Amar Brkic Melesat di Darmstadt U 19, Eks Garuda Muda U 17 Kian Matang
Nama Amar Rayhan Brkic mungkin sempat tenggelam dari sorotan publik Indonesia setelah Piala Dunia U 17 2023 usai. Tapi di Jerman, grafiknya justru terus menanjak. Pemain diaspora kelahiran Frankfurt itu sedang memasuki fase yang menarik dalam kariernya: bukan lagi sekadar talenta muda yang “punya potensi”, melainkan pemain yang mulai rutin dapat kepercayaan dan peran jelas di level kompetitif.
Kini, Amar membela SV Darmstadt 98 U 19 dan tampil konsisten di Liga Jerman U 19. Yang bikin ceritanya makin seru, posisi Amar tidak melulu sama seperti yang kita kenal saat ia bermain bersama Timnas Indonesia U 17. Ia berkembang, beradaptasi, dan mulai menemukan bentuk baru yang lebih lengkap.
Dari Garuda Muda di Piala Dunia U 17 ke Panggung Jerman
Piala Dunia U 17 2023 menjadi panggung perkenalan Amar ke publik Indonesia. Di turnamen itu, ia menjadi salah satu pemain diaspora yang ikut memperkuat Timnas Indonesia U 17. Amar tercatat tampil dua kali dari tiga pertandingan Garuda Muda di ajang tersebut.
Untuk pemain muda, tampil di Piala Dunia kelompok umur bukan sekadar pengalaman. Itu seperti “paspor reputasi”. Kamu bukan cuma dinilai dari highlight, tapi juga dari cara berpikir saat laga besar, ketahanan mental saat ditekan, sampai kemampuan memahami instruksi pelatih di level internasional.
Memilih Indonesia di Tengah Opsi yang Menggoda
Amar punya latar yang membuatnya menarik: ia lahir di Frankfurt, punya opsi akar negara yang beragam, namun sempat memilih memperkuat Timnas Indonesia U 17. Keputusan itu memberi warna tersendiri, karena tidak semua pemain diaspora langsung nyaman mengambil jalur Indonesia.
Di sisi lain, pilihan itu juga membawa konsekuensi. Saat sudah mengenakan seragam Garuda, ekspektasi publik akan selalu ikut menempel. Setiap perkembangan kariernya otomatis disorot, bahkan ketika ia bermain jauh di Eropa.
Perubahan Posisi yang Jadi Titik Balik

Yang paling mencolok dari perjalanan Amar musim ini adalah perubahan peran di lapangan. Jika publik mengenalnya sebagai gelandang serang atau pemain yang bermain lebih ofensif, di Darmstadt U 19 ia justru lebih sering dipasang sebagai bek kiri.
Ini bukan perubahan kecil. Menggeser pemain menyerang menjadi bek sayap butuh banyak hal: disiplin bertahan, ketahanan duel, kesabaran membaca situasi, dan tentu saja stamina karena bek kiri modern harus naik turun tanpa henti.
Di sepak bola usia muda Jerman, perubahan seperti ini sering terjadi. Pelatih melihat profil pemain, lalu memolesnya agar punya paket komplet. Amar adalah contoh yang pas. Ia punya teknik, mobilitas, dan insting menyerang, sehingga ketika diturunkan sebagai bek kiri, ia tetap bisa berkontribusi dalam fase menyerang lewat overlap, umpan cut back, atau crossing.
Bukan Diturunkan, Tapi Dinaikkan Levelnya
Banyak orang mengira perubahan posisi itu tanda “diturunkan” perannya. Padahal di sepak bola modern, bek sayap justru jadi senjata penting. Lihat bagaimana tim top Eropa memakai fullback sebagai pembuka ruang, pengirim umpan kunci, bahkan kadang jadi gelandang ekstra saat build up.
Amar tampaknya sedang dibentuk ke arah sana. Lebih komplet, lebih fleksibel, dan lebih siap menghadapi level senior yang menuntut pemain bisa menjalankan beberapa fungsi sekaligus.
Konsisten Main, Jarang Absen, dan Mulai Produktif
Musim ini, Amar tercatat hampir tidak pernah absen. Ia memainkan 11 dari 12 pertandingan Darmstadt U 19 di Liga Jerman U 19. Satu laga yang ia lewatkan disebut terjadi saat melawan FC Kaiserslautern U 19.
Selain konsistensi tampil, kontribusinya juga nyata. Amar sudah mengoleksi 3 assist dari 11 pertandingan. Untuk pemain yang kini sering bermain sebagai bek kiri, angka itu bukan sekadar “lumayan”. Itu tanda ia tetap tajam dalam membantu serangan dan punya kualitas umpan yang bisa memecah blok lawan.
Statistik Amar Brkic di Darmstadt U 19
Biar lebih kebaca, ini rangkuman statistik penampilan Amar Brkic bersama Darmstadt U 19 pada musim berjalan, berdasarkan catatan kompetisi junior di Jerman.
| Kompetisi | Main | Gol | Assist | Menit Bermain |
|---|---|---|---|---|
| U 19 Nachwuchsliga Grup | 11 | 0 | 3 | 792 |
| DFB Pokal Junioren | 2 | 0 | 0 | 146 |
| Total | 13 | 0 | 3 | 938 |
Catatan menit bermain juga penting karena menunjukkan satu hal: Amar bukan sekadar tempelan, tetapi benar benar dipercaya mengisi menit yang signifikan.
Jejak Awal Karier Amar yang Dibentuk di Lingkungan Kompetitif
Perjalanan Amar tidak instan. Ia tumbuh dari jalur akademi di Jerman yang terkenal disiplin dan keras. Sebelum sampai ke Darmstadt, Amar sempat menimba ilmu di beberapa klub, dimulai dari lingkungan lokal Frankfurt.
Ia tercatat pernah memperkuat Blau Gelb dan Rot Weiss Frankfurt, lalu melanjutkan proses pembinaan di Kickers Offenbach. Setelah itu, kariernya naik satu tingkat ketika ia direkrut akademi Hoffenheim pada periode 2022 sampai 2024.
Bagi pemain muda, Hoffenheim adalah tempat yang serius. Sistem pembinaannya rapi, tuntutannya tinggi, dan kompetisinya ketat. Fakta bahwa Amar bisa bertahan di sana menunjukkan ia punya kualitas dasar yang solid.
Bergabung ke Darmstadt dan Dapat Panggung Lebih Besar
Setelah fase di Hoffenheim, Amar kemudian bergabung ke Darmstadt U 19. Di klub inilah ia seperti menemukan ruang yang pas untuk berkembang: menit bermain lebih stabil, peran lebih jelas, dan kesempatan menunjukkan kontribusi di pertandingan demi pertandingan.
Kadang, langkah karier pemain muda memang bukan soal “paling besar klubnya”. Tapi soal “paling cocok jalurnya”. Darmstadt memberi Amar panggung yang realistis dan kompetitif untuk mengasah diri.
Gaya Main Amar: Teknik Halus dengan Naluri Menyerang
Walau musim ini ia sering dimainkan sebagai bek kiri, karakter asli Amar masih terlihat. Ia nyaman membawa bola, tidak panik saat ditekan, dan berani mengambil opsi progresif.
Dalam fase menyerang, Amar cenderung suka mencari ruang dan mengirim bola ke area berbahaya. Itu yang membuat 3 assist terasa masuk akal. Ia bukan tipe bek kiri yang sekadar buang bola aman. Ada keberanian untuk membangun serangan.
Keunggulan yang Membuatnya Menarik untuk Timnas
Kalau bicara potensi kembali ke Timnas level lebih tinggi, profil Amar punya nilai yang dicari banyak pelatih: fleksibel dan bisa bermain di beberapa posisi.
Timnas modern butuh pemain seperti ini karena jadwal padat dan lawan beragam. Pemain yang bisa jadi winger, bisa jadi gelandang, lalu bisa disulap jadi bek kiri saat diperlukan, akan selalu punya peluang dilirik.
Apalagi untuk turnamen yang formatnya padat, fleksibilitas adalah senjata.
Faktor Keluarga dan Mentalitas yang Membentuk
Latar belakang keluarga Amar juga sering jadi bahan cerita. Ia lahir dari keluarga yang dikenal disiplin dan punya fondasi pendidikan kuat. Orang tuanya berprofesi sebagai dokter di Jerman, dengan ayah berasal dari Bosnia, dan ibu berdarah Indonesia asal Kebumen.
Lingkungan seperti ini biasanya membentuk mentalitas yang rapi. Dalam sepak bola usia muda, mentalitas itu sama pentingnya dengan teknik. Karena saat banyak pemain muda mentok bukan karena kualitas, melainkan karena sulit menjaga fokus dan konsistensi.
Dan Amar terlihat punya itu: konsisten, tidak banyak drama, dan progresnya pelan tapi terasa.
Bersinar di Liga Jerman U 19, Tapi Tantangan Sesungguhnya Baru Dimulai

Bersinar di level U 19 memang kabar bagus, tetapi jalur menuju sepak bola senior selalu penuh tikungan. Banyak pemain muda hebat di junior, tapi tidak semua bisa “naik kelas” ketika intensitas permainan meningkat dan fisik lawan jauh lebih matang.
Namun, tanda tanda Amar menuju arah yang tepat sudah terlihat dari dua hal: ia bermain rutin dan dipercaya menjalankan peran yang kompleks.
Bek kiri itu posisi berat. Kamu harus menjaga sisi, menghadapi winger cepat, tapi juga ikut serangan. Jika Amar bisa bertahan di peran ini dan terus produktif lewat assist, maka pintu ke level berikutnya akan terbuka.
Proyeksi Karier: Menjadi Fullback Modern atau Kembali ke Peran Asli
Ada dua jalur yang bisa terjadi.
Pertama, Amar benar benar berkembang menjadi bek kiri modern yang ofensif, spesialis overlap dan umpan akhir. Ini jalur yang realistis karena ia sudah mulai dibentuk ke sana.
Kedua, Amar kembali ke peran gelandang serang atau winger, tetapi dengan kemampuan bertahan yang jauh lebih baik karena sudah ditempa sebagai bek. Banyak pemain top lahir dari jalur seperti ini: mereka jadi lebih komplet, lebih tahan banting, dan lebih cerdas membaca permainan.
Yang jelas, Amar sedang mengumpulkan modal penting: jam terbang dan kepercayaan pelatih.
Amar Brkic dan Harapan Publik Indonesia
Publik Indonesia selalu punya ruang khusus untuk pemain diaspora, apalagi yang pernah memakai jersey Timnas. Tetapi yang paling penting untuk Amar saat ini bukan debat di media sosial, melainkan konsistensi di klub.
Kalau ia terus bermain 11 dari 12 laga, terus menyumbang assist, dan terus berkembang dalam peran barunya, maka pembicaraan soal Timnas akan datang dengan sendirinya.
Dan untuk ukuran pemain yang baru 18 tahun, jalan terbaik memang seperti itu: buktikan dulu di klub, lalu biarkan prestasi yang memanggil.
Kalau Amar menjaga ritmenya seperti sekarang, Darmstadt bukan akan jadi tujuan akhir, tetapi bisa jadi batu loncatan yang membuka level lebih tinggi di sepak bola Jerman.