Drama Derby del Sole: Napoli vs AS Roma Berakhir Imbang Setelah Alisson Santos Selamatkan Tuan Rumah

Derby del Sole musim ini antara Napoli dan AS Roma menyuguhkan drama panjang dan ketegangan hingga menit‑menit akhir. Duel panas di pekan ke‑25 Serie A 2025/2026 itu berakhir imbang 2‑2, namun cerita sebenarnya bukan sekadar skor akhir. Napoli dua kali tertinggal, tetapi pertarungan pantang menyerah mereka dipertegas oleh gol debut spektakuler dari Alisson Santos yang berhasil menyelamatkan tim tuan rumah di Stadion Diego Armando Maradona.

Babak Pertama: Roma Unggul Cepat, Napoli Bangkit Lewat Spinazzola

Roma Serang Sejak Awal

Sejak peluit pertama dibunyikan, AS Roma menunjukkan agresivitas tinggi dalam transisi serangan mereka. Para pemain Roma seakan ingin menunjukkan dominasi di laga derby ini sejak awal, memanfaatkan kecepatan sayap dan umpan‑umpan terobosan tajam yang datang dari lini tengah. Tekanan awal ini membuat pertahanan Napoli langsung bekerja keras untuk menutup ruang serangan lawan.

Hanya beberapa menit pertandingan berjalan, peluang dari lini sayap dieksekusi dengan cepat oleh Giallorossi, dan pada menit ke‑7, Donyell Malen berhasil menaklukkan pertahanan Napoli setelah menerima umpan silang akurat dari Bryan Zaragoza. Gol cepat ini menjadi bukti efektifnya strategi serangan balik Roma di laga derby ini. Gol pembuka itu membuat atmosfer stadion berubah drastis, dengan pendukung tamu yang memenuhi tribune kecil menyuarakan euforia kemenangan dini.

Napoli Tidak Menyerah

Tertinggal tidak membuat Napoli runtuh. Sebaliknya, mereka bangkit dengan intensitas serangan yang lebih disiplin dan penguasaan bola meningkat signifikan. Dominasi bola dan tekanan ke kotak penalti Roma menunjukkan Napoli mulai menemukan ritme mereka setelah pada awal pertandingan sempat terkejut dengan tekanan awal tamu.

Tuan rumah mencoba merangsek lewat sisi sayap kiri dan kanan, memaksimalkan pergerakan para gelandang mereka yang tampil agresif dalam upaya meredam serangan Roma dan menciptakan peluang. Usaha itu terbayar pada menit ke‑40 saat Leonardo Spinazzola melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dihentikan kiper Mile Svilar. Skor menjadi 1‑1 dan suasana Stadion Diego Armando Maradona kembali hidup dengan sorakan supporter Napoli.

Gol itu bukan semata angka tetapi menjadi momentum psikologis bagi tim tuan rumah untuk percaya bahwa laga ini masih bisa diraih kemenangan. Para pemain Napoli semakin percaya diri, memainkan umpan‑umpan pendek untuk menahan bola di lini tengah dan membangun serangan dengan ritme yang lebih terstruktur.

Babak Kedua: Penalti Roma dan Gol Penyelamat Santos

Roma Kembali Unggul Lewat Penalti

Memasuki babak kedua, duel tak kalah sengit kembali terlihat. Roma menunjukkan ketangguhan mereka di lini depan dengan pergerakan yang terus menekan pertahanan Napoli. Serangan‑serangan cepat yang dibangun dari sisi sayap kiri dan kanan tetap menjadi andalan pelatih mereka.

Tekanan itu akhirnya menghasilkan peluang yang tak terelakkan. Pada menit ke‑71, Napoli melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti saat salah satu pemain mereka terlalu cepat menutup ruang gerak penyerang Roma di area terlarang. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Malen yang menjadi eksekutor penalti tidak menyia‑nyiakan kesempatan kedua ini dan membawa tim tamu unggul 2‑1. Gol ini membuat skenario pertandingan semakin ketat dan menunjukkan bahwa Roma mampu memanfaatkan setiap peluang yang datang.

Alisson Santos Jadi Penyelamat Tuan Rumah

Dalam momen krusial, Napoli melakukan perubahan strategi dengan memasukkan beberapa pemain pengganti untuk mengubah ritme serangan dan menambah kreativitas di lini depan. Salah satu pemain yang masuk adalah Alisson Santos, yang memiliki tugas untuk memberikan inspirasi baru di sektor serangan.

Masuknya Santos terbukti menjadi titik balik emosional bagi tuan rumah: pada menit ke‑82, Santos melepaskan tembakan mendatar dari luar kotak penalti yang menghujam sudut bawah gawang Roma. Aksi individual brilian ini menyamakan skor menjadi 2‑2 dan memaksa kedua tim berbagi satu poin. Gol ini bukan hanya penyelamat satu poin, tetapi juga menjadi gol debut penting buat Santos di Serie A.

Gol ini disambut riuh oleh publik tuan rumah, menciptakan suasana euforia yang tak kalah dibandingkan gol‑gol sebelumnya. Para pemain Napoli berlari sambil merayakan bersama dengan rekan setimnya, menandakan besarnya arti gol tersebut bagi mereka.

Jalannya Duel Taktik

Napoli: Tekanan Tinggi dan Penguasaan Bola

Selama pertandingan berlangsung, Napoli mengambil inisiatif permainan dengan mayoritas penguasaan bola. Mereka memainkan bola lebih banyak di lini tengah dan membangun serangan melalui umpan‑umpan pendek yang cepat. Strategi ini cukup efektif setelah melalui tekanan intens, bola berhasil masuk ke gawang Roma di babak pertama melalui aksi Spinazzola.

Napoli terus menekan pertahanan Roma dengan mencoba menyerang dari kedua sisi sayap. Kedua bek sayap Napoli tampil aktif dalam membantu serangan, memberikan umpan silang yang mengancam pertahanan lawan. Keputusan pelatih untuk menempatkan para gelandang kreatif di posisi sentral juga membantu tim mempertahankan ritme permainan.

Sayangnya, meskipun dominan dalam penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang, Napoli mengalami kesulitan memaksimalkan semua peluang tersebut menjadi gol tambahan. Beberapa tembakan mereka masih melenceng dari target, atau berhasil dihentikan oleh kiper Roma yang tampil sigap sepanjang pertandingan.

AS Roma: Transisi Cepat dan Efisiensi Finishing

Di sisi lain, AS Roma memilih pendekatan permainan yang lebih pragmatis dan efisien. Mereka memaksimalkan serangan balik cepat, memanfaatkan kecepatan Donyell Malen dan pergerakan dinamis winger mereka. Umpan‑umpan panjang ke area depan seringkali menjadi senjata utama untuk menciptakan peluang.

Roma unggul dua kali dalam laga ini menunjukkan efektivitas penyelesaian akhir mereka di momen‑momen kunci pertandingan. Meski secara keseluruhan tekanan yang mereka buat lebih sedikit dibanding Napoli, setiap peluang yang mereka ciptakan mampu dimaksimalkan dengan baik. Ketajaman Malen dalam menyelesaikan peluang menjadi kunci penting bagi tim tamu.

Sementara lini tengah mereka berperan besar dalam memutus alur serangan Napoli dengan menutup ruang cepat dan mencoba melakukan tekanan langsung ketika kehilangan bola.

Tabel Statistik Pertandingan

Statistik PertandinganNapoliAS Roma
Skor Akhir22
GolSpinazzola (40′), Alisson Santos (82′)Malen (7′, 71′)
Total Tembakan109
Tembakan Tepat Sasaran72
Penguasaan Bola61%39%
Pelanggaran1313
Offside12

Statistik di atas menunjukkan dominasi penguasaan bola Napoli meski hasil akhirnya tetap imbang.

Reaksi Pelatih dan Pemain

Antonio Conte: Kepuasan dan Kekecewaan Campur Aduk

Pelatih Napoli, Antonio Conte, memberi pujian kepada mental timnya yang tidak menyerah meski dua kali tertinggal. Ia menyatakan bahwa pertandingan ini menunjukkan karakter yang kuat dari para pemain, terutama dalam menghadapi tekanan dan situasi sulit.

Namun ia juga menunjukkan sedikit rasa frustrasi karena timnya gagal meraih tiga poin penuh di kandang sendiri. Conte merasa Gli Azzurri telah memberi segalanya untuk tuan rumah dan layak untuk mendapatkan lebih dari hasil tersebut. Ia juga menekankan bahwa masih ada aspek‑aspek permainan yang perlu diperbaiki, terutama dalam penyelesaian akhir dan konsistensi dalam menjaga ritme pertandingan.

Malen: Konsisten di Lini Depan Roma

Sementara di kubu tamu, Donyell Malen kembali menunjukkan tajinya sebagai ujung tombak serangan Roma musim ini. Dua gol yang ia cetak semakin menegaskan konsistensinya meski timnya hanya meraih satu poin di laga Derby del Sole.

Malen mengaku puas dengan performanya dan merasa timnya sudah menunjukkan karakter yang kuat dalam pertandingan sulit ini. Ia juga menyoroti pentingnya pertandingan imbang ini untuk menjaga momentum Roma di klasemen, mengingat poin penuh sangat krusial di kompetisi yang ketat.

Alisson Santos: Momen Debut Tak Terlupakan

Gol debut yang dicetak oleh Alisson Santos menjadi momen pribadi yang sangat berkesan sekaligus krusial buat Napoli. Santos mengungkapkan kebahagiaannya setelah berhasil mencetak gol penting dalam pertandingan besar seperti Derby del Sole.

Ia menyebut momen tersebut sebagai motivasi tambahan untuk terus berkontribusi bagi tim dan berterima kasih kepada rekan‑rekannya atas dukungan sepanjang pertandingan. Gol tersebut juga menjadi bukti bahwa Santos mampu tampil di level tinggi sejak awal kedatangannya.

Dampak Klasemen dan Lanjutan Serie A

Hasil imbang ini tak mengubah posisi Napoli yang tetap berada di peringkat ketiga klasemen sementara Serie A, sedangkan AS Roma menempel di posisi empat dengan selisih poin yang tipis. Bagi Napoli, satu poin ini penting untuk menjaga jarak aman dari kejaran tim lain di papan atas.

Sementara bagi Roma, tambahan satu poin di laga tandang membantu mereka mempertahankan tekanan di zona empat besar. Dalam konteks persaingan gelar dan perebutan posisi tiket Eropa, setiap poin menjadi sangat berharga.

Faktor X dalam Duel Neraka Ini

Derby del Sole selalu identik dengan tensi tinggi, atmosfer emosional, dan duel taktik yang kompleks. Kali ini pun tidak berbeda: Napoli yang tampil dominan harus berhadapan dengan Roma yang efisien dalam penyelesaian akhir. Gol debut Alisson Santos menjadi momen penentu yang memperlihatkan pentingnya adaptasi pemain baru dalam momen krusial. Balik‑balik skor dua kali membuat pertandingan ini layak disebut sebagai salah satu laga paling dramatis musim ini.

Leave a Reply