Real Madrid Tumbangkan Valencia 0-2 di Mestalla, Mbappé Kunci Tiga Poin
Real Madrid pulang dari Mestalla dengan kemenangan 0-2 atas Valencia dalam laga LaLiga yang berjalan ketat dan penuh duel. Gol Álvaro Carreras memecah kebuntuan di babak kedua, sebelum Kylian Mbappé menutup pertandingan lewat serangan balik pada menit 90 tambah 1. Kemenangan ini menjaga Madrid tetap menempel ketat pemuncak klasemen.
Jalannya laga yang panas sejak menit awal
Mestalla langsung menyuguhkan atmosfer menekan. Valencia memulai dengan energi tinggi, menutup akses umpan pendek Madrid dan memaksa banyak duel di area tengah. Madrid tetap mencoba rapi, namun ritmenya tidak langsung mengalir karena tekanan tuan rumah dan banyaknya kontak fisik di fase awal.
Valencia menekan, Madrid mencari celah lewat kontrol bola

Valencia lebih dulu aktif memancing kesalahan saat Madrid membangun serangan dari belakang. Beberapa momen awal memberi Valencia set piece dan situasi bola kedua, tetapi final pass mereka belum cukup tajam untuk menguji Courtois secara serius. Madrid merespons dengan menenangkan tempo, membiarkan Tchouaméni dan Camavinga bergantian menjadi poros sirkulasi, sambil menunggu momen untuk menyerang ruang di sisi sayap.
Peluang awal datang, namun Dimitrievski membuat Valencia bertahan
Madrid sempat mendapat peluang melalui Arda Güler dan Mbappé, dengan salah satu momen penting ketika Mbappé menembak dari sudut sempit dan Dimitrievski menyelamatkan dengan kakinya. Valencia juga punya momen menyerang, termasuk tembakan Danjuma yang diblok, tetapi skor tetap bertahan 0 0 hingga turun minum.
Babak kedua: Carreras memecah kebuntuan, Valencia terpukul
Setelah jeda, intensitas tetap tinggi. Valencia berusaha menaikkan keberanian, sementara Madrid terlihat lebih sabar menyiapkan situasi satu lawan satu di sisi lapangan. Laga seperti menunggu satu momen kecil, dan momen itu akhirnya datang dari aksi individu yang menentukan.
Gol Carreras menit 65 mengubah arah pertandingan
Pada menit 65, Álvaro Carreras melakukan aksi individu, masuk ke kotak penalti dan melepaskan tembakan rendah ke sudut gawang untuk membuat Madrid unggul 0 1. Gol ini bukan hanya memecah kebuntuan, tetapi juga memaksa Valencia mengambil risiko lebih besar karena tertinggal di kandang sendiri.
Valencia sempat hampir menyamakan skor
Tertinggal membuat Valencia lebih agresif. Salah satu peluang terbaik mereka datang tak lama setelah gol, ketika Fran Beltrán mendapat kesempatan dan bola mengenai tiang. Mestalla sempat hidup, namun Madrid bertahan dengan disiplin, menutup jalur tembak, dan memaksa Valencia mengeksekusi peluang dari posisi yang kurang ideal.
Mbappé memastikan kemenangan di menit akhir

Ketika Valencia menaikkan garis pertahanan, ruang di belakang terbuka. Di sinilah Madrid paling berbahaya: tidak selalu ramai peluang, tetapi sekali mendapat ruang, mereka bisa mengakhiri laga dengan satu serangan cepat yang bersih.
Serangan balik, Brahim memberi umpan, Mbappé menuntaskan
Di masa tambahan waktu, Madrid memanfaatkan transisi. Brahim Díaz terlibat dalam rangkaian serangan yang berujung pada umpan matang untuk Mbappé, dan sang penyerang menyelesaikannya dengan tenang untuk gol menit 90 tambah 1. Itu adalah gol yang mengunci skor 0 2 dan mematikan harapan Valencia di penghujung laga.
Catatan penting: produktivitas Mbappé terus menanjak
Gol di Mestalla menambah koleksi Mbappé menjadi 23 gol liga musim ini, mempertegas statusnya sebagai jaminan angka di momen krusial. Dalam pertandingan yang tidak selalu memamerkan pesta peluang, kehadiran finisher seperti Mbappé membuat Madrid tetap bisa pulang dengan hasil maksimal.
Statistik pertandingan
Angka pertandingan menggambarkan dua hal sekaligus: Madrid lebih dominan menguasai bola dan lebih sering mengarahkan tembakan tepat sasaran, sementara Valencia kesulitan mengubah dorongan mereka menjadi ancaman yang benar benar memaksa.
| Statistik | Valencia | Real Madrid |
|---|---|---|
| Penguasaan bola | 39.9% | 60.1% |
| Tembakan tepat sasaran | 0 | 6 |
| Total percobaan tembakan | 7 | 11 |
| Kartu kuning | 1 | 1 |
| Tendangan sudut | 5 | 8 |
| Penyelamatan kiper | 4 | 0 |
Susunan pemain dan pergantian yang menentukan
Laga ini juga menarik karena Real Madrid tampil dengan komposisi yang berbeda dari kebiasaan, termasuk kehadiran beberapa pemain akademi. Dalam situasi seperti ini, cara tim menjaga struktur sering lebih penting daripada sekadar nama besar.
Starting XI Valencia
Valencia menurunkan Dimitrievski, Nuñez, Cömert, Copete, Gayà, Rioja, Pepelu, Ugrinic, Danjuma, Beltrán, Hugo Duro. Pergantian yang masuk antara lain Thierry Correia, Guido Rodríguez, Javi Guerra, Ramazani, dan Sadiq untuk menambah tenaga di fase akhir.
Starting XI Real Madrid
Madrid bermain dengan Courtois, David Jiménez, Raúl Asencio, Huijsen, Álvaro Carreras, Arda Güler, Valverde, Tchouaméni, Camavinga, Mbappé, Gonzalo García. Pergantian yang terlihat penting adalah masuknya Brahim Díaz, yang kemudian terlibat pada proses gol kedua, serta Trent Alexander Arnold yang masuk pada menit 76.
Membaca taktik: menang bukan soal cantik, tetapi soal disiplin
Pertandingan seperti ini sering menuntut mental dingin. Madrid tidak selalu terlihat meledak ledak dalam menyerang, namun mereka menang karena membaca momen, menjaga jarak antarlini, lalu menghukum lawan saat ruang terbuka.
Madrid dominan bola, tapi peluang bersih tidak berlimpah
Dengan penguasaan bola 60.1%, Madrid memegang kontrol pertandingan, namun mereka tidak banyak menciptakan peluang yang benar benar bersih dan kiper Valencia tidak terlalu sering dipaksa melakukan penyelamatan spektakuler. Ini tipikal laga tandang di stadion panas: yang dicari adalah stabilitas, bukan parade peluang.
Valencia berani, namun mentok di sentuhan terakhir
Valencia menekan, menumpuk energi, dan sempat membuat Mestalla bergemuruh saat bola mengenai tiang. Tetapi statistik menunjukkan fakta keras: tembakan tepat sasaran mereka 0. Dalam sepak bola level atas, dominasi emosi tanpa ancaman nyata biasanya akan dibalas oleh tim yang lebih efisien.
“Saya melihat Madrid seperti tim yang tahu kapan harus sabar dan kapan harus menggigit. Menang 0 2 di Mestalla tidak selalu butuh permainan paling indah, yang penting struktur tidak pecah.”
Dampak hasil: Madrid terus menekan pemuncak, Valencia masih rawan
Kemenangan ini membuat Madrid tetap berada tepat di belakang Barcelona. Bagi Valencia, kekalahan di kandang terasa menyakitkan karena mereka butuh poin untuk menjauh dari zona berbahaya.
Perburuan puncak masih ketat
Madrid kini hanya terpaut satu poin dari Barcelona setelah 23 pertandingan. Itu membuat setiap kemenangan seperti di Mestalla terasa bernilai dobel karena menjaga tekanan di papan atas tetap panas.
Valencia harus segera memungut poin dari laga berikutnya
Valencia berada sangat dekat dengan zona degradasi, dan kekalahan ini menambah beban psikologis. Mereka sebenarnya mampu membuat pertandingan menjadi keras dan ketat, tetapi tanpa ancaman yang berujung tembakan tepat sasaran, kerja keras itu sering berakhir nihil.