Anfield Memanas: Liverpool Tantang City, Ujian Besar Arne Slot di Pekan Krusial
Atmosfer Anfield dipastikan mendidih saat Liverpool menjamu Manchester City pada Minggu, 8 Februari 2026. Jadwal kick off tercatat pukul 16.30 waktu setempat di Anfield, sebuah jam tayang yang biasanya membuat tribun mulai bernyanyi sejak pemanasan.
Pertandingan ini terasa seperti barometer ganda. Buat City, ini kesempatan menekan pemuncak klasemen dan menjaga posisi di papan atas. Buat Liverpool, ini momen pembuktian bahwa mereka masih punya gigi untuk menggigit tim elite, di tengah skuad yang terkikis cedera dan musim yang berjalan naik turun.
Dua cerita besar sebelum peluit pertama
Liverpool dan City datang dengan beban yang berbeda, tetapi sama beratnya. City sedang berada di jalur persaingan gelar, sementara Liverpool mengejar zona empat besar. Keduanya tidak bisa sekadar bermain aman.
City mengejar puncak, Liverpool mengejar napas

Dari klasemen setelah 24 laga, City ada di posisi kedua dengan 47 poin, sementara Liverpool di posisi keenam dengan 39 poin. Selisih poin itu membuat laga di Anfield terasa seperti simpul. Jika City menang, tekanan ke pemuncak makin nyata. Jika Liverpool menang, jalur menuju empat besar kembali terbuka lebar.
Arne Slot dan ukuran kemajuan yang paling jujur
Arne Slot sendiri menyebut laga kandang melawan City sebagai panggung untuk menunjukkan progres setelah kekalahan telak pada pertemuan sebelumnya. Ada kalimat yang terasa lugas: ini bukan cuma soal poin, tetapi soal seberapa jauh Liverpool bisa tahan pukul melawan tim yang terbiasa mendikte pertandingan.
“Kalau ada satu pertandingan yang tidak bisa disembunyikan oleh narasi, ini dia. Anfield akan memaksa Liverpool jujur pada kualitasnya sendiri.”
Statistik cepat jelang laga
Angka tidak menentukan segalanya, tetapi angka memberi konteks. Dan konteksnya jelas: City lebih stabil, Liverpool lebih rapuh, namun Anfield sering mengubah logika.
Posisi dan poin liga sebelum duel di Anfield
Berikut ringkasan posisi kedua tim di liga setelah 24 pertandingan.
| Tim | Main | Menang | Seri | Kalah | Selisih gol | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Manchester City | 24 | 14 | 5 | 5 | plus 26 | 47 |
| Liverpool | 24 | 11 | 6 | 7 | plus 6 | 39 |
Rekam jejak pertemuan terakhir yang masih terasa panas
Pertemuan terakhir di liga terjadi pada 9 November 2025 dan berakhir dengan kemenangan City tiga gol tanpa balas. Haaland membuka skor, lalu Nico dan Doku menambah luka. Kemenangan itu juga jadi bagian dari momen besar Pep Guardiola yang menjalani laga ke seribu sebagai manajer.
Pelajaran dari pertemuan terakhir: bagaimana City mematikan Liverpool

Kekalahan di pertemuan sebelumnya bukan sekadar skor. Polanya membuat Liverpool tampak seperti tim yang selalu terlambat setengah langkah.
Angka pertandingan 9 November 2025 yang wajib diingat
Ini ringkasan statistik laga terakhir City kontra Liverpool di liga.
| Statistik | Manchester City | Liverpool |
|---|---|---|
| Penguasaan bola | 48.5% | 51.5% |
| Tembakan tepat sasaran | 6 | 1 |
| Total tembakan | 14 | 7 |
| Sepak pojok | 7 | 7 |
| Kartu kuning | 2 | 4 |
| Penyelamatan | 2 | 3 |
Angka paling menampar ada di tembakan tepat sasaran: City enam, Liverpool satu. Ini bukan sekadar urusan finishing. Ini soal seberapa sering Liverpool benar benar masuk ke zona tembak bersih tanpa dibayangi blok terakhir City.
Set piece dan detail kecil yang bisa jadi penentu
Di laga besar, detail kecil sering jadi pembeda, apalagi jika Liverpool tidak bisa mendominasi permainan terbuka sepanjang 90 menit. Ada faktor keputusan di momen krusial dan masalah pada bola mati yang bisa mengubah alur, terutama ketika kedua tim sama sama mencuri inci demi inci ruang.
Kabar tim Liverpool: cedera, opsi tambalan, dan risiko di belakang
Liverpool menuju laga ini dengan daftar absen yang bikin pelatih harus kreatif. Yang paling mengkhawatirkan bukan cuma siapa yang hilang, tetapi bagaimana hilangnya pemain tertentu mengubah cara Liverpool bertahan.
Frimpong absen, Gomez memberi harapan
Jeremie Frimpong dipastikan menepi, sementara Joe Gomez berpeluang kembali masuk pertimbangan skuad. Untuk menghadapi City yang agresif di half space, ketersediaan bek yang bisa menang duel satu lawan satu dan berani menjaga garis tinggi adalah kebutuhan, bukan kemewahan.
Skuad menipis membuat rotasi jadi perjudian
Situasi cedera membuat segalanya bisa cepat jadi lebih sulit kalau ada tambahan masalah kebugaran. Dalam laga yang biasanya penuh sprint berulang dan transisi cepat, ini alarm besar.
Kabar tim Manchester City: momentum, kedalaman, dan ancaman dari berbagai arah
City tidak pernah datang ke laga besar hanya dengan satu cara menyerang. Jika satu pintu tertutup, mereka buka jendela.
City datang dengan modal hasil besar dan kepercayaan diri
City punya ritme dan keyakinan yang biasanya terlihat dari cara mereka mengunci lawan sejak menit awal. Itu bukan jaminan menang di Anfield, tetapi jelas memberi City rasa percaya diri untuk tetap memainkan gaya mereka.
Haaland, Doku, dan pola serangan yang menyebar
Pertemuan terakhir menunjukkan kombinasi ancaman City: Haaland sebagai penyelesai, Doku sebagai pemecah kebuntuan dari sisi, dan gelandang yang datang dari lini kedua untuk menambah opsi tembakan. City juga nyaman menguliti pressing lawan lewat rangkaian umpan yang membuat Liverpool dipaksa berlari tanpa henti.
Pertarungan taktik: tiga duel yang kemungkinan menentukan arah laga
Laga sebesar ini biasanya diputuskan oleh duel duel kecil yang berulang. Siapa menang dalam duel itu, biasanya menang dalam cerita besarnya.
Duel sayap Liverpool melawan penjaga half space City
Jika Liverpool ingin menyerang, mereka harus memilih: membongkar lewat sayap atau menyerang ruang di antara bek dan gelandang City. Masalahnya, City sangat rapi menutup half space. Di sinilah Liverpool butuh winger yang berani menerima bola dalam tekanan dan tidak panik saat dijepit dua pemain.
Lini tengah: siapa yang memegang rem transisi
City paling berbahaya ketika bisa menyerang balik dengan struktur. Liverpool paling berbahaya ketika bisa memancing City naik, lalu melepas umpan pertama ke ruang kosong. Pertanyaannya: siapa gelandang yang mampu jadi rem pertama. Jika Liverpool gagal mematikan umpan vertikal awal City, bek mereka akan terus dipaksa mundur.
Garis pertahanan: tinggi untuk berani, atau rendah untuk selamat
Bermain terlalu tinggi melawan Haaland adalah risiko. Bermain terlalu rendah melawan City adalah undangan tembakan dan cut back. Liverpool harus menemukan garis cukup tinggi untuk menekan, tetapi cukup aman untuk tidak memberi City ruang lari lurus. Pertemuan terakhir menunjukkan Liverpool kesulitan membatasi City menghasilkan tembakan berkualitas.
Anfield sebagai faktor yang tidak bisa dihitung dengan kalkulator
Ada stadion yang memberi dukungan, ada stadion yang memberi tekanan psikologis pada lawan. Anfield sering berada di kategori kedua.
Energi tribun bisa mengubah momentum 10 menit pertama
City biasanya nyaman mengontrol tempo, namun di Anfield, 10 menit awal sering jadi gelombang. Jika Liverpool bisa mencuri momen lewat pressing agresif, tekel keras yang bersih, atau peluang cepat, stadion akan ikut mengunci laga.
City tidak akan panik, justru menunggu Liverpool terburu buru
Di sisi lain, City punya pengalaman menghadapi atmosfer panas. Mereka cenderung tidak terpancing, dan sering menunggu momen ketika tuan rumah terlalu bernafsu, lalu celah transisi terbuka.
Skenario pertandingan yang paling masuk akal
Laga ini bisa pecah menjadi dua bentuk. Dan keduanya sama sama masuk akal.
Jika Liverpool memimpin lebih dulu
City akan tetap menguasai bola, tetapi Liverpool bisa mengubah laga jadi pertarungan jarak jauh, mengandalkan blok menengah, lalu memukul balik. Di skenario ini, bola mati Liverpool menjadi senjata yang nilainya bisa berlipat.
Jika City mencetak gol lebih dulu
Liverpool akan dipaksa keluar dari rencana aman. Ketika Liverpool membuka garis, City akan menemukan ruang untuk mematikan laga lewat kombinasi cepat. Pertemuan terakhir memberi contoh bahwa ketika City sudah unggul, mereka bisa membuat Liverpool sulit menciptakan peluang bersih.
“Di laga seperti ini, bukan soal siapa yang lebih bagus selama 90 menit, tapi siapa yang paling jarang membuat keputusan buruk selama 5 detik.”
Jadwal, konteks, dan satu kalimat yang membuat laga ini wajib ditonton
Liverpool versus Manchester City di Anfield pada 8 Februari 2026 bukan sekadar duel dua nama besar. Ini duel gaya, duel mental, dan duel kepercayaan diri, ketika satu tim berburu gelar dan satu tim mencoba merapatkan kembali barisan yang sempat koyak. Kick off 16.30 waktu setempat, dan kemungkinan besar, atmosfernya sudah panas sejak siang.