Arsenal Hajar Spurs 4-1 di Derby London Utara, Pesta Besar di Kandang Rival

Derby London Utara selalu punya tensi tinggi, tetapi laga kali ini berubah menjadi panggung dominasi Arsenal. Bermain di Tottenham Hotspur Stadium pada Minggu, 22 Februari 2026, The Gunners menang telak 4 1 atas Tottenham Hotspur dalam laga Premier League yang sangat penting untuk persaingan papan atas. Reuters melaporkan Eberechi Eze dan Viktor Gyokeres sama sama mencetak dua gol, sementara gol Spurs datang dari Randal Kolo Muani.

Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin. Arsenal kembali menegaskan karakter mereka setelah sempat kehilangan poin di laga sebelumnya, sekaligus memperlebar jarak di puncak klasemen menjadi lima poin atas Manchester City yang baru memainkan 27 laga. Reuters juga mencatat kemenangan ini menjadi margin kemenangan liga terbesar Arsenal di markas Tottenham sejak 1978.

Statistik Pertandingan Tottenham vs Arsenal

Sebelum masuk ke ulasan taktik dan jalannya laga, angka angka pertandingan sudah cukup menggambarkan bagaimana Arsenal mengontrol duel ini. Dari penguasaan bola sampai jumlah percobaan tembakan, Arsenal tampil jauh lebih rapi dan lebih berbahaya.

StatistikTottenhamArsenal
Skor Akhir14
Penguasaan Bola39.9%60.1%
Tembakan Tepat Sasaran57
Total Percobaan Tembakan620
Kartu Kuning21
Sepak Pojok25
StadionTottenham Hotspur StadiumTottenham Hotspur Stadium
Penonton61,43961,439
WasitPeter BankesPeter Bankes

Data statistik pertandingan dan info laga mengacu pada ringkasan ESPN untuk laga Tottenham Hotspur vs Arsenal pada 22 Februari 2026.

Jalannya Pertandingan yang Berubah Jadi Panggung Arsenal

Laga ini diawali dengan atmosfer yang sesuai ekspektasi derby. Tottenham sempat membuat penonton tuan rumah berteriak ketika mereka menemukan momen untuk menyamakan kedudukan. Namun setelah itu, Arsenal justru tampil semakin tenang dan efektif.

Reuters menjelaskan Eze membuka skor pada menit ke 32, lalu Kolo Muani menyamakan kedudukan dua menit kemudian. Arsenal kemudian kembali unggul lewat Gyokeres setelah jeda, sebelum Eze mencetak gol kedua dan Gyokeres menutup pesta di masa injury time. Alur gol ini menunjukkan Arsenal tidak panik setelah kebobolan, malah makin klinis saat momentum datang.

Babak Pertama yang Sarat Emosi

Babak pertama memperlihatkan dua wajah pertandingan. Di satu sisi, Arsenal tampak lebih siap dalam membangun serangan. Di sisi lain, Tottenham masih mampu memanfaatkan kesalahan individu lawan untuk tetap hidup di laga.

Reuters menulis gol Spurs lahir setelah Declan Rice kehilangan bola di area sendiri dan Kolo Muani menghukum kesalahan itu. Momen ini sempat memberi harapan bagi Tottenham, apalagi terjadi di kandang sendiri dalam laga derby. Tetapi secara keseluruhan, kualitas permainan Arsenal tetap terlihat lebih matang.

Gol pembuka Eze juga menjadi sinyal awal betapa berbahayanya Arsenal ketika serangan mereka mengalir dari sisi dan masuk ke kotak penalti. Eze menyambar bola dengan teknik yang sangat baik, memperlihatkan kualitas penyelesaian akhir yang membuat garis belakang Spurs terus berada di bawah tekanan.

Babak Kedua yang Menentukan Arah Laga

Masuk babak kedua, Arsenal menaikkan intensitas dengan sangat jelas. Reuters mencatat ada sedikit gangguan di awal babak kedua karena masalah komunikasi perangkat ofisial pertandingan, tetapi setelah laga kembali berjalan, Arsenal segera mengambil alih kendali.

Gol Gyokeres sesaat setelah jeda mengubah psikologi pertandingan. Setelah unggul lagi, Arsenal bermain dengan ritme yang lebih percaya diri. Tottenham sebenarnya masih sempat mencari respons, tetapi jarak antarlini mereka mulai mudah ditembus.

Gol ketiga dari Eze membuat stadion tuan rumah semakin sunyi. Di titik itu, Arsenal terlihat sangat nyaman dalam mengelola tempo. Mereka tidak terburu buru, tetapi tetap mengancam. Gol penutup dari Gyokeres pada masa tambahan waktu menjadi penegasan bahwa Arsenal menang bukan karena satu dua momen, melainkan karena dominasi selama sebagian besar pertandingan.

Eze dan Gyokeres Jadi Mesin Penghancur Spurs

Dua nama paling menonjol dalam laga ini jelas Eberechi Eze dan Viktor Gyokeres. Keduanya sama sama mencetak dua gol, dan kombinasi mereka memberi Arsenal dimensi serangan yang sangat sulit dibaca.

Reuters menyebut Eze mencetak gol pertamanya sejak hattrick pada laga derby putaran pertama bulan November, dan kebangkitan itu datang di panggung yang tepat. Ia terlihat tajam saat masuk ke area berbahaya, cerdas dalam mencari ruang, dan punya sentuhan akhir yang meyakinkan.

Gyokeres juga tampil sangat efektif. Reuters menyorot bagaimana ia diberi terlalu banyak ruang saat mencetak gol keduanya untuk Arsenal dan memanfaatkan situasi itu dengan penyelesaian kaki kanan yang tegas. Di laga dengan tekanan emosional tinggi seperti derby, ketenangan penyerang menjadi pembeda, dan Gyokeres menunjukkannya sepanjang pertandingan.

Peran Eze dalam Serangan Antarlini

Eze tidak hanya terlihat dari angka gol. Ia menjadi penghubung antara lini tengah dan lini depan. Saat Arsenal masuk ke sepertiga akhir lapangan, Eze sering menempati ruang yang membuat bek Tottenham bingung menentukan siapa yang harus menutup.

Keunggulan pemain seperti Eze dalam laga derby adalah kemampuannya mengubah situasi biasa menjadi peluang. Satu sentuhan untuk memutar badan, satu langkah untuk melepas penjagaan, lalu penyelesaian cepat. Itu yang berulang kali terlihat dalam pertandingan ini.

Ketajaman Gyokeres dan Efeknya pada Struktur Pertahanan Spurs

Kehadiran Gyokeres memberi Arsenal ancaman vertikal yang konsisten. Ia bisa menahan bola, menunggu dukungan, lalu menyelesaikan sendiri ketika peluang datang. Ketika seorang penyerang seperti ini sedang on fire, pertahanan lawan biasanya terpaksa turun lebih dalam.

Efek lanjutannya terasa pada ruang yang terbuka untuk pemain Arsenal lain. Tottenham tampak sulit menjaga kompaksi, dan Arsenal memanfaatkannya dengan sangat baik. Statistik total tembakan 20 berbanding 6 memperkuat gambaran bahwa tekanan Arsenal tidak datang sesekali, tetapi terus menerus.

Titik Lemah Tottenham yang Diekspos Habis Habisan

Tottenham memang sempat menyamakan kedudukan, tetapi setelah itu permainan mereka tidak cukup stabil. Reuters menilai ada jurang kualitas yang terlihat jelas dan menyebut Spurs masih terjebak performa buruk, termasuk catatan tanpa kemenangan di liga sepanjang 2026 hingga laga ini.

Kekalahan ini juga menjadi debut yang pahit bagi Igor Tudor. Reuters mencatat Tudor mengakui ada hal yang tidak bisa diubah hanya dalam tiga atau empat sesi latihan. Pernyataan itu terasa masuk akal jika melihat koordinasi Tottenham yang belum rapi, terutama saat menghadapi perpindahan serangan cepat Arsenal.

Pertahanan yang Terlalu Mudah Ditembus

Salah satu masalah paling terlihat dari Spurs adalah pertahanan yang terlalu pasif saat Arsenal masuk ke area berbahaya. Pada beberapa momen, penyerang Arsenal mendapat waktu untuk mengontrol bola sebelum menembak. Di level Premier League, apalagi dalam derby, ruang seperti itu sangat mahal.

Jumlah tembakan Arsenal yang mencapai 20 juga menunjukkan Spurs gagal membatasi volume serangan lawan. Bahkan ketika tidak semua serangan berujung gol, tekanan yang terus datang membuat garis belakang tuan rumah sulit keluar dari fase bertahan.

Sulit Menjaga Ritme Setelah Menyamakan Skor

Gol Kolo Muani seharusnya bisa menjadi titik balik untuk Tottenham. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Setelah skor kembali imbang, Spurs tidak mampu mempertahankan momentum. Arsenal lebih cepat menata ulang permainan dan kembali mengontrol ritme.

Di laga besar, kemampuan menjaga fase emosi setelah gol sangat penting. Tottenham terlihat belum mampu melakukan itu. Mereka bersemangat, tetapi tidak cukup terstruktur. Arsenal memanfaatkan celah tersebut dengan disiplin dan efisiensi.

Arsenal Menang Besar Saat Tekanan Sedang Tinggi

Kemenangan ini datang pada momen yang sangat penting bagi Arsenal. Reuters menulis bahwa dua hasil imbang beruntun sebelumnya sempat memunculkan kekhawatiran soal laju mereka dalam perebutan gelar, apalagi Manchester City menang sehari sebelumnya. Dalam situasi seperti itu, derby tandang melawan rival sekota bisa menjadi jebakan. Namun Arsenal justru menjawabnya dengan performa paling meyakinkan.

Mikel Arteta juga dikutip Reuters merasa sangat bangga dengan cara timnya mendekati pertandingan dan kualitas yang mereka tampilkan. Ucapan itu relevan karena Arsenal bukan cuma menang, mereka menang dengan identitas yang jelas. Mereka agresif saat menyerang, cukup tenang saat menghadapi tekanan, dan sangat tajam di momen penentu.

Pesan Kuat untuk Persaingan Gelar

Arsenal kini berada di posisi pertama dengan 61 poin dari 28 pertandingan, unggul lima poin dari Manchester City yang baru memainkan 27 laga, menurut Reuters dan ringkasan standings ESPN. Angka ini belum menutup perburuan gelar, tetapi kemenangan di kandang Tottenham memberi suntikan mental yang besar.

Lebih penting lagi, Arsenal menunjukkan bahwa mereka bisa bangkit cepat setelah kehilangan poin. Tim juara biasanya punya kualitas itu. Ketika tekanan datang, respons mereka bukan sekadar menang tipis, melainkan tampil dominan.

Momen Kunci yang Membentuk Hasil 1 4

Dalam laga seperti derby, hasil besar biasanya lahir dari rangkaian momen kunci. Pertandingan ini punya beberapa titik yang sangat menentukan arah skor akhir.

Gol Pembuka Eze Membuka Struktur Pertahanan Spurs

Gol pertama Arsenal membuat Tottenham harus bermain lebih terbuka. Saat tuan rumah mencoba menaikkan garis permainan, ruang di belakang dan antarlini semakin mudah dimanfaatkan Arsenal. Dari sini, pertandingan mulai condong ke tamu.

Kesalahan Rice Tidak Mengubah Kontrol Arsenal

Kesalahan Rice yang berujung gol Kolo Muani memang memberi Spurs napas baru, tetapi Arsenal tidak kehilangan bentuk permainan. Ini poin penting karena banyak tim akan goyah secara mental setelah kebobolan dari kesalahan sendiri. Arsenal justru tetap bermain dengan disiplin dan akhirnya memukul balik.

Gol Cepat Setelah Jeda Membunuh Momentum Tuan Rumah

Gol Gyokeres di awal babak kedua menjadi pukulan yang sangat berat bagi Spurs. Secara psikologis, tuan rumah kehilangan peluang untuk membangun tekanan panjang di depan suporternya. Setelah kembali tertinggal, Tottenham terlihat lebih reaktif daripada proaktif.

Gol Keempat Menutup Derby dengan Pesan Tegas

Saat Gyokeres mencetak gol di injury time, laga praktis berubah menjadi perayaan Arsenal di kandang rival. Skor 1 4 bukan hanya menang besar, tetapi juga hasil yang akan diingat lama karena datang di derby dan dalam fase krusial musim. Reuters bahkan menegaskan ini adalah kemenangan liga terbesar Arsenal di markas Tottenham sejak 1978.

Gambaran Besar Setelah Derby London Utara

Bagi Arsenal, kemenangan ini memperkuat posisi mereka di puncak dan mengembalikan keyakinan tim setelah sempat tersandung. Bagi Tottenham, kekalahan telak di kandang sendiri menambah tekanan dalam periode yang sudah sulit. Reuters mencatat Spurs berada di posisi ke 16 dan hanya empat poin di atas zona degradasi setelah laga ini.

Di atas lapangan, selisih kualitas terlihat dari cara Arsenal mengelola detail pertandingan. Mereka lebih rapi dalam penguasaan bola, lebih produktif dalam menciptakan tembakan, dan lebih tajam di kotak penalti. Angka penguasaan 60.1 persen dan total 20 tembakan menjadi bukti konkret bahwa skor besar ini punya dasar permainan yang kuat.

Derby selalu menyisakan cerita, tetapi kali ini ceritanya sangat jelas. Arsenal datang dengan tekanan, lalu pulang membawa kemenangan besar yang terasa seperti pernyataan serius dalam perebutan gelar Premier League.

Leave a Reply