Anfield Siap Bergemuruh: Liverpool Tantang West Ham demi Dekat ke Empat Besar
Liverpool kembali ke Anfield dengan satu target yang tidak bisa ditawar, tiga poin. Di tengah ketatnya persaingan papan atas Liga Inggris musim ini, laga melawan West Ham United jadi kesempatan emas bagi Mohamed Salah dan kawan kawan untuk terus menjaga jarak dengan tim di atasnya, sekaligus menekan zona empat besar yang masih sangat terbuka.
Pertandingan Liverpool vs West Ham dijadwalkan berlangsung Sabtu, 28 Februari 2026, di Anfield, dengan kick off pukul 15.00 UTC.
Jadwal, venue, dan gambaran singkat pertandingan
Anfield bukan sekadar stadion, tetapi ruang yang sering mengubah pertandingan menjadi tekanan mental bagi tim tamu. Liverpool tahu betul, momen seperti ini harus dimaksimalkan, apalagi jadwal musim ini menuntut konsistensi yang lebih kejam dari biasanya.
| Detail | Informasi |
|---|---|
| Partai | Liverpool vs West Ham United |
| Kompetisi | Premier League 2025/2026 |
| Tanggal | Sabtu, 28 Februari 2026 |
| Kick off | 15:00 UTC |
| Stadion | Anfield, Liverpool |
Sebelum membedah duel ini lebih jauh, ada konteks besar yang membuat laga ini terasa panas sejak peluit pertama. Liverpool sedang berusaha menempel ketat posisi empat besar, sementara West Ham justru datang dengan beban berat karena mereka berada di zona degradasi dan setiap angka terasa seperti napas tambahan.
Situasi klasemen: Liverpool mengejar, West Ham berjuang keluar dari jurang
Liverpool memasuki pekan ini dengan tekanan ganda. Di satu sisi, publik Anfield menuntut kemenangan. Di sisi lain, papan atas sedang rapat rapatnya, sehingga terpeleset satu kali saja bisa membuat jarak ke empat besar melebar.
Liverpool saat ini berada di posisi 6 dengan 45 poin. Posisi keempat ditempati Manchester United dengan 48 poin, artinya jaraknya hanya tiga angka dan masih sangat mungkin dipangkas lewat satu kemenangan plus tergelincirnya pesaing.
Sementara itu, West Ham berada di posisi 18 dengan 25 poin. Mereka ada di zona merah, dan setiap pertandingan berubah menjadi final kecil.
Klasemen ini memberi makna sederhana. Liverpool wajib agresif sejak awal, sedangkan West Ham nyaris pasti datang dengan prioritas bertahan rapi sambil mencari celah di transisi.
Sebelum menilai peluang, mari tarik benang dari catatan pertemuan kedua tim yang cenderung berat sebelah dalam beberapa musim terakhir.
Rekor pertemuan: Liverpool lebih sering memegang kendali

Duel Liverpool vs West Ham kerap menghadirkan pertandingan yang keras dan penuh duel di lini tengah, tetapi catatan hasil menunjukkan Liverpool lebih sering keluar sebagai pemenang.
Liverpool unggul dalam rekor pertemuan dengan total 22 kemenangan, West Ham 6 kemenangan, dan 5 kali imbang dalam catatan head to head yang sering jadi rujukan di halaman pertandingan.
Ada detail lain yang ikut menambah bumbu laga ini. West Ham sendiri datang dengan memori kekalahan dari Liverpool pada pertemuan pertama musim ini yang disebut berakhir 2 0 untuk Liverpool.
Dengan latar seperti itu, wajar jika Liverpool percaya diri. Namun sepak bola tidak pernah hanya soal rekor, terutama ketika satu tim sedang terdesak di zona degradasi, karena tim seperti itu sering bermain lebih nekat dan lebih disiplin.
Setelah rekor, indikator paling mudah untuk mengukur suasana ruang ganti adalah performa lima laga terakhir.
Tren performa terbaru: Liverpool menanjak, West Ham mengumpulkan angka kecil tapi penting
Liverpool datang dengan deretan hasil yang memperlihatkan mereka tetap kompetitif. Mereka meraih kemenangan atas Nottingham Forest, Brighton, dan Sunderland, sempat kalah dari Manchester City, lalu menang besar atas Newcastle. Form ini memberi sinyal bahwa Liverpool punya tenaga untuk menekan sejak awal dan menjaga ritme sampai akhir.
West Ham juga tidak sepenuhnya buruk. Mereka menahan Bournemouth 0 0, menang atas Burton Albion, menahan Manchester United 1 1, menang di kandang Burnley, lalu kalah tipis di kandang Chelsea. Di balik hasil yang terlihat naik turun, ada satu pola yang jelas, West Ham sedang berusaha mengurangi kebobolan dan mengumpulkan poin kecil yang bisa jadi penentu nasib.
Rangkaian itu memberi dua pesan. Liverpool punya daya dobrak untuk mencetak gol banyak ketika ritme mereka hidup. West Ham justru sedang mencoba membangun pondasi sederhana, mengurangi kesalahan di belakang, curi poin, lalu berharap momentum mengangkat mereka keluar dari zona merah.
Setelah melihat form, sorotan paling besar tentu tertuju pada Mohamed Salah, karena narasi laga ini sejak awal memang menempatkannya sebagai wajah utama Liverpool.
Kondisi Salah dan lini depan Liverpool: tajamnya masih dicari, ancamannya tetap ada
Salah tetap menjadi pemain yang paling sering mengubah arah pertandingan untuk Liverpool, entah lewat gol, assist, atau hanya menarik dua pemain bertahan lawan sehingga ruang terbuka bagi rekan setim.
Musim ini, kontribusinya tetap terasa, 4 gol dan 6 assist dalam 19 penampilan liga. Angka ini memang tidak selalu terlihat meledak, tetapi perannya dalam membangun serangan tetap krusial, terutama ketika Liverpool butuh pemecah kebuntuan.
Di sisi lain, sorotan terhadap performanya juga ikut naik karena Liverpool sedang berada di luar empat besar. Itu membuat setiap laga seperti ini terasa sebagai panggung pembuktian, bukan hanya untuk Salah, tetapi untuk seluruh barisan penyerang Liverpool.
Namun dalam konteks melawan tim yang sedang berjuang di papan bawah, pemain seperti Salah sering hanya butuh satu momen, satu ruang, satu sentuhan, untuk mengubah pertandingan. Ancaman utamanya bukan sekadar finishing, tetapi juga keputusan cepatnya ketika Liverpool menekan dari sisi kanan dan memaksa fullback lawan bertahan lebih dalam.
Sesudah membahas Salah, faktor yang tak kalah penting adalah kabar pemain absen karena itu bisa mengubah susunan rencana pelatih.
Kabar skuad dan daftar absen: siapa yang diragukan dan siapa yang siap tampil

Menjelang laga, informasi ketersediaan pemain ikut menentukan pendekatan kedua pelatih. Liverpool tercatat memiliki beberapa nama yang masuk daftar absen, sementara West Ham juga punya pemain yang tidak bisa dimainkan karena cedera atau faktor lain.
Arah pertandingan bisa berubah bila Liverpool kehilangan opsi tertentu di sektor bek sayap atau jangkar, karena West Ham cenderung mencari ruang di sisi lapangan untuk mengirim bola cepat ke area kotak penalti.
Berikut ringkasan daftar yang tercantum di data pra laga.
| Tim | Pemain tidak tersedia (menurut data pra laga) |
|---|---|
| Liverpool | Conor Bradley, Giovanni Leoni, Jeremie Frimpong, Florian Wirtz, Stefan Bajcetic, Wataru Endo, Alexander Isak |
| West Ham | Freddie Potts, Pablo |
Daftar tersebut bersifat pra laga dan bisa berubah mendekati kick off, tetapi cukup untuk memberi gambaran sektor mana yang mungkin perlu ditambal.
Setelah melihat skuad, kini masuk ke bagian yang biasanya paling dinanti, seperti apa rencana permainan dan duel kunci yang akan menentukan arah laga.
Gambaran taktik: Liverpool menekan, West Ham menunggu celah
Liverpool di Anfield umumnya memulai dengan intensitas tinggi. Mereka ingin memaksa West Ham bertahan rendah, lalu membongkar lewat kombinasi di half space dan umpan terobosan ke area belakang bek.
Bila West Ham benar benar menumpuk blok rendah, Liverpool akan mencari dua jalur utama. Pertama, overload di sisi kanan dengan Salah yang memancing duel satu lawan satu. Kedua, akselerasi dari lini kedua yang masuk dari belakang, memanfaatkan pantulan dan bola kedua di sekitar kotak penalti.
West Ham punya alasan kuat untuk lebih reaktif. Posisi mereka di papan bawah membuat satu poin pun tetap berguna, apalagi bermain di kandang lawan. Mereka cenderung fokus menjaga jarak antarlini, memancing Liverpool melebar, lalu mencoba menyergap ketika bola lepas.
West Ham kemungkinan akan mengandalkan transisi. Saat Liverpool kehilangan bola di area tinggi, umpan pertama West Ham akan diarahkan cepat ke pemain yang bisa membawa bola atau langsung ke ruang di belakang garis pertahanan. Mereka juga punya peluang lewat bola mati, terutama jika mampu memancing pelanggaran di area sisi lapangan.
Kalau taktik sudah terbaca, duel personal biasanya menjadi pembeda. Di laga ini, ada beberapa adu kunci yang layak diperhatikan.
Duel sisi kanan Liverpool vs sisi kiri pertahanan West Ham
Liverpool sering menjadikan sisi kanan sebagai poros serangan karena Salah berada di sana. Jika fullback West Ham terlalu sering naik, ruang di belakangnya akan jadi jalur paling rawan. Jika fullback West Ham bertahan terlalu dalam, Liverpool punya waktu untuk mengalirkan bola, menunggu momen cut back, dan memancing bek tengah keluar dari posisinya.
Kunci bagi Liverpool adalah mengatur tempo. Jangan hanya mengirim bola cepat tanpa rencana, tetapi tarik dulu blok West Ham, lalu serang di momen yang tepat ketika jarak antarbek tamu mulai renggang.
Pertarungan lini tengah: siapa yang menang bola kedua
Laga seperti ini sering tidak diputuskan oleh umpan indah, melainkan oleh siapa yang lebih dulu menyapu bola liar, memenangkan second ball, lalu mengubahnya menjadi serangan cepat. Jika Liverpool mendominasi bola kedua, West Ham bisa terkunci terlalu lama dan akhirnya kebobolan lewat gelombang serangan.
West Ham akan berusaha membuat duel ini menjadi fisik dan terputus putus. Jika ritme Liverpool pecah, peluang West Ham untuk mencuri poin akan makin besar, karena mereka bisa mengulur waktu dan memaksa tuan rumah frustrasi.
Bola mati: senjata realistis untuk tim tamu
Ketika tim tamu kesulitan menciptakan peluang dari permainan terbuka, bola mati sering menjadi jalur tercepat. West Ham punya peluang jika mampu mengirim bola dengan kualitas tinggi ke area enam yard, terutama bila Liverpool melakukan rotasi pemain di pos bek atau gelandang bertahan.
Sebaliknya, Liverpool juga tidak boleh ceroboh. Pelanggaran tidak perlu di area dekat kotak penalti bisa menjadi pintu masuk West Ham, bahkan ketika West Ham tampak minim peluang sepanjang laga.
Sesudah membaca duel kunci, pembaca biasanya ingin gambaran susunan pemain. Berikut prediksi yang beredar dari data pra laga.
Prediksi susunan pemain: gambaran awal sebelum pengumuman resmi
Prediksi ini mengacu pada susunan pra laga yang biasa tampil di halaman pertandingan dan bisa berubah ketika susunan resmi keluar.
| Liverpool (formasi 4 2 3 1) | West Ham (formasi 4 2 3 1) |
|---|---|
| Alisson Becker<br/>Dominik Szoboszlai, Ibrahima Konaté, Virgil van Dijk, Milos Kerkez<br/>Ryan Gravenberch, Alexis Mac Allister<br/>Mohamed Salah, Curtis Jones, Cody Gakpo<br/>Hugo Ekitike | Mads Hermansen<br/>Aaron Wan Bissaka, Konstantinos Mavropanos, Axel Disasi, Malick Diouf<br/>Mateus Fernandes, Soungoutou Magassa<br/>Jarrod Bowen, Tomas Soucek, Crysencio Summerville<br/>Valentin Castellanos |
Prediksi ini memberi isyarat bahwa West Ham akan tetap memiliki pelari dan pengirim umpan di sisi sayap, yang bisa berbahaya bila Liverpool terlalu agresif dan terlambat menutup ruang.
Sebelum menutup tulisan, statistik ringkas sering membantu pembaca melihat konteks laga secara cepat. Berikut tabel statistik yang paling relevan untuk duel ini.
Statistik ringkas pertandingan: klasemen, form, dan head to head
| Kategori | Liverpool | West Ham |
|---|---|---|
| Posisi klasemen | 6 | 18 |
| Poin | 45 | 25 |
| Rekor (M K S) | 13 6 8 | 6 7 14 |
| Form 5 laga terakhir | W W W L W | D W D W L |
| Rekor head to head | 22 menang | 6 menang |
| Imbang head to head | 5 | 5 |
Dengan semua konteks itu, jalur Liverpool untuk menang terlihat jelas, tekan sejak awal, memaksa West Ham bertahan rendah, lalu menjaga disiplin ketika kehilangan bola. Sebaliknya, peluang West Ham untuk mencuri angka juga nyata, bertahan rapat, memotong suplai ke Salah, lalu mencari momen lewat transisi dan bola mati, karena tim tamu tahu satu peluang bersih saja bisa cukup untuk merusak rencana tuan rumah.