NAPOLI CURI 3 POIN DI KANDANG GENOA MESKI MAIN 10 ORANG, PENALTI AKHIR BIKIN HEBOH

Stadio Luigi Ferraris mendidih. Genoa sempat unggul, sempat menyamakan skor, lalu melihat Napoli kehilangan satu pemain. Namun di ujung laga, justru Napoli yang tertawa paling keras. Kemenangan 3 2 ini lahir dari rangkaian momen panas, VAR yang beberapa kali ikut menentukan arah cerita, serta satu penalti di masa tambahan yang mengunci malam dramatis di Genoa.

Statistik pertandingan Genoa vs Napoli

StatistikGenoaNapoli
Penguasaan bola40%60%
Tembakan tepat sasaran35
Total tembakan1214
Sepak pojok43
Kartu kuning22
Kartu merah01
Saves kiper21

Babak pertama langsung panas, Genoa memukul lebih dulu

Genoa memulai laga dengan agresif, memaksa Napoli bertahan dan membuat duel terjadi lebih cepat dari biasanya. Tekanan itu membuahkan momen besar di kotak penalti. Setelah proses tinjauan VAR, Genoa mendapat hadiah penalti dan Ruslan Malinovskyi menuntaskannya. Skor berubah, stadion meledak, dan Napoli dipaksa bereaksi sejak awal.

Penalti cepat mengubah psikologi laga

Gol pembuka seperti ini biasanya membuat tim tuan rumah makin berani. Genoa menambah intensitas, menutup jalur umpan pendek Napoli, dan mencoba memaksa lawan memainkan bola panjang. Mereka ingin laga pecah, karena dalam situasi kacau peluang kejutan lebih terbuka.

Napoli tetap tenang, responsnya pelan tapi menggigit

Napoli tidak terpancing untuk balas menyerang secara membabi buta. Mereka merapikan sirkulasi bola, menggeser permainan ke sisi yang lebih aman, lalu mulai mencari ruang di belakang gelandang Genoa. Hasilnya terlihat saat Rasmus Hojlund menyamakan skor, memanfaatkan bola muntah setelah percobaan Scott McTominay sempat dibendung kiper.

McTominay menutup babak pertama dengan gol yang bikin hening

Saat Genoa mulai nyaman dengan skor imbang, Napoli justru menikam lagi. McTominay melepaskan tembakan jarak jauh yang berbuah gol untuk membalikkan keadaan menjadi 2 1. Gol ini bukan hanya soal teknik, tetapi soal momentum. Genoa yang awalnya memegang kendali emosi, mendadak harus mengejar lagi sebelum turun minum.

Babak kedua, Genoa bangkit dan Napoli kehilangan keseimbangan

Memasuki paruh kedua, Genoa tampil lebih berani dan lebih rapi. Mereka menaikkan garis tekanan, lebih cepat menutup penerima bola pertama Napoli, dan berusaha merebut bola di area yang lebih tinggi. Di sisi lain, Napoli sempat kehilangan kestabilan karena McTominay harus ditarik keluar saat jeda akibat masalah cedera. Pergantian itu memengaruhi cara Napoli menekan dan mengatur tempo.

Kesalahan di belakang, Genoa menyambar

Tekanan Genoa akhirnya menghasilkan gol balasan. Lorenzo Colombo menyamakan kedudukan menjadi 2 2 pada menit 57, memanfaatkan situasi yang berawal dari kesalahan di lini belakang Napoli. Genoa tidak perlu menciptakan peluang rumit. Mereka cukup memaksa Napoli ceroboh, lalu mengeksekusinya dengan cepat.

Setelah 2 2, pertandingan berubah jadi adu nyali

Skor imbang membuat laga bergeser menjadi duel momen. Genoa merasa punya dorongan besar dari kandang, sementara Napoli terlihat mencoba mengontrol situasi sambil menunggu celah. Di fase ini, tekel, sapuan, dan keputusan kecil terasa jauh lebih berat nilainya.

Titik balik: Napoli main 10 orang, Genoa merasa pintu terbuka

Ketegangan memuncak ketika Napoli harus bermain dengan 10 pemain. Juan Jesus menerima kartu merah pada menit 76. Dalam sekejap, rencana Napoli berubah. Mereka lebih banyak bertahan dalam blok rendah, menjaga jarak antarlini, dan memilih kapan harus menekan. Genoa pun mencium peluang: dengan keunggulan jumlah pemain, mereka bisa menggiring Napoli makin dalam.

Genoa menyerbu, Napoli bertahan dengan disiplin

Genoa mencoba memaksimalkan sisi sayap dan mengirim bola ke area berbahaya. Mereka ingin memaksa Napoli terus menerus membuang bola, lalu menekan lagi dari gelombang kedua. Napoli, walau tertekan, tetap berusaha menjaga shape. Mereka tidak selalu bersih, tetapi cukup disiplin untuk memaksa Genoa mengambil keputusan terburu buru.

Napoli mengandalkan transisi singkat, bukan penguasaan

Dalam kondisi 10 pemain, Napoli tidak mungkin menguasai bola lama. Fokus mereka sederhana: bertahan rapat, rebut bola, lalu cari ruang dengan dua atau tiga sentuhan. Mereka tidak perlu banyak peluang. Cukup satu momen yang tepat untuk menghukum.

Detik terakhir: VAR, penalti, dan emosi yang meledak

Saat laga terlihat akan berakhir imbang, muncul drama yang mengubah semuanya. VAR kembali jadi pusat perhatian. Setelah tinjauan, wasit memberikan penalti untuk Napoli karena dinilai ada pelanggaran di kotak terlarang. Keputusan ini langsung memancing protes. Genoa merasa mereka yang lebih dominan di fase akhir, apalagi Napoli sedang kekurangan pemain. Namun di sepak bola, dominan tidak selalu berarti menang.

Hojlund maju, dan Genoa dibuat patah hati

Rasmus Hojlund mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor. Penalti itu masuk, Napoli unggul 3 2 di masa tambahan, dan stadion seketika terbelah antara amarah dan keterkejutan. Genoa merasakan pukulan paling menyakitkan, karena mereka sudah merasa memegang kendali setelah unggul jumlah pemain, tapi justru kebobolan dari momen yang diputuskan di meja VAR.

Makna pertandingan bagi kedua tim di malam yang brutal

Napoli pulang membawa tiga poin yang terasa seperti hasil perampokan, tetapi di level atas, kemenangan seperti ini sering lahir dari ketenangan dan ketepatan memanfaatkan situasi. Mereka sempat goyah, sempat kehilangan pemain, namun tetap menemukan cara menang.

Genoa, sebaliknya, akan menyesali dua hal: kurang tajam saat unggul momentum di babak kedua, serta kegagalan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah kartu merah. Mereka sudah berhasil mengejar, sudah berhasil membuat Napoli tertekan, namun satu keputusan dan satu eksekusi mengubah seluruh cerita.

Leave a Reply