Manchester City vs Wolves di Etihad: Waktunya The Citizens Putus Tren Kekalahan?
Manchester City akan kembali turun di lanjutan Premier League dengan misi yang jelas: memulihkan wibawa setelah rangkaian hasil yang bikin gelisah. Lawannya memang Wolverhampton Wanderers, tetapi jangan buru buru menganggap ini bakal jadi pertandingan santai. Wolves datang dengan kepercayaan diri yang lagi naik, sedangkan City sedang diuji dari sisi mental, kedalaman skuad, sampai kesabaran saat menghadapi tim yang menutup ruang rapat rapat.
Pertanyaannya sekarang sederhana tapi pedas: apakah Manchester City bisa mematahkan tren kekalahan dan mengubah malam di Etihad jadi panggung kebangkitan?
Data pertandingan
City akan menjamu Wolves di Etihad Stadium pada Sabtu, 24 Januari 2026, kick off pukul 15.00 waktu setempat.
| Detail | Keterangan |
|---|---|
| Laga | Manchester City vs Wolverhampton Wanderers |
| Kompetisi | Premier League 2025/2026 |
| Matchday | Pekan 23 |
| Stadion | Etihad Stadium |
| Hari, tanggal | Sabtu, 24 Januari 2026 |
| Kick off | 15.00 waktu setempat |
| Lokasi | Manchester, Inggris |
City sedang kepentok: kalah derby, lalu kena tampar di Eropa

Ada jenis tekanan yang tidak bisa dihapus hanya dengan unggul penguasaan bola. Dan City sedang merasakannya sekarang. Mereka baru saja kalah 0 2 dari Manchester United di derby, sebuah laga yang jadi sorotan besar karena United memulai era caretaker Michael Carrick dengan kemenangan yang meyakinkan.
Yang bikin situasinya makin panas, di tengah pekan City juga tumbang 1 3 saat bertandang ke Bodø/Glimt di Liga Champions. Kekalahan ini terasa menyakitkan karena City terlihat rapuh saat menghadapi tekanan tinggi, dan beberapa momen kecil berubah jadi bencana besar.
Kombinasi dua hasil itu membuat laga kontra Wolves tidak lagi sekadar soal tiga poin. Ini tentang menjaga ritme, menjaga ruang ganti tetap tenang, dan membuktikan bahwa City masih punya tombol mode monster yang selama ini jadi identitas mereka.
Angka yang menohok dari derby: City dominan bola, tapi tumpul
Di derby melawan United, City menguasai bola besar, tetapi hasil akhirnya tetap kekalahan. Statistik pertandingan memperlihatkan kontras yang sering menghantui tim dominan saat finishing tidak klinis.
| Statistik laga | Manchester United | Manchester City |
|---|---|---|
| Penguasaan bola | 31,8% | 68,2% |
| Tembakan tepat sasaran | 7 | 1 |
| Total tembakan | 11 | 7 |
| Corner | 1 | 6 |
| Kartu kuning | 2 | 3 |
Data ini jadi alarm keras karena City biasanya dikenal tajam saat memasuki sepertiga akhir. Namun di laga itu, peluang yang terlihat setengah jadi tidak pernah benar benar berubah jadi ancaman.
Kekalahan dari Bodø/Glimt menambah beban psikologis
Ketika satu kekalahan datang, tim besar biasanya punya pengalaman untuk bangkit cepat. Tapi ketika kekalahan datang beruntun, situasinya beda. City bukan cuma kehilangan poin, mereka kehilangan rasa aman. Bodø/Glimt membuat City terlihat tidak nyaman, dan pertandingan itu juga menambah pertanyaan tentang kestabilan lini belakang mereka saat diserang balik.
Di titik seperti ini, laga melawan Wolves sering jadi ujian yang lebih berat dari yang kelihatan di kertas.
Wolves datang bukan untuk jadi figuran
Wolves musim ini memang tidak sedang glamor. Namun mereka sedang menunjukkan tanda tanda kebangkitan yang rapi. Hasil imbang 0 0 melawan Newcastle memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka, dan yang menarik, Wolves mulai nyaman bermain sabar tanpa panik.
Di situasi menghadapi tim besar seperti City, Wolves biasanya mengambil identitas paling menggoda: bertahan rapat, menunggu celah, lalu menggigit saat lawan lengah.
Clean sheet dan disiplin: modal yang membuat Wolves berani
Wolves mendapatkan poin lewat kerja defensif yang solid, bahkan mencatat clean sheet kandang beruntun di Premier League setelah sekian lama. Itu bukan sekadar angka. Itu pertanda bahwa struktur mereka makin rapi, dan ketika struktur sudah rapi, melawan tim seperti City jadi terasa lebih masuk akal.
Jadwal padat City bisa jadi celah
City baru saja melewati dua pertandingan besar dalam rentang waktu yang berdekatan. Wolves bisa memanfaatkan itu dengan memainkan laga yang membuat City frustrasi. Semakin lama skor imbang bertahan, semakin besar peluang Wolves mencuri sesuatu, entah satu poin atau bahkan lebih.
Di Premier League, momen seperti ini sering muncul: tim papan atas menekan 70 menit, tapi sekali salah posisi, langsung kebobolan serangan balik.
Head to head: City unggul telak, tapi Wolves punya memori manis
Sejarah pertemuan memang memihak City. Dalam 10 pertemuan terakhir kontra Wolves di Premier League, City mencatat 9 menang dan 1 kalah dengan selisih gol besar.
Namun sepak bola selalu punya ruang untuk kecelakaan terencana. Wolves pernah mengalahkan City 1 0 dalam salah satu pertemuan terakhir mereka, jadi mereka tahu rasanya membuat City terdiam.
| Rekor pertemuan | Catatan |
|---|---|
| 10 laga terakhir Premier League | City menang 9, Wolves menang 1 |
| 6 pertemuan terakhir | City menang 5, Wolves menang 1 |
| Total 26 pertemuan | City menang 17, seri 4, Wolves menang 5 |
Etihad biasanya rumah sakit untuk Wolves
City juga punya rekam jejak kandang yang sering membuat Wolves tidak nyaman. Artinya, atmosfer stadion, pola permainan, dan dominasi City di rumah sendiri biasanya sudah cukup untuk mengunci Wolves di area bertahan.
Tapi sekali lagi, kondisi City saat ini sedang tidak normal. Itu yang membuat duel ini menarik.
Situasi klasemen: City mengejar, Wolves bertahan hidup
City berada di papan atas, sementara Wolves berada di zona bawah. Ini membuat laga terasa seperti dua dunia berbeda namun Premier League selalu punya kejutan.
| Tim | Posisi (saat ini) |
|---|---|
| Manchester City | 2 |
| Wolves | 20 |
City jelas butuh kemenangan untuk menjaga napas dalam persaingan gelar, sedangkan Wolves butuh poin demi memperpanjang hidup mereka di liga.
Ketika kebutuhan dua tim sama sama besar, pertandingan biasanya tidak berjalan santai.
Duel taktik: City menyerang terus, Wolves mengincar momen
City di bawah Pep Guardiola akan tetap memainkan gaya utama: dominan bola, menekan, dan memaksa lawan bertahan rendah. Tapi saat tren kemenangan sedang seret hasil, gaya dominan itu bisa berubah jadi beban karena ekspektasi naik, sementara peluang tidak kunjung jadi gol.
Wolves kemungkinan akan menunggu City melakukan kesalahan kecil yang biasanya jarang terjadi. Celah itu bisa berupa kontrol yang terlambat, umpan ke tengah yang kepotong, atau fullback yang terlalu tinggi.
City harus hati hati dengan serangan balik sisi sayap
Dalam pertandingan seperti ini, serangan balik jadi senjata utama Wolves. Mereka tidak perlu banyak kesempatan. Cukup satu dua momen bersih, lalu City akan dibuat panik.
City perlu rapi saat kehilangan bola. Kalau transisi bertahan telat setengah detik saja, Wolves bisa langsung berlari ke ruang yang ditinggalkan.
Kunci City: jangan buru buru ketika buntu
Masalah umum tim besar saat sedang seret hasil adalah mereka mulai memaksa. Umpan dipercepat, crossing dipaksa, tembakan dari luar kotak terlalu cepat diambil.
Kalau City melakukan itu, Wolves justru senang karena pola serangan City jadi mudah dibaca.
City akan butuh kesabaran, tapi bukan sabar yang pasif. Lebih ke sabar dalam memilih momen, sabar menggeser blok lawan, sabar menunggu celah yang benar benar terbuka.
Pemain yang bisa menentukan arah pertandingan
City dan Wolves sama sama punya pemain yang bisa mengubah pertandingan hanya lewat satu sentuhan. Namun di laga seperti ini, pemain pembeda tidak selalu harus pencetak gol. Kadang gelandang yang bisa menenangkan ritme justru lebih menentukan.
Haaland dan urusan gol cepat

Kalau City bisa mencetak gol di 20 menit pertama, pertandingan biasanya jadi jauh lebih mudah. Wolves akan dipaksa keluar dari cangkang, dan ruang untuk City jadi lebih besar.
Di titik itu, striker seperti Haaland akan hidup karena City bisa menyerang ruang, bukan hanya memecah tembok.
Rodri dan ketenangan di tengah
City butuh kontrol. Dan kontrol paling nyata biasanya datang dari gelandang jangkar yang bisa menyapu bola kedua, memotong transisi lawan, dan mengatur tempo.
Jika City gagal menguasai area ini, Wolves akan menemukan jalan untuk mencuri peluang.
Wolves: fokus pada disiplin dan satu serangan mematikan
Wolves tidak harus membuat 12 tembakan. Mereka cukup membuat 3 peluang bersih, lalu berharap satu di antaranya jadi gol.
Selama mereka disiplin, frustrasi City bisa tumbuh. Dan semakin frustrasi, semakin besar peluang City membuat kesalahan.
Statistik kunci jelang laga
Berikut rangkuman statistik yang paling relevan untuk membaca duel ini, dari jadwal, tren pertemuan, sampai gambaran performa teranyar.
| Kategori | Manchester City | Wolves |
|---|---|---|
| Laga | Tuan rumah di Etihad | Tandang ke Etihad |
| H2H 10 laga terakhir PL | Menang 9, kalah 1 | Menang 1, kalah 9 |
| Kondisi terakhir yang disorot | Kalah derby dari Man United 0 2 | Unbeaten run berlanjut usai 0 0 vs Newcastle |
| Alarm utama | Tumpul di momen krusial | Harus tahan tekanan panjang |
| Modal terbesar | Dominasi kandang dan kedalaman skuad | Struktur bertahan dan serangan balik |
Apakah City bisa mematahkan tren kalah?
Jika bicara kualitas skuad dan rekor pertemuan, City jelas unggul. Jika bicara kebutuhan poin, City juga tidak punya pilihan selain menang. Tetapi jika bicara suasana tim dan beban mental, Wolves bisa masuk dengan peran yang sangat berbahaya: tim yang tidak ada beban dan siap merusak pesta.
City akan mematahkan tren kekalahan jika mereka melakukan tiga hal ini di lapangan:
Pertama, mencetak gol lebih dulu agar tempo pertandingan mengikuti kemauan mereka.
Kedua, menjaga transisi bertahan tetap rapi supaya Wolves tidak mendapatkan ruang lari.
Ketiga, tetap tenang saat peluang pertama dan kedua belum jadi gol.
Kalau City gagal melakukan itu, Wolves akan bertahan sampai menit akhir, lalu mengincar satu momen sunyi untuk mencuri hasil. Dan itulah jenis pertandingan yang sering membuat Etihad mendadak tegang, bahkan ketika penguasaan bola menunjukkan angka yang sempurna.