Ronaldo Mau Beli Klub Sebelum Pensiun? Ini Daftar Kandidat yang Paling Masuk Akal
Cristiano Ronaldo bukan tipe legenda yang “hilang” begitu saja setelah gantung sepatu. Dari dulu, ia selalu punya cara untuk tetap jadi headline, entah lewat rekor gol, kontrak raksasa, atau bisnis yang terus melebar. Dan kini, wacana terbesarnya mulai mengerucut: Ronaldo ingin jadi pemilik klub sepak bola.
Pernyataan ini bukan sekadar bisik bisik di media sosial. Ronaldo sendiri sudah beberapa kali mengisyaratkan bahwa ia lebih tertarik menjadi owner ketimbang melatih. Di ajang penghargaan dan wawancara, ia bahkan menyebut dirinya tidak akan jadi pelatih dan lebih mungkin menjadi pemilik klub, tinggal menunggu peluang yang tepat.
Lalu pertanyaannya: klub apa saja yang masuk dalam daftar rencananya?
Di bawah ini adalah daftar kandidat yang paling sering muncul dalam rumor, yang paling realistis secara bisnis, dan yang paling “Ronaldo banget” dari sisi prestige.
Ronaldo dan mimpi jadi owner: bukan satu klub, tapi bisa lebih dari satu
Ronaldo sudah melewati fase “sekadar legenda lapangan”. Di usia 40 tahun, ia bicara seperti orang yang sedang menyusun kerajaan. Bahkan ada laporan yang menyebut Ronaldo bermimpi memiliki beberapa klub sekaligus, bukan hanya satu, layaknya model multi club ownership yang kini jadi tren di Eropa.
Ambisi seperti ini terasa masuk akal karena Ronaldo punya dua kekuatan besar.
Pertama, branding global CR7 yang sudah jadi industri. Kedua, relasi finansial yang makin dekat dengan proyek besar sepak bola Arab Saudi. Saat dua hal ini digabung, pembelian klub bukan lagi mimpi gila, melainkan tinggal menunggu momen yang pas.
Valencia, nama yang paling ramai dan paling “nyata” di meja rumor
Kalau bicara rumor paling kencang, paling sering muncul, dan paling banyak dibahas media arus utama, jawabannya jelas: Valencia.
Dalam beberapa bulan terakhir, kabar Ronaldo dikaitkan dengan rencana membeli Valencia berulang kali muncul. Klub ini memang sedang berada di fase sulit, dari sisi prestasi maupun situasi internal. Beberapa laporan di media menyebut Ronaldo dikabarkan mempertimbangkan takeover, bahkan dengan kemungkinan dukungan finansial dari pihak Arab Saudi.
Kenapa Valencia “menggoda” untuk Ronaldo?
Ada beberapa alasan yang membuat Valencia jadi kandidat paling realistis.
Pertama, harga dan akses. Valencia adalah klub besar secara sejarah, punya stadion ikonik, basis fans kuat, tapi nilainya tidak semahal raksasa seperti Real Madrid atau Barcelona. Untuk seorang investor, ini tipe klub yang bisa “diangkat ulang” tanpa harus membakar uang seperti membeli klub elite yang sudah mapan.
Kedua, cerita besar yang bisa dijual. Ronaldo adalah legenda Real Madrid. Kalau ia masuk ke Liga Spanyol sebagai pemilik klub, itu langsung jadi magnet media. Bukan cuma untuk Spanyol, tapi untuk seluruh dunia.
Ketiga, potensi transformasi cepat. Valencia tidak butuh 10 tahun untuk menarik perhatian. Begitu ada suntikan struktur, rekrutmen yang waras, dan arah yang jelas, klub ini bisa langsung naik kelas. Dan Ronaldo suka proyek yang terlihat hasilnya.
Hambatan Valencia yang tidak bisa dianggap kecil
Meski rumor terdengar seru, ada penghalang besar: pemilik saat ini disebut pernah membantah isu penjualan dalam berbagai laporan yang beredar.
Selain itu, Valencia adalah klub dengan tekanan publik sangat tinggi. Masuk sebagai owner artinya Ronaldo harus siap bukan hanya dipuja, tapi juga dihantam saat hasil jelek.
Manchester United, “obsesi” yang selalu bikin publik panas

Nama kedua yang paling bikin heboh, meski tidak semudah itu diwujudkan, adalah Manchester United.
Ronaldo punya sejarah yang tidak biasa dengan klub ini. Ia pernah jadi simbol kejayaan, lalu pulang, lalu pergi lagi dengan situasi yang tidak rapi. Maka ketika Ronaldo bicara soal klub ownership, publik Inggris langsung menghubungkan semuanya ke United.
Ada juga laporan yang menyebut Ronaldo pernah menyiratkan bahwa jika ia menjadi pemilik, ia akan membereskan hal hal yang menurutnya salah di klub.
Kenapa Manchester United disebut sebut?
Karena ini soal ego dan status.
United adalah klub yang jika kamu bisa membeli, maka kamu tidak sekadar kaya. Kamu “level dewa” dalam bisnis sepak bola. Ronaldo, sebagai figur yang selalu mengejar puncak, tentu cocok dengan ide ini.
Kalau Ronaldo masuk ke United sebagai owner atau pemegang saham besar, itu akan jadi salah satu momen paling viral dalam sejarah modern Premier League.
Tapi apakah realistis?
Di sinilah masalahnya. United adalah klub dengan valuasi super tinggi dan struktur kepemilikan yang rumit. Bahkan untuk konglomerat pun, ini bukan tipe pembelian yang bisa dilakukan dengan gaya “tiba tiba jadi milik”.
Jadi kemungkinan terbesar jika United masuk radar Ronaldo, bentuknya bukan takeover penuh, melainkan:
- masuk sebagai pemegang saham minoritas strategis
- jadi bagian dari grup investasi
- atau ikut dalam proyek konsorsium besar
Intinya, United adalah “klub impian”, tapi untuk jadi kenyataan, jalannya panjang.
Sporting CP, pilihan emosional yang terasa romantis
Kalau Valencia itu proyek bisnis, United itu proyek prestige, maka Sporting CP adalah proyek hati.
Sporting adalah klub yang membentuk Ronaldo sebelum dunia mengenalnya. Dari sana ia berangkat ke Manchester United dan berubah jadi monster kompetitif.
Maka bukan kejutan jika banyak fans Portugal membayangkan: suatu hari, Ronaldo pulang bukan sebagai pemain, tapi sebagai pemilik.
Alasan Sporting cocok untuk Ronaldo
Sporting memberi Ronaldo ruang untuk membangun dengan identitas.
Sebagai owner, Ronaldo bisa:
- memperkuat jalur akademi
- mengembangkan scouting Portugal lebih luas
- menjadikan Sporting pusat talenta muda untuk “jaringan klub” jika ia benar benar ingin punya lebih dari satu klub
Di Portugal, Ronaldo tidak akan dianggap asing. Ia akan dianggap anak rumah yang pulang membawa mahkota.
Tantangannya
Masalahnya adalah Sporting saat ini bukan klub yang murah secara nilai dan juga bukan klub yang gampang disentuh, karena struktur kepemilikan serta dinamika internal Portugal juga keras.
Namun jika Ronaldo ingin membangun “legacy” yang terasa personal, Sporting selalu ada dalam daftar paling logis.
Al Nassr, opsi paling dekat dan paling mudah dieksekusi

Kandidat yang sering luput dari obrolan fans Eropa justru kandidat yang paling “masuk bisnis”: Al Nassr.
Ada laporan yang menyebut Ronaldo mempertimbangkan kemungkinan menjadi pemegang saham atau memiliki stake di Al Nassr.
Kalau ini benar terjadi, maka jalurnya jauh lebih sederhana dibanding membeli klub Eropa.
Kenapa Al Nassr masuk akal?
Karena Ronaldo sudah punya “aset emosional” di sana.
Ia bukan sekadar pemain. Ia ikon liga. Efek Ronaldo di Al Nassr itu seperti efek film blockbuster: semua orang menonton karena ada satu nama besar.
Dan dari sisi sepak bola Saudi, Ronaldo adalah bagian dari proyek besar yang ingin terus berjalan.
Secara bisnis, mengambil kepemilikan sebagian di Al Nassr bisa jadi langkah aman, karena:
- relasi Ronaldo sudah dekat dengan struktur sepak bola di sana
- value klub bisa naik seiring popularitas liga
- Ronaldo bisa tetap jadi wajah klub meski pensiun
Statistik pertandingan Ronaldo: gambaran kenapa ia selalu punya daya beli “tak masuk akal”
Bicara soal pembelian klub, angka yang paling penting bukan hanya uang, tapi juga pengaruh. Ronaldo punya pengaruh karena ia punya satu hal yang tidak dimiliki calon owner lain: reputasi yang dibangun oleh statistik gila.
Berikut ringkasan statistik Ronaldo berdasarkan catatan klub yang paling sering dipakai sebagai rujukan performa. Angka ini menggambarkan bagaimana ia membangun “nilai” dari satu klub ke klub lain.
| Klub | Periode | Penampilan semua ajang | Gol semua ajang | Catatan singkat |
|---|---|---|---|---|
| Sporting CP | 2002 2003 | 31 | 5 | Titik awal karier senior |
| Manchester United | 2003 2009 dan 2021 2022 | 346 | 145 | Meledak jadi bintang dunia |
| Real Madrid | 2009 2018 | 438 | 450 | Mesin gol paling menakutkan di era modern |
| Juventus | 2018 2021 | 134 | 101 | Tetap produktif di Serie A |
| Al Nassr | 2023 sampai sekarang | sekitar 125 | sekitar 116 | Ikon utama proyek Saudi Pro League |
Catatan: angka dapat sedikit berbeda antar basis data statistik, tetapi tren utamanya sama: Ronaldo selalu menjadi pusat proyek klub, bukan pelengkap.
Kenapa daftar klub Ronaldo cenderung mengarah ke Spanyol, Inggris, Portugal, dan Saudi
Ada pola menarik dari kandidat kandidat yang muncul.
Ronaldo tidak dikaitkan dengan klub random. Nama nama yang muncul selalu berada di empat “zona” yang identik dengan hidupnya.
Spanyol untuk panggung perang ego
Valencia masuk karena Liga Spanyol memberi ruang panggung besar. Ronaldo pernah jadi raja di sana. Jika ia kembali sebagai owner, itu seperti naik ring lagi, tapi dengan jas dan koper uang, bukan sepatu bola.
Inggris untuk simbol kekuasaan sepak bola modern
Manchester United adalah jackpot prestige. Jika Ronaldo punya peluang sekecil apa pun untuk ikut masuk ke sana, itu akan dibicarakan satu dunia.
Portugal untuk sentimental dan warisan nama keluarga
Sporting adalah akar. Banyak legenda memilih kembali ke akar ketika karier lapangan selesai, karena di sanalah nama mereka “ditanam”.
Saudi untuk jalur paling realistis
Di Saudi, Ronaldo bukan sekadar legenda, ia adalah proyek. Maka kepemilikan klub di sana terasa paling mudah, paling dekat, dan paling cepat terjadi.
Skenario paling mungkin: Ronaldo mulai dari stake dulu, baru beli klub penuh
Kalau melihat bagaimana investor besar bekerja, jalan paling masuk akal untuk Ronaldo biasanya tidak langsung “membeli klub penuh” dalam satu malam.
Langkah yang paling sering dipakai adalah:
Masuk sebagai pemegang saham
Cara ini membuat Ronaldo bisa belajar dari dalam tanpa harus menanggung seluruh beban operasional. Cocok jika targetnya klub besar yang valuasinya tinggi.
Membeli klub yang “butuh diselamatkan”
Valencia sering disebut karena pola ini. Klub besar, tetapi sedang rapuh. Di tangan investor yang tepat, proyeknya bisa meledak.
Bangun jaringan klub
Model multi club ownership adalah cara modern untuk menguasai jalur talenta, jalur transfer, dan pemasukan lintas liga. Dan Ronaldo pernah disebut punya mimpi memiliki lebih dari satu klub.
Jika Ronaldo benar benar membeli klub, apa yang akan berubah di hari pertama?
Ini bagian yang bikin fans penasaran. Karena Ronaldo bukan figur “owner diam diam”.
Kalau ia masuk, yang berubah biasanya:
Identitas klub jadi lebih berani
Ronaldo suka klub yang punya karakter menyerang. Ia percaya sepak bola adalah bisnis hiburan. Dan hiburan butuh menang, butuh gol, butuh bintang.
Aktivitas transfer akan jadi sorotan
Bayangkan Valencia dipegang Ronaldo. Bahkan rumor pemain saja akan jadi trending. Itu magnet marketing yang tidak bisa dibeli oleh owner biasa.
Akademi dan branding global naik level
Ronaldo adalah mesin exposure. Klub yang ia pegang otomatis naik rating global, entah lewat sponsor, media, sampai tur pramusim.
Daftar klub yang paling sering disebut masuk rencana Ronaldo
Untuk merangkum rumor dan arah yang paling sering dibahas media, inilah kandidat yang paling kuat:
- Valencia
Rumor takeover paling ramai, sering dikaitkan dengan skenario investasi besar dan perubahan kepemilikan - Manchester United
Tipe klub yang masuk kategori prestige, pernah disinggung lewat komentar soal membenahi klub - Sporting CP
Pilihan sentimental dan “warisan pulang ke rumah”, sering muncul sebagai impian fans Portugal - Al Nassr
Opsi paling realistis dalam waktu dekat karena Ronaldo disebut mempertimbangkan stake di klubnya sekarang