Derbi Roma vs Milan Dini Hari Ini: Olimpico Siap Meledak, Poinnya Bisa Mahal !!
Stadio Olimpico akan kembali jadi panggung panas Serie A. AS Roma menjamu AC Milan pada Senin dini hari, 26 Januari 2026 pukul 02.45 WIB, laga yang dari jauh hari sudah terasa seperti pertandingan besar yang tidak boleh setengah hati. Roma punya daya ledak di kandang, Milan datang membawa ambisi menempel ketat papan atas. Ketika dua tim besar bertemu dalam kondisi sama sama butuh poin, pertandingan biasanya tidak akan berjalan pelan.
Roma ingin Olimpico tetap jadi benteng yang bikin lawan sesak. Milan ingin membuktikan mereka bukan cuma rapi dalam permainan, tapi juga sanggup menang di stadion yang tekanannya brutal. Ini derbi yang kadang tidak butuh banyak peluang untuk mencetak gol, karena satu momen kecil saja bisa jadi penentu.
Jadwal dan Info Laga: Semua Mata Tertuju ke Olimpico

Pertandingan ini bukan cuma soal gengsi, tapi juga soal siapa yang lebih kuat menjaga fokus saat tensi naik. Dari menit awal, biasanya sudah terasa: duel keras, perebutan bola kedua, dan tempo yang langsung tinggi.
Detail Pertandingan
| Item | Keterangan |
|---|---|
| Pertandingan | AS Roma vs AC Milan |
| Kompetisi | Serie A Pekan 22 |
| Stadion | Stadio Olimpico, Roma |
| Kick off | Senin, 26 Januari 2026 |
| Waktu | 02.45 WIB |
Roma punya keuntungan atmosfer. Tapi Milan punya mental tanding yang biasanya muncul saat mereka berada dalam tekanan besar. Inilah pertandingan yang sering membuat satu tim bermain lebih berani, sementara tim lain memilih lebih licin dan sabar.
Papan Atas Sedang Padat, Duel Ini Serasa Enam Poin
Kalau bicara situasi klasemen, Roma vs Milan bukan laga yang bisa dianggap sekadar formalitas pekan ke 22. Dua tim ini berada di jalur yang sama, sama sama mengejar posisi terbaik, sama sama butuh menjaga ritme.
Roma terlihat lebih “berani” dalam hasil. Mereka bisa menang besar, tapi juga bisa terpeleset. Milan terlihat lebih stabil, jarang kalah, dan itu yang membuat mereka bertahan di papan atas.
Snapshot Klasemen Jelang Kick Off
| Tim | Main | Menang | Seri | Kalah | Poin |
|---|---|---|---|---|---|
| AC Milan | 21 | 13 | 7 | 1 | 46 |
| AS Roma | 21 | 14 | 0 | 7 | 42 |
Perbedaan gaya hasil ini sering berpengaruh ke cara bermain. Milan lebih nyaman menjaga kontrol dan mengamankan angka, sementara Roma cenderung memilih menekan pertandingan agar cepat pecah.
Roma di Olimpico: Berisik, Cepat, dan Suka Memaksa Lawan Gugup

Roma di kandang biasanya punya dua kekuatan utama. Pertama, mereka pandai membuat laga terasa panas sejak awal. Kedua, mereka berani mengunci area tengah supaya lawan tidak bisa mengembangkan permainan dengan nyaman.
Ketika Roma menemukan ritme, mereka tidak segan menaikkan tempo, menekan bola kedua, lalu membangun serangan cepat lewat kombinasi pendek. Di Olimpico, momen seperti ini sering muncul karena energi suporter membuat pemain Roma berani menekan lebih tinggi.
Cara Roma Membuka Pertandingan
Roma biasanya mencoba “mencuri” kendali lewat pressing di awal. Mereka ingin membuat Milan melepas bola sebelum waktunya. Kalau Milan terpaksa main panjang, Roma punya peluang memenangkan duel udara, lalu menguasai bola kedua.
Di fase ini, kuncinya ada pada jarak antar lini. Bila Roma terlalu jauh antar lini, Milan bisa lolos dari tekanan. Tapi kalau rapat, Milan bisa kehilangan ritme.
Dybala dan Momen yang Sering Tidak Terlihat
Paulo Dybala adalah tipe pemain yang tidak selalu mencolok sepanjang laga, tapi tiba tiba mengubah keadaan. Satu kontrol yang bersih, satu putaran badan, satu umpan terobosan, Roma bisa langsung berada di depan kotak penalti.
Pada laga sebesar ini, pemain kreatif seperti Dybala sering jadi pembeda. Apalagi ketika pertandingan ketat dan ruang sempit, kualitas sentuhan pertama bisa menentukan.
Milan Datang Bukan untuk Bertahan, Tapi untuk Menekan Balik
AC Milan tidak datang ke Olimpico untuk sekadar bertahan dan berharap satu poin. Mereka tahu kemenangan di laga seperti ini bisa jadi dorongan besar untuk melaju lebih tinggi. Yang menarik dari Milan, mereka bisa bermain dalam dua mode.
Mode pertama adalah permainan rapi dengan penguasaan bola yang tenang. Mode kedua adalah permainan cepat dengan transisi tajam, memukul lawan ketika struktur pertahanan terbuka.
Transisi Milan: Dua Umpan Bisa Jadi Ancaman
Bila Roma terlalu agresif dan fullback mereka terlalu maju, Milan akan menunggu ruang di belakang. Dalam situasi seperti ini, Milan sering memindahkan bola cepat ke sisi yang kosong, lalu melepaskan umpan silang atau cutback.
Milan juga punya kemampuan mencetak gol dari skema yang sederhana. Mereka tidak harus membuat 20 operan. Kadang cukup merebut bola, mengirim ke depan, dan menyelesaikan serangan dalam beberapa sentuhan.
Statistik Head to Head: Sejarah Panjang, Hasilnya Sering Ketat
Roma dan Milan punya sejarah pertemuan yang panjang, dan menariknya, hasilnya cukup seimbang. Tidak ada tim yang benar benar dominan dalam jangka panjang, itulah mengapa duel ini selalu terasa seperti duel besar.
Rekor Head to Head Sepanjang Sejarah
| Total Laga | Roma Menang | Seri | Milan Menang | Rata rata Gol per Laga |
|---|---|---|---|---|
| 63 | 20 | 20 | 23 | 2.78 |
Angka ini menunjukkan satu hal: pertemuan mereka sering menghasilkan cerita, sering menghasilkan drama di atas lapangan, dan sangat sering ditentukan oleh detail kecil.
Head to Head Terakhir
| Tanggal | Ajang | Tuan Rumah | Skor | Tamu |
|---|---|---|---|---|
| 2 Nov 2025 | Serie A | AC Milan | 1 0 | AS Roma |
| 18 Mei 2025 | Serie A | AS Roma | 3 1 | AC Milan |
| 5 Feb 2025 | Coppa Italia | AC Milan | 3 1 | AS Roma |
| 30 Des 2024 | Serie A | AC Milan | 1 1 | AS Roma |
| 31 Mei 2024 | Uji Coba | AS Roma | 5 2 | AC Milan |
Lima laga terakhir memberi gambaran bahwa pertemuan keduanya bisa berubah bentuk. Kadang ketat 1 gol, kadang bisa ramai. Itu sebabnya, tim yang lebih siap secara mental biasanya lebih diuntungkan.
Kilas Balik Pertemuan Terakhir: Milan Menang, Tapi Roma Lebih Menguasai Bola
Menarik membahas pertemuan terakhir di liga. Milan menang 1 0, tetapi Roma justru unggul dalam penguasaan bola. Ini contoh pertandingan yang menunjukkan bahwa dominasi bola tidak otomatis berarti dominasi hasil.
Roma lebih sering memegang bola, namun Milan lebih tajam dalam memanfaatkan situasi.
Statistik Pertemuan Terakhir
| Statistik | AC Milan | AS Roma |
|---|---|---|
| Penguasaan bola | 36.9% | 63.1% |
| Total tembakan | 17 | 20 |
| Tembakan tepat sasaran | 8 | 6 |
| Sepak pojok | 7 | 8 |
| Kartu kuning | 1 | 5 |
| Save kiper | 7 | 6 |
Dari tabel ini, terlihat jelas Milan lebih efektif. Roma banyak menyerang, tetapi Milan lebih dingin dalam menjaga area berbahaya. Di laga besar seperti ini, efektivitas sering menang atas dominasi.
Duel Lini Tengah: Siapa Menang Ritme, Dia Pegang Kendali
Di pertandingan sebesar ini, lini tengah adalah area yang paling menentukan. Roma ingin memenangi bola kedua, Milan ingin mengontrol tempo.
Kalau Roma sukses memaksa Milan kehilangan struktur, tuan rumah bisa dapat peluang dari serangan cepat. Tapi kalau Milan mampu keluar dari tekanan Roma, mereka akan punya ruang untuk mengalirkan bola ke depan.
Apa yang Biasanya Terjadi di Tengah
Roma cenderung menekan lebih tinggi, khususnya di awal. Milan cenderung menunggu, lalu meledak lewat perpindahan bola cepat. Pertarungan ini sering ditentukan oleh gelandang yang paling berani mengambil keputusan, apakah langsung bermain vertikal atau menahan bola untuk merapikan posisi.
Sayap dan Fullback: Di Sini Laga Bisa Pecah
Banyak peluang besar biasanya lahir dari sisi lapangan. Roma akan mencoba menyerang lewat kombinasi cepat, Milan akan mencoba menyerang lewat ruang kosong saat Roma terlalu tinggi.
Dalam pertandingan seperti ini, duel satu lawan satu di sisi sering menentukan. Jika fullback kalah duel, mereka akan dipaksa mundur, dan itu membuka ruang untuk gelandang lawan masuk ke kotak.
Statistik Tembakan Musim Ini: Tajam atau Boros
Ada angka menarik yang menggambarkan karakter kedua tim. Roma lebih sering menembak, Milan lebih “kejam” dalam konversi peluang.
| Kategori | Roma | Milan |
|---|---|---|
| Tembakan per laga | 15.60 | 11.00 |
| Tembakan tepat sasaran per laga | 4.90 | 4.20 |
| Shot conversion rate | 8% | 15% |
| Tembakan per gol | 12.00 | 6.47 |
Roma lebih agresif, Milan lebih efisien. Ini adalah benturan gaya yang menarik, karena biasanya pertandingan akan berjalan mengikuti tim mana yang mampu memaksakan kebiasaan mereka.
Bola Mati: Satu Sepak Pojok Bisa Bikin Olimpico Meledak
Saat pertandingan berjalan buntu, bola mati sering jadi pemecah. Roma dan Milan sama sama tim yang punya kualitas untuk memanfaatkan situasi seperti ini.
Roma sering berbahaya dari tendangan sudut karena mereka punya pemain yang berani duel udara. Milan juga tidak kalah, mereka bisa memaksimalkan bola kedua dan finishing dari jarak dekat.
Momen bola mati juga sering memunculkan kartu, karena intensitas duel meningkat dan pemain mudah terpancing.
Performa 10 Laga Terakhir: Roma Garang, Milan Stabil
Laga ini juga bisa dilihat dari bentuk performa jelang kick off. Roma punya hasil yang lebih ekstrem, Milan punya hasil yang lebih seimbang.
Rata rata Roma di 10 Laga Liga Terakhir
| Statistik Roma | Angka |
|---|---|
| Menang Kalah | 6 menang, 4 kalah |
| Gol per laga | 1.4 |
| Penguasaan bola rata rata | 56.5% |
| Sepak pojok per laga | 3.9 |
| Kebobolan per laga | 0.7 |
Rata rata Milan di 10 Laga Liga Terakhir
| Statistik Milan | Angka |
|---|---|
| Menang Seri Kalah | 6 menang, 3 seri, 1 kalah |
| Gol per laga | 1.6 |
| Penguasaan bola rata rata | 52.6% |
| Sepak pojok per laga | 4.1 |
| Kebobolan per laga | 0.7 |
Kedua tim sama sama kuat dalam bertahan dari sisi rata rata kebobolan. Bedanya, Milan lebih sering bisa “bertahan hidup” lewat hasil seri, sedangkan Roma lebih sering jatuh ke sisi kalah ketika gagal mengunci laga.
Tren Gol di Olimpico: Roma vs Milan Sering Ramai
Derbi ini punya kecenderungan menarik. Ketika Roma main kandang melawan Milan, pertandingan mereka sering memunculkan banyak momen.
Catatan Tren
| Tren | Catatan |
|---|---|
| Over 2.5 gol | Terjadi di 7 dari 8 laga kandang terakhir Roma vs Milan |
Catatan ini membuat laga dini hari nanti terasa makin menggoda. Apalagi kalau gol cepat terjadi, ritme pertandingan biasanya langsung berubah liar.
Modal Terbaru Menjelang Laga: Sama Sama Datang dengan Kemenangan
Pertandingan besar sering dipengaruhi modal mental dari laga sebelumnya. Dan kali ini, kedua tim sama sama datang dengan kemenangan yang membuat mood ruang ganti bagus.
Hasil Terbaru
| Tim | Laga Terbaru | Hasil | Pencetak Gol |
|---|---|---|---|
| AS Roma | vs Torino | Menang 2 0 | Malen, Dybala |
| AC Milan | vs Lecce | Menang 1 0 | Fullkrug |
Hasil seperti ini membuat keduanya datang tanpa beban negatif. Roma punya energi karena menang meyakinkan, Milan punya rasa percaya diri karena menang tipis biasanya melatih ketahanan mental.
Gambaran Jalannya Pertandingan: Menit Awal Tegang, Menit Akhir Bisa Gila
Roma kemungkinan mencoba menguasai fase awal. Mereka ingin membuat Milan tertekan, terutama lewat pressing dan duel bola kedua. Jika Roma sukses mencuri gol lebih dulu, Olimpico akan berubah menjadi lautan emosi yang bisa membuat Milan kesulitan menjaga ketenangan.
Namun Milan punya skenario yang tidak kalah berbahaya. Mereka cukup sabar, menunggu Roma sedikit over commit, lalu memukul lewat transisi. Dalam duel seperti ini, satu kesalahan posisi saja bisa membuka jalan ke gawang.
Kalau skor masih imbang memasuki 30 menit terakhir, laga biasanya berubah menjadi duel saraf. Pergantian pemain, detail marking di bola mati, sampai keputusan menahan atau menyerang akan terasa seperti taruhan besar. Di titik itu, pertandingan tidak lagi soal taktik saja, tapi soal siapa yang paling dingin mengeksekusi momen.