Guehi Lepas, Liverpool Bidik Van de Ven, Bek Kilat Tottenham Masuk Radar Anfield
Liverpool harus menelan pil pahit di bursa transfer musim dingin 2026. Target yang sempat disebut sebagai prioritas, Marc Guehi, akhirnya lepas dari genggaman. Bek timnas Inggris itu justru mendarat di Manchester City, membuat rencana peremajaan lini belakang Liverpool berubah arah.
Kabar terbaru yang beredar di Inggris menyebut, Liverpool kini mulai memusatkan perhatian pada satu nama yang tidak kalah “menggoda” untuk permainan garis tinggi. Sosok itu adalah Micky van de Ven, bek cepat milik Tottenham Hotspur yang musim lalu sempat bikin banyak penyerang Premier League frustasi karena duel lari.
Saga Marc Guehi yang Berakhir di Etihad
Liverpool sebenarnya bukan baru kemarin sore mengincar Marc Guehi. Dalam beberapa jendela transfer terakhir, namanya kerap muncul sebagai opsi realistis: usia matang, pengalaman Premier League, dan profil bek modern yang rapi saat membangun serangan dari belakang.

Namun pada Januari 2026, peta persaingan berubah drastis. Manchester City bergerak cepat dan menuntaskan kesepakatan dengan Crystal Palace, memanfaatkan situasi kontrak Guehi yang memasuki fase krusial.
City Menang Start Karena Butuh Bek Siap Pakai
City punya alasan kuat untuk memaksa transfer ini selesai secepat mungkin. Kondisi skuad mereka sedang tidak ideal, terutama karena badai cedera di sektor pertahanan. Situasi itu membuat Pep Guardiola mencari pemain yang bisa langsung “nyetel”, bukan proyek jangka panjang.
Guehi pun masuk kategori paling aman: sudah terbiasa dengan intensitas Premier League, kuat duel, dan cukup tenang saat ditekan. Dalam laporan media Inggris, City menutup transfer ini dengan nilai awal sekitar 20 juta pound dan kontrak berdurasi lima setengah tahun.
Liverpool Tidak Ikut Perang Tawaran Sampai Titik Akhir
Di sisi lain, Liverpool diyakini memilih tidak “all in” ketika angka-angka mulai membesar. Ada laporan yang menyebut paket gaji menjadi salah satu tembok utama yang membuat Liverpool tidak menempel terus sampai garis finis.
Kalau sudah masuk ke wilayah perang gaji, Liverpool memang cenderung disiplin. Mereka biasanya tetap agresif di harga transfer, tapi lebih ketat dalam struktur upah. Dan dalam kasus Guehi, City jelas punya ruang manuver lebih luas.
Kenapa Liverpool Tetap Butuh Bek Baru Secepatnya
Walaupun Liverpool bukan tim yang “kebobolan banyak” setiap pekan, kebutuhan bek baru tidak semata soal jumlah gol yang masuk. Ini lebih ke arah pola main dan profil pemain.
Liverpool beberapa musim terakhir sering bermain dengan garis pertahanan tinggi. Bek tengah dituntut bukan cuma kuat duel, tapi juga cepat menutup ruang ketika lawan melakukan umpan terobosan, serta berani mengambil keputusan saat diserang balik.
Data menunjukkan Liverpool sudah kebobolan 29 gol di Premier League musim ini. Angka itu tidak jelek, tapi juga bukan yang paling rapat untuk ukuran tim yang ingin konsisten di jalur juara.
Garis Tinggi Itu Indah, Tapi Risikonya Mahal
Bermain menekan dari depan selalu punya dua sisi. Ketika pressing sukses, Liverpool bisa mematikan lawan dan bikin pertandingan terlihat “ringan”. Tetapi saat pressing bocor sedikit saja, ruang kosong di belakang garis pertahanan itu jadi target empuk.
Di momen seperti ini, bek cepat bukan sekadar bonus. Kecepatan adalah tombol panik yang menyelamatkan tim dari situasi dua lawan dua, atau bahkan satu lawan satu di ruang terbuka.
Pengganti Jangka Menengah, Bukan Cuma Tambalan
Liverpool juga perlu menyiapkan regenerasi yang sehat. Bukan berarti mengganti pemain senior besok pagi, tapi memastikan stok bek dengan karakter berbeda selalu tersedia.
Dalam sepak bola modern, tim juara biasanya punya kombinasi: ada bek pembaca permainan, ada bek duel udara, dan ada bek “pemadam kebakaran” yang bisa menang sprint ketika lawan kabur sendirian.
Van de Ven Jadi Opsi Paling “Liverpool Banget”
Nama Micky van de Ven kini muncul sebagai target yang dinilai cocok dengan kebutuhan itu. Keunggulan yang paling menonjol tentu saja kecepatannya, dan ini bukan sekadar label media.
Premier League pernah merilis data top speed, dan van de Ven tercatat sebagai pemain tercepat musim 2024/2025 dengan kecepatan puncak 37,1 km per jam. Untuk ukuran bek tengah, angka itu gila.
Bek Cepat yang Tidak Panik Saat Dikejar
Yang bikin van de Ven menarik bukan cuma sprint. Dia juga punya ciri khas yang bikin pelatih senang: saat diserang balik, dia tidak langsung buang bola asal aman. Ia sering memilih menutup jalur umpan lebih dulu, lalu baru duel di timing yang tepat.
Dalam skema garis tinggi, bek seperti ini sangat berharga. Karena ia bisa “membeli waktu” untuk rekan-rekannya balik posisi, tanpa harus melakukan tekel sembrono.
Cocok untuk Premier League yang Makin Brutal
Premier League sekarang semakin langsung. Banyak tim papan tengah yang mainnya bukan lagi bertahan total, tapi berani menekan dan menyerang balik cepat. Artinya, duel transisi terjadi lebih sering.
Di liga seperti ini, bek yang kalah start setengah langkah saja bisa langsung membuat timnya dalam bahaya. Van de Ven punya modal untuk mengurangi risiko itu, karena ia bisa mengejar penyerang yang sudah unggul jarak.
Masalahnya: Tottenham Tidak Akan Melepas Murah

Liverpool bisa saja “naksir berat”, tetapi Tottenham jelas bukan toko diskon. Laporan dari Inggris menyebut Spurs bahkan memasang valuasi super tinggi untuk van de Ven, sampai disebut di atas 100 juta pound.
Kontrak Panjang Membuat Spurs Pegang Kendali
Satu hal yang membuat Tottenham santai dalam negosiasi adalah kontrak van de Ven masih panjang, disebut berjalan sampai 2029. Dengan kondisi seperti itu, Spurs tidak berada dalam posisi terpaksa menjual.
Kalau Liverpool datang dengan tawaran “normal”, Tottenham bisa dengan mudah bilang: tidak cukup.
Liverpool Harus Pintar Menentukan Momen
Liverpool juga tidak bisa gegabah. Menggelontorkan dana besar untuk satu bek berarti mengorbankan sektor lain, apalagi jika klub juga punya agenda memperkuat lini berbeda.
Di sinilah perang strategi dimulai. Apakah Liverpool menunggu sampai situasi Tottenham lebih longgar, atau justru menekan sejak awal agar tidak diserobot klub lain?
Bagaimana Van de Ven Bisa Mengubah Cara Liverpool Bertahan
Jika transfer ini benar-benar dikejar serius, van de Ven bisa memberi Liverpool beberapa opsi taktis yang menarik. Tidak hanya soal siapa yang jadi starter, tapi juga soal bagaimana Liverpool menyesuaikan bentuk bertahan.
Cover Ruang Lebar Tanpa Mengorbankan Garis Pertahanan
Salah satu masalah tim yang main garis tinggi adalah ruang di sisi kiri dan kanan bek tengah, terutama ketika fullback naik.
Bek cepat seperti van de Ven memungkinkan Liverpool tetap berani naik, karena ada “asuransi” ketika lawan mengincar bola diagonal dan sprint di half space.
Duel Sprint Lawan Penyerang Cepat Jadi Lebih Seimbang
Di Premier League, banyak tim punya penyerang yang hidup dari momen satu lawan satu di ruang terbuka. Bek yang kalah sprint biasanya cuma punya dua pilihan: tekel nekat atau berharap kiper menyelamatkan.
Van de Ven membuat situasi itu lebih seimbang. Ia bisa mengejar, memepet, lalu memaksa penyerang mengambil keputusan lebih cepat. Dalam banyak pertandingan, satu detik tambahan itu bisa menyelamatkan poin.
Transfer Ini Bisa Jadi Sinyal Besar Bursa Musim Panas
Laporan awal menyebut Liverpool mempertimbangkan langkah ini untuk bursa musim panas mendatang, bukan sekadar buru-buru di musim dingin.
Artinya, saga ini punya peluang panjang dan bisa berubah tiap pekan, tergantung kondisi Tottenham, kebutuhan Liverpool, serta klub lain yang mungkin ikut masuk.
Yang jelas, setelah gagal mengamankan Marc Guehi, Liverpool terlihat tidak ingin kehilangan waktu. Mereka langsung melirik profil bek yang lebih “spesial”, dan kalau benar targetnya van de Ven, itu bukan sekadar cari pengganti, tapi cari senjata baru untuk bertahan dengan cara yang lebih berani.