Monaco Berhasil Tahan PSG 2-2 di Paris, Tapi Les Parisiens Tetap Lolos 16 Besar UCL
Paris Saint Germain boleh saja tidak menang di kandang sendiri, tetapi tiket ke babak 16 besar Liga Champions tetap berada di genggaman. Monaco datang ke Parc des Princes dengan misi berat setelah kalah tipis pada leg pertama, lalu menunjukkan mental baja dengan menahan imbang 2 2. Namun, agregat tetap berpihak pada sang juara bertahan: PSG melaju dengan keunggulan 5 4.
Pertandingan leg kedua ini menghadirkan cerita lengkap. Ada gol pembuka di momen krusial jelang turun minum, ada kartu merah yang mengubah peta laga, ada respons cepat PSG yang terasa seperti mesin, lalu ada gol telat Monaco yang membuat detik akhir memanas meski hasil akhirnya tidak berubah.
Gambaran besar laga: imbang yang terasa seperti dua cerita berbeda
Di atas kertas, skor 2 2 terlihat seimbang. Tetapi ritmenya memperlihatkan dua babak yang kontras. Monaco sempat membuat PSG tampak gugup pada paruh pertama, lalu PSG mengambil alih kontrol setelah jeda, sebelum Monaco mengamuk di menit akhir walau bermain dengan 10 orang.
PSG akhirnya lolos bukan karena satu momen ajaib, melainkan karena akumulasi keputusan kecil yang tepat: naikkan tempo ketika lawan goyah, memanfaatkan bola kedua di kotak penalti, serta menjaga kepala tetap dingin saat Monaco memaksa permainan jadi liar pada masa injury time.
Statistik pertandingan: PSG dominan volume serangan, Monaco efektif dalam momen

Data menunjukkan PSG menguasai bola dan menumpuk percobaan. Monaco tidak banyak memegang bola, tetapi mampu mencuri momen, termasuk gol penyeimbang di menit 90 lebih.
Tabel statistik utama PSG vs Monaco
| Statistik | PSG | Monaco |
|---|---|---|
| Skor akhir | 2 | 2 |
| Penguasaan bola | 72.6% | 27.4% |
| Tembakan | 21 | 10 |
| Tembakan tepat sasaran | 6 | 4 |
| Tendangan sudut | 8 | 4 |
| Kartu kuning | 1 | 3 |
| Kartu merah | 0 | 1 |
| Saves kiper | 2 | 4 |
Kalau mau dibaca lebih dalam, PSG unggul pada volume dan tekanan berkelanjutan, termasuk data xG yang juga mengarah pada PSG, menandakan mereka lebih sering menciptakan peluang bernilai.
Kronologi gol: Monaco memimpin dulu, PSG membalik, Monaco menyamakan di detik akhir
Laga berjalan seperti gelombang. Monaco memilih menunggu celah dan memukul di timing yang tepat. PSG memegang bola, tetapi pada babak pertama belum setajam biasanya.
Akliouche bikin PSG terdiam jelang turun minum
Monaco membuka skor lewat Maghnes Akliouche tepat sebelum jeda. Gol ini seperti pesan bahwa Monaco tidak datang untuk sekadar bertahan, mereka datang untuk menguji saraf tuan rumah.
Keunggulan 0 1 di Paris membuat agregat menipis dan menghidupkan kembali peluang Monaco. Di momen seperti ini, satu gol tambahan saja bisa memaksa PSG masuk zona panik.
Kartu merah Coulibaly mengubah segalanya
Titik balik datang pada menit 58 ketika Mamadou Coulibaly diusir wasit. Monaco kehilangan satu pemain pada saat mereka sedang mencoba menahan PSG tetap jauh dari area berbahaya.
Keputusan ini juga memicu protes kubu Monaco. Pelatih mereka menyampaikan ketidakpuasan dan menilai ada inkonsistensi dalam kepemimpinan pertandingan.
Marquinhos menyamakan skor, lalu Kvaratskhelia menyambar momentum
PSG langsung menekan setelah kartu merah itu, dan hasilnya cepat: Marquinhos menyamakan skor pada menit 60. Tidak lama kemudian, Khvicha Kvaratskhelia membuat PSG berbalik unggul. Dalam rentang beberapa menit, stadion yang sempat tegang berubah jadi panggung kepercayaan diri PSG.
Di fase ini, PSG tampak paham benar cara mengunci momentum. Mereka mempercepat sirkulasi bola, memaksa Monaco terus bergeser, lalu menyerang area kotak penalti dengan lebih banyak pemain.
Teze menyamakan di menit 90 lebih, Faes nyaris bikin extra time

Monaco tidak menyerah. Jordan Teze mencetak gol penyeimbang pada masa tambahan waktu. Skor jadi 2 2, dan untuk beberapa detik, atmosfer berubah drastis karena Monaco seolah mencium peluang terakhir.
Bahkan ada momen yang hampir memaksa laga ke perpanjangan waktu: Wout Faes mendapatkan kesempatan emas sundulan, tetapi gagal mengarahkannya menjadi gol. Di situlah PSG bisa bernapas, lalu memastikan agregat tetap aman.
Kenapa hasil imbang ini tetap menguntungkan PSG
Ada dua alasan utama mengapa PSG bisa menerima skor 2 2 tanpa kehilangan tujuan.
Pertama, modal leg pertama. PSG sebelumnya menang 3 2 di kandang Monaco, sehingga pada leg kedua mereka punya bantalan agregat meski sempat tertinggal lebih dulu.
Kedua, cara PSG merespons tekanan. Luis Enrique menilai timnya ditempa oleh rangkaian laga berat dan pengalaman seperti ini membuat PSG lebih siap menghadapi fase berikutnya. Walau ia tidak sepenuhnya puas dengan performa babak pertama, ia menekankan timnya semakin tangguh.
Analisis taktik: Monaco disiplin, PSG menang lewat kedalaman dan bola kedua
Monaco menutup ruang antarlini dan berusaha memaksa PSG menyerang dari sisi luar. Rencana itu cukup berhasil pada babak pertama. PSG banyak memegang bola, tetapi tidak selalu menemukan jalur bersih ke area tembak.
Setelah kartu merah, struktur Monaco berubah total. Mereka terpaksa lebih rendah dan lebih reaktif. Di titik ini, PSG unggul kualitas rotasi, unggul tenaga, dan unggul detail kecil seperti berebut bola muntah, yang akhirnya ikut menentukan gol kedua PSG.
Monaco patut dipuji karena tetap berani menekan di menit akhir meski kalah jumlah pemain. Gol Teze menjadi bukti bahwa mereka tidak menutup pertandingan dengan rasa takut.
Sorotan pemain: pemimpin di momen sulit dan penentu di area depan
Marquinhos memberi contoh sebagai kapten. Ketika pertandingan mulai terasa tidak nyaman, ia muncul dengan gol penyama sekaligus menenangkan struktur tim.
Kvaratskhelia memberi PSG sesuatu yang selalu dicari di Liga Champions: aksi menentukan ketika ruang sempit. Ia bukan sekadar pencetak gol, tetapi juga figur yang membuat bek lawan ragu untuk maju menekan karena satu sentuhan bisa membalik posisi.
Dari kubu Monaco, Akliouche menunjukkan timing dan keberanian. Teze masuk dari bangku cadangan dan langsung memberi dampak, sementara Faes hampir jadi tokoh utama jika sundulan akhirnya masuk.
Apa selanjutnya: PSG menunggu undian, calon lawan sudah mengintip
Dengan kelolosan ini, PSG mengamankan tempat di babak 16 besar dan akan menunggu hasil undian untuk mengetahui lawan berikutnya. Dalam laporan usai laga, PSG disebut berpeluang bertemu Barcelona atau Chelsea pada fase selanjutnya, tergantung hasil undian.
Di titik ini, PSG membawa dua pesan dari duel kontra Monaco. Mereka masih bisa goyah pada fase tertentu, tetapi mereka juga punya kemampuan untuk membalikkan momentum dengan cepat. Dan di Liga Champions, kemampuan bertahan hidup saat malam tidak ideal sering kali sama berharganya dengan kemenangan meyakinkan.