Salah Absen Kontra Burnley, Liverpool Baru Bisa Sambutnya Setelah AFCON Usai
Liverpool harus kembali meracik rencana tanpa Mohamed Salah saat menjamu Burnley akhir pekan ini. Meski Mesir sudah tersingkir dari perebutan gelar Piala Afrika, sang bintang belum bisa langsung pulang ke Merseyside karena masih punya satu agenda terakhir bersama tim nasionalnya.
Situasi ini membuat Liverpool wajib bersabar. Bukan karena Salah “masih cedera” atau “belum fit”, melainkan karena jadwal resmi AFCON yang masih mengikatnya sampai laga perebutan peringkat ketiga selesai dimainkan.
Salah belum kembali karena Mesir masih punya laga perebutan tempat ketiga
Mesir gagal melaju ke final setelah kalah tipis di semifinal. Namun perjalanan mereka di turnamen belum benar-benar berakhir, karena masih ada laga perebutan tempat ketiga yang harus dimainkan. Itu artinya, Salah tetap bersama skuad The Pharaohs sampai pertandingan tersebut selesai.
Menariknya, jadwal laga perebutan tempat ketiga itu hampir “bertabrakan” dengan agenda Liverpool. Beberapa laporan menyebut pertandingan Mesir digelar pada hari yang sama, hanya terpaut jam dari kick-off Liverpool vs Burnley.
Bagi Liverpool, ini bukan sekadar kehilangan pencetak gol. Salah adalah pemain yang mengubah tempo serangan dalam satu sentuhan. Ketika ia tidak ada, pola serang jadi lebih mudah ditebak, terutama saat lawan menumpuk pemain di area kanan.
Jadwal yang membuat Liverpool cuma bisa menunggu
Dalam skenario normal, pemain yang sudah selesai bertugas bersama negaranya bisa segera kembali, ikut latihan, lalu masuk skuad. Tapi kali ini berbeda: Mesir tetap harus menjalani pertandingan resmi, sehingga kepulangan Salah otomatis tertunda.
Dan karena laga Burnley sudah keburu tiba, Liverpool tidak punya celah untuk “menyisipkan” Salah walau cuma di bangku cadangan. Ia baru mungkin mendarat di Inggris setelah semuanya benar-benar rampung.
Slot sudah memberi sinyal: Liverpool siap menyambut Salah lagi
Di tengah berbagai spekulasi, Arne Slot menegaskan dirinya menantikan kembalinya Salah. Bukan sekadar formalitas, Slot menyebut Salah tetap pemain penting bagi Liverpool, bahkan jika tim punya banyak opsi penyerang sekalipun.
Pernyataan ini terasa penting, karena beberapa hari terakhir situasinya sempat memanas. Ada laporan yang menyebut hubungan Salah dan Slot tidak sedang baik-baik saja, bahkan muncul ungkapan “keretakan” yang ikut menyita perhatian publik.
Namun untuk urusan Burnley, semuanya sederhana: Salah memang belum bisa kembali.

Liverpool vs Burnley: ujian fokus di tengah absennya bintang utama
Di atas kertas, Burnley bukan lawan yang menakutkan untuk ukuran Liverpool. Tapi sepak bola sering punya cara mengejutkan, apalagi ketika tim tuan rumah kehilangan pemain yang biasanya jadi pembeda.
Burnley kemungkinan besar akan datang dengan pendekatan pragmatis: menunggu, bertahan rapat, lalu menyerang balik ketika Liverpool lengah. Dan tanpa Salah, Liverpool butuh pemain yang berani mengambil risiko di sepertiga akhir lapangan.
Yang jadi tantangan, laga seperti ini sering berubah menjadi “perang kesabaran”. Liverpool bisa dominan penguasaan bola, tapi tetap buntu kalau tak ada pemecah kebuntuan.
Mengapa absennya Salah terasa dua kali lipat
Salah bukan hanya mesin gol. Ia juga magnet perhatian. Saat ia main, minimal dua pemain lawan akan waspada, satu bek menjaga jarak, satu gelandang siap menutup jalur umpan. Efeknya, ruang untuk pemain lain terbuka.
Ketika ia absen, beban kreativitas pindah ke pemain lain, dan Burnley bisa lebih berani menutup sisi sayap Liverpool. Di situ, Liverpool harus menemukan jalan lain: kombinasi antar lini, cutback dari sisi kiri, atau tembakan jarak jauh.
Sektor kanan Liverpool: siapa yang jadi andalan?
Posisi Salah di sisi kanan bukan posisi “tinggal pasang siapa saja”. Ia punya pola yang sangat spesifik: menerima bola, menahan, lalu memutuskan apakah menusuk ke dalam atau melebar untuk memberi ruang overlap.
Tanpa Salah, Slot harus memilih pendekatan:
- Memakai winger yang lebih cepat untuk duel satu lawan satu
- Memakai pemain yang lebih “link-up” untuk kombinasi pendek
- Atau mengubah bentuk serangan agar sisi kiri lebih dominan
Liverpool tentu punya opsi, tapi masalahnya, tidak semua opsi memberi ancaman yang sama konstan seperti Salah.
Setelah AFCON, pertanyaan berikutnya: Salah pulang lalu langsung main?
Banyak pendukung Liverpool penasaran: setelah laga perebutan tempat ketiga, apakah Salah langsung bisa dimainkan di pertandingan berikutnya?
Sebagian laporan menyebut Liverpool mempertimbangkan untuk membawa Salah kembali ke skuad secepat mungkin, bahkan untuk laga Liga Champions setelah ia pulang.
Tapi rencana seperti ini selalu punya “catatan kecil”: perjalanan, kondisi fisik setelah turnamen, dan ritme latihan. Salah mungkin siap, tapi staf pelatih harus memastikan menit bermainnya tidak jadi bumerang.
Liverpool mempertimbangkan Salah untuk laga Eropa
Ada indikasi Liverpool bisa saja memasukkan Salah untuk laga tandang Liga Champions segera setelah ia kembali dari AFCON, tergantung kondisi dan komunikasi internal.
Dari sudut pandang pelatih, ini langkah logis. Salah adalah pemain kelas dunia, dan di laga Eropa, pengalaman dan ketenangan di depan gawang sering jadi pembeda.
Namun, Liverpool juga harus ingat bahwa memasukkan pemain terlalu cepat setelah perjalanan panjang bisa mengundang risiko kelelahan.
Faktor ruang ganti: “kembali” juga soal suasana
Topik ini tidak bisa dihindari. Beberapa laporan media Inggris menyebut ada ketegangan terbuka antara Salah dan Slot belakangan ini.
Tapi sepak bola modern sering berjalan seperti ini: masalah dibicarakan, lalu semuanya kembali ke “tujuan besar”. Dan tujuan Liverpool jelas: menang, menjaga konsistensi, dan tetap bersaing di papan atas.
Slot sendiri memilih pendekatan yang kalem. Ia mengakui akan berbicara dengan Salah secara pribadi dan tidak ingin membahas detailnya ke publik.

Liverpool tanpa Salah: peluang bagi pemain lain unjuk gigi
Ada sisi positif dari absennya pemain bintang, walau kedengarannya klise. Ketika Salah tidak ada, pemain lain akan dapat lebih banyak tanggung jawab: mengambil tembakan, melakukan cut inside, atau memaksa bek lawan membuat keputusan.
Dalam beberapa pekan terakhir, Liverpool tetap mampu menjaga hasil, termasuk catatan tidak terkalahkan dalam sejumlah pertandingan.
Tapi hasil imbang yang terlalu sering juga bisa jadi alarm. Ketika tim ingin mengejar gelar, poin yang terlepas satu demi satu itu terasa mahal.
Burnley bisa jadi “perangkap” yang tidak terlihat
Pertandingan seperti Burnley biasanya terlihat ramah di jadwal. Tapi justru di laga begini, mental tim diuji.
Kalau Liverpool mencetak gol cepat, pertandingan bisa jadi mudah. Namun jika laga memasuki menit 60 dengan skor masih 0-0, tekanan akan meningkat, tribun mulai gelisah, dan Burnley makin percaya diri.
Di situ Liverpool butuh ketenangan. Mereka harus memilih momen untuk cepat, dan kapan harus sabar.
Fokus Liverpool: menangi Burnley, lalu sambut Salah dengan kepala dingin
Bagi Liverpool, skenarionya cukup jelas:
- Menang dulu atas Burnley tanpa drama
- Menyelesaikan minggu ini dengan poin penuh
- Menunggu Salah pulang setelah laga terakhir Mesir di AFCON
- Menentukan apakah ia langsung masuk skuad pertandingan berikutnya
Menurut laporan, Salah dipastikan tidak tersedia melawan Burnley dan baru kembali setelah pertandingan perebutan tempat ketiga selesai.
Yang menarik, Liverpool juga tampak serius untuk segera mengintegrasikan Salah begitu ia kembali, karena kebutuhan tim tetap nyata, baik di liga maupun Eropa.
Kalau melihat situasinya, laga Burnley akan jadi semacam “tes kedewasaan” Liverpool: apakah mereka bisa menang rapi tanpa harus selalu bergantung pada satu nama besar.
Dan ketika Salah akhirnya kembali, pertanyaan berikutnya bukan cuma “kapan main”, tapi juga “seberapa cepat Liverpool bisa kembali jadi Liverpool yang menakutkan.”