Cedera Pubalgia Mengganggu, Nico Williams Terancam Menepi Lama di Athletic
Athletic Bilbao sedang berada di fase musim yang tidak nyaman, dan nama Nico Williams ikut terseret ke pusat perhatian. Winger andalan yang biasanya jadi pemantik tempo dari sisi kiri itu kini lebih sering dibahas karena dua hal yang sama berulang kali: performa yang naik turun dan kondisi fisik yang tidak kunjung beres. Sejumlah laporan menyebut keluhannya mengarah ke pubalgia, masalah di area pangkal paha yang terkenal menyulitkan karena mudah kambuh bila dipaksa.

Di ruang ganti, isu ini tidak lagi sebatas kabar medis. Ini sudah menjadi cerita harian yang memengaruhi cara Athletic merencanakan pertandingan, rotasi, sampai pola serangan. Ketika Nico tidak bugar, Athletic kehilangan satu senjata utama untuk menciptakan situasi satu lawan satu dan membuka ruang bagi penyerang di kotak penalti.
Cedera yang Mengubah Ritme Musim Nico
Ada momen ketika Nico terlihat siap kembali, lalu beberapa hari kemudian namanya kembali absen dari latihan atau tidak masuk skuad. Pola semacam ini yang paling menguras stamina mental pemain dan staf pelatih, karena tidak ada kepastian apakah tubuhnya benar benar pulih atau hanya membaik sesaat.
Laporan media Spanyol menyebut Nico masih menjalani program terpisah dan penanganan individual karena pubalgia yang sudah mengganggu selama berbulan bulan. Situasi ini membuat ketersediaannya untuk laga laga penting menjadi tanda tanya besar.
Apa itu pubalgia dan kenapa bandel
Pubalgia sering muncul dari kombinasi beban tinggi, perubahan intensitas latihan, serta ketidakseimbangan otot di area panggul dan paha bagian dalam. Bagi pemain sayap seperti Nico, yang mengandalkan akselerasi, perubahan arah mendadak, dan tebasan ke dalam, beban di area itu berlipat. Akibatnya, ketika dipaksakan, rasa nyeri mudah kembali dan performa ikut turun karena pemain secara naluriah mengurangi ledakan gerak.
Sejumlah kabar menyebut Athletic merilis pembaruan medis yang mengarah pada kondisi pubalgia dan potensi menepi dalam periode yang tidak singkat.
Valverde mulai terdengar frustrasi
Dari kubu pelatih, nada kekhawatiran juga muncul. Ada komentar yang menggambarkan kondisi Nico tidak bisa terus dibiarkan berjalan seperti ini, karena setiap kali nyeri kambuh, rencana tim ikut berantakan.
Dalam konteks Athletic, ini lebih sensitif karena Nico bukan sekadar pelapis. Ia adalah pemain yang membuat lawan terpaksa mengirim bantuan, yang kemudian membuka jalur bagi overlap bek kiri, cut back, atau ruang tembak dari lini kedua.
Performa Menurun, Angka Tidak Sebaik Musim Lalu
Ketika pemain tidak berada di puncak kebugaran, dampaknya paling cepat terlihat di keputusan kecil: kapan menggiring, kapan melepas bola, seberapa berani melakukan duel, dan seberapa sering menusuk ke area berbahaya. Ini yang terasa pada Nico musim ini.
Beberapa ringkasan statistik musim liga menunjukkan kontribusinya belum seproduktif ekspektasi untuk pemain dengan status bintang. Dalam catatan statistik musim liga, Nico membukukan 4 gol dan 2 assist dari 1316 menit, dengan rating rata rata 6,99.
Kenapa winger paling mudah terlihat turun
Winger adalah posisi yang paling kasat mata ketika turun setengah level saja. Striker bisa tetap mencetak gol dari satu peluang, gelandang bisa tetap rapi lewat umpan sederhana, tetapi winger dinilai dari ledakan dan keberanian. Begitu ada rem pada tubuh, duel satu lawan satu jadi lebih jarang dimenangkan, crossing jadi terlambat setengah detik, dan tembakan jadi kurang bertenaga.
Itulah mengapa publik cepat menganggap Nico sedang buruk, padahal akar masalahnya bisa jadi sederhana: ia bermain dengan rasa sakit.
Efek domino ke serangan Athletic
Athletic punya pola yang sering bergantung pada agresivitas sisi sayap untuk menghidupkan tekanan. Ketika Nico tidak fit atau absen, lawan bisa lebih fokus menutup jalur lain, karena ancaman terbesar di tepi lapangan berkurang. Ini membuat Athletic lebih mudah ditebak, terutama saat harus membongkar blok rendah di San Mames.
Dalam laga Copa del Rey melawan Real Sociedad, misalnya, Nico masuk dari bangku cadangan, tetapi Athletic tetap kesulitan memberi pukulan yang benar benar menggigit. Upaya menyerang Athletic setelah Nico masuk tidak cukup tajam.
Statistik Pertandingan: Athletic vs Real Sociedad yang Jadi Cerminan
Pertandingan derby Basque selalu memberi konteks emosional yang kuat, tetapi angka tetap bicara. Pada leg pertama semifinal Copa del Rey, Athletic kalah 0 1 di San Mames. Real Sociedad terlihat lebih stabil dalam mengontrol momen kunci, dan Athletic tidak cukup efektif mengubah tekanan menjadi peluang matang.
Berikut statistik pertandingan dari laga tersebut.
| Statistik | Athletic | Real Sociedad |
|---|---|---|
| Penguasaan bola | 46,7 persen | 53,3 persen |
| Tembakan tepat sasaran | 3 | 6 |
| Total percobaan tembakan | 13 | 12 |
| Kartu kuning | 1 | 3 |
| Sepak pojok | 4 | 4 |
| Penyelamatan kiper | 5 | 3 |
Angka ini menggambarkan dua hal. Pertama, Athletic tidak kalah jumlah tembakan, tetapi kalah kualitas dan ketenangan di momen akhir. Kedua, ketika tembakan tepat sasaran hanya tiga, artinya banyak serangan berakhir sebelum benar benar menguji kiper.
Masuknya Nico tidak otomatis mengubah arah laga
Masuk sebagai pengubah situasi itu peran yang biasanya cocok untuk Nico. Namun ketika kondisi fisiknya belum ideal, dampaknya bisa terasa setengah. Athletic meningkatkan upaya menyerang setelah Nico masuk, tetapi tetap tidak cukup menggigit.

Ini menambah kekhawatiran bahwa Nico bukan hanya absen, tetapi ketika dimainkan pun tidak bisa selalu memberi versi terbaiknya.
Suara dari Dalam: Iñaki dan Isyarat Beban yang Dipikul Nico
Ada bagian menarik ketika orang terdekat bicara. Iñaki Williams, yang paham betul ritme tubuh atlet profesional, mengakui situasi adiknya sudah mengganggu cukup lama. Ia menyebut Nico sudah berbulan bulan menahan keluhan dan berharap kondisinya membaik dengan penanganan konservatif.
Di laporan lain, disebut pula masalah ini sudah berjalan sejak pekan awal musim. Jika benar, wajar bila performa Nico terlihat tidak konsisten, karena bermain sambil mengatur rasa sakit itu seperti menahan rem tangan saat berlari.