Sassuolo vs Cremonese Pekan ke 22 Serie A : Saatnya Bang Jay Idzes Uji “Kang Emil” Audero !!!
Satu laga yang diam diam punya bumbu “Indonesia banget” bakal tersaji di pekan ke 22 Serie A. Sassuolo dijadwalkan menjamu Cremonese, dan sorotan publik Tanah Air jelas mengarah ke duel dua nama yang lagi naik daun di mata fans: Bang Jay Idzes di lini belakang Neroverdi, lalu Kang Emil Audero yang kini menjaga gawang Cremonese.
Pertanyaannya menggoda, sekaligus bikin penasaran: akankah Jay Idzes mampu “membobol” gawang Emil Audero? Ini jelas bukan duel striker lawan kiper, tapi sepak bola modern sering menghadirkan kejutan: bek ikut naik saat bola mati, ikut menyambar di tiang jauh, atau bahkan memanfaatkan kemelut di kotak penalti.
Laga Sassuolo kontra Cremonese ini dimainkan Minggu, 25 Januari 2026, kick off pukul 11.30 GMT atau sekitar 18.30 WIB.
Jadwal dan posisi klasemen: sama sama butuh poin, sama sama rawan “kepeleset”

Sebelum bicara soal Idzes dan Audero, kita perlu lihat dulu konteks pertandingan ini. Sassuolo dan Cremonese datang ke pekan ke 22 dengan beban yang mirip: dua duanya butuh poin untuk menjauh dari zona berbahaya dan mengamankan ritme kompetisi.
Di klasemen sementara, Sassuolo berada tepat di atas Cremonese. Menariknya, poin mereka sama, yang berarti laga ini bisa mengubah peta persaingan papan tengah bagian bawah hanya dalam satu sore.
Statistik klasemen jelang pekan ke 22
| Tim | Main | Menang | Seri | Kalah | Gol | Kebobolan | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Sassuolo | 21 | 6 | 5 | 10 | 23 | 28 | 23 |
| Cremonese | 21 | 5 | 8 | 8 | 20 | 28 | 23 |
Poin yang sama membuat pertandingan ini jadi seperti “final kecil”. Yang menang bisa naik ke atas dan bernapas lebih lega. Yang kalah, siap siap ditarik arus tim bawah.
“Bang Jay” resmi jadi tembok Sassuolo: duel fisik dan bola mati mulai jadi senjata
Nama Jay Idzes sekarang bukan sekadar cameo untuk headline Indonesia. Ia sudah benar benar jadi bagian penting Sassuolo, bahkan statusnya sudah jelas sebagai pemain klub tersebut di musim ini.
Yang bikin menarik, Idzes bukan tipe bek yang hanya bertahan pasif. Secara profil, ia punya modal tinggi badan, duel udara, dan disiplin positioning. Sassuolo musim ini memang tidak selalu rapi, tapi mereka punya beberapa momen ketika blok pertahanan terlihat “tahan banting”, terutama saat lawan dipaksa bermain crossing.
Jay Idzes di Sassuolo: perannya bukan cuma bertahan
Sassuolo kerap memerlukan bek yang bisa:
- memenangi duel udara saat lawan main direct
- menutup ruang half space ketika fullback naik
- jadi opsi ancaman saat sepak pojok
Dan Idzes masuk ke kebutuhan itu. Ini juga yang bikin publik mulai membayangkan skenario “membobol Audero”: bukan lewat open play seperti striker, melainkan lewat situasi bola mati.
Kang Emil Audero di Cremonese: refleks, pengalaman, dan mental tahan tekanan
Di sisi lawan, ada sosok yang juga familiar untuk fans Indonesia: Emil Audero. Kiper berdarah Indonesia ini kini bermain untuk Cremonese sebagai pemain pinjaman, dan ia datang membawa pengalaman Serie A yang tidak main main.
Cremonese musim ini cukup sering menghadapi tekanan, terutama saat bertemu tim besar. Salah satu contoh yang paling menohok adalah ketika mereka sempat dihajar Juventus dengan skor telak, sebuah hasil yang jadi alarm bahwa pertahanan Cremonese masih bisa “jebol” kalau ritme lawan terlalu tajam.
Emil Audero dan ujian di laga sulit
Kiper di tim papan tengah bawah itu hidupnya tidak tenang. Shot lawan lebih banyak, peluang one on one lebih sering, dan kesalahan kecil bisa jadi malapetaka.
Karena itu, Audero bukan cuma dituntut melakukan penyelamatan, tapi juga:
- mengatur garis pertahanan
- menentukan kapan harus keluar menjemput bola
- menjaga tempo supaya tim tidak panik
Dan pertandingan melawan Sassuolo ini akan memaksa Audero tampil “dingin”, apalagi jika tuan rumah menekan sejak menit awal.
Rekor pertemuan: Cremonese tidak takut, Sassuolo tidak boleh lengah
Kalau ada yang berpikir Sassuolo otomatis unggul karena main kandang, rekam jejak pertemuan justru mengingatkan bahwa laga ini cenderung bisa liar.
Dalam catatan pertemuan, kedua tim cukup berimbang. Bahkan beberapa sumber statistik mencatat Cremonese sedikit lebih unggul dalam total kemenangan dari pertemuan mereka.
Head to head Sassuolo vs Cremonese
| Total laga | Menang Sassuolo | Menang Cremonese | Seri | Gol Sassuolo | Gol Cremonese |
|---|---|---|---|---|---|
| 11 | 4 | 5 | 2 | 16 | 18 |
Bahkan pada pertemuan terbaru mereka musim ini, pertandingan sempat menghasilkan skor ketat yang menunjukkan gap kedua tim tidak jauh.
Sassuolo belakangan ini: tidak jelek, tapi sering “habis bensin” di momen akhir
Sassuolo memasuki duel ini dengan sinyal yang campur aduk. Mereka punya permainan yang bisa merepotkan lawan, namun masih sering kehilangan poin karena kurang tajam atau kurang rapat menjaga detail.
Salah satu bukti, Sassuolo baru saja kalah tipis 0 1 dari Napoli, dan di laga itu mereka sebenarnya sempat mengancam. Kiper Napoli bahkan harus bekerja keras untuk mengamankan kemenangan.
Kenapa Sassuolo sering gagal mengunci laga?
Ada beberapa pola yang terlihat:
- transisi bertahan kadang terlambat ketika kehilangan bola
- build up bisa rapi, tapi finishing tidak konsisten
- tim rentan saat ditekan balik lewat sayap
Nah, menghadapi Cremonese yang suka memanfaatkan momentum bola kedua, Sassuolo wajib lebih disiplin dalam duel duel kecil.
Cremonese: tim yang bisa “menggigit” kalau diberi ruang

Cremonese musim ini bukan tim yang selalu jelek. Mereka bisa mencuri poin dari tim yang terlalu percaya diri. Namun masalahnya, mereka juga bisa ambruk ketika lawan memaksa tempo tinggi sejak awal.
Roma misalnya, sempat mengalahkan Cremonese 3 1 dalam laga yang memperlihatkan betapa rapuhnya mereka ketika duel satu lawan satu di area berbahaya sering kalah.
Cara Cremonese bikin lawan frustrasi
Biasanya Cremonese berbahaya kalau:
- mereka bisa bertahan rapat dulu
- lalu memancing lawan terlalu naik
- setelah itu menyerang cepat lewat ruang kosong
Ini yang harus diwaspadai Sassuolo. Apalagi kalau Sassuolo main agresif, satu kehilangan bola bisa berubah jadi situasi berlari mengejar.
Duel paling dinanti: Idzes vs bola mati, Audero vs bola liar di kotak penalti
Sekarang kita masuk ke bagian yang paling bikin fans Indonesia berdebar: Idzes dan Audero.
Secara teknis, Idzes bukan eksekutor tendangan bebas. Tapi bek seperti dia punya cara “membunuh” lawan lewat timing lari dan duel udara.
Skenario gol Jay Idzes yang realistis di laga ini
Ada tiga situasi yang paling memungkinkan:
1. Sepak pojok, Idzes menyerang tiang dekat
Sassuolo tinggal mengarahkan bola ke area tiang dekat, Idzes datang dengan lari pendek dan menyundul tajam. Ini gol klasik bek tengah.
2. Tendangan bebas dari sisi lapangan, kemelut di depan Audero
Bola melayang, terjadi duel udara, bola jatuh, lalu siapa paling sigap menyambar. Kadang bukan sundulan bersih, tapi “deflection” atau bola pantul.
3. Serangan balik, Idzes ikut naik saat skema second ball
Ini jarang, tapi bisa terjadi ketika Sassuolo mengurung lawan di 10 menit terakhir dan semua pemain ikut naik membantu bola mati.
Kalau itu terjadi, Audero akan diuji bukan hanya soal reflex, tapi juga keberanian mengambil bola di tengah keramaian.
Tabel duel Indonesia di Serie A: Jay Idzes vs Emil Audero musim ini
Berhubung fans ingin “angka”, berikut rangkuman sederhana dari sisi identitas dan peran mereka di klub saat ini.
| Pemain | Klub | Posisi | Peran utama | Catatan penting |
|---|---|---|---|---|
| Jay Idzes | Sassuolo | Bek tengah | Duel udara, blok, bola mati | Resmi memperkuat Sassuolo musim ini |
| Emil Audero | Cremonese | Kiper | Penyelamatan, command lini belakang | Main untuk Cremonese sebagai pemain pinjaman |
Kalau duel ini sampai menghasilkan momen “Idzes vs Audero” di kotak penalti, itu bakal jadi highlight yang muter terus di media sosial Indonesia.
Pertarungan sektor sayap: kunci pertandingan bukan cuma Idzes dan Audero
Meski headline Indonesia kuat, pertandingan ini tetap akan ditentukan juga oleh duel di sektor lain. Di Serie A, tim seperti Sassuolo sering hidup dari momen di sayap, memancing fullback lawan keluar, lalu masuk ke celah.
Cremonese harus pintar menjaga jarak antarlini, karena kalau terlalu melebar, mereka akan dihukum lewat cutback.
Kunci bagi Sassuolo
- menyerang cepat sebelum blok Cremonese rapat
- mencari set piece sebanyak mungkin
- jangan memberi counter gratis
Kunci bagi Cremonese
- tahan 15 menit pertama, jangan panik
- manfaatkan bola kedua setelah duel udara
- paksa Sassuolo menyerang dari luar, bukan dari tengah
Prediksi jalannya laga: tekanan tuan rumah, lalu Cremonese cari momen “sunyi”
Secara feel pertandingan, Sassuolo kemungkinan lebih dominan di awal karena main kandang dan butuh menang untuk mengamankan posisi. Tapi Cremonese justru tim yang bisa berbahaya ketika lawan terlalu terburu buru.
Jika skor masih imbang sampai menit 60, pertandingan bisa berubah jadi duel mental. Dan di fase seperti itu, kiper seperti Audero biasanya makin sibuk, sementara bek seperti Idzes makin sering naik membantu bola mati.
Yang jelas, laga ini punya satu potensi besar: momen bola mati yang menentukan. Sassuolo punya Idzes untuk menyerang bola, Cremonese punya Audero untuk mematahkan peluang. Tinggal siapa yang lebih siap di detail kecil, karena pertandingan seperti ini sering ditentukan oleh satu sundulan, satu tepisan, atau satu bola liar yang jatuhnya “pas banget” ke kaki yang tepat.