Gordon Menggila, Newcastle Hancurkan Qarabag 6-1 di Baku

Newcastle United seperti menekan tombol turbo di Baku. Dalam leg pertama play off fase gugur Liga Champions, The Magpies membantai Qarabag dengan skor telak 6-1 di Tofiq Bahramov Republican Stadium, Rabu 18 Februari 2026 waktu setempat. Malam itu jadi panggung Anthony Gordon yang mencetak empat gol hanya di babak pertama, ketika Qarabag seakan tidak diberi ruang untuk bernapas.

Paragraf awal pertandingan terasa penting karena ini bukan sekadar kemenangan tandang. Newcastle menempuh perjalanan jauh menuju Azerbaijan dan tetap tampil bertenaga, menekan tinggi, menyerang cepat, dan mengubah setiap kesalahan kecil tuan rumah menjadi bencana.

Skor akhir yang membuat leg kedua seperti formalitas

Ada rasa kejam dalam cara Newcastle membangun skor. Bukan sekadar unggul, melainkan unggul besar sejak awal, sampai akhirnya laga ini terlihat timpang bahkan sebelum jeda turun minum.

Qarabag memang sempat mencetak gol hiburan di babak kedua, tetapi jarak yang sudah terlanjur menganga membuat respons itu tidak pernah benar benar mengubah arah cerita.

Rangkuman gol dan menit penting

Pertandingan ini bergulir dengan ritme cepat, dan daftar pencetak golnya menggambarkan betapa dini Newcastle mengunci laga.

MenitTimPencetak golKeterangan
3NewcastleAnthony GordonOpen play
8NewcastleMalick ThiawSundulan
32NewcastleAnthony GordonPenalti
33NewcastleAnthony GordonOpen play
45+1NewcastleAnthony GordonPenalti
54QarabagElvin JafarguliyevDisahkan VAR
72NewcastleJacob MurphyTembakan terdefleksi

Babak pertama yang membuat Qarabag ambruk perlahan

Newcastle tidak menunggu lama untuk menunjukkan niat. Gol cepat Gordon di menit 3 berawal dari dorongan agresif dari lini belakang, lalu bola diarahkan ke ruang yang tepat dan diselesaikan tanpa ragu. Dari situ, tekanan Newcastle bukan menurun, justru meningkat.

Yang terasa menonjol adalah cara Newcastle memaksa Qarabag bermain di area sendiri. Begitu tuan rumah mencoba membangun serangan, Newcastle langsung menyerbu balik, memotong jalur umpan, dan membuat Qarabag tidak pernah nyaman memegang bola di zona aman.

Dua gol cepat yang mematahkan mental

Setelah gol pertama, Newcastle menambah gol di menit 8 lewat Malick Thiaw. Situasinya khas tim yang percaya diri, memanfaatkan bola mati dan gelombang serangan lanjutan. Saat skor menjadi 0 2 di bawah 10 menit, pertandingan berubah menjadi ujian mental untuk Qarabag.

Dalam kondisi seperti itu, satu kesalahan kecil saja bisa jadi pemicu runtuhnya struktur. Dan benar, Qarabag mulai membuat keputusan tergesa, sementara Newcastle makin mudah menemukan celah.

Gordon dan dua penalti yang sempat memanaskan suasana

Gordon menambah gol lewat penalti di menit 32, lalu hanya selang satu menit ia melengkapi hattrick setelah memanfaatkan blunder lini belakang Qarabag, merampas bola, dan menuntaskan peluang. Sebelum jeda, Newcastle kembali mendapat penalti, dan Gordon lagi lagi menjadi eksekutor.

Menariknya, momen penalti kedua ikut memunculkan cerita kecil di lapangan. Ada ketegangan singkat antara Gordon dan Kieran Trippier soal eksekutor, sampai keduanya dipisahkan rekan setim menuju ruang ganti, meski kemudian terlihat berdamai.

Qarabag sempat menggigit, tapi Newcastle sudah terlalu jauh

Babak kedua biasanya memberi ruang untuk koreksi, dan Qarabag memang terlihat berusaha menata ulang. Mereka lebih rapi saat keluar dari tekanan, lebih berani mengirim bola ke depan, dan mencoba menekan balik melalui sisi lapangan.

Namun persoalannya bukan hanya soal kemauan. Ketika tertinggal 0 5, margin kesalahan sudah habis. Setiap peluang yang gagal malah membuka ruang bagi Newcastle untuk menghukum lewat transisi.

Gol Qarabag yang disahkan VAR dan tanda sedikit perlawanan

Gol tuan rumah datang dari Elvin Jafarguliyev pada awal babak kedua. Awalnya situasi sempat dianggap offside, tetapi VAR mengubah keputusan dan gol disahkan. Newcastle sempat terlihat mengendur, dan momen itu seperti alarm bahwa fokus tetap wajib dijaga.

Akan tetapi, gol itu juga tidak membuat Newcastle panik. Mereka menurunkan tempo seperlunya, memilih momen untuk menekan, dan tetap mengontrol jalannya laga.

Murphy menutup pesta, defleksi yang menambah luka

Gol keenam Newcastle dicetak Jacob Murphy pada menit 72. Tembakannya dari luar kotak penalti berbelok arah setelah mengenai pemain Qarabag dan mengecoh kiper. Dalam pertandingan yang sudah berat bagi tuan rumah, gol defleksi seperti itu terasa menambah beban, karena menunjukkan bahkan saat Newcastle tidak sempurna pun, keberuntungan tetap berpihak pada mereka.

Statistik yang menegaskan dominasi Newcastle

Angka angka pertandingan mendukung apa yang terlihat di mata. Newcastle lebih banyak menembak, lebih sering menciptakan peluang bersih, dan jauh lebih produktif dalam memasuki kotak penalti lawan.

Berikut ringkasan statistik utama pertandingan.

StatistikQarabagNewcastle
Penguasaan bola42%58%
Tembakan822
Tembakan tepat sasaran214
Sepak pojok86
Peluang besar yang gagal08
Operan akurat293432
Akurasi operan84%89.1%
Pelanggaran dilakukan1010
Kartu kuning01

Kunci permainan: tekanan tinggi dan serangan yang tidak sabar

Ada dua hal yang paling terasa dari Newcastle di laga ini. Pertama, tekanan tinggi mereka rapi. Begitu Qarabag menerima bola menghadap gawang sendiri, Newcastle langsung menutup jalur umpan dekat, memaksa bola diarahkan ke sisi yang mereka inginkan, lalu merebutnya.

Kedua, Newcastle menyerang dengan pilihan sederhana. Tidak banyak sentuhan yang tidak perlu. Begitu ruang terbuka, bola langsung dipercepat ke area berbahaya. Kombinasi itulah yang membuat Qarabag terlihat sering terlambat setengah langkah.

Gordon sebagai pemicu, bukan cuma penyelesai

Empat gol jelas akan mencuri perhatian, tetapi kontribusi Gordon tidak berhenti di situ. Ia jadi pemantik pressing dari depan, memaksa bek Qarabag mengambil keputusan terburu buru, lalu muncul di area yang tepat saat peluang terbuka.

Catatan lain dari laga ini juga memperlihatkan betapa luar biasanya babak pertama Newcastle, termasuk fakta bahwa mereka unggul 5 0 saat jeda dan menciptakan produksi peluang yang sangat tinggi.

Thiaw dan ancaman bola mati yang mematikan

Gol Thiaw memperlihatkan satu aspek lain dari Newcastle, yakni kemampuan memanfaatkan situasi bola mati. Saat lawan sedang limbung, gol dari skema set piece seperti menambah beban psikologis: bukan hanya open play yang berbahaya, tapi juga bola mati.

Dalam laga dua leg, detail seperti ini sering menentukan, karena membuat lawan ragu untuk melakukan pelanggaran di area tertentu atau memberi sepak pojok.

Catatan individual: malam yang membesarkan nama Gordon

Ada pertandingan yang membuat seorang pemain naik kelas di mata publik Eropa. Bagi Gordon, malam di Baku berpotensi masuk kategori itu, bukan cuma karena empat gol, tetapi karena semuanya terjadi di babak pertama, di laga fase gugur, dan dilakukan dengan gaya yang berbeda beda.

Gordon mencetak gol pada menit 3, 32, 33, dan masa tambahan babak pertama, dua di antaranya dari titik penalti.

Rekor, daftar pencetak gol, dan pesan untuk lawan berikutnya

Gordon menjadi salah satu dari sedikit pemain dalam sejarah Liga Champions yang mampu mencetak empat gol di babak pertama, dan Newcastle mencatat posisi sangat menguntungkan menuju leg kedua.

Di atas kertas, hasil ini membuat Newcastle berada di ambang babak berikutnya. Tetapi cara mereka menang juga mengirim pesan: tim ini bisa tampil klinis di laga besar, bahkan saat bermain jauh dari rumah.

Leg kedua: Newcastle tinggal menjaga standar

Masih ada pertandingan kedua, dan sepak bola selalu menyimpan ruang untuk kejutan. Tetapi dengan selisih lima gol, Newcastle bisa merancang leg kedua dengan kepala dingin: mengatur beban menit, menjaga kebugaran, dan tetap serius agar tidak memberi lawan alasan untuk percaya.

Newcastle sudah memberi pernyataan keras di Baku. Qarabag merasakan langsung seperti apa rasanya menghadapi tim yang menekan tanpa henti, klinis di depan gawang, dan sanggup mengubah malam tandang panjang menjadi pesta.

Leave a Reply