MU Tak Terkalahkan 6 Laga Bersama Carrick, Saatnya Klub Serius Bahas Kontrak Permanen?
| Team | MP | W | D | L | GF | GA | GD | PTS |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 Arsenal FC | 28 | 18 | 7 | 3 | 56 | 21 | 35 | 61 |
2 Manchester City | 27 | 17 | 5 | 5 | 56 | 25 | 31 | 56 |
3 Aston Villa | 27 | 15 | 6 | 6 | 38 | 28 | 10 | 51 |
4 Manchester United | 27 | 13 | 9 | 5 | 48 | 37 | 11 | 48 |
5 Chelsea FC | 27 | 12 | 9 | 6 | 48 | 31 | 17 | 45 |
6 Liverpool FC | 27 | 13 | 6 | 8 | 42 | 35 | 7 | 45 |
7 Brentford FC | 27 | 12 | 4 | 11 | 40 | 37 | 3 | 40 |
8 AFC Bournemouth | 27 | 9 | 11 | 7 | 43 | 45 | -2 | 38 |
9 Everton FC | 27 | 10 | 7 | 10 | 29 | 31 | -2 | 37 |
10 Fulham FC | 27 | 11 | 4 | 12 | 38 | 41 | -3 | 37 |
11 Newcastle United | 27 | 10 | 6 | 11 | 38 | 39 | -1 | 36 |
12 Sunderland AFC | 27 | 9 | 9 | 9 | 28 | 33 | -5 | 36 |
13 Crystal Palace | 27 | 9 | 8 | 10 | 29 | 32 | -3 | 35 |
14 Brighton & Hove Albion | 27 | 8 | 10 | 9 | 36 | 34 | 2 | 34 |
15 Leeds United | 27 | 7 | 10 | 10 | 37 | 46 | -9 | 31 |
16 Tottenham Hotspur | 27 | 7 | 8 | 12 | 37 | 41 | -4 | 29 |
17 Nottingham Forest | 27 | 7 | 6 | 14 | 25 | 39 | -14 | 27 |
18 West Ham United | 27 | 6 | 7 | 14 | 32 | 49 | -17 | 25 |
19 Burnley FC | 27 | 4 | 7 | 16 | 29 | 52 | -23 | 19 |
20 Wolverhampton Wanderers | 28 | 1 | 7 | 20 | 18 | 51 | -33 | 10 |
Manchester United sedang menikmati periode yang tidak banyak diprediksi beberapa pekan lalu. Setelah pergantian pelatih di tengah musim, Setan Merah justru tampil lebih stabil bersama Michael Carrick dan kini mencatat enam pertandingan tanpa kekalahan dengan rincian lima kemenangan dan satu hasil imbang. Rangkaian ini makin terasa penting setelah kemenangan 1 gol tanpa balas di kandang Everton yang mengangkat MU ke posisi empat klasemen dan membuka jalur yang lebih nyata menuju Liga Champions.
Di tengah laju positif itu, wacana soal status Carrick langsung menguat. Sebagian pihak menilai MU wajib bergerak cepat untuk mempermanenkan sosok yang berhasil mengubah atmosfer tim. Namun di sisi lain, ada juga sinyal kuat dari klub bahwa keputusan pelatih permanen tidak akan dibuat secara tergesa, meski hasil di lapangan sangat meyakinkan. Sky Sports melaporkan bahwa petinggi klub belum ingin mempercepat proses penunjukan pelatih jangka panjang, sedangkan Reuters juga menyorot Carrick sendiri yang meminta agar tidak ada keputusan reaktif hanya karena momentum bagus.
Artikel ini membahas kenapa enam laga tanpa kalah milik MU di bawah Carrick sangat layak diapresiasi, apa saja perubahan yang paling terlihat, dan apakah performa ini sudah cukup kuat untuk menjadi dasar pembahasan kontrak permanen.
Enam Laga Tanpa Kalah Bukan Sekadar Angka

Rangkaian enam laga tanpa kalah sering terlihat sederhana jika hanya dibaca dari hasil akhir. Namun dalam konteks MU musim ini, catatan itu membawa bobot yang jauh lebih besar. Carrick datang setelah Ruben Amorim dipecat dan saat tim sedang kehilangan arah, tertinggal dari target, serta tersingkir dari kompetisi domestik. Reuters mencatat Carrick ditunjuk pada 13 Januari 2026 untuk memimpin hingga akhir musim, dengan misi utama menstabilkan tim dan memburu empat besar.
Yang membuat laju ini menarik adalah kualitas lawan yang dihadapi. MU tidak mengumpulkan poin hanya melawan tim papan bawah. Ada kemenangan atas Manchester City, kemenangan tandang di markas Arsenal, laga sulit melawan Fulham, kemenangan meyakinkan atas Tottenham, lalu hasil imbang dramatis di markas West Ham, dan terbaru kemenangan tandang di Everton. Reuters menyebut rangkaian itu sebagai bagian dari kebangkitan MU dalam perburuan tiket Liga Champions.
Statistik 6 Pertandingan MU di Bawah Michael Carrick
| No | Tanggal | Pertandingan | Skor | Hasil | Catatan Penting |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 17 Jan 2026 | Manchester United vs Manchester City | 2-0 | Menang | Debut Carrick, kemenangan derby yang langsung mengubah suasana tim |
| 2 | 25 Jan 2026 | Arsenal vs Manchester United | 2-3 | Menang | Kemenangan tandang besar atas pemuncak klasemen saat itu |
| 3 | 1 Feb 2026 | Manchester United vs Fulham | 3-2 | Menang | Menang dramatis lewat gol injury time Sesko |
| 4 | 7 Feb 2026 | Manchester United vs Tottenham | 2-0 | Menang | Solid dan efektif, memperkuat posisi empat besar |
| 5 | 10 Feb 2026 | West Ham vs Manchester United | 1-1 | Imbang | Diselamatkan gol Sesko menit 96 |
| 6 | 23 Feb 2026 | Everton vs Manchester United | 0-1 | Menang | Menang tipis, clean sheet, naik ke posisi empat |
Data skor laga 1 sampai 4 didukung laporan Reuters dan rangkuman ANTARA yang memuat hasil awal era Carrick, sementara dua laga terakhir dan detail enam laga tak terkalahkan ditegaskan kembali dalam laporan Reuters dan Guardian.
Rekap Angka yang Paling Menjelaskan Momentum MU
| Kategori | Nilai |
|---|---|
| Total pertandingan | 6 |
| Menang | 5 |
| Imbang | 1 |
| Kalah | 0 |
| Gol memasukkan | 12 |
| Gol kebobolan | 5 |
| Selisih gol | +7 |
| Rata rata poin per laga | 2,67 |
| Clean sheet | 3 |
Perhitungan gol dan clean sheet diambil dari enam skor pertandingan di atas. Nilai ini memperlihatkan bahwa MU bukan hanya menang, tetapi juga mulai punya keseimbangan antara produktivitas dan pertahanan.
Kenapa Carrick Langsung Membuat MU Lebih Hidup

Perubahan terbesar yang terasa dari MU versi Carrick bukan cuma hasil akhir, tetapi suasana pertandingan. ESPN menulis bahwa selain membawa empat kemenangan dan satu imbang di lima laga awal, Carrick juga menghadirkan ketenangan yang sempat hilang di era sebelumnya. Ia dinilai lebih tenang dalam komunikasi publik dan lebih rapi dalam meredam tekanan di sekitar klub.
Reuters juga menyorot perubahan atmosfer sejak Amorim pergi. Dalam laporan terkait kemenangan atas Fulham dan komentar Carrick menjelang laga berikutnya, terlihat jelas bahwa Carrick menekankan kerja, persiapan, dan kontrol emosi tim, bukan euforia sesaat. Ini penting karena MU sebelumnya sering terlihat naik turun dari laga ke laga.
1. Taktik yang Lebih Sederhana dan Eksekusinya Lebih Jelas
Pada banyak pertandingan, MU tidak selalu tampil dominan sepanjang 90 menit. Bahkan Reuters menyebut laga kontra Everton sebagai pertandingan yang scrappy dan tidak terlalu indah. Tetapi justru di situ letak nilai plus Carrick. Tim tetap bisa menang lewat struktur yang jelas, pertahanan yang disiplin, dan transisi yang efektif. Gol kemenangan di Everton lahir dari serangan balik yang dimulai oleh Matheus Cunha, diteruskan Bryan Mbeumo, lalu diselesaikan Benjamin Sesko.
Saat melawan Tottenham, MU juga tampil efisien. Reuters mencatat gol Bryan Mbeumo dan Bruno Fernandes mengunci kemenangan 2 0, sementara kartu merah Cristian Romero memang membantu, tetapi MU tetap harus bermain rapi untuk memaksimalkan keunggulan situasi.
2. Pemain Kunci Kembali Menyumbang Hasil
Salah satu ciri tim yang pulih adalah banyak pemain mulai memberi kontribusi pada momen berbeda. Dalam enam laga ini, MU tidak bergantung pada satu nama saja.
Reuters mencatat Mbeumo dan Dorgu jadi pembeda saat derby Manchester, Dorgu serta Cunha mencetak gol penting di Arsenal, Casemiro dan Cunha tampil krusial kontra Fulham, Bruno Fernandes tetap memberi dampak dalam kreativitas dan kepemimpinan, sementara Sesko muncul sebagai supersub yang berkali kali menyelamatkan hasil.
Yang paling menonjol belakangan tentu Benjamin Sesko. Reuters menyebut ia mencetak gol penentu di Everton dan sebelumnya menyamakan skor lawan West Ham pada menit 96. Reuters juga mencatat Sesko sudah membuat enam gol dalam tujuh penampilan terakhirnya untuk MU setelah sempat hanya dua gol sebelumnya. Guardian menguatkan narasi ini dengan menulis bahwa transformasi Sesko menjadi bagian penting dari laju MU bersama Carrick.
3. Pertahanan Lebih Tenang saat Tekanan Meningkat
Kemenangan 1 0 atas Everton bukan kemenangan yang glamor, tetapi justru memberi bukti bahwa MU sekarang bisa menang dengan cara berbeda. Reuters menulis kiper Senne Lammens harus melakukan penyelamatan penting, termasuk menghadapi peluang Harrison Armstrong dan Michael Keane. Guardian juga menyorot ketenangan Lammens dalam mengatasi banyak sepak pojok Everton di fase akhir laga, bahkan mendapat pujian dari Carrick dan David Moyes.
Tim yang ingin finis di empat besar memang tidak selalu menang dengan pesta gol. Kadang mereka butuh menang tipis, menahan tekanan, lalu pulang dengan tiga poin. MU berhasil melakukan itu di Everton, dan itu membuat argumen pro Carrick makin kuat.
Alasan MU Layak Mempertimbangkan Carrick Secara Serius
Wacana mempermanenkan Carrick bukan sekadar sentimental karena ia legenda klub. Ada data dan konteks performa yang membuat pembahasan ini layak.
Rekam jejak awalnya sangat meyakinkan
Enam laga tanpa kalah dengan komposisi lawan berat adalah awal yang sangat kuat untuk pelatih yang masuk di tengah musim. Reuters menyebut Carrick kini mencatat lima kemenangan dan satu imbang dari enam laga, sementara Guardian menilai audisinya untuk jabatan permanen nyaris tidak bisa berjalan lebih baik dari ini.
Target utama klub kembali realistis
Saat Carrick ditunjuk, Reuters menekankan bahwa target kunci MU adalah finis empat besar. Kemenangan atas Everton membuat MU berada di posisi empat dengan 48 poin dari 27 laga dan unggul tiga poin atas Chelsea serta Liverpool menurut Reuters. Itu bukan sekadar peningkatan kecil, tetapi perubahan arah musim yang nyata.
Carrick paham kultur klub dan mengurangi masa adaptasi
Reuters saat pengangkatannya menulis bahwa alasan MU memilih Carrick di tengah musim adalah untuk meminimalkan periode adaptasi, karena ia paham klub dan tuntutannya. Dalam situasi MU yang sering ganti arah, faktor ini sangat berharga. Tim langsung merespons, dan itu terlihat dari hasil di lapangan.
Kenapa MU Juga Tidak Boleh Tergesa Menetapkan Kontrak Permanen
Meski argumen pro Carrick kuat, ada sisi lain yang juga masuk akal. Klub tidak boleh membuat keputusan besar hanya karena rangkaian hasil pendek, seberapa impresif pun rangkaian itu.
Sky Sports melaporkan bahwa petinggi MU tidak akan mempercepat proses penunjukan pelatih tetap. Mereka disebut akan menunggu sampai akhir musim sebelum melangkah lebih jauh. Reuters juga mengutip Carrick yang menolak gagasan keputusan knee jerk dan menegaskan bahwa hasil bagus tidak seharusnya memicu langkah tergesa.
Sampel laga masih relatif pendek
Enam pertandingan sangat bagus untuk membangun momentum, tetapi belum cukup untuk menjawab semua pertanyaan jangka panjang. Bagaimana MU bereaksi saat jadwal makin padat, saat cedera datang, atau saat lawan mulai membaca pola Carrick, itu masih harus dibuktikan. Bahkan Reuters pada laga Everton menilai penampilan MU belum polished meski hasilnya positif. Artinya ada pekerjaan yang belum selesai.
Klub perlu menilai lebih dari sekadar hasil akhir
Sky Sports menyorot bahwa proses pencarian pelatih jangka panjang tetap berjalan dan klub tidak ingin hanya terpaku pada gelombang hasil. Ini masuk akal untuk klub sebesar MU yang sedang berusaha membangun filosofi yang lebih konsisten setelah beberapa pergantian pelatih.
Laga Everton Bisa Jadi Titik Balik Penilaian terhadap Carrick
Jika ada satu pertandingan yang memperkuat citra Carrick sebagai kandidat serius, laga melawan Everton layak masuk daftar teratas. Bukan karena MU tampil spektakuler, tetapi karena mereka menang dalam pertandingan yang sulit, keras, dan minim ruang.
Reuters menggambarkan laga itu sebagai duel 50 50 yang harus dimenangi dengan kerja dan ketahanan. Sesko sendiri menekankan betapa pentingnya kemenangan tersebut, sementara Carrick menyebut clean sheet sama pentingnya dengan gol kemenangan. Komentar ini menunjukkan fokus Carrick bukan hanya pada sorotan penyerang, tetapi juga detail kolektif tim.
Guardian juga menambahkan konteks menarik bahwa Lammens menjadi fondasi penting kemenangan, terutama saat Everton menekan lewat bola mati. Di level persaingan empat besar, kualitas seperti ini sering jadi pembeda antara tim yang sekadar tampil bagus dan tim yang benar benar matang.
Jadi, Apakah MU Harus Mempermanenkan Carrick Sekarang?
Kalau pertanyaannya apakah MU harus mulai menganggap Carrick sebagai kandidat utama, jawabannya iya. Enam laga tanpa kalah, kualitas lawan yang dihadapi, perbaikan atmosfer tim, kebangkitan beberapa pemain kunci, dan posisi klasemen yang membaik membuat Carrick sudah melewati fase sekadar penjaga kursi. Itu bukan opini kosong, tetapi pembacaan dari hasil dan performa yang sudah terlihat di lapangan.
Kalau pertanyaannya apakah MU harus langsung menutup pencarian lalu meneken kontrak permanen hari ini, situasinya lebih rumit. Laporan Sky Sports dan Reuters sama sama menunjukkan klub maupun Carrick masih memilih jalur hati hati. Itu pendekatan yang masuk akal agar keputusan akhir benar benar didasarkan pada konsistensi sampai akhir musim, bukan hanya ledakan awal yang impresif.
Yang jelas, setelah enam pertandingan tanpa kekalahan, satu hal sulit dibantah. Michael Carrick sudah memaksa Manchester United dan semua pendukungnya untuk mengubah cara pandang. Dari semula hanya solusi darurat, kini ia tampil sebagai opsi yang pantas dibahas sangat serius untuk masa pelatih utama di Old Trafford.
Arsenal FC
Manchester City
Aston Villa
Manchester United
Chelsea FC
Liverpool FC
Brentford FC
AFC Bournemouth
Everton FC
Fulham FC
Newcastle United
Sunderland AFC
Crystal Palace
Brighton & Hove Albion
Leeds United
Tottenham Hotspur
Nottingham Forest
West Ham United
Burnley FC
Wolverhampton Wanderers