Lautaro Martinez Ngebut !!! Top Skor dan Top Assist Serie A Pekan ke 22 Musim 2025-2026
Statistik individu Serie A di pekan ke 22 makin bikin persaingan terasa hidup. Ada tim yang dominan, ada juga klub kuda hitam yang tiba tiba melahirkan pencetak gol dan pengumpan gol elite. Di tengah jadwal padat, daftar top skor dan raja assist sering jadi cara tercepat untuk membaca siapa yang benar benar menentukan hasil pertandingan, bukan cuma ramai di highlight.
Peta persaingan top skor dan raja assist setelah pekan ke 22
Pekan ke 22 biasanya jadi fase ketika angka mulai membentuk pola. Striker yang konsisten mulai menjauh, sementara gelandang kreatif dan bek sayap yang rajin naik ikut menumpuk assist. Menariknya, daftar musim ini tidak hanya dipenuhi pemain dari tim tradisional papan atas. Ada nama dari klub yang tidak selalu jadi langganan sorotan, tapi statistiknya berbicara keras.
Kenapa pekan ke 22 terasa penting
Di fase ini, banyak tim sudah bertemu lawan kuat dan lawan menengah. Artinya, catatan gol dan assist bukan sekadar panen dari satu dua laga mudah. Pemain yang masih stabil sampai pekan ke 22 biasanya punya dua hal: menit bermain yang sehat dan peran yang jelas di sistem pelatih.
Dua jalur menuju angka besar
Ada pemain yang angka golnya naik karena volume tembakan tinggi dan peran sebagai finisher utama. Ada juga yang mencuri ruang dari lini kedua dan rajin masuk kotak penalti. Untuk assist, jalurnya biasanya lewat bek sayap pengirim umpan silang, gelandang pengatur tempo, atau winger yang tajam dalam umpan cutback.
Daftar top skor Serie A hingga pekan ke 22

Di bawah ini tabel top skor sampai pekan ke 22. Selain gol, saya sertakan assist dan menit bermain agar terasa konteksnya: ada yang produktif karena main penuh, ada juga yang efisien karena menitnya lebih sedikit tapi kontribusinya tinggi.
| Pos | Pemain | Klub | Penampilan | Gol | Assist | Menit Bermain |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Lautaro Martínez | Inter Milan | 22 | 12 | 4 | 1665 |
| 2 | Nico Paz | Como | 22 | 8 | 6 | 1864 |
| 3 | Christian Pulisic | AC Milan | 16 | 8 | 2 | 884 |
| 4 | Kenan Yıldız | Juventus | 21 | 8 | 4 | 1757 |
| 5 | Anastasios Douvikas | Como | 22 | 8 | 0 | 1204 |
| 6 | Rafael Leão | AC Milan | 16 | 7 | 2 | 1072 |
| 7 | Hakan Çalhanoğlu | Inter Milan | 16 | 7 | 2 | 1272 |
| 8 | Riccardo Orsolini | Bologna | 20 | 7 | 1 | 1328 |
| 9 | Matìas Soulé | AS Roma | 22 | 6 | 4 | 1483 |
| 10 | Nikola Krstović | Atalanta | 18 | 6 | 4 | 766 |
Lautaro Martínez masih jadi raja angka di depan
Memimpin dengan 12 gol sampai pekan ke 22 itu bukan cuma soal insting. Yang paling terasa dari Lautaro adalah ritme. Dia bisa mencetak gol ketika Inter dominan, tapi juga tetap bisa mencuri gol saat laga ketat. Tambahan 4 assist menegaskan satu hal: dia tidak hanya menunggu bola, dia ikut menggerakkan serangan.
Nico Paz dan Como, kombinasi yang bikin orang melirik
Nama Nico Paz bukan cuma muncul di daftar pencetak gol, tapi juga di jalur kreator. Delapan gol dan enam assist sampai pekan ke 22 adalah paket lengkap. Ini tipe pemain yang bisa bikin pelatih tersenyum karena kontribusinya dua arah: mengantar bola ke zona bahaya dan menyelesaikan peluang.
Efisiensi yang bikin kaget dari Pulisic
Pulisic mencatat 8 gol dari 16 penampilan dengan menit 884. Ini yang menarik. Angka ini menunjukkan kontribusinya terasa padat. Ketika menit bermain tidak setinggi pesaing lain, tapi golnya setara, artinya dia punya efisiensi tinggi, entah karena finishing, pemilihan posisi, atau peran yang memang disiapkan untuk mematikan lawan.
Kenan Yıldız, profil bintang muda yang sudah siap panggung besar
Delapan gol dan empat assist dari 21 penampilan memberi sinyal bahwa Juventus punya aset yang bisa jadi pusat serangan dalam banyak skenario. Dia bukan hanya pencetak, tapi juga penghubung. Dan ketika pemain muda bisa tetap stabil sampai pekan ke 22, itu biasanya pertanda mentalnya sudah jadi.
Douvikas, finisher murni yang hidup dari suplai
Delapan gol tanpa assist kadang terlihat sederhana, tapi justru menegaskan perannya sangat spesifik: menyelesaikan. Pemain seperti ini sering jadi pembeda ketika tim butuh gol cepat atau ketika lawan mulai lengah satu detik saja.
Daftar raja assist Serie A hingga pekan ke 22

Assist itu kadang tidak setenar gol, tapi di Serie A, angka assist sering menjadi cermin struktur tim. Siapa yang paling banyak memberi assist biasanya adalah pemain yang sistemnya “memanggil” bola datang ke kakinya di momen yang tepat.
| Pos | Pemain | Klub | Assist | Penampilan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Federico Dimarco | Inter Milan | 7 | 20 |
| 2 | Nico Paz | Como | 6 | 22 |
| 3 | Jesús Rodriguez | Como | 6 | 19 |
| 4 | Nicolò Barella | Inter Milan | 5 | 22 |
| 5 | Lautaro Martínez | Inter Milan | 4 | 22 |
| 6 | Matìas Soulé | AS Roma | 4 | 22 |
| 7 | Kenan Yıldız | Juventus | 4 | 21 |
| 8 | Jari Vandeputte | Cremonese | 4 | 21 |
| 9 | Alessandro Bastoni | Inter Milan | 4 | 19 |
| 10 | Aarón Martín | Genoa | 4 | 19 |
Dimarco, bek sayap yang jadi mesin peluang
Ketika bek sayap memimpin daftar assist, itu berarti dua hal: kualitas crossingnya elit dan pola serang timnya jelas. Tujuh assist dari 20 penampilan menunjukkan Dimarco bukan sekadar “ikut naik”, tapi memang jadi jalur utama Inter untuk mengirim bola berbahaya.
Como kembali muncul lewat dua nama kreator
Nico Paz dan Jesús Rodriguez sama sama mengoleksi 6 assist. Ini menarik karena menandakan Como punya lebih dari satu sumber kreativitas, bukan tim yang bergantung pada satu otak. Tim yang punya beberapa kreator biasanya lebih sulit dikunci karena lawan tidak bisa fokus menjaga satu pemain saja.
Barella, tipe gelandang yang membuat tim tidak macet
Lima assist dari Barella menggambarkan perannya sebagai gelandang yang tidak hanya kuat dalam duel, tapi juga efektif saat harus mengirim umpan akhir. Dia bukan playmaker yang berdiri diam, tapi kreator yang lahir dari intensitas.
Bastoni, bukti build up Inter tidak cuma dari lini tengah
Empat assist dari seorang bek tengah memberi sinyal bahwa Inter punya build up yang rapi. Ada momen ketika bola dari belakang langsung memecah blok lawan. Ketika bek tengah bisa mencatat assist, biasanya itu hasil dari umpan progresif, overlap yang terukur, atau pengalihan bola yang membuka sisi lapangan.
Statistik pertandingan pekan ke 22
Pekan ke 22 juga diwarnai beberapa skor besar yang ikut mengerek angka individu. Di bawah ini ringkasan hasil pertandingan yang menonjol dalam bentuk tabel.
| Pertandingan | Skor |
|---|---|
| Inter Milan vs Pisa | 6 2 |
| Como vs Torino | 6 0 |
| Juventus vs Napoli | 3 0 |
| Roma vs AC Milan | 1 1 |
| Atalanta vs Parma | 4 0 |
| Genoa vs Bologna | 3 2 |
| Fiorentina vs Cagliari | 1 2 |
| Lecce vs Lazio | 0 0 |
| Sassuolo vs Cremonese | 1 0 |
Laga skor besar biasanya memunculkan lonjakan statistik
Pertandingan seperti 6 2 atau 6 0 hampir selalu menghasilkan pemain yang naik signifikan di daftar gol atau assist. Tapi tetap penting membaca konteksnya: apakah pemain itu konsisten di pekan lain, atau hanya meledak satu malam saja. Daftar di atas menunjukkan siapa yang stabil sampai pekan ke 22, bukan sekadar “viral seminggu”.
Membaca angka dengan cara yang lebih jernih
Di tabel top skor, ada pemain dengan menit besar yang wajar punya angka tinggi. Tapi ada juga yang menitnya lebih kecil namun golnya setara, itu biasanya penanda efisiensi. Di tabel assist, bek sayap dan gelandang kreatif mendominasi karena perannya memang menjadi jalur terakhir sebelum gol.
Kombinasi paling menakutkan adalah gol plus assist
Kalau bicara paket lengkap, nama seperti Lautaro, Nico Paz, Kenan Yıldız, dan Soulé terasa menonjol karena ikut menyumbang di dua kolom. Pemain seperti ini sulit dimatikan karena ketika tidak mencetak gol, dia masih bisa “membuka pintu” untuk orang lain.
Tim yang punya banyak wakil di daftar statistik biasanya stabil di klasemen
Inter paling jelas terlihat di sini. Ada striker, gelandang, bek sayap, bahkan bek tengah yang masuk daftar assist. Itu pertanda sistemnya berjalan, bukan hanya mengandalkan satu bintang.