FIFA Buka Suara soal Piala Dunia 2026 usai Trump Hentikan Visa 75 Negara
Isu politik kembali “mencolek” sepak bola. Menjelang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, publik dibuat gaduh setelah pemerintahan Presiden Donald Trump mengumumkan penghentian pemrosesan visa untuk warga dari 75 negara. Kekhawatiran langsung mengarah ke satu hal: apakah turnamen terbesar FIFA itu bisa berjalan mulus, atau justru berantakan karena urusan perbatasan?
FIFA akhirnya angkat bicara. Nada pesannya jelas: Piala Dunia 2026 tetap berjalan sesuai rencana, tetapi fans diminta paham satu realita penting soal perjalanan internasional, yaitu tiket pertandingan bukan “kunci sakti” untuk otomatis bisa masuk ke negara tuan rumah.
Yang Sebenarnya Terjadi dengan Kebijakan Visa AS
Kebijakan yang memicu heboh ini bukan sekadar rumor media sosial. Pemerintah AS memang mengumumkan penangguhan pemrosesan visa imigran untuk warga dari lebih dari 75 negara, dan mulai diberlakukan pada 21 Januari 2026.
Pemrosesan visa imigran yang dihentikan, bukan semuanya
Detail yang sering luput dari perdebatan publik: yang dihentikan adalah pemrosesan visa imigran, yang umumnya berkaitan dengan orang yang ingin pindah menetap ke Amerika Serikat. Kebijakan ini dikaitkan dengan pengetatan standar “public charge”, atau penilaian apakah seseorang berpotensi bergantung pada bantuan negara.
Daftar negara yang terdampak tersebar luas dari berbagai kawasan, mulai Afrika, Asia, Timur Tengah, Amerika Latin, hingga sebagian Eropa Timur.
Bagaimana dengan visa turis untuk nonton Piala Dunia?
Inilah bagian yang langsung jadi “pegangan” FIFA. Sejumlah laporan menyebut penangguhan tersebut tidak berlaku untuk visa non imigran seperti visa kunjungan wisata atau bisnis, meski pemeriksaan tetap ketat dan proses bisa berbeda tergantung negara pemohon.
Artinya, untuk fans yang sekadar ingin datang menonton Piala Dunia, jalurnya masih ada. Namun bukan berarti otomatis aman, karena penilaian akhir tetap di pihak otoritas imigrasi.
Kekhawatiran Publik: Fans Takut Tertahan, Tim Takut Ribet
Begitu kata “visa 75 negara dihentikan” beredar, reaksi wajar langsung muncul. Piala Dunia 2026 adalah edisi pertama dengan 48 tim, skala penonton lintas negara bakal gila besarnya. Di era seperti ini, satu kebijakan perbatasan saja bisa menjalar menjadi masalah logistik.

FIFA mengingatkan: tiket bukan jaminan bisa masuk AS
FIFA menegaskan satu kalimat yang sering bikin fans mengernyit, tapi memang kenyataan: tiket pertandingan tidak menjamin seseorang bisa masuk ke negara tuan rumah.
Peringatan itu muncul lagi dalam rilis resmi FIFA yang menyebut fans harus mengecek aturan masuk untuk Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, serta disarankan mengajukan visa sedini mungkin karena waktu pemrosesan bisa panjang.
Kalau mau diterjemahkan ke bahasa tribun: jangan merasa aman hanya karena sudah pegang tiket atau sudah booking hotel.
FIFA PASS jadi kartu tambahan untuk urusan jadwal wawancara visa
FIFA juga mengingatkan bahwa pemegang tiket Piala Dunia 2026 untuk pertandingan di Amerika Serikat akan mendapat akses ke sistem penjadwalan wawancara visa prioritas bernama FIFA Priority Appointment Scheduling System (FIFA PASS). Sistem ini diumumkan FIFA bersama Departemen Luar Negeri AS dan disebut bakal tersedia pada awal 2026.
Bagi fans dari negara yang biasanya mengantre lama untuk jadwal wawancara, FIFA PASS jelas “bantuan napas”, meski tetap tidak mengubah syarat utama visa itu sendiri.
FIFA Klarifikasi: Status Piala Dunia 2026 Aman, Tuan Rumah Tetap Tiga Negara
Di tengah ketegangan kabar visa, inti klarifikasi FIFA adalah sederhana: turnamen tidak berubah, format dan penyelenggaraan tetap sesuai rencana di tiga negara tuan rumah.
FIFA menekankan bahwa pintu masuk ke negara tuan rumah memang urusan pemerintah masing masing, tetapi pihaknya bekerja erat dengan otoritas terkait untuk memastikan event berjalan. Pesan semacam ini juga pernah disampaikan Presiden FIFA Gianni Infantino, yang menyebut fans akan disambut dan proses imigrasi harus dibuat “smooth” bagi mereka yang memenuhi syarat.
Fokus FIFA: “siapkan dokumen lebih cepat, jangan mepet”
Kalau dibaca gaya komunikasinya, FIFA seperti tidak ingin berdebat politik, tetapi memilih bicara praktis.
Mereka mengulang dua hal:
- Periksa aturan masuk masing masing host country.
- Ajukan visa sedini mungkin.
Kombinasi peringatan tiket bukan jaminan plus saran mengurus visa lebih awal adalah cara FIFA menurunkan ekspektasi publik agar tidak ada drama massal mendekati kick off.
Ini turnamen terbesar FIFA, dan tekanan logistiknya nyata
Piala Dunia 2026 akan digelar di 16 kota tuan rumah: 11 kota di Amerika Serikat, 3 kota di Meksiko, dan 2 kota di Kanada. Total pertandingan 104, jauh lebih banyak dari edisi sebelumnya karena format 48 tim.
Dalam kondisi normal saja, pergerakan manusia antar negara untuk event sebesar ini sudah rumit. Ditambah isu visa, wajar jika FIFA memilih bicara sejak sekarang, bukan nunggu meledak di bulan pertandingan.
Pemerintah AS Ikut Buka Jalur Pengecualian untuk Event Olahraga
Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat juga tidak tinggal diam. Ada langkah yang cukup penting untuk meredam kekhawatiran di level kompetisi.

Atlet dan ofisial tetap dapat pengecualian masuk
Sejumlah laporan menyebut pemerintahan Trump memperluas daftar event olahraga yang dikecualikan dari pembatasan visa, termasuk Olimpiade dan FIFA World Cup. Namun pengecualian itu terutama berlaku untuk atlet, pelatih, serta personel pendukung event.
Ini penting karena jantung kompetisi adalah tim peserta. Jika pemain dan staf bisa masuk, FIFA punya dasar kuat untuk mengatakan “kompetisi aman”.
Fans tetap harus ikut aturan umum
Nah, ini yang kadang bikin perdebatan makin panas. Pengecualian itu disebut tidak otomatis berlaku untuk media, suporter, atau perwakilan korporasi dari negara yang terdampak, kecuali mereka memenuhi syarat tertentu.
Dengan kata lain, “jalur aman” disiapkan terutama untuk penyelenggaraan olahraga, sedangkan fans masih wajib mengurus dokumen perjalanan sesuai aturan.
Negara Peserta dan Suporter: Siapa yang Bisa Paling Kena Efeknya?
Piala Dunia selalu punya dua jenis “rombongan besar”: rombongan tim dan rombongan suporter. Tim cenderung punya jalur resmi federasi dan protokol event, sedangkan suporter datang dengan kondisi yang lebih beragam.
FIFA sendiri tidak menyebut negara mana yang akan terdampak paling besar. Namun karena daftar 75 negara mencakup banyak wilayah, kebingungan paling sering muncul dari fans yang takut kebijakan visa tersebut “ikut menyeret” visa kunjungan mereka.
Untuk memperjelas, sejumlah laporan menegaskan bahwa penangguhan ini mengarah ke visa imigran, bukan otomatis menutup total kunjungan jangka pendek.
Ada opsi menonton dari Kanada atau Meksiko?
Karena Piala Dunia 2026 digelar di tiga negara, beberapa fans mulai melirik skenario alternatif: menonton pertandingan di Kanada atau Meksiko, terutama jika mereka kesulitan masuk AS.
Secara logika, itu mungkin saja. Tetapi fans perlu ingat: tiket pertandingan pun biasanya dibeli per venue, dan perjalanan lintas negara tetap membutuhkan dokumen yang valid sesuai negara tujuan.
Kanada, misalnya, sudah menyiapkan halaman panduan resmi untuk fans dan traveler Piala Dunia 2026, termasuk arahan soal perjalanan dan dokumen masuk.
FIFA Tegas: Cek Aturan Pemerintah, Jangan Cuma Andalkan Info Viral
Di tengah banjir informasi, FIFA juga seperti “menarik tangan” publik untuk kembali ke sumber resmi.
FIFA menyebut fans sebaiknya mengunjungi situs pemerintah masing masing negara tuan rumah untuk melihat syarat masuk.
Situs Departemen Luar Negeri AS juga sudah siapkan panduan
Departemen Luar Negeri AS menyiapkan halaman khusus FIFA World Cup 26 yang menjelaskan bahwa pelancong asing untuk wisata, termasuk untuk Piala Dunia, wajib punya dokumen perjalanan yang sesuai, serta ada panduan terkait visa dan prosesnya.
Kalau mau jujur, ini momen yang bikin fans harus “dewasa” sebagai traveler. Sepak bola itu emosional, tetapi urusan bandara dan imigrasi adalah dunia yang dingin.
Panduan Singkat untuk Fans yang Niat Datang ke Piala Dunia 2026
Bagian ini yang paling dicari pembaca: apa yang harus dilakukan sekarang.
Mulai dari dokumen dasar yang paling sering bikin gagal
Hal yang kelihatannya sepele tapi sering menghancurkan rencana:
- Paspor tidak cukup masa berlaku
- Salah kategori visa
- Mengurus terlalu dekat dengan jadwal berangkat
- Tidak siap bukti rencana perjalanan dan pembiayaan
FIFA sendiri sudah menyarankan mengurus lebih awal karena waktu pemrosesan bisa panjang.
Gunakan FIFA PASS jika butuh wawancara visa untuk AS
Jika Anda membeli tiket pertandingan di Amerika Serikat dan membutuhkan visa, FIFA PASS bisa membantu mendapatkan jadwal wawancara prioritas ketika sistemnya dibuka.
Tetapi tetap perlu digarisbawahi, FIFA PASS bukan “tiket lolos”. Ini lebih seperti jalur cepat untuk antrean jadwal, bukan penghapus syarat.
Jika berasal dari negara Visa Waiver Program, cek ESTA
Untuk sebagian negara yang masuk Visa Waiver Program, perjalanan wisata ke AS bisa lewat mekanisme ESTA. FIFA juga mengingatkan opsi ini dalam penjelasan terkait persiapan kedatangan fans
Antusiasme Piala Dunia 2026 Tetap Gila, Meski Isu Visa Mengganggu
Menariknya, di tengah isu visa, minat terhadap Piala Dunia 2026 tetap meledak. FIFA mengumumkan mereka menerima lebih dari 500 juta permintaan tiket dalam periode tertentu, sambil kembali menegaskan tiket tidak menjamin izin masuk negara tuan rumah.
Angka itu menunjukkan satu hal: badai politik mungkin bikin ribut, tapi magnet Piala Dunia tetap menggerakkan dunia.
Dan di situlah posisi FIFA saat ini. Mereka tidak mengganti tuan rumah, tidak mengubah jadwal, tidak menurunkan target. FIFA memilih “mengunci” narasi: turnamen jalan terus, silakan urus perjalanan dengan benar, jangan bergantung pada asumsi, dan jangan telat.
Pada akhirnya, Piala Dunia 2026 memang bukan cuma soal siapa juara. Ini juga ujian besar untuk sistem perjalanan internasional, kolaborasi lintas negara, dan kesiapan semua pihak menyambut jutaan orang yang datang hanya karena satu alasan: sepak bola.