Sesko Menggila di Injury Time!!! Manchester United Tekuk Fulham 3-2 di Old Trafford
Old Trafford Old Trafford seperti ditarik ke dua arah dalam satu tarikan napas. Manchester United sempat terlihat memegang kendali, lalu mendadak goyah, lalu tiba tiba bangkit lagi saat “menit berdarah” benar benar terjadi. Akhirnya, kemenangan 3-2 atas Fulham jadi cerita yang rasanya lebih cocok ditulis sebagai adegan klimaks, bukan sekadar laporan skor.
Malam di Old Trafford yang Pecah di Menit Berdarah
Ada dua cara memandang laga ini. Pertama, sebagai bukti United mulai punya urat nadi yang hidup lagi, walau belum rapi. Kedua, sebagai peringatan bahwa mengelola keunggulan dua gol tetap bisa jadi jebakan kalau konsentrasi luntur sedikit saja. Dua duanya benar, dan Fulham hampir membuat Old Trafford beku sebelum satu tembakan terakhir mengubah semuanya.
Skor yang Berubah Jadi Roller Coaster

Urutan golnya membuat tensi naik pelan, lalu meledak di penghujung. Casemiro Casemiro membuka skor, United menggandakan, Fulham mengejar lewat penalti, menyamakan di injury time, lalu United menyambar lagi di detik detik akhir. Yang membedakan laga ini dari “comeback biasa” adalah jarak waktu antara 2 2 dan 3 2 yang terasa cuma sekejap, tapi dampaknya terasa seperti semusim.
Kenapa Disebut Menit Berdarah
Istilah itu cocok karena 10 menit terakhir bukan cuma soal kaki, tapi soal saraf. Fulham memaksa United bertahan dengan kepala panas, lalu ketika equalizer masuk, stadion sempat seperti menelan udara. Beberapa puluh detik kemudian, satu momen transisi membuat semua orang berteriak lagi, kali ini untuk kemenangan.
Jalannya Pertandingan
Laga berjalan dengan pola yang cukup jelas. Fulham lebih banyak menguasai bola, sementara United cenderung menunggu momen, lalu memukul lewat situasi bola mati dan serangan yang lebih langsung. Dari sini sudah terlihat, duel ini bukan adu cantik, melainkan adu ketepatan saat kesempatan datang.
Babak Pertama, Bola Mati yang Jadi Kunci
United unggul lebih dulu pada menit 19 lewat sundulan Casemiro yang menyelesaikan umpan tendangan bebas Bruno Fernandes Bruno Fernandes. Gol itu memberi sinyal bahwa United siap “hidup” dari momen momen, bukan dari dominasi penguasaan bola.
Setelah gol, permainan sempat lebih ketat. Fulham mencoba merapikan sirkulasi bola dan mencari ruang di half space, sementara United menjaga jarak antar lini, menunggu kesalahan kecil untuk memantik serangan balik. Tidak selalu mulus, tapi cukup untuk membawa keunggulan sampai jeda.
Babak Kedua, Cunha Menambah Pukulan
Awal babak kedua menjadi fase paling “nyaman” untuk United. Pada menit 56, Matheus Cunha Matheus Cunha menggandakan keunggulan. Pada titik ini, Old Trafford sudah mulai menyiapkan lagu kemenangan, dan Fulham terlihat harus memanjat tebing yang tinggi.
Namun, keunggulan dua gol juga sering jadi titik rawan: rasa aman yang datang terlalu cepat. Fulham tidak panik, mereka tetap menekan lewat umpan umpan cepat ke area kotak, memancing duel, dan mencari momen untuk menguji keputusan wasit serta VAR.
Menit 80 ke Atas, Fulham Menggigit dan United Hampir Tergelincir
Pintu kebangkitan Fulham terbuka pada menit 85. Raúl Jiménez Raúl Jiménez mengeksekusi penalti dan mengubah skor jadi 2 1. Tiba tiba pertandingan jadi hidup lagi, dan United tampak mulai mundur lebih dalam untuk “mengunci” hasil.
Lalu datang momen paling mengiris untuk tuan rumah. Fulham menyamakan pada menit 90 tambah 1 lewat gol indah Kevin yang menembus sudut atas. Skor 2 2 membuat atmosfer stadion sempat seperti patah, karena United yang sudah di depan dua gol terasa seperti akan kehilangan semuanya.
Di saat banyak tim akan terdiam setelah kebobolan di injury time, United justru mendapat satu kesempatan lagi. Masuklah Benjamin Šeško Benjamin Šeško. Pada menit 90 tambah 4, ia menyelesaikan peluang dan mengembalikan United unggul 3 2. Stadion meledak, dan Fulham tidak punya cukup waktu untuk membalas.
Statistik Pertandingan
Ada hal menarik dari angka angka laga ini: Fulham lebih dominan dalam penguasaan bola dan beberapa aspek volume serangan, tetapi United lebih efektif saat momen besar datang. Bahkan data resmi liga mencatat United menang dalam laga dengan possession di bawah 45 persen, dan pertandingan ini salah satu contohnya.
| Statistik utama | Manchester United | Fulham |
|---|---|---|
| Penguasaan bola | 42.4% | 57.6% |
| Tembakan | 13 | 14 |
| Tembakan tepat sasaran | 6 | 6 |
| Sepak pojok | 3 | 7 |
| Kartu kuning | 2 | 1 |
| Saves kiper | 4 | 3 |
| Expected goals | 1.74 | 1.97 |
| Big chances | 3 | 2 |
Duel Taktik yang Menentukan
Pertandingan ini tidak menampilkan United yang mendikte tempo lewat ball possession. Sebaliknya, United memilih bentuk yang lebih pragmatis: menunggu, memukul, lalu mencoba mengelola keunggulan. Masalahnya, fase “mengelola” itulah yang sempat bocor.
United, Efisiensi di Momen yang Tepat
Kunci United ada pada dua hal. Pertama, bola mati yang dieksekusi dengan kualitas tinggi, lalu diselesaikan tanpa ragu. Kedua, keberanian mengirim bola ke area berbahaya saat Fulham mulai naik garisnya. Ini menjelaskan kenapa jumlah tembakan tidak jomplang, tapi skor berpihak ke United.
Di atas itu, permainan Fernandes sebagai penghubung serangan memberi United cara untuk “memindahkan” bola dari fase bertahan ke fase menyerang tanpa harus menguasai bola lama lama.
Fulham, Dominasi Bola dan Serangan Bertahap
Fulham terlihat nyaman mengalirkan bola, memaksa United bertahan lebih rendah. Mereka juga berani menaikkan intensitas di akhir laga, terutama setelah penalti masuk. Saat United makin pasif, Fulham memanfaatkan ruang tembak di tepi kotak yang akhirnya menghasilkan gol penyama kedudukan yang cantik.
Secara mental, Fulham juga patut diacungi jempol: tertinggal dua gol di Old Trafford, lalu tetap percaya diri untuk mengejar sampai benar benar mendekati hasil besar.
VAR, Keputusan Wasit, dan Bara di Pinggir Lapangan
Salah satu bumbu panas laga ini datang dari perdebatan keputusan wasit dan VAR. Fulham merasa dirugikan oleh rangkaian keputusan yang berujung pada momen momen krusial, termasuk situasi yang memicu perdebatan keras setelah peninjauan VAR.
Protes Fulham yang Tidak Pernah Benar Benar Padam
Di level pertandingan seperti ini, satu keputusan bisa mengubah emosi tim. Fulham tetap fokus menyerang, tetapi terlihat jelas ada amarah yang ikut terbawa, terutama saat beberapa keputusan tidak berjalan sesuai harapan mereka. Di sisi lain, United memanfaatkan jeda jeda kecil itu untuk menenangkan ritme, lalu mempersiapkan momen berikutnya.
Pemain Kunci dan Detik yang Membuat Nama
Kalau laga ini sebuah poster, wajah yang paling besar ada pada pencetak gol pembuka, pengatur tempo, dan eksekutor terakhir di injury time. Namun Fulham juga punya pahlawan kecilnya sendiri, terutama pada fase kebangkitan.
Casemiro dan Fernandes, Kombinasi yang Membuka Pintu
Casemiro bukan cuma mencetak gol, tapi juga memberi energi pada duel duel. Sementara Fernandes, dengan kualitas bola mati dan keputusan umpan, membuat United selalu punya ancaman meski tidak mendominasi possession. Dalam pertandingan yang seperti ini, kualitas satu dua sentuhan bisa jadi pembeda terbesar.
Cunha, Finishing yang Membuat United Merasa Aman, Sesaat
Gol Cunha membuat skor 2 0 dan memberi kesan United akan menutup laga tanpa banyak luka. Tapi justru setelah itu, fase pengelolaan laga jadi ujian. Di sinilah United terlihat masih perlu merapikan cara bertahan ketika memimpin.
Sesko, Satu Sentuhan yang Mengubah Segalanya

Sesko masuk sebagai opsi untuk memberi tenaga baru. Momen terbaiknya datang saat tekanan paling tinggi, ketika skor sudah 2 2 dan laga seperti mau berakhir dengan pukulan telak bagi tuan rumah. Finishing pada menit 90 tambah 4 mengubah “nyaris runtuh” menjadi “menang gila”.
Fulham, Jimenez dan Kevin yang Hampir Mencuri Malam
Jimenez tenang dari titik putih, lalu Kevin menorehkan gol yang bisa saja jadi highlight pekan ini jika saja tidak dibalas. Fulham hampir pulang dengan satu poin yang terasa seperti kemenangan, tetapi sepak bola kadang kejam: satu momen telat saja, semuanya bisa berbalik.
Imbas di Klasemen dan Suasana yang Makin Panas
Kemenangan ini mengangkat United ke posisi empat besar Premier League liga, sementara Fulham harus menerima kekalahan yang pahit setelah sempat menyentuh hasil imbang di injury time.
Di balik itu, ada lapisan lain: atmosfer klub yang masih bergejolak di luar lapangan. Protes suporter juga menjadi bagian dari hari pertandingan, membuat suasana Old Trafford seperti campuran antara euforia dan kegelisahan.
Jadwal Berikutnya, Ujian Konsistensi
Hasil gila seperti ini bisa jadi pemantik kepercayaan diri, tapi juga bisa menutupi masalah kalau tidak dibaca dengan jujur. United menang, tetapi sempat kehilangan kendali. Fulham kalah, tetapi memperlihatkan karakter untuk mengejar di kandang lawan.
“Saya suka kemenangan yang lahir dari keberanian mengambil risiko di detik terakhir, tapi United juga harus belajar menutup pintu sebelum rumahnya kebakaran.”