Liverpool Dikaitkan dengan Djed Spence, Tottenham Siap Lepas di Harga £35 Juta

Liverpool kembali dikaitkan dengan pemain bertahan baru menjelang dimulainya Premier League 2026/2027. Nama yang mencuat kali ini adalah Djed Spence, bek Tottenham Hotspur yang baru saja menjalani periode mengesankan bersama tim nasional Inggris di Piala Dunia 2026.

Spence menawarkan profil yang menarik bagi The Reds. Pemain berusia 25 tahun tersebut dapat bermain sebagai bek kanan maupun bek kiri, memiliki kecepatan tinggi, kuat ketika menghadapi lawan dalam duel satu lawan satu, serta sudah mengenal kerasnya Premier League.

Laporan di Inggris menyebut Tottenham bersedia mendengarkan tawaran sekitar 35 juta pound. Inter Milan dan AC Milan juga dikabarkan memantau situasinya. Namun, kabar mengenai Liverpool belum sepenuhnya seragam. Sejumlah laporan mengaitkan The Reds dengan Spence, sementara laporan lain menyebut Liverpool saat ini belum menggarap transfer tersebut secara aktif.

Situasi itu membuat nama Spence layak diperhatikan sepanjang sisa bursa transfer. Liverpool memang sedang membutuhkan tambahan kedalaman pertahanan, sementara Tottenham sedang melakukan perubahan besar pada skuad Roberto De Zerbi.

Djed Spence Masuk Perbincangan Transfer Liverpool

Nama Djed Spence mulai ramai dikaitkan dengan Liverpool setelah penampilannya bersama Inggris di Piala Dunia 2026. Bek Tottenham tersebut menjadi salah satu pemain yang mendapatkan sorotan besar setelah mampu memberikan energi tambahan dari sisi lapangan.

Liverpool kemudian disebut sebagai salah satu klub yang memantau situasinya. Kebutuhan The Reds terhadap pemain belakang membuat spekulasi tersebut terasa masuk akal.

Pelatih baru Liverpool, Andoni Iraola, sedang mempersiapkan tim untuk musim pertamanya di Anfield. Pelatih asal Spanyol itu resmi menggantikan Arne Slot pada Juni 2026 setelah membawa Bournemouth finis keenam di Premier League musim sebelumnya.

Iraola dikenal menyukai tim dengan intensitas tinggi. Bek sayap mempunyai tugas besar karena tidak sekadar bertahan, tetapi juga harus agresif membantu serangan dan terlibat ketika tim melakukan tekanan.

Karakter tersebut cukup dekat dengan kemampuan Spence.

Liverpool Belum Mengajukan Tawaran Resmi

Meski rumor berkembang cepat, belum ada indikasi bahwa Liverpool sudah mengajukan penawaran kepada Tottenham.

Sejumlah laporan menyebut The Reds tidak diyakini sedang mengejar Spence secara aktif. Informasi lain juga menyatakan Liverpool belum bekerja untuk mendatangkan bek Inggris tersebut.

Karena itu, status Spence saat ini lebih tepat disebut sebagai pemain yang dikaitkan dengan Liverpool, bukan target yang sudah memasuki tahap negosiasi.

Situasi dapat berubah dengan cepat selama bursa transfer masih terbuka. Terlebih, kondisi pertahanan Liverpool membuat klub tetap berpeluang mencari tambahan pemain sebelum kompetisi berjalan lebih jauh.

Tottenham Siap Mendengarkan Tawaran Sekitar £35 Juta

Tottenham tidak disebut sedang memaksa Djed Spence keluar. Namun, Lilywhites dilaporkan bersedia mempertimbangkan tawaran apabila ada klub yang datang dengan proposal sekitar 35 juta pound.

Posisi Tottenham cukup kuat karena Spence tidak memasuki tahun terakhir kontraknya. Sang pemain menandatangani kontrak jangka panjang baru pada Agustus 2025 setelah berhasil mendapatkan tempat lebih besar dalam skuad.

Sebelumnya, pada Oktober 2024, Tottenham juga sudah memperpanjang kontraknya hingga 2028. Performa Spence kemudian membuat klub kembali memberikan kontrak baru pada musim berikutnya.

Harga 35 juta pound memberi Tottenham kesempatan menghasilkan keuntungan besar dari pemain yang mereka datangkan dari Middlesbrough pada 2022.

Namun, menjualnya juga membawa risiko karena Spence mempunyai kemampuan bermain di dua sisi pertahanan.

Persaingan dengan Pedro Porro dan Andy Robertson

Salah satu faktor yang membuat peluang kepergian Spence terbuka adalah perubahan komposisi pertahanan Tottenham.

Pedro Porro masih menjadi pilihan berpengalaman pada posisi bek kanan. Tottenham juga telah menambah Andy Robertson yang dapat memberikan opsi di sisi kiri.

Roberto De Zerbi sedang membentuk ulang skuad setelah mengambil alih kursi pelatih pada Maret 2026. Tottenham bahkan telah mengeluarkan dana besar untuk mendatangkan beberapa pemain baru selama musim panas.

Spence tentu tetap menawarkan sesuatu yang berbeda. Kecepatannya membuat Tottenham memiliki pemain yang dapat mengejar penyerang lawan ataupun membawa bola dalam transisi.

Masalahnya, klub dapat melihat musim panas 2026 sebagai waktu yang tepat untuk menjualnya ketika harga sedang tinggi.

Piala Dunia 2026 Mengangkat Reputasi Spence

Perkembangan Djed Spence dalam dua tahun terakhir berlangsung sangat cepat. Pemain yang sempat kesulitan memperoleh kesempatan di Tottenham kini telah menjadi bagian dari tim nasional Inggris.

Thomas Tuchel memanggil Spence ke skuad Piala Dunia 2026 setelah bek tersebut sebelumnya mencatat empat penampilan bersama Three Lions.

Debut senior Spence datang pada September 2025. Ia masuk sebagai pemain pengganti ketika Inggris mengalahkan Serbia 5 0 dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia.

Perjalanan itu berlanjut hingga turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Spence bahkan tampil dalam seluruh pertandingan fase grup Inggris.

Dalam pertandingan melawan Panama, ia masuk pada menit ke 63 untuk menggantikan Jarell Quansah dan membantu Inggris mengamankan kemenangan 2 0 sekaligus posisi teratas grup.

Performa Babak Gugur Membuat Nilainya Naik

Perhatian terhadap Spence semakin besar setelah Inggris memasuki fase gugur.

Ia mendapatkan kesempatan dalam pertandingan besar dan mampu menggunakan kecepatan serta agresivitasnya untuk menghadapi pemain sayap lawan.

Penampilannya menghadapi beberapa lawan kuat ikut membuat sejumlah klub kembali menilai situasinya di Tottenham.

Piala Dunia menjadi panggung ideal bagi Spence untuk memperlihatkan fleksibilitasnya.

Ia dapat memulai pertandingan sebagai bek kanan, tetapi tidak mengalami banyak kesulitan jika harus berpindah menuju sisi kiri.

Kemampuan tersebut sangat berharga bagi klub yang menjalani pertandingan dalam empat kompetisi sepanjang satu musim.

Liverpool Punya Alasan untuk Mempertimbangkan Spence

Meski belum bergerak secara resmi, profil Djed Spence cukup sesuai dengan kebutuhan Liverpool.

The Reds menghadapi persoalan kedalaman di sektor pertahanan selama persiapan musim. Kondisi beberapa pemain membuat Iraola membutuhkan pilihan yang cukup untuk melewati jadwal panjang Premier League, kompetisi Eropa dan dua turnamen domestik.

Spence dapat memberikan perlindungan untuk dua posisi sekaligus.

Beberapa atribut yang membuatnya menarik antara lain:

  • Mampu bermain sebagai bek kanan
  • Terbiasa ditempatkan sebagai bek kiri
  • Memiliki kecepatan tinggi
  • Kuat menghadapi duel satu lawan satu
  • Berani membawa bola melewati tekanan
  • Sudah memiliki pengalaman Premier League
  • Berstatus pemain Inggris untuk kebutuhan registrasi skuad
  • Memiliki pengalaman internasional bersama Three Lions

Liverpool tidak harus membeli dua pemain berbeda apabila memiliki satu bek yang nyaman bermain di kedua sisi.

Fleksibilitas semacam itu sangat berguna ketika cedera mulai muncul atau jadwal mengharuskan pelatih melakukan rotasi.

Kecepatan Jadi Senjata Terbesar Djed Spence

Spence merupakan fullback dinamis yang mampu bermain di kedua sisi pertahanan dan menikmati pertarungan satu lawan satu menghadapi winger.

Deskripsi tersebut cukup menggambarkan permainannya.

Spence merupakan pemain yang sangat atletis. Ketika mendapatkan ruang, ia mampu membawa bola puluhan meter untuk membantu tim keluar dari tekanan.

Kecepatan juga membuatnya berani mengambil posisi cukup tinggi.

Jika tim kehilangan bola, Spence mempunyai kemampuan fisik untuk mengejar kembali pemain lawan.

Kecepatan tertingginya pernah berada di kisaran hampir 34 kilometer per jam dalam pertandingan internasional.

Angka tersebut memperlihatkan mengapa ia sulit dikalahkan ketika pertandingan memasuki situasi adu lari.

Cocok dengan Sepak Bola Intensitas Tinggi Iraola

Andoni Iraola membangun reputasinya melalui sepak bola yang agresif bersama Bournemouth.

Timnya berusaha menekan lawan, memenangkan bola secepat mungkin, kemudian langsung mengirim banyak pemain menuju area serangan.

Liverpool diperkirakan akan membawa sejumlah prinsip serupa pada musim pertamanya di bawah Iraola.

Spence mempunyai fisik yang memungkinkan dirinya ikut menjalankan permainan semacam itu.

Ia dapat membantu tekanan di sisi lapangan kemudian segera bergerak kembali ketika lawan berhasil melewati garis pertama.

Kemampuannya membawa bola juga dapat membantu Liverpool ketika menghadapi pressing tinggi.

Alih alih selalu mengirim operan, Spence berani melewati pemain pertama dengan dribel sebelum mencari rekan setim yang berada lebih depan.

Perjalanan Spence di Tottenham Tidak Selalu Mudah

Status pemain tim nasional Inggris terasa semakin menarik apabila melihat perjalanan Spence sejak tiba di Tottenham.

Lilywhites membelinya dari Middlesbrough pada Juli 2022 setelah sang bek menjalani musim luar biasa bersama Nottingham Forest.

Spence bermain 46 kali untuk Forest pada musim 2021/2022 dan mencetak tiga gol. Ia membantu klub tersebut memperoleh promosi ke Premier League melalui babak playoff Championship.

Performa tersebut membuatnya masuk EFL Championship Team of the Season sekaligus PFA Championship Team of the Year.

Namun, kepindahannya ke Tottenham tidak langsung berjalan mulus.

Kesempatan bermain sangat terbatas dan Spence kemudian menjalani beberapa periode peminjaman.

Sempat Dipinjamkan ke Prancis, Leeds dan Genoa

Tottenham meminjamkan Spence ke Stade Rennais pada Januari 2023.

Setelah kembali ke Inggris, ia dipinjamkan lagi menuju Leeds United pada Agustus tahun yang sama. Perjalanannya di Elland Road hanya menghasilkan tujuh penampilan sebelum kembali ke Tottenham pada Januari 2024.

Beberapa pekan kemudian, Spence pergi menuju Italia bersama Genoa.

Periode di Serie A menjadi salah satu tahap penting baginya. Ia memperoleh kesempatan menghadapi klub besar Italia sekaligus mengasah kemampuan bertahan dalam lingkungan berbeda.

Tottenham meminjamkannya ke Genoa hingga akhir musim 2023/2024.

Sekembalinya ke London, Spence mulai berhasil mengubah posisinya.

Kesabaran Spence Akhirnya Terbayar

Musim 2024/2025 menjadi titik perubahan bagi Spence.

Ia mencetak gol kompetitif pertamanya bersama Tottenham saat menghadapi Coventry City di Carabao Cup. Kesempatan Premier League juga mulai datang lebih rutin.

Spence mencatat debut penuh Premier League untuk Tottenham ketika mereka menghancurkan Southampton 5 0 pada Desember 2024.

Pada Februari 2025, ia mencetak gol Premier League pertamanya dalam kemenangan 4 1 atas Ipswich Town. Penampilannya sepanjang bulan tersebut bahkan membuat namanya masuk nominasi pemain terbaik bulanan Premier League.

Dari pemain yang beberapa kali dipinjamkan, Spence akhirnya berubah menjadi anggota penting skuad.

Ia juga menjadi bagian dari Tottenham ketika klub meraih sukses di Liga Europa.

Perkembangan tersebut kemudian membuka pintu menuju tim nasional Inggris.

Inter Milan Bisa Menjadi Pesaing Serius Liverpool

Apabila Liverpool akhirnya memutuskan bergerak, mereka tidak akan sendirian.

Inter Milan dikabarkan sudah melakukan pembicaraan mengenai kemungkinan transfer Spence. AC Milan juga disebut memperhatikan perkembangan pemain berusia 25 tahun tersebut.

Ketertarikan dari Italia cukup masuk akal.

Spence pernah bermain bersama Genoa sehingga sudah mengenal Serie A. Kemampuannya tampil sebagai fullback maupun wingback juga cocok dengan banyak sistem permainan yang digunakan klub Italia.

Inter dapat menawarkan peran sebagai pemain sisi lapangan dalam struktur tiga bek.

Sementara Liverpool dapat menawarkan kesempatan tetap bermain di Premier League bersama salah satu klub terbesar Inggris.

Keputusan akhirnya dapat sangat bergantung pada seberapa besar kesempatan bermain yang ditawarkan masing masing klub.

Status Homegrown Menambah Daya Tarik bagi Liverpool

Ada satu faktor lain yang membuat Djed Spence bernilai tinggi bagi klub Premier League.

Ia memenuhi kategori pemain homegrown dalam regulasi kompetisi Inggris.

Liverpool harus mempertimbangkan susunan pemain lokal dan non homegrown ketika mendaftarkan skuad. Mendatangkan pemain Inggris seperti Spence memberi fleksibilitas lebih besar ketika klub ingin merekrut pemain asing untuk posisi lain.

Spence juga tidak membutuhkan periode adaptasi panjang terhadap Premier League.

Ia sudah memahami kecepatan pertandingan, karakter lawan dan tuntutan fisik kompetisi Inggris.

Bagi Liverpool, hal tersebut dapat menjadi keuntungan dibandingkan membeli bek dari liga lain yang membutuhkan beberapa bulan untuk menyesuaikan diri.

Harga £35 Juta Akan Menjadi Bagian Terpenting Negosiasi

Tottenham dilaporkan memasang penilaian sekitar 35 juta pound terhadap Djed Spence. Angka tersebut cukup tinggi untuk seorang pemain yang belum sepenuhnya menjadi pilihan utama secara permanen di klub.

Namun, Lilywhites mempunyai beberapa alasan mempertahankan harga tersebut.

Spence masih berusia 25 tahun, mempunyai kontrak panjang, mampu bermain di dua posisi dan baru menjalani Piala Dunia yang meningkatkan reputasinya.

Tottenham tidak memiliki kewajiban menjual.

Karena itu, klub peminat harus datang dengan tawaran yang benar benar menarik jika ingin membawa Spence keluar dari London Utara.

Liverpool kemungkinan tidak akan terburu buru membayar angka tersebut selama mereka masih mempertimbangkan beberapa pilihan lain.

Keputusan Liverpool Bergantung pada Prioritas Iraola

Andoni Iraola masih memiliki waktu untuk mengevaluasi skuad sebelum menentukan apakah sektor bek sayap membutuhkan perekrutan tambahan.

Spence jelas menawarkan paket menarik. Ia cepat, serbaguna, berpengalaman di Inggris dan baru mendapatkan kepercayaan bersama tim nasional.

Namun, Liverpool juga harus menimbang harga 35 juta pound serta kebutuhan di posisi lain.

Laporan terbaru bahkan menegaskan bahwa The Reds belum sedang menjalankan negosiasi untuk mendapatkan pemain Tottenham tersebut.

Hal tersebut tidak membuat namanya langsung keluar dari pembicaraan bursa transfer. Kondisi dapat berubah jika Liverpool kehilangan pemain, mengalami masalah kebugaran tambahan atau gagal mendapatkan target lain.

Sementara itu, Tottenham berada dalam posisi menunggu. Roberto De Zerbi memiliki Pedro Porro dan tambahan pilihan di sektor pertahanan, sedangkan nilai Spence sedang berada pada titik tinggi setelah Piala Dunia.

Inter Milan dan AC Milan juga terus menjadi klub yang patut diperhatikan. Jika salah satu dari mereka meningkatkan pendekatan menjadi tawaran resmi, Liverpool harus menentukan dengan cepat apakah ketertarikan terhadap Spence cukup besar untuk berubah menjadi pergerakan nyata di meja negosiasi.

Leave a Reply