisan tenaga untuk menutup setiap celah.

Kontroversi Wasit dan Ketiadaan VAR: Laga yang Membuka Debat Lagi

Sulit menulis pertandingan ini tanpa menyinggung peran keputusan wasit. Malam itu dipenuhi momen yang memicu kemarahan, dari gol pembuka yang diperdebatkan hingga insiden handball yang dianggap jelas terjadi di dalam kotak penalti namun tidak diberi penalti.

Ketiadaan VAR membuat pertandingan terasa mentah dan mudah memantik kontroversi besar. Beberapa keputusan terasa menggores suasana laga, tetapi Newcastle patut dipuji karena tidak kehilangan kepala. Mereka tetap menahan emosi dan menjaga struktur permainan sampai peluang mereka datang satu per satu.

Pembacaan Taktik: Mengapa Newcastle Lebih Nyaman Setelah Kartu Merah

Kartu merah Bizot mengubah semuanya, bukan hanya dari sisi jumlah pemain, tapi juga dari cara Villa harus bertahan. Sebelum jeda, Villa masih bisa menekan dan menjaga garis cukup tinggi pada momen tertentu. Setelah kartu merah, blok mereka turun, jarak antarlini menyempit, dan fokus utama menjadi menutup area tengah.

Newcastle merespons dengan logis. Mereka memperlebar lapangan, mengundang Villa bergeser dari sisi ke sisi, lalu menunggu ruang tembak muncul di depan kotak penalti. Itu yang menjadi panggung Tonali: bukan sekadar gelandang pekerja, tetapi eksekutor yang muncul di momen ketika Villa harus memilih menutup jalur umpan atau menutup jalur tembak.

Di laga piala, detail kecil seperti ini sering menjadi penentu. Keunggulan pemain tanpa kesabaran bisa jadi bumerang. Newcastle punya kesabaran itu, dan Villa dipaksa bertahan dalam durasi yang terlalu panjang.

Apa Arti Hasil Ini untuk Kedua Tim di FA Cup

Newcastle berhak melangkah ke putaran kelima, dan mereka akan mengetahui lawan berikutnya melalui undian yang digelar setelah rangkaian laga putaran keempat selesai.

Bagi Aston Villa, tersingkirnya mereka membuat jalur trofi domestik melalui FA Cup tertutup musim ini. Harapan mereka kini berpindah ke kompetisi lain yang masih mereka jalani, sementara laga ini akan dikenang sebagai malam ketika segalanya berubah oleh satu keputusan, satu kartu merah, dan dua ledakan dari Tonali yang membuat Newcastle pulang dengan kemenangan.

Leave a Reply