San Siro Membeku AC Milan Gagal Menang Usai Ditahan Imbang Como yang Naik ke Peringkat 6

AC Milan kembali kehilangan dua poin penting di kandang sendiri setelah hanya bermain imbang 1 1 melawan Como pada laga Serie A di San Siro, Rabu malam 18 Februari 2026 waktu setempat. Hasil ini terasa lebih menyesakkan karena Como datang sebagai tim pemburu zona Eropa dan lewat hasil ini justru naik ke peringkat 6 klasemen.

Milan sempat tertinggal lebih dulu akibat kesalahan fatal yang jarang terjadi, lalu menyamakan skor melalui momen kualitas individu. Namun jika menilik jalannya pertandingan, Rossoneri tidak benar benar terlihat menggigit sejak menit awal. Angka tembakan yang minim dan beberapa momen berbahaya dari tim tamu membuat atmosfer San Siro seperti tertahan, menunggu ledakan yang tidak pernah datang sepenuhnya.

Gambaran singkat laga: Milan mengejar, Como menolak runtuh

Pertandingan dimulai dengan tempo yang cenderung hati hati. Como tidak datang untuk parkir total, tetapi mereka juga tidak gegabah. Mereka menunggu momen ketika Milan mengambil risiko membangun serangan dari bawah, lalu menutup jalur umpan dengan agresif.

Skor, pencetak gol, dan suasana stadion

Gol pembuka datang pada menit 32 melalui Nico Paz. Ia memanfaatkan kesalahan Mike Maignan yang mencoba mengalirkan bola dari area berbahaya, lalu Paz memotong dan menyelesaikan peluang dengan tembakan rendah yang melewati kaki kiper.

Milan baru membalas pada menit 64. Rafael Leao menerima umpan dari Ardon Jashari, lalu mengangkat bola dengan lob yang rapi untuk menyamakan kedudukan.

Di luar skor, laga ini juga panas di pinggir lapangan. Ada insiden yang memicu ketegangan, dan pelatih Milan Massimiliano Allegri dilaporkan sampai mendapat kartu merah karena reaksinya di area teknis.

Statistik pertandingan: Milan dominan bola, tapi minim ancaman

Angka angka dasar menunjukkan Milan lebih lama menguasai bola, namun produktivitas serangan mereka tidak sebanding. Como justru menghasilkan lebih banyak percobaan tembakan dan beberapa momen yang membuat Milan harus waspada sampai menit akhir.

Tabel statistik utama

StatistikAC MilanComo
Penguasaan bola53.7%46.3%
Tembakan tepat sasaran44
Total tembakan610
Sepak pojok44
Pelanggaran1112
Kartu kuning23
Penyelamatan kiper33

Catatan peluang: Como lebih hidup saat menyerang

Ada satu detail yang membuat hasil imbang ini makin menohok bagi tuan rumah. Dalam data ringkas pasca laga, Como disebut memiliki angka peluang yang lebih baik dari Milan, dengan xG Como 1.45 berbanding 0.76 milik Milan. Artinya, kualitas kesempatan Como sepanjang laga secara total lebih “mahal” ketimbang peluang yang dibuat Milan.

Titik balik pertama: kesalahan Maignan mengubah arah pertandingan

Milan sejatinya tidak dalam tekanan brutal ketika kebobolan. Justru ketika mencoba rapi dari belakang, Maignan membuat keputusan yang terlalu berisiko. Paz membaca arah umpan, memotongnya, lalu menuntaskan tanpa ragu.

Mengapa momen ini begitu merusak?

Kebobolan seperti ini memengaruhi dua hal sekaligus. Pertama, rencana Milan untuk mengontrol laga menjadi rapuh karena mereka dipaksa mengejar. Kedua, kepercayaan diri Como naik, karena mereka merasa pressing mereka “terbayar” dan Milan bisa dipancing melakukan kesalahan lagi.

Respons Milan setelah tertinggal: ada kontrol, tapi terlalu steril

Setelah kebobolan, Milan memang menambah intensitas. Penguasaan bola naik, sirkulasi lebih sering lewat sisi sayap, dan Leao menjadi titik tumpu utama untuk menciptakan situasi satu lawan satu.

Namun sampai turun minum, rasa ancaman itu tidak konsisten. Ada momen Leao mendapatkan ruang, ada juga beberapa percobaan yang dipatahkan atau dibendung kiper Como, tetapi Milan tidak terlihat seperti tim yang mampu meledakkan laga dalam lima menit.

Como bertahan dengan cara yang cerdas

Como tidak hanya bertahan dalam blok rendah. Mereka memilih kapan harus menekan, dan kapan harus menumpuk pemain di area tengah untuk memotong jalur umpan vertikal. Ketika Milan memaksa bola ke sisi, Como relatif siap dengan penjagaan berlapis dan transisi cepat saat merebut bola.

Titik balik kedua: lob Leao dan perubahan emosi di San Siro

Milan akhirnya mendapatkan momen yang mereka tunggu pada menit 64. Umpan Ardon Jashari memberi Leao situasi ideal untuk mengeksekusi, dan winger Portugal itu menuntaskan dengan lob yang indah.

Gol ini mengubah suasana. Milan terlihat lebih berani mengambil risiko, dan beberapa menit setelahnya ada momen ketika mereka nyaris membalikkan keadaan, termasuk peluang yang mengenai mistar.

Leao tetap jadi pembeda ketika permainan Milan tersendat

Dalam laga ketika build up Milan tidak selalu lancar dan peluang kolektif tidak mengalir deras, kualitas individu seperti Leao menjadi “pintu darurat”. Ia tidak butuh banyak sentuhan untuk mengubah pertandingan, dan itu terlihat dari cara ia menyamakan skor.

Menit menit akhir: tensi pinggir lapangan dan ancaman Como

Bagian akhir pertandingan berjalan dalam tensi tinggi. Ada insiden di sisi lapangan yang memantik kemarahan, lalu Allegri dilaporkan diusir wasit.

Di lapangan, Milan mencoba menekan untuk gol kemenangan, tetapi Como tetap berbahaya lewat bola mati dan serangan balik. Bahkan ada momen tendangan bebas telat yang memaksa Maignan tetap fokus hingga peluit akhir.

Mengapa Milan tidak bisa mengunci kemenangan?

Jika merujuk statistik, Milan hanya melepaskan 6 tembakan sepanjang laga. Untuk ukuran tim papan atas yang bermain di kandang, angka ini terlalu kecil. Como menembak 10 kali, dan jumlah tembakan tepat sasaran sama. Dengan kata lain, Milan tidak cukup sering menciptakan situasi yang memaksa Como bertahan mati matian.

Dampak di klasemen: Como ke peringkat 6, Milan tertahan

Hasil ini membuat Como naik ke posisi 6 klasemen. Milan kehilangan momentum mengejar pemuncak dan jarak dengan Inter melebar menjadi tujuh poin.

Beban psikologis di tengah persaingan papan atas

Milan masih berada di papan atas dan tetap punya fondasi kuat, tetapi hasil imbang kandang seperti ini biasanya memunculkan pertanyaan yang sama dari publik: seberapa efisien Milan ketika menghadapi tim dengan organisasi rapi dan transisi cepat?

Como memberi contoh bahwa untuk “mengambil” poin dari San Siro, tim tidak harus bertahan total. Cukup disiplin, berani menekan di momen yang tepat, dan klinis ketika kesempatan muncul.

Sorotan pemain: Paz mencuri panggung, Leao menyelamatkan malam

Nico Paz menjadi figur penting Como. Ia bukan hanya mencetak gol, tetapi juga memberi sinyal bahwa Como punya pemain yang cukup dingin untuk memanfaatkan kesalahan lawan pada panggung besar.

Di sisi lain, Leao kembali menunjukkan bahwa ia bisa “mengangkat” Milan saat permainan tidak mengalir mulus. Golnya menjaga laga tetap terbuka, meski pada akhirnya Milan tidak menemukan gol kedua.

Catatan untuk lini serang Milan

Dengan total tembakan yang rendah, Milan butuh lebih banyak variasi untuk membuka blok pertahanan. Ketika akses ke kotak penalti tersendat, pilihan mereka sering berujung pada bola ke sayap dan berharap Leao menciptakan keajaiban. Cara ini bisa berhasil, tapi tidak ideal jika dijadikan pola utama setiap kali buntu.

“Kalau Milan ingin menang di laga seperti ini, mereka harus menciptakan lebih banyak situasi berbahaya lewat kombinasi, bukan sekadar menunggu momen ajaib dari satu dua pemain.”

Apa yang membuat hasil ini terasa paling menyakitkan di kandang

Milan tidak kalah, tetapi rasanya seperti kehilangan kesempatan besar. Dengan penguasaan bola lebih tinggi, bermain di San Siro, dan mengejar target besar di papan atas, hasil 1 1 tetap sulit diterima, apalagi ketika lawan yang ditahan adalah tim yang sedang menanjak dan kini duduk di peringkat 6.

Como pulang dengan poin yang layak, dan Milan pulang dengan pekerjaan rumah yang jelas: menambah volume ancaman, memperkecil risiko kesalahan di build up, serta memastikan dominasi bola berubah menjadi dominasi peluang.

Leave a Reply