Como Lanjutkan Kejutan Usai Tahan Milan dan Kini Bungkam Juventus 2-0 di Allianz Stadium

Como kembali menunjukkan bahwa mereka bukan lagi tim pelengkap di Serie A musim ini. Setelah lebih dulu menahan imbang AC Milan 1-1 di San Siro pada laga sebelumnya, tim asuhan Cesc Fabregas justru datang ke Turin dan menaklukkan Juventus 2-0 di kandang sendiri, Allianz Stadium, pada 21 Februari 2026. Hasil ini terasa sangat menyakitkan bagi Juventus karena terjadi di tengah tekanan performa yang sedang menurun, sekaligus memotong aura kuat mereka di markas sendiri.

Kekalahan ini juga mempertegas satu hal penting, Como sedang berada dalam fase kompetitif yang serius. Mereka bukan hanya mampu mencuri poin dari tim papan atas, tetapi juga tampil efektif, tenang, dan matang saat menghadapi tekanan di stadion besar. Juventus sempat menguasai sebagian alur laga, tetapi Como lebih tajam dalam momen penting dan jauh lebih rapi dalam transisi.

Di sisi lain, Juventus kini masuk ke periode yang mulai mengkhawatirkan. Di atas kertas, komposisi pemain mereka tetap terlihat kuat. Namun di lapangan, ada jarak antara penguasaan bola dan kualitas ancaman. Kekalahan dari Como bukan sekadar kehilangan tiga poin, tetapi juga menunjukkan bagaimana Bianconeri kehilangan kestabilan ketika lawan bermain disiplin dan berani menyerang balik.

Gambaran Laga yang Membuat Publik Turin Terdiam

Pertandingan ini berakhir dengan skor 0 2 untuk kemenangan Como. Dua gol tim tamu dicetak oleh Mergim Vojvoda pada menit ke 11 dan Maxence Caqueret pada menit ke 61. Juventus gagal membalas meski bermain di hadapan 40.822 penonton.

Sejak menit awal, Juventus sebenarnya mencoba membangun ritme lewat penguasaan bola dan pergerakan dari sisi sayap. Namun justru Como yang lebih dulu memukul. Gol cepat Vojvoda mengubah arah pertandingan dan memaksa Juventus bermain dengan beban lebih besar. Ketika tertinggal di kandang sendiri, tempo permainan Juventus memang naik, tetapi eksekusi akhir mereka tetap kurang tajam.

Como membaca situasi dengan baik. Mereka tidak terpancing bermain terlalu terbuka. Saat Juventus mendorong garis permainan, ruang di belakang mulai muncul. Itulah yang kemudian dimanfaatkan lagi oleh Como pada babak kedua ketika Caqueret mencetak gol kedua. Gol ini menjadi pukulan telak karena datang saat Juventus sedang berusaha meningkatkan tekanan.

Statistik Pertandingan Juventus vs Como

Angka angka pertandingan memperlihatkan duel yang terlihat seimbang dalam beberapa aspek, tetapi tidak seimbang dalam efektivitas. Juventus unggul tipis penguasaan bola dan unggul jumlah tendangan sudut, namun Como lebih klinis dalam memaksimalkan peluang yang benar benar mengarah ke hasil. Data berikut merangkum statistik utama laga.

Tabel Statistik Utama

StatistikJuventusComo
Skor Akhir02
Penguasaan Bola51.8%48.2%
Tembakan Tepat Sasaran32
Total Percobaan Tembakan1111
Kartu Kuning10
Tendangan Sudut72
Saves03

Data di atas menunjukkan satu cerita yang sangat jelas. Juventus punya volume tekanan, tetapi Como punya kualitas momen. Juventus mencatat 11 percobaan sama seperti Como, namun tidak ada satu pun yang berbuah gol. Kiper Como juga mencatat 3 penyelamatan, sedangkan kiper Juventus tidak mencatat penyelamatan karena dua tembakan tepat sasaran Como berujung gol.

Setelah Menahan Milan, Como Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi

Latar belakang hasil ini makin menarik karena Como datang ke Turin setelah menahan AC Milan 1 1 di San Siro. Laga tersebut juga ramai dibahas karena insiden touchline yang melibatkan Cesc Fabregas dan Alexis Saelemaekers, lalu berujung kartu merah untuk pelatih Milan Massimiliano Allegri. Fakta bahwa Como mampu membawa pulang poin dari markas Milan memberi sinyal bahwa tim ini sedang berada dalam kondisi mental yang sangat bagus.

Momentum itu terlihat terbawa ke Allianz Stadium. Como tidak tampil seperti tim yang hanya ingin bertahan. Mereka bermain dengan disiplin, tetapi tetap punya keberanian untuk menyerang ketika ruang tersedia. Ini yang membuat Juventus kesulitan mengontrol pertandingan secara penuh. Como paham kapan harus menunggu dan kapan harus menusuk.

Bahkan kemenangan ini mengakhiri rekor kandang Juventus yang belum terkalahkan di Serie A musim ini. Itu bukan catatan kecil. Mengalahkan Juventus di Turin selalu punya bobot psikologis yang besar, apalagi untuk tim seperti Como yang sedang membangun identitas baru sebagai penantang serius.

Babak Pertama Juventus Banyak Pegang Bola Tapi Como Lebih Menggigit

Babak pertama menjadi fase yang sangat menentukan arah laga. Juventus memulai dengan beberapa upaya untuk menekan lebih dulu. Laporan resmi klub menyebut Kenan Yildiz sempat menciptakan peluang dan memaksa kiper Como melakukan penyelamatan penting. Namun setelah itu, Como justru membuka skor pada menit ke 11 lewat Vojvoda.

Gol pembuka ini memaksa Juventus keluar dari rencana awal. Dalam situasi seperti itu, tuan rumah biasanya ingin cepat menyamakan kedudukan. Juventus memang mencoba merespons melalui beberapa percobaan dari Openda, tetapi Como bertahan dengan cukup rapat dan tetap berbahaya dalam serangan balik. Di akhir babak pertama, Como bahkan sempat mengenai mistar lewat Da Cunha menurut laporan Juventus. Itu menandakan ancaman Como tidak berhenti setelah unggul.

Secara taktis, ini momen yang memperlihatkan perbedaan ketenangan. Juventus terlihat mengejar ritme, sementara Como terlihat menjalankan ritme mereka sendiri. Saat tim tamu bisa membuat laga berjalan sesuai tempo yang mereka inginkan, tekanan publik tuan rumah justru berbalik menjadi beban bagi Juventus.

Babak Kedua Juventus Coba Menekan, Como Menghukum di Momen Krusial

Memasuki babak kedua, Juventus melakukan penyesuaian. Laporan pertandingan Juventus menyebut Francisco Conceicao masuk dan sempat menciptakan peluang lewat aksi individu. Secara energi, Juventus memang terlihat lebih agresif setelah jeda. Namun agresivitas tanpa penyelesaian yang rapi justru membuka celah.

Como memanfaatkan celah itu dengan sangat efektif. Pada sekitar menit ke 61, Caqueret mencetak gol kedua yang membuat skor menjadi 0 2. Gol ini menjadi titik balik psikologis terbesar dalam pertandingan. Juventus yang sedang menekan justru terkena serangan balik, dan setelah tertinggal dua gol, struktur serangan mereka tampak makin tergesa.

Juventus masih punya beberapa momen untuk memperkecil ketertinggalan. Menurut laporan klub, Koopmeiners nyaris mencetak gol lewat sundulan yang tipis melebar, lalu tendangan bebasnya juga sempat membentur tiang di fase akhir laga. Tetapi malam itu memang bukan milik Bianconeri. Bola tidak masuk, Como tetap disiplin, dan waktu terus menipis.

Kenapa Juventus Gagal Mengubah Tekanan Jadi Gol

Kekalahan ini bukan semata soal jumlah peluang, tetapi soal kualitas pengambilan keputusan di sepertiga akhir lapangan. Statistik menunjukkan Juventus punya 11 percobaan tembakan dan penguasaan bola 51.8 persen, namun hanya 3 tembakan tepat sasaran. Artinya, banyak serangan yang berhenti sebelum benar benar mengancam kiper lawan.

Ada beberapa faktor yang terlihat dari alur laga. Pertama, Como mampu memaksa Juventus melebar dan melakukan crossing atau tembakan dari situasi yang tidak ideal. Kedua, ketika Juventus kehilangan bola, Como cukup siap melakukan transisi. Ketiga, gol cepat membuat Juventus harus bermain dalam situasi tertekan lebih lama dari biasanya. Kombinasi ini membuat Juventus tampak dominan secara visual, tetapi tidak dominan dalam hasil.

Masalah lainnya adalah ritme emosional pertandingan. Setelah gol kedua Como, Juventus terlihat semakin terburu buru. Dalam laga seperti ini, kesabaran dan variasi serangan sangat penting. Namun ketika tim sedang tertekan hasil, keputusan terakhir sering menjadi kurang tenang. Itu yang sangat terasa dalam pertandingan ini.

Como Menang Bukan Kebetulan, Mereka Tampil Matang

Kemenangan Como di Turin tidak bisa dibaca sebagai kejutan sesaat semata. Jika dilihat dari urutan pertandingan terakhir, mereka sebelumnya sudah menunjukkan kapasitas untuk mengganggu tim besar, termasuk saat menahan AC Milan. Menang atas Juventus setelah itu mempertegas bahwa Como punya struktur permainan yang stabil dan mental bertanding yang kuat.

Dua gol yang dicetak juga mencerminkan karakter permainan mereka. Gol pertama datang dari kemampuan memanfaatkan kesalahan dan ruang sejak awal, sedangkan gol kedua lahir saat Juventus sedang menekan dan Como mampu menghukum lewat transisi. Ini adalah ciri tim yang tahu persis kapan harus sabar dan kapan harus menusuk.

Secara klasemen, hasil ini juga memperkecil jarak. Juventus tercatat tetap di 46 poin dan Como naik mendekat dengan 45 poin setelah laga tersebut. Jarak satu poin ini membuat persaingan zona atas makin panas dan memberi Como alasan kuat untuk percaya diri menatap laga berikutnya.

Sorotan Pemain dan Momen Kunci yang Menentukan Hasil

Laga seperti ini biasanya ditentukan oleh beberapa momen kecil yang berubah menjadi besar. Pada sisi Como, Vojvoda dan Caqueret tentu menjadi nama utama karena mencetak gol. Tetapi yang tidak kalah penting adalah organisasi tim secara keseluruhan, terutama bagaimana mereka meredam tekanan Juventus dan menjaga jarak antarlini tetap rapat.

Di kubu Juventus, Kenan Yildiz termasuk pemain yang sempat memberi percikan ancaman pada awal laga. Namun upaya individual tidak cukup ketika tim secara keseluruhan kesulitan menembus blok lawan. Openda juga punya momen, begitu pula Koopmeiners di fase akhir, tetapi penyelesaian akhir dan sedikit keberuntungan tidak berpihak pada tuan rumah.

Satu detail yang menarik dari statistik adalah jumlah tendangan sudut Juventus yang mencapai 7 berbanding 2 milik Como. Angka ini menunjukkan Juventus cukup sering masuk area tekanan. Namun dominasi situasi bola mati dan serangan wilayah tidak otomatis berarti dominasi hasil. Como justru menunjukkan efisiensi yang sering menjadi pembeda dalam laga besar.

Tekanan untuk Juventus Meningkat, Sedangkan Como Sedang Naik Kelas

Bagi Juventus, kekalahan kandang ini memberi sinyal bahwa perbaikan tidak cukup hanya lewat perubahan pendekatan sesaat. Mereka membutuhkan respons yang lebih konsisten, terutama dalam menjaga ketenangan setelah tertinggal dan dalam mengubah penguasaan bola menjadi peluang yang benar benar bersih. Kekalahan dari Como di kandang sendiri akan menjadi bahan evaluasi besar, terlebih karena datang setelah periode hasil yang kurang stabil.

Untuk Como, kemenangan ini akan dikenang sebagai salah satu hasil paling berani musim ini. Menahan Milan di San Siro lalu menumbangkan Juventus di Turin dalam rentang waktu singkat adalah paket hasil yang bisa mengangkat kepercayaan diri satu skuad secara drastis. Dengan jarak poin yang makin tipis dari Juventus, Como tidak lagi hanya bicara soal bertahan di papan tengah, tetapi mulai mengganggu peta persaingan papan atas.

Di Turin, malam itu menjadi milik Como. Juventus punya bola, punya tekanan, punya dukungan stadion, tetapi Como punya ketajaman, disiplin, dan momen yang tepat. Dan di sepak bola level atas, tiga hal itu sering jauh lebih menentukan daripada sekadar terlihat menguasai permainan.

Leave a Reply