Balogun Batal ke Everton, Deadline Day Berantakan dan The Toffees Krisis Striker
Everton mengalami malam yang jauh dari harapan ketika bursa transfer musim panas 2026 ditutup. Folarin Balogun yang sempat begitu dekat bergabung dengan The Toffees akhirnya tidak jadi mendarat. Kesepakatan dengan AS Monaco yang diperkirakan bernilai sekitar 40 juta pound sterling gagal diselesaikan setelah muncul persoalan dalam pemeriksaan medis dan perubahan keputusan sang pemain pada tahap terakhir transfer.

Kegagalan tersebut terasa semakin berat karena Everton memang membutuhkan tambahan penyerang tengah. Klub asal Merseyside itu sebelumnya telah melepas Beto ke Fiorentina, sementara Iliman Ndiaye meninggalkan klub untuk bergabung dengan Manchester City. Situasi itu membuat jumlah pemain menyerang yang bisa digunakan David Moyes semakin terbatas.
Everton sebenarnya mencoba mencari jalan keluar ketika transfer Balogun mulai bermasalah. Nama Joshua Zirkzee dari Manchester United dan Tammy Abraham masuk dalam pembicaraan sebagai pilihan lain. Namun hingga jendela transfer ditutup, tidak ada satu pun penyerang tambahan yang berhasil diamankan.
Akibatnya, Thierno Barry menjadi satu satunya penyerang tengah senior yang tersedia untuk mengisi sektor nomor sembilan. Kondisi tersebut tentu bukan situasi yang diinginkan Everton ketika Premier League 2026/2027 mulai memasuki periode yang semakin padat.
Transfer Balogun Awalnya Tinggal Menunggu Penyelesaian
Everton memasuki hari terakhir bursa dengan keyakinan bahwa mereka dapat mendapatkan Folarin Balogun. Pembicaraan dengan AS Monaco berkembang dengan cepat dan kedua klub pada akhirnya mencapai kesepakatan mengenai nilai transfer.
Angka sekitar 40 juta pound sterling menunjukkan seberapa serius Everton mengejar mantan pemain Arsenal tersebut. Balogun diproyeksikan menjadi tambahan utama di lini depan dan memberikan persaingan kepada Thierno Barry.
Situasi bahkan sempat terlihat sangat positif. Everton mulai menjalankan berbagai prosedur administratif, sementara sang pemain menjalani pemeriksaan medis sebagai bagian dari kepindahannya menuju Premier League.
Namun perjalanan transfer itu berubah hanya dalam hitungan jam.
Pemeriksaan Medis Mengubah Situasi
Pemeriksaan medis biasanya menjadi salah satu tahap terakhir sebelum pemain menandatangani kontrak dengan klub baru.
Untuk transfer bernilai puluhan juta pound sterling, pemeriksaan tersebut dilakukan secara menyeluruh karena klub perlu mengetahui kondisi pemain yang akan menjadi investasi besar.
Dalam proses Balogun, muncul persoalan yang membuat Everton harus mempertimbangkan kembali bentuk kesepakatan.
Situasi tersebut tidak otomatis membuat transfer langsung dibatalkan. Everton dan Monaco masih mencoba mempertahankan transaksi dengan membicarakan kembali beberapa bagian kesepakatan.
Waktu menjadi persoalan terbesar.
Deadline semakin dekat dan kedua klub harus menyelesaikan sejumlah dokumen sebelum batas waktu berakhir.
Everton bahkan telah mengambil langkah administratif agar masih mempunyai kesempatan menyelesaikan kepindahan Balogun setelah batas utama penutupan bursa.
Semua terlihat masih mungkin diselesaikan.
Namun perubahan berikutnya datang dari sang pemain.
Balogun Memilih Tidak Melanjutkan Transfer
Setelah rangkaian pembicaraan yang panjang, Balogun akhirnya tidak melanjutkan proses kepindahannya menuju Everton.

Keputusan tersebut membuat seluruh pekerjaan yang dilakukan Everton sepanjang Deadline Day menjadi sia sia.
Bagi The Toffees, keadaan tersebut sangat menyakitkan karena Balogun bukan sekadar pemain yang mereka pantau dari jauh.
Pembicaraan sudah berkembang sangat jauh.
Everton dan Monaco sudah mencapai kesepakatan mengenai transfer, pemeriksaan medis sudah dilakukan dan berbagai dokumen telah dipersiapkan.
Hanya beberapa langkah yang memisahkan Balogun dengan seragam Everton.
Namun kepindahan itu akhirnya tidak pernah terwujud.
“Everton bukan kehilangan target yang masih berada pada tahap penjajakan. Mereka kehilangan pemain ketika transfer sudah berada sangat dekat dengan garis akhir.”
Mengapa Everton Sangat Membutuhkan Folarin Balogun?
Ketertarikan Everton kepada Balogun cukup mudah dipahami jika melihat kondisi skuad David Moyes.
Balogun memiliki karakter yang berbeda dibandingkan beberapa penyerang tengah tradisional. Ia mempunyai kecepatan, pergerakan yang agresif di belakang bek serta kemampuan menyerang ruang ketika tim melakukan serangan balik.
Karakter tersebut bisa memberikan variasi besar kepada Everton.
The Toffees tidak selalu memainkan sepak bola dengan penguasaan bola tinggi. Pada beberapa pertandingan, mereka harus menyerahkan bola kepada lawan dan menunggu kesempatan melakukan serangan cepat.
Penyerang seperti Balogun sangat cocok untuk pola semacam itu.
Balogun Sudah Mengenal Sepak Bola Inggris
Faktor lain yang membuat Balogun menarik adalah latar belakangnya.
Ia berkembang melalui akademi Arsenal sebelum mencari kesempatan bermain secara reguler di luar Inggris.
Balogun kemudian mendapatkan perhatian besar ketika menjalani masa pinjaman di Stade Reims pada musim 2022/2023.
Di Ligue 1, ketajamannya meningkat secara signifikan.
Ia mampu mencetak gol secara konsisten dan menunjukkan bahwa dirinya dapat menjadi penyerang utama pada level kompetitif.
Penampilan tersebut membuat AS Monaco berani mengeluarkan uang besar untuk membawanya dari Arsenal pada 2023.
Bersama Monaco, Balogun terus mendapatkan pengalaman sebagai pemain utama.
Everton melihat pemain yang tidak memerlukan pengenalan total terhadap sepak bola Inggris.
Balogun sudah mengetahui budaya sepak bola Premier League dari periode panjangnya bersama Arsenal, meskipun kesempatan bermainnya bersama tim utama ketika itu masih terbatas.
Kepergian Beto Membuat Kegagalan Transfer Semakin Terasa
Everton sebelumnya berani melepas Beto karena klub berharap dapat melakukan perubahan pada komposisi lini depan.
Penyerang asal Portugal tersebut meninggalkan Everton untuk bergabung dengan Fiorentina.
Penjualan tersebut memberikan pemasukan kepada The Toffees sekaligus membuka ruang dalam skuad untuk penyerang baru.
Persoalannya, pengganti yang dipersiapkan justru tidak pernah datang.
Situasi tersebut membuat keputusan melepas Beto terlihat jauh lebih berisiko dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Thierno Barry Kini Menanggung Beban Besar
Dengan Balogun batal bergabung dan Beto sudah pergi, Thierno Barry berada dalam posisi yang sangat penting.
Ia menjadi pilihan natural Everton untuk posisi penyerang tengah.
Persoalannya bukan terletak pada kualitas Barry.
Masalah terbesar adalah jumlah pilihan.
Dalam kompetisi seperti Premier League, bergantung kepada satu penyerang tengah senior selama berbulan bulan memiliki risiko sangat besar.
Everton harus mempertimbangkan berbagai kemungkinan seperti:
- Cedera yang membuat Barry harus absen
- Akumulasi kartu atau skorsing
- Penurunan kondisi fisik karena jadwal padat
- Kebutuhan mengubah karakter permainan
- Pergantian pemain ketika Everton mengejar gol
- Rotasi pada pertandingan piala
- Perubahan formasi ketika menghadapi lawan tertentu
David Moyes sekarang harus menemukan solusi dari pemain yang sudah tersedia.
Everton Juga Kehilangan Iliman Ndiaye ke Manchester City
Permasalahan Everton tidak berhenti pada posisi penyerang tengah.
Iliman Ndiaye juga meninggalkan klub setelah Manchester City datang dengan tawaran sangat besar.
Kepergian Ndiaye mengurangi satu lagi pemain yang sebelumnya mempunyai kemampuan membawa bola, menciptakan peluang dan memberikan ancaman di sekitar kotak penalti.
Walaupun Ndiaye bukan nomor sembilan tradisional, kontribusinya di lini serang membuat Everton mempunyai lebih banyak pilihan.
Kehilangannya pada jendela transfer yang sama dengan kepergian Beto membuat perubahan di sektor serangan menjadi sangat besar.
Jack Grealish Bisa Membantu, tetapi Bukan Penyerang Tengah
Everton mendapatkan kembali Jack Grealish melalui kesepakatan pinjaman.
Kehadiran Grealish memberikan kualitas pada sisi lapangan dan area di belakang penyerang.
Ia mampu membawa bola, memenangkan pelanggaran, membuka ruang serta menciptakan kesempatan untuk rekan setim.
Namun Grealish bukan pengganti Balogun.
Ia mempunyai karakter berbeda dan lebih efektif ketika bergerak dari area sayap atau ruang di belakang penyerang utama.
Karena itu, Everton masih mempunyai lubang pada posisi nomor sembilan meskipun Grealish kembali ke skuad.
Joshua Zirkzee Sempat Menjadi Pilihan Darurat Everton
Ketika transfer Balogun mulai menunjukkan persoalan, Everton tidak tinggal diam.
Klub bergerak mencari alternatif.
Joshua Zirkzee muncul sebagai salah satu pemain yang coba didatangkan.
Penyerang Manchester United tersebut menawarkan karakter berbeda dibandingkan Balogun.
Zirkzee bukan hanya pemain yang menunggu bola di dalam kotak penalti. Ia sering turun lebih dalam untuk membantu kombinasi permainan serta menghubungkan gelandang dengan pemain sayap.
Kemampuan tersebut sebenarnya menarik bagi David Moyes.
Manchester United Tidak Melepas Zirkzee
Persoalan Everton kembali berkaitan dengan waktu.
Pendekatan kepada Zirkzee berlangsung sangat dekat dengan penutupan jendela transfer.
Manchester United tidak mempunyai cukup waktu untuk mencari pengganti apabila sang pemain dilepas.
Situasi tersebut membuat transfer sulit dilaksanakan.
Everton pada akhirnya tidak mendapatkan Zirkzee.
Kegagalan itu terasa lebih berat karena pada saat bersamaan kepindahan Balogun juga semakin tidak pasti.
The Toffees akhirnya berada dalam posisi yang tidak menguntungkan.
Pilihan utama gagal, sementara alternatif pertama juga tidak tersedia.
Tammy Abraham Masuk Radar tetapi Tidak Ada Kesepakatan
Nama lain yang dipertimbangkan Everton adalah Tammy Abraham.
Penyerang Inggris tersebut mempunyai pengalaman panjang di Premier League dan bisa menjadi pilihan menarik apabila klub membutuhkan pemain yang langsung memahami kompetisi.
Abraham memiliki postur yang mendukung permainan di dalam kotak penalti.
Ia juga mempunyai pengalaman bersama klub besar serta pernah bermain di luar Inggris.
Namun sekali lagi, persoalan waktu membuat Everton kesulitan menyelesaikan transaksi.
Tidak ada kesepakatan yang tercapai sebelum bursa ditutup.
Tiga Jalan Everton Menuju Striker Baru Sama Sama Buntu
Dalam waktu relatif singkat, Everton harus melihat tiga kemungkinan penyerang menghilang.
Urutannya membuat Deadline Day tersebut semakin mengecewakan.
- Folarin Balogun sudah sangat dekat tetapi transfer akhirnya batal
- Joshua Zirkzee dipertimbangkan tetapi Manchester United tidak melepasnya
- Tammy Abraham masuk pilihan tetapi tidak ada transfer yang dapat diselesaikan
Keadaan ini menunjukkan betapa sulitnya melakukan bisnis besar pada jam jam terakhir jendela transfer.
Ketika satu transfer gagal, waktu untuk beralih menuju pemain lain sangat sedikit.
Klub penjual juga berada dalam posisi kuat karena mereka tidak mempunyai kesempatan panjang untuk mencari pengganti.
David Moyes Harus Memutar Otak dengan Skuad yang Tersedia
David Moyes sekarang menghadapi pekerjaan yang tidak sederhana.
Ia harus memastikan Everton tetap mempunyai ancaman serangan meskipun hanya mempunyai satu penyerang tengah senior yang natural.
Pelatih asal Skotlandia tersebut dikenal mampu membangun tim yang terorganisasi.
Ia juga mempunyai pengalaman mengubah susunan pemain berdasarkan kondisi skuad.
Namun keterbatasan di lini depan membuat pilihannya jauh lebih sedikit.
Formasi Tanpa Striker Murni Bisa Menjadi Alternatif
Salah satu kemungkinan yang dapat digunakan Everton adalah memainkan penyerang semu ketika Barry tidak tersedia.
Seorang pemain seperti Grealish dapat bergerak menuju area tengah, sementara pemain sayap melakukan penetrasi dari kedua sisi.
Pilihan lainnya adalah menggunakan gelandang serang yang diberikan kebebasan bergerak di belakang pertahanan lawan.
Namun skema tersebut memiliki konsekuensi.
Everton dapat kehilangan pemain yang secara natural menyerang kotak penalti.
Ketika menghadapi pertahanan yang sangat dalam, keberadaan penyerang tengah tetap penting untuk memberikan target umpan silang dan mengikat dua bek tengah lawan.
Karena itu, Barry kemungkinan masih menjadi pusat permainan menyerang Everton dalam banyak pertandingan.
Beban Gol Everton Kini Menyebar ke Banyak Pemain
Tidak mendapatkan Balogun membuat Everton tidak bisa hanya mengandalkan satu nama untuk urusan mencetak gol.
Pemain sayap dan gelandang harus memberikan kontribusi lebih besar.
Situasi ini bisa mengubah pendekatan David Moyes ketika menyiapkan tim.
Pemain yang sebelumnya mempunyai tugas utama menciptakan peluang mungkin harus lebih sering masuk ke kotak penalti.
Bek sayap juga dapat mendapatkan tanggung jawab lebih besar untuk memasok bola menuju Barry.
Everton Harus Mencari Gol dari Lini Kedua
Kemampuan gelandang mencetak gol akan menjadi sangat penting.
Ketika lawan mampu mengisolasi Barry, Everton memerlukan pemain lain yang datang dari belakang.
Pergerakan tersebut sulit dijaga apabila dilakukan pada waktu yang tepat.
Beberapa hal yang perlu ditingkatkan Everton antara lain:
- Jumlah pemain yang masuk ke kotak penalti
- Keberanian melakukan tembakan dari lini kedua
- Pemanfaatan bola mati
- Kualitas umpan silang dari kedua sisi
- Pergerakan pemain sayap menuju tiang jauh
- Kecepatan transisi setelah merebut bola
Bola mati juga bisa menjadi sumber gol yang sangat penting.
Tim David Moyes secara tradisional memberikan perhatian besar kepada situasi tendangan bebas dan sepak pojok.
Dalam kondisi kekurangan penyerang, setiap kesempatan seperti itu menjadi semakin berharga.
Balogun Harus Kembali ke Monaco Setelah Transfer Batal
Bagi Balogun, gagalnya transfer juga menciptakan situasi yang menarik.
Ia sebelumnya sudah berada sangat dekat dengan kepindahan ke Everton.
Sekarang sang pemain harus kembali melanjutkan perjalanan bersama Monaco setelah serangkaian pembicaraan intensif mengenai kepergiannya.
Secara profesional, pemain tentu harus kembali fokus.
Namun situasinya tidak sederhana karena Monaco sebelumnya sudah bersedia menerima tawaran Everton.
Artinya, kemungkinan transfer Balogun sebenarnya terbuka sepanjang bursa.
Monaco Kehilangan Pemasukan Besar
Transfer bernilai sekitar 40 juta pound sterling tentu memberikan pemasukan besar kepada Monaco.
Ketika kesepakatan gagal, klub Prancis tersebut harus menyesuaikan kembali rencana mereka.
Situasi Balogun bahkan berkaitan dengan beberapa pergerakan lain menjelang akhir bursa.
Monaco harus mengambil keputusan cepat mengenai skuad mereka karena kepastian transfer baru muncul sangat dekat dengan penutupan jendela.
Balogun sekarang tetap menjadi bagian dari tim dan harus kembali bersaing mendapatkan posisi.
Everton Bisa Kembali Berburu Striker pada Januari
Setelah jendela musim panas ditutup, Everton tidak mempunyai banyak jalan untuk mendatangkan penyerang dari klub lain.
Mereka harus menggunakan pemain yang tersedia sampai kesempatan transfer kembali terbuka.
Jendela Januari kemungkinan menjadi periode penting bagi manajemen The Toffees.
Klub dapat kembali mencari nomor sembilan apabila keterbatasan lini depan benar benar menjadi persoalan selama paruh pertama musim.
Nama Balogun bahkan belum tentu sepenuhnya hilang dari daftar.
Performa Thierno Barry Akan Sangat Menentukan
Rencana transfer Everton berikutnya bisa sangat bergantung kepada performa Barry.
Jika ia tampil konsisten, mencetak gol dan mampu menjaga kondisi fisiknya, tekanan terhadap manajemen mungkin sedikit berkurang.
Sebaliknya, jika Everton kesulitan mencetak gol atau Barry mengalami cedera, kebutuhan mendapatkan penyerang baru akan menjadi semakin mendesak.
Periode menuju Januari karena itu menjadi ujian besar.
The Toffees harus memainkan sejumlah pertandingan Premier League dengan komposisi lini depan yang lebih tipis daripada yang direncanakan.
Deadline Day Everton Berubah dari Harapan Menjadi Kekacauan
Beberapa jam sebelum bursa ditutup, Everton masih mempunyai peluang menyelesaikan transfer penyerang internasional Amerika Serikat dengan harga sekitar 40 juta pound sterling.
Kesepakatan antar klub sudah tersedia.

Pemain menjalani pemeriksaan.
Dokumen mulai diproses.
Namun seluruh rangkaian tersebut tidak menghasilkan perekrutan.
Balogun akhirnya tidak menjadi pemain Everton.
Zirkzee juga tidak datang.
Abraham tidak berhasil didapatkan.
Pada saat bersamaan, Beto sudah meninggalkan klub dan Ndiaye pindah ke Manchester City.
David Moyes akhirnya memasuki periode berikutnya dengan Barry sebagai satu satunya penyerang tengah senior yang natural.
Tekanan Kini Beralih kepada Manajemen Everton
Kegagalan mendapatkan striker akan membuat pekerjaan manajemen Everton mendapatkan perhatian besar dalam beberapa bulan mendatang.
Selama tim tetap mencetak gol dan memperoleh hasil positif, persoalan tersebut mungkin dapat dikelola.
Tetapi situasinya bisa berubah cepat apabila Barry tidak tersedia atau lini serang mengalami penurunan produktivitas.
Everton sudah mengetahui persoalannya.
Mereka juga mengetahui posisi yang perlu diperkuat.
Yang gagal mereka lakukan adalah menyelesaikan transfer sebelum waktu habis.
Kini David Moyes harus mencari solusi dari skuad yang tersisa, sementara nama Folarin Balogun akan terus menjadi pengingat mengenai transfer besar yang sudah berada di depan mata tetapi menghilang pada jam jam terakhir Deadline Day.