Kalulu Kena Merah, Juventus Ketiban Sial: Inter Pemuncak Klasemen Menang Dramatis 3-2
Derby d Italia di San Siro yang harusnya jadi panggung adu mental, berubah jadi malam penuh amarah untuk Juventus. Nyonya Tua sempat menahan gempuran, sempat membalas, bahkan sempat bikin Inter deg degan sampai menit akhir. Tapi satu momen yang mengubah semuanya adalah kartu merah Pierre Kalulu di menit 42. Setelah itu, laga seperti berjalan di atas papan miring. Juventus tetap melawan, namun Inter sebagai pemuncak klasemen akhirnya menutup cerita dengan kemenangan 3-2 lewat gol telat Piotr Zielinski.
Satu hal yang bikin bara makin besar: kontroversi. Setelah pertandingan, penunjuk wasit Serie A bahkan menyampaikan permintaan maaf soal keputusan yang berujung keluarnya Kalulu, sementara isu VAR yang tidak bisa meninjau kartu kuning kedua ikut jadi sorotan.
Kronologi laga yang bikin Juventus panas dingin

Pertandingan ini punya ritme seperti roller coaster. Inter unggul, Juventus membalas, Inter menekan, Juventus bertahan, lalu drama datang saat semua orang belum siap. Sebelum masuk ke detail taktik dan dampaknya, urutan kejadian kuncinya perlu dibentangkan dulu biar jelas kenapa kartu merah Kalulu terasa seperti petaka yang merembet ke mana mana.
Gol bunuh diri, balasan cepat, lalu ketegangan naik
Inter membuka skor lewat gol bunuh diri Andrea Cambiaso pada menit 17. Namun Cambiaso menebusnya cepat: ia menyamakan kedudukan pada menit 26. Skor 1 1 ini membuat laga jadi makin terbuka, dengan Inter menguasai bola lebih banyak, tapi Juventus masih bisa mengancam saat transisi.
Momen penentu menit 42: Kalulu keluar, semuanya berubah
Di menit 42, Pierre Kalulu mendapat kartu kuning kedua yang otomatis jadi kartu merah. Dari sini, Juventus harus menjalani sisa laga dengan 10 pemain. Keputusan tersebut langsung memicu protes besar karena tayangan ulang dinilai menunjukkan minim atau bahkan tidak ada kontak yang pantas diganjar pelanggaran seperti itu. VAR tidak bisa turun tangan karena yang dipersoalkan adalah kartu kuning, meskipun efeknya berujung kartu merah.
Babak kedua: Inter menumpuk serangan, Juve tetap menggigit
Inter akhirnya menemukan celah pada menit 76 lewat sundulan Pio Esposito untuk mengubah skor jadi 2 1. Juventus sempat mengejutkan lagi lewat gol Manuel Locatelli pada menit 83, membuat skor 2 2 dan suasana stadion mendadak tegang. Tetapi pada menit 90, Zielinski memukul Juventus dengan gol penentu kemenangan 3 2.
Statistik pertandingan: Inter dominan, Juventus bertahan sambil menunggu momen
Pertandingan ini menggambarkan dua hal sekaligus. Inter dominan secara kontrol dan volume serangan. Juventus lebih banyak hidup dari momen, dan setelah kartu merah Kalulu, pendekatan mereka mau tidak mau makin defensif.
Berikut ringkasan statistik laga:
| Statistik | Inter | Juventus |
|---|---|---|
| Penguasaan bola | 59.9% | 40.1% |
| Tembakan tepat sasaran | 9 | 8 |
| Total percobaan tembakan | 21 | 10 |
| Kartu kuning | 4 | 0 |
| Kartu merah | 0 | 1 |
| Sepak pojok | 4 | 1 |
| Penyelamatan kiper | 6 | 5 |
Angka tembakan tepat sasaran yang nyaris seimbang itu menarik. Ini menunjukkan Juventus tetap bisa menggigit meski kalah jumlah pemain, terutama karena mereka punya momen momen serangan yang benar benar tajam. Namun dari total percobaan, Inter jauh lebih sering mengancam, dan pada akhirnya volume seperti ini biasanya akan menemukan satu celah, terutama di menit menit akhir saat tenaga terkuras.
Kenapa kartu merah Kalulu terasa seperti petaka
Ada kartu merah yang datang karena tekel brutal, ada yang karena emosi meledak, dan ada yang terasa seperti kesalahan keputusan yang mengubah arah pertandingan. Di laga ini, narasi terbesar justru lahir dari jenis yang terakhir.
VAR tidak bisa menolong, dan itu yang bikin Juventus makin geram
Inti kekisruhan pasca laga adalah satu: VAR tidak bisa melakukan review untuk kartu kuning, bahkan ketika kartu kuning kedua berujung pengusiran. Ini yang membuat Juventus merasa terjebak dalam aturan. Permintaan maaf dari pihak penunjuk wasit menambah panas suasana karena menguatkan keyakinan bahwa keputusan itu memang salah, namun terlambat untuk diperbaiki.
Inter diuntungkan situasi, tapi Juve tetap punya argumen soal performa

Faktanya, setelah Kalulu keluar, Inter mendapatkan keuntungan struktural. Mereka bisa lebih sabar memutar bola, menarik garis pertahanan Juventus, lalu menyerang dari sisi yang melebar. Tetapi menariknya, Juventus masih sempat membuat Inter tidak nyaman sampai menit 90, yang berarti masalah Juventus bukan cuma kalah jumlah, melainkan bagaimana mengelola fase fase krusial setelah unggul dan setelah menyamakan kedudukan.
Jalannya taktik: sebelum merah seimbang, setelah merah Juventus dipaksa bertahan total
Laga ini seperti punya dua babak berbeda. Yang pertama adalah duel taktik yang relatif seimbang. Yang kedua adalah laga bertahan hidup untuk Juventus.
Sebelum kartu merah: Juventus masih bisa menekan balik
Pada fase 1 1, Juventus masih punya keberanian untuk keluar dari tekanan. Mereka tidak sekadar menumpuk pemain di belakang, tapi mencoba memotong aliran bola Inter dan menyerang balik dengan cepat. Ini juga terlihat dari fakta bahwa Juventus bisa menghasilkan tembakan tepat sasaran dalam jumlah tinggi untuk ukuran tim tamu di San Siro.
Setelah kartu merah: blok rendah, jarak antarlini rapat, napas pendek
Begitu Kalulu keluar, Juventus dipaksa turun lebih dalam. Blok pertahanan mereka semakin rendah, jarak antar lini dipadatkan, dan tugas utama berubah jadi menutup ruang antarlini serta menghalau umpan tarik dari sisi. Namun setiap kali Juventus berhasil merebut bola, mereka harus memilih: buang jauh untuk bernapas, atau mengambil risiko menyerang dengan tenaga yang tersisa.
Di momen inilah Inter terlihat semakin nyaman. Penguasaan bola yang lebih dominan dan total tembakan yang jauh lebih banyak menggambarkan Inter berhasil membuat Juventus terus bekerja tanpa bola.
Gol gol yang bicara: detail momen krusial yang menentukan hasil
Kalau hasil akhir 3 2 terasa kejam untuk Juventus, itu karena dua gol Inter di babak kedua datang di saat Juventus mulai kehilangan energi, sementara Inter punya kedalaman untuk tetap menekan sampai menit akhir.
Esposito memecah kebuntuan saat Juventus mulai goyah
Gol Pio Esposito hadir ketika Inter sudah menumpuk tekanan cukup lama. Dalam pertandingan seperti ini, satu duel udara yang kalah, satu marking yang terlambat, bisa jadi celah fatal. Juventus bertahan dengan segala cara, tapi pada akhirnya ada momen ketika koordinasi lini belakang tidak seketat sebelumnya.
Locatelli bikin Inter ketar ketir, tapi hanya sebentar
Gol Locatelli adalah bukti Juventus tidak menyerah meski 10 pemain. Skor 2 2 membuat Inter dipaksa keluar dari zona nyaman. Namun di sini juga terlihat sisi tajam Inter musim ini: mereka tidak panik, mereka tetap percaya pada satu serangan bersih berikutnya.
Zielinski menghabisi perlawanan di menit 90
Gol Zielinski pada menit 90 menjadi klimaks. Inter mengambil kemenangan di detik detik akhir, sekaligus memperlebar jarak di puncak klasemen. Buat Juventus, ini bukan sekadar kalah di derby, tapi kalah dengan cara yang menyisakan rasa tidak adil.
Dampak ke klasemen: Inter makin kukuh, Juventus makin tertekan di papan atas
Kemenangan ini membuat Inter tetap memimpin klasemen dan menjaga jarak yang lebar atas pesaing terdekat. Juventus tertahan dan harus menelan satu pukulan mental, terutama karena kekalahan ini datang di laga besar yang seharusnya bisa jadi pernyataan.
Setelah peluit akhir: kontroversi tidak ikut pulang ke ruang ganti
Pertandingan selesai, tapi ceritanya lanjut. Permintaan maaf dari otoritas wasit, perdebatan soal simulasi, dan desakan evaluasi aturan VAR membuat laga ini tidak hanya tercatat sebagai Derby d Italia penuh gol, tapi juga sebagai contoh betapa satu keputusan bisa menggeser jalannya kompetisi.