Etihad Tersentak: Man City Ditahan Forest 2-2, Dua Kali Unggul Dua Kali Lepas
Etihad Stadium biasanya jadi panggung yang membuat lawan kehabisan napas. Tapi Rabu malam 4 Maret 2026, ada cerita yang berbeda. Manchester City menguasai bola, menumpuk peluang, bahkan sempat dua kali memimpin, namun Nottingham Forest menolak runtuh dan pulang membawa hasil 2-2 yang terasa seperti kemenangan kecil bagi tim papan bawah.
Kronologi pertandingan: City memimpin, Forest membalas, lalu mengulangnya lagi
City memulai laga dengan intensitas khas mereka. Sirkulasi cepat, tekanan tinggi, dan Forest dipaksa bertahan dalam blok yang rapat. Namun justru ketika permainan terlihat mulai “terkunci”, City menemukan celah untuk memecahnya.
Semenyo membuka skor, Etihad sempat terasa normal kembali
Gol pertama lahir pada menit 31. Umpan silang Ryan Cherki disambar Antoine Semenyo dengan volley dari tengah kotak penalti. Serangan itu rapi, tegas, dan seperti menandai bahwa City akan masuk ke mode mengendalikan laga sampai peluit akhir.
Forest bertahan dengan disiplin, menunggu momen yang tepat

Setelah tertinggal, Forest tidak berubah jadi gegabah. Mereka tetap menjaga jarak antarlini, menahan City bermain di area padat, lalu sesekali melepas transisi cepat saat City terlalu ramai di depan. Pola itu terlihat berisiko, tapi justru jadi jalan Forest untuk tetap hidup sampai babak kedua.
Gibbs White menyamakan, memanfaatkan kelengahan di area paling berbahaya
Menit 56, Forest menyamakan skor lewat Morgan Gibbs White. Penyelesaian akhirnya unik, backheel dari jarak dekat, dan bola melewati Ruben Dias sebelum masuk ke sisi dekat gawang Gianluigi Donnarumma. Di satu momen, Forest membuktikan mereka tidak butuh banyak peluang untuk melukai City.
Rodri bikin City unggul lagi, tapi Forest menolak menyerah
City merespons cepat. Menit 62, Rodri menanduk bola hasil situasi sepak pojok dan membuat Etihad bergemuruh lagi. Gol itu sempat terasa seperti titik balik yang akan mengunci tiga poin.
Elliot Anderson merusak pesta, tembakan 25 yard yang membuat laga jadi 2-2

Namun laga ini punya plot twist. Menit 76, Elliot Anderson melepaskan tembakan melengkung dari sekitar 25 yard dan bola masuk melewati Donnarumma. Forest kembali menyamakan, dan City kembali harus mengejar.
Statistik pertandingan: City dominan, Forest efisien dan berani bertahan
Angka angka di bawah memperlihatkan satu hal yang jelas: City menguasai laga. Tapi sepakbola tidak selalu mengikuti logika penguasaan bola. Forest bertahan dengan rapat, menahan gelombang serangan, dan cukup tajam saat kesempatan datang.
| Statistik | Manchester City | Nottingham Forest |
|---|---|---|
| Skor akhir | 2 | 2 |
| Penguasaan bola | 70% | 30% |
| Tembakan | 21 | 9 |
| Tembakan tepat sasaran | 6 | 4 |
| Sepak pojok | 6 | 1 |
| Pelanggaran | 10 | 6 |
| Offside | 1 | 3 |
| xG | 2.44 | 0.98 |
| Kartu | 0 | 4 |
Wajah permainan City: menguasai bola, tapi finishing tidak mengunci hasil
City punya cukup peluang untuk menang, bahkan lebih dari sekali. Tapi ada beberapa detail kecil yang membuat dominasi itu tidak berubah menjadi kemenangan.
Serangan City banyak hidup dari sisi, Cherki jadi kunci momen gol pertama
Gol Semenyo berawal dari kreasi Cherki. City beberapa kali mencoba membuka pertahanan Forest lewat pergerakan di half space lalu mengalirkannya ke sisi untuk umpan silang cepat. Pola ini efektif untuk menciptakan situasi tembak, tetapi Forest cukup disiplin menutup jalur kedua untuk bola bola muntah.
Peluang menumpuk di menit akhir, tapi Forest punya satu penyelamatan yang mengubah segalanya
Menjelang akhir laga, City menggila. Mereka punya 21 tembakan dan ada momen dramatis ketika Savinho nyaris mencetak gol, namun Murillo menyapu bola di garis gawang. Momen seperti ini biasanya jadi pembeda antara juara dan tim yang cuma “hampir”.
Dua klaim penalti, dua kali pula tidak jadi hadiah untuk City
Ada fase yang bikin frustrasi publik Etihad. City sempat meminta penalti pada dua momen, termasuk benturan Erling Haaland dengan kiper Matz Sels, lalu insiden lain di injury time. VAR memeriksa, tapi keputusan tetap bukan penalti. Ini bukan alasan tunggal City gagal menang, tapi cukup untuk menambah panas suasana.
Wajah Forest: blok rendah, mental tebal, dan satu tembakan yang mengubah malam
Forest datang sebagai tim yang sedang berjuang di papan bawah, tapi mereka bermain tanpa takut. Ini bukan sekadar parkir bus, karena ketika transisi terjadi, Forest menyerangnya dengan keyakinan.
Efisiensi jadi senjata utama: tidak banyak peluang, tapi dua golnya berkelas
xG Forest berada di 0.98, jauh di bawah City yang 2.44. Namun dua gol Forest punya kualitas eksekusi. Gol Gibbs White memaksimalkan ruang sempit di kotak penalti, sementara gol Anderson datang dari keberanian mengambil keputusan dari jarak jauh.
Anderson bukan cuma pencetak gol, tapi juga simbol keberanian Forest di Etihad
Gol menit 76 itu memutar arah emosi laga. City yang tadinya sudah siap mengelola menit menit terakhir, tiba tiba harus memulai lagi dari nol. Forest mendapatkan satu poin yang bisa bernilai besar dalam pertarungan keluar dari zona merah.
Dari sudut pandang perebutan posisi, Forest pulang dengan poin yang terasa mahal
Laga ini juga berdampak pada tabel liga: City tertahan dan tertinggal dari pemuncak, sementara Forest tetap berada di atas zona degradasi dengan jarak yang tipis.
Titik titik krusial yang membuat laga ini terasa seperti kejutan besar
Kalau hanya membaca skor 2-2, orang mungkin mengira ini pertandingan yang seimbang. Padahal, alurnya lebih seperti City menguasai, lalu Forest “menampar” di momen yang tepat.
City dua kali memimpin, tapi transisi dan detail bertahan jadi masalah
Ketika City unggul 1-0 dan 2-1, pertandingan seharusnya masuk ke wilayah kontrol mereka. Namun Forest mampu menemukan momen untuk menyamakan, dan itu sering berawal dari City yang kehilangan fokus di satu bola, satu ruang, atau satu keputusan terlambat.
Energi Etihad berubah, dari yakin jadi gelisah
Di menit menit akhir, suporter berteriak “shoot” setiap kali pemain City mendekat ke kotak penalti. Itu menggambarkan kegelisahan: City terus menekan, tapi waktu terus menipis, dan Forest justru terlihat makin nyaman bertahan sambil berharap ada satu serangan balik terakhir.
Forest bahkan hampir menang di ujung laga
Ada momen ketika Ryan Yates menyambut sepak pojok dan sundulannya melebar tipis. Jika bola itu masuk, kita akan membahas “pencurian tiga poin” paling gila musim ini.
Susunan pemain dan gambaran peran: siapa melakukan apa di lapangan
Pertandingan ini juga menarik karena beberapa nama kunci menjadi pembeda, bukan hanya lewat gol.
City mengandalkan Rodri sebagai penyeimbang, sekaligus jadi pencetak gol penting
Rodri bukan cuma pemotong serangan balik. Dia juga menjadi ancaman di bola mati dan membuktikannya lewat sundulan menit 62. Dalam laga yang buntu, momen bola mati seperti itu biasanya jadi jaminan kemenangan, tapi kali ini tidak cukup.
Di Forest, Gibbs White dan Anderson menjadi dua sumber “kejutan” terbesar
Gibbs White mencuri perhatian karena penyelesaian yang cerdik, sementara Anderson mencetak gol yang secara emosional terasa seperti mengguncang Etihad. Kombinasi keduanya memberi Forest cara untuk mencetak gol meski tidak dominan bola.