Haaland Menggila, Bruno Raja Assist: Peta Top Skor Sementara Liga Inggris 2025/2026
Liga Inggris musim 2025/26 lagi seru serunya, bukan cuma di papan atas, tapi juga di dua lomba paling “seksi” buat penikmat Premier League: perburuan top skor dan raja assist. Di satu sisi, ada striker mesin gol yang seperti tidak kenal rem. Di sisi lain, ada kreator yang tiap pekan terasa selalu punya cara baru buat membelah pertahanan lawan.
Sampai memasuki akhir Januari 2026, peta persaingan sudah mulai kelihatan: siapa yang memimpin, siapa yang menguntit, dan siapa yang diam diam sedang menyimpan ancaman untuk menyalip di momen krusial.
Persaingan Top Skor: Ada yang Ngacir, Ada yang Menguntit
Klasemen top skor Premier League musim ini menghadirkan satu cerita besar: dominasi yang terasa “berbeda level”. Tapi di bawahnya, barisan pengejar juga tidak kalah menarik karena datang dari klub dan gaya main yang beragam.
Haaland di Puncak, Angkanya Bikin Geleng Kepala

Erling Haaland kembali jadi nama pertama yang disebut ketika orang bicara soal gol. Catatan golnya bukan cuma tinggi, tapi juga konsisten di berbagai situasi: open play, cutback, transisi cepat, sampai posisi “striker sejati” yang sering cuma butuh satu sentuhan.
Haaland memimpin daftar pencetak gol terbanyak dengan 20 gol dari 22 laga, ditambah 4 assist yang memperlihatkan ia tidak melulu jadi finisher.
Bahkan bursa taruhan pun ramai karena gapnya membuat pasar “top skor tanpa Haaland” ikut muncul, tanda betapa jauhnya ia meninggalkan pesaing.
Igor Thiago, Cerita Brentford yang Tidak Disangka
Kejutan besar datang dari Brentford lewat Igor Thiago. Namanya mungkin tidak seglamor bintang Big Six, tapi di lapangan ia jadi pembeda yang nyata. Thiago tampil tajam dan efisien, menjadikannya pesaing paling dekat untuk urusan jumlah gol.
Ia menempel ketat di posisi dua dengan 16 gol dari 22 laga.
Di musim seperti ini, punya striker yang bisa “menang sendiri” di satu dua momen sering jadi penentu hidup matinya klub di Premier League.
Barisan Penguntit: Beda Karakter, Sama Sama Mengancam
Di bawah dua nama teratas, daftar pengejar terasa lebih ramai dan lebih variatif.
Antoine Semenyo mengisi papan atas dengan 10 gol dan kontribusi lain di sektor serang.
Dominic Calvert Lewin mengintai dengan 9 gol, sementara Bruno Guimarães dan Hugo Ekitike sama sama mengoleksi 8 gol.
Menariknya, Jean Philippe Mateta dan Danny Welbeck juga ikut menyodok lewat angka 8 gol, membuktikan bahwa konsistensi bisa datang dari tim mana pun.
Tabel Statistik Top Skor Liga Inggris 2025/26
Di bawah ini statistik top skor beserta data penampilan, menit bermain, dan assist (per akhir Januari 2026).
| Peringkat | Pemain | Main | Gol | Assist | Menit |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Erling Haaland | 22 | 20 | 4 | 1908 |
| 2 | Igor Thiago | 22 | 16 | 1 | 1849 |
| 3 | Antoine Semenyo | 21 | 10 | 3 | 1890 |
| 4 | Dominic Calvert Lewin | 20 | 9 | 1 | 1409 |
| 5 | Bruno Guimarães | 21 | 8 | 3 | 1841 |
| 6 | Hugo Ekitike | 19 | 8 | 2 | 1233 |
| 7 | Jean Philippe Mateta | 22 | 8 | 0 | 1830 |
| 8 | Danny Welbeck | 21 | 8 | 0 | 1206 |
| 9 | Morgan Rogers | 22 | 7 | 5 | 1961 |
| 10 | Harry Wilson | 21 | 7 | 4 | 1602 |
Raja Assist: Mereka yang Bikin Gol Terlihat Lebih Mudah

Kalau top skor adalah soal ketegasan di kotak penalti, maka daftar raja assist bicara soal ketenangan, visi, dan keberanian mengambil keputusan sepersekian detik lebih cepat daripada bek lawan.
Di musim 2025/26, daftar penyumbang assist terbanyak memperlihatkan satu nama yang seperti “langganan” jadi pusat permainan timnya.
Bruno Fernandes, Pengatur Irama yang Tidak Pernah Habis Ide
Bruno Fernandes memimpin daftar assist dengan 9 assist dari 19 penampilan.
Yang menarik, di tabel top skor, Bruno juga muncul sebagai pencetak 5 gol sekaligus, jadi kontribusinya bukan cuma servis untuk rekan setim, tapi juga ancaman langsung.
Kalau Manchester United sedang mencari jalan keluar ketika serangan macet, biasanya bola akan “mencari” Bruno lebih dulu. Entah untuk umpan terobosan, crossing tarik, atau bola mati yang sering jadi senjata.
Rayan Cherki dan Jalur Kreatif Manchester City
Nama lain yang menonjol adalah Rayan Cherki dengan 7 assist.
Ditambah Jérémy Doku yang sudah mengoleksi 6 assist, terlihat jelas Manchester City punya lebih dari satu jalur kreativitas.
Ketika satu sisi dikunci, mereka bisa pindah pola serangan tanpa terasa panik.
Kudus dan Grealish: Spesialis Mengunci Bola di Ruang Sempit
Mohammed Kudus mencatat 6 assist, sama seperti Jack Grealish yang juga 6 assist.
Dua pemain ini punya ciri khas yang mirip: kuat dalam duel satu lawan satu, menjaga bola tetap hidup, lalu mengirimkan umpan pada timing yang pas ketika bek lawan mulai kehilangan posisi.
Arsenal Ikut Menyebar Ancaman Lewat Saka dan Rice
Bukayo Saka sudah mengoleksi 5 assist, sementara Declan Rice juga 5 assist.
Peran mereka makin terasa karena Arsenal musim ini sangat berbahaya lewat bola mati, sampai disebut sebagai tim “set piece masters” dengan porsi gol bola mati yang tinggi.
Tabel Raja Assist Liga Inggris 2025/26
Berikut daftar teratas penyumbang assist (per akhir Januari 2026).
| Peringkat | Pemain | Klub | Main | Assist |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Bruno Fernandes | Manchester United | 19 | 9 |
| 2 | Rayan Cherki | Manchester City | 17 | 7 |
| 3 | Jérémy Doku | Manchester City | 19 | 6 |
| 4 | Mohammed Kudus | Tottenham Hotspur | 19 | 6 |
| 5 | Jack Grealish | Everton | 20 | 6 |
| 6 | Bukayo Saka | Arsenal | 20 | 5 |
| 7 | Declan Rice | Arsenal | 21 | 5 |
| 8 | Granit Xhaka | Sunderland | 22 | 5 |
| 9 | Samuel Chukwueze | Fulham | 9 | 4 |
| 10 | Quilindschy Hartman | Burnley | 15 | 4 |
Kenapa Mereka Bisa Menonjol: Pola Gol dan Assist yang Berulang
Angka bagus biasanya bukan kebetulan. Di Premier League, pemain yang konsisten ada di papan atas hampir selalu punya “pola” yang muncul berulang.
Haaland dan Paket Komplet Striker Modern
Haaland bukan tipe striker yang harus sering turun menjemput bola untuk terlihat berpengaruh. Justru ia paling mematikan ketika timnya berhasil memindahkan bola ke area berbahaya dalam tempo cepat.
Ada dua hal yang bikin ia sulit dihentikan.
Pertama, ia jarang butuh banyak sentuhan. Satu kontrol, satu tembak, beres.
Kedua, ia selalu menang duel posisi. Bek bisa menempel, tapi ketika bola datang, Haaland sudah punya sudut tembak.
Catatan 20 gol dari 22 laga memperlihatkan konsistensinya tetap terjaga.
Igor Thiago dan Keuntungan Punya Striker “Pemukul”
Thiago punya aura striker yang bikin bek tidak nyaman sepanjang laga. Ia bisa jadi target untuk bola langsung, bisa jadi pemantul untuk gelandang yang menyusul, dan bisa juga menyelesaikan peluang di kotak penalti.
Dengan 16 gol, ia bukan sekadar “lagi on fire sebentar”, tapi benar benar motor gol Brentford musim ini.
Bruno Fernandes: Umpan yang Rasanya Selalu Tepat Waktu
Assist itu bukan cuma soal umpan bagus. Yang paling mahal adalah timing.
Bruno sering mengirim bola ketika celah baru terbuka setengah badan, bukan saat celahnya sudah lebar. Itu alasan umpan terobosannya terasa “jahat”, karena bek lawan masih dalam posisi setengah langkah terlambat.
Ia memimpin assist dengan 9, sekaligus masih menyumbang 5 gol.
Cherki dan City: Kreativitas yang Datang dari Banyak Arah
Rayan Cherki dan Doku membuat City bisa menyerang lewat kombinasi cepat, isolasi satu lawan satu, atau tusukan diagonal dari half space.
Ketika punya dua kreator dengan gaya berbeda, lawan jadi sulit menentukan siapa yang harus “dimatikan” lebih dulu.
Produktivitas Gabungan Gol dan Assist: Nama yang Paling Komplet
Kadang, pemain terbaik bukan cuma yang mencetak gol terbanyak atau assist terbanyak, tapi yang kontribusi totalnya paling besar.
Statistik gabungan gol plus assist memperlihatkan Haaland tetap di posisi teratas, tapi ada nama nama lain yang ikut menempel lewat kontribusi seimbang.
| Peringkat | Pemain | Gol + Assist |
|---|---|---|
| 1 | Erling Haaland | 24 |
| 2 | Igor Thiago | 17 |
| 3 | Bruno Fernandes | 14 |
| 4 | Antoine Semenyo | 13 |
| 5 | Harry Wilson | 11 |
Detail yang Bisa Mengubah Papan Atas Statistik di Pekan Pekan Berikutnya
Persaingan top skor dan assist di Liga Inggris sering berubah bukan karena pemain tiba tiba buruk, tapi karena tiga faktor yang terjadi terus menerus di kompetisi ini.
Jadwal Padat dan Rotasi yang Tidak Bisa Dihindari
Masuk paruh kompetisi, jadwal makin ketat. Tim yang main di kompetisi Eropa akan menghadapi rotasi yang lebih intens. Untuk pemain yang mengandalkan ritme, dua pekan tanpa 90 menit penuh saja bisa membuat angka mereka melambat.
Bola Mati Jadi Tambang Poin untuk Kreator
Buat pemburu assist, bola mati sering jadi “bonus” yang nilainya mahal.
Arsenal misalnya, musim ini sangat kuat lewat set piece, bahkan sudah mencetak banyak gol dari situasi tersebut.
Kreator seperti Saka dan Rice otomatis diuntungkan karena peluang assist mereka tidak hanya datang dari open play.
Penalti dan Peran Eksekutor
Untuk top skor, penalti selalu jadi penambah angka yang bisa membuat jarak melebar. Bukan berarti gol penalti “murah”, karena tetap butuh mental kuat, tapi faktanya penalti bisa mengubah lomba sepatu emas ketika selisih ketat.
Dan di musim di mana Haaland sudah memimpin cukup jauh, pesaing butuh “ledakan” gol beruntun untuk benar benar mengubah wajah persaingan.